Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

KETIMPANGAN GENDER DALAM PENDIDIKAN Chairani Astina
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 16 No 1 (2016): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang dapat mencerdaskan bangsa adalah pendidikan yang terbebas dari unsur diskriminasi gender. Laki-laki dan perempuan, sama–sama berhak memperoleh pendidikan tinggi, sama-sama berhak mengabdikan ilmu yang telah diperolehnya untuk kebaikan manusia, baik dalam lingkungan rumah tangga maupun diluar rumah tangganya.Meskipun saat ini sudah banyak perempuan yang mengenyam pendidikan akan tetapi mereka tetap belum mendapatkan kesempatan sepenuhnya untuk mengembangkan kualitas diri mereka dengan cara meneruskan pendidikan mereka kejenjang yang lebih tinggi lagi, dikarenakan beberapa faktor yaitu : ekonomi, sosial, fasilitas pendidikan dan pembagian peranan menurut jenis kelamin. Dan ada pula beberapa ketimpangan yang terjadi dalam pendidikan yaitu: 1) kurikulum yang bias gender, 2) kebijakan sekolah yang diskriminatif, dan 3) stigmatisasi disiplin ilmu. Untuk mengembangkan masyarakat, ada beberapa prinsip yang harus ditumbuhkan dalam penyelenggaraan pendidikan emansipatori : Pemerataan atau kesetaraan, berkelanjutan, produktifitas, dan pemberdayaan dari setiap individu.Adapun tujuan dari pendidikan berperspektif gender di antaranya: mempunyai akses yang sama dalam pendidikan, kewajiban yang sama, dan persamaan kedudukan dan peran. Jika ini dapat direalisasikan maka kita bisa mengurangi terjadinya ketimpangan-ketimpangan gender yang ada dalam pendidikan.
INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN ‘ILM AL-ASHWAT (Studi kasus terhadap mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UNSIQ Wonosobo) Chairani Astina; Rifqi Aulia Rahman
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.941

Abstract

Konsep dasar internalisasi nilai-nilai karakter adalah suatu prosesmemasukkan nilai atau memasukkan sikap ideal yang sebelumnyadianggap berada di luar, agar tergabung dalam pemikiran seseorang dalampemikiran, keterampilan dan sikap pandang hidup seseorang. Penanamannilai-nilai karakter yang menjadi aktualisasi visi dan misi universitasmendapat banyak hambatan dan rintangan. Hal itu dikarenakanpendekatan dan metode penanaman nilai-nilai karakter di dalam kelasperkuliahan hanya melalui metode ceramah atau mengajarkan konsepkonsep.Jadinya, nilai-nilai karakter tersebut bukan untuk diterapkan dandibiasakan, namun sekedar untuk dipahami dan dihafal. Penelitian inimengidentifikasi butir-butir nilai karakter yang ditanamkan dalam prosespembelajaran dan materi ajar ‘ilm al-ashwat. Begitu juga dengan metodeinternalisasi nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran ‘ilm al-ashwat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran ‘Ilm alashwatterdapat beberapa nilai karakter yang ditanamkan kepadamahasiswa. Nilai-nilai karakter tersebut terbagi menjadi dua kategori:Pertama, nilai-nilai karakter yang tersirat dalam metode pembelajaran ‘ilmal-ashwat yang meliputi : Percaya diri ( الثقة بالنفس ), Tanggung jawabمسئولية) ), Gemar membaca ( حب القراءة ), Menghargai prestasi ( (تقدير الإنجازdan Rasa ingin tahu ( حب الإستطلاع ). Kedua, nilai-nilai karakter yang tersiratdalam materi ajar ‘ilm al-ashwat yang meliputi : jujur ( الصدق ), disiplinالإنضباط) ), Komunikatif ( الإتصالي ) dan Religius ( الموقف الديني ). Selanjutnya,proses internalisasi nilai-nilai karakternya: Pertama, menggunakan metodeketeladanan, menentukan prioritas,dan Refleksi.
KETIMPANGAN GENDER DALAM PENDIDIKAN Chairani Astina
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.304 KB)

