Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan salah satu komoditas pangan penting selain padi dan gandum, namun produktivitasnya sering terkendala oleh faktor biotik dan abiotik, terutama serangan hama ulat grayak tentara (Spodoptera frugiperda). Serangan hama ini dapat menyebabkan kehilangan hasil yang sangat tinggi, berkisar antara 80% hingga 100%. Upaya pengendalian yang umum dilakukan petani masih didominasi oleh penggunaan pestisida kimia secara intensif, yang dalam jangka panjang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, serta keseimbangan ekosistem pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi larutan daun galam sebagai pestisida nabati dalam menekan tingkat serangan, intensitas serangan, dan kerusakan tongkol jagung yang disebabkan oleh ulat grayak tentara (S. frugiperda). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan konsentrasi larutan daun galam, yaitu 4%, 8%, 12%, dan 16%, serta dua kontrol berupa kontrol air dan kontrol pestisida kimia berbahan aktif lambda sihalotrin dengan konsentrasi 1 ml/L. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 16 tanaman, dengan total keseluruhan sebanyak 384 tanaman jagung manis. Parameter pengamatan meliputi tingkat serangan, intensitas serangan, dan tingkat kerusakan tongkol akibat serangan S. frugiperda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan daun galam memiliki kemampuan menekan serangan ulat grayak tentara dan berpotensi menjadi pestisida nabati yang efektif serta ramah lingkungan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dalam budidaya jagung manis.