Abstract

Abstrak: Pendidikan yang dapat mencerdaskan bangsa adalah pendidikan yang terbebas dari unsur diskriminasi gender. Laki-laki dan perempuan, sama-sama berhak memperoleh pendidikan tinggi, sama-sama berhak mengabdikan ilmu yang telah diperolehnya untuk kebaikan manusia, baik dalam lingkungan rumah tangga maupun diluar rumah tangganya. Meskipun saat ini sudah banyak perempuan yang mengenyam pendidikan akan tetapi mereka tetap belum mendapatkan kesempatan sepenuhnya untuk mengembangkan kualitas diri mereka dengan cara meneruskan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi, dikarenakan beberapa faktor yaitu: ekonomi, sosial, fasilitas pendidikan, dan pembagian peranan menurut jenis kemamin. Ada pula beberapa ketimpangan yang terjadi dalam pendidikan yaitu: 1) kurikulum yang bias gender, 2) kebijakan sekolah yang diskriminatif, dan 3) stigmatisasi disiplin ilmu.Untuk mengembangkan masyarakat, ada beberapa prinsip yang harus ditumbuhkan dalam penyelenggaraan pendidikan emansipatori : Pemerataan atau kesetaraan, berkelanjutan, produktifitas, dan pemberdayaan dari setiap individu. Adapun tujuan dari pendidikan berperspektif gender di antaranya: mempunyai akses yang sama dalam pendidikan, kewajiban yang sama, dan persamaan kedudukan dan peran. Jika ini dapat direalisasikan maka kita bisa mengurangi terjadinya ketimpangan-ketimpangan gender yang ada dalam pendidikan. Abstract: Education that can educate the nation is the education that is free from gender discrimination element. Men and women are equally to get higheducation, are equally to devote knowledge that has been gained for the benefit of human, both inside and outside the household. Although there are lots of women who get education, they still do not get a chance to fully develop their qualities by continuing their education to a higher level, due to several factors: economic, social, educational facilities, and the division of roles according to gender. There are also some inequality in education: 1) curriculum gender bias, 2) discriminatory school policy, and 3) the stigmatization of disciplines. In developing society, there are several principles that must be grown in the implementation of emancipatory education: Equity, sustainability, productivity, and empowerment of every individual. The purpose of gender perspective include: equal access to education, equal obligations, and equalrole. If this can be realized, we can reduce the occurrence of gender inequalities that exist in education. Kata Kunci: Ketimpangan Gender, Pendidikan, dan Kesetaraan Gender
Hipotesis Monitor Stephen Krashen dan Reorientasi Pembelajaran Istima-Kalam Tulus Musthofa; Chairani Astina; Rifqi Aulia Rahman
Tarling : Journal of Language Education Vol 5 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi PBA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.208 KB) | DOI: 10.24090/tarling.v5i2.5897

Abstract

In this study, Author explains the monitor hypothesis of Stephen Krashen and Istima-Kalam Learning. With the hope of being able to provide solutions to the obstacles that have been experienced by Arabic language teachers and learners, especially when learning Istima-Kalam. The monitor hypothesis in istima-kalam learning must include instructions and correction procedures for each material learned and experienced by students. The correction process also needs to consider the smallest element of Arabic, namely harf. Students with difficulty pronouncing certain letters, must be given instructions or directions and monitored intensely. The instructions and corrections are needed to see to what extent the participants are able to master the correct pronunciation of letters, master the formation of words, and sentences according to tarakib in accordance with ‘ílm sharf (Arabic morphology) and ‘ilm nahw (Arabic syntax). Only then arrange connections and adjustments (muthabaqah) between sentences to become meaningful and acceptable oral or written.
Penanaman Bibit Tanaman Sayur Dengan Media Polybag Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Tumenggungan Chairani Astina; Muhammad Galang Aji Saputra; Koniu Aliza; Nur Muhamad Kadafi; Faiq Yuhri; Ayu Puji Rakhmawati; Puput Fitrianingsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v2i2.84

Abstract

In the world of agriculture and plantations, we often hear the term polybag as a planting medium, especially in nurseries and planting in polybags to save agricultural land. The selection of polybags as planting containers for cultivation is influenced by several factors, such as low prices, rust resistance, durability, light weight, uniform shape, not getting dirty quickly and easy to obtain at agricultural supply stores or plastic stores. In addition, polybags are very good for drainage, aeration so that plants can thrive like in the field. Determining the size of polybags that are suitable for plant growth is expected to increase productivity and efficiency in the use of media and nutrients. On the other hand, the cultivation of healthy and fresh organic vegetables has a positive impact on the surrounding environment which is increasingly beautiful and healthy. This Community Service activity involved KWT women in the Tumenggungan area, including women from RT07 Dusun Karangtengah. The women of KWT RT07 Dusun Karangtengah will later gain practical knowledge about organic vegetable cultivation that can be applied in the future.
Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Secara Daring Masa Pandemi Covid-19 Ria Ratna Ningtyas; Rifqi Aulia Rahman; Chairani Astina
TADRIS AL-ARABIYAT: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa Arab Vol. 1 No. 02 (2021): JULI 2021
Publisher : Institut Agama Islam Darusssalam Blokagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.276 KB) | DOI: 10.30739/arabiyat.v1i2.1042

Abstract

The study aims to determine the implementation of online Arabic learning activities, to know the role of parents, and to find out the inhibiting-supporting factors in online Arabic learning activities during the COVID-19 pandemic for students of MTs Ma'arif Sapuran Wonosobo. The type of research used is descriptive qualitative, conducted by observation, in-depth interviews and documentation. Data analysis techniques through data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study show that, (1) Online Arabic learning activities at the school are still running despite many obstacles, but online Arabic learning is considered less than optimal and confusing. Many students are not active to the teacher when giving Arabic material or assignments via WhatsApp. Furthermore, the Arabic language teacher initiates to cooperate with parents so that students remain active in participating in learning even with a long duration of time, (2) The role of parents in online Arabic learning has been maximized, this is evidenced by their role being the first teacher for their children at home, encouraging, educating and assisting their children to study, providing adequate motivation and facilities, giving strong encouragement so that children continue to study diligently even though they are online, making the home environment comfortable so that children can focus on this situation, maintain good communication with children, (3) practically there is only one inhibiting factor, namely signal constraints, the supporting factors are being able to communicate remotely without being limited by distance, place, and time, learning can be accessed anytime and anywhere, and the existence of internet quota assistance, and LKS book assistance.
Adaptasi Kurikulum Merdeka Belajar Mata Pelajaran Bahasa Arab di SMP Takhassus Al-Qur’an Wonosobo Rifqi Aulia Rahman; Miftahul Huda; Chairani Astina; Farah Faida
Lisanan Arabiya: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6 No 2 (2022): December 2022
Publisher : Pusat Studi Kependidikan (PSKp) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/liar.v6i2.3707

Abstract

The research departs from the problem that the Merdeka Belajar-Kampus Mengajar (MBKM) curriculum requires the principle of independent learning to be implemented in the management of education and learning. Meanwhile, the position of the Arabic subject at SMP Takhassus Al-Qur'an Wonosobo includes local content, the school's particular scientific core. In addition, the Arabic at the school has a specific orientation and learning outcomes. The paper aims to discuss and describe the management of the MBKM curriculum for the Arabic subject at Takhassus Al-Qur'an Middle School including planning, organizing, implementing, and evaluating the curriculum, and obstacles and efforts to overcome the barriers in the implementation of the curriculum management. The research method used is descriptive qualitative with case studies—data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The research subjects were deputy head 1 of curriculum and Arabic teachers. The results of his research stated that the implementation of the Merdeka Learning curriculum for Arabic subjects had carried out an educational management flow that was by its stages, namely planning, organizing, implementing, and supervising. Even so, the obstacles in the implementation of the curriculum as the quality of education still encounter obstacles. These constraints require schools to apply the Free Learning curriculum with the principle of adaptation.
Content Analysis Kitab “Nubdzatul Bayan” Sebagai Buku Ajar Akselerasi Maharah Qiraah Di Ponpes Nurul Jadid Rifqi Aulia Rahman; Efan Chairul Abdi; Chairani Astina; Lilik Rochmad Nurcholisho
Lisanan Arabiya: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Pusat Studi Kependidikan (PSKp) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/liar.v7i1.4605

Abstract

The research departs from the existence of the accelerated book 'Nubdzatul Bayan' which is used as an acceleration book for Qiraah proficiency at the Nurul Jadid Situbondo Islamic boarding school. This book with 6 volumes of Qawaid Arabic science content has made several Islamic boarding school students able to read Arabic texts in a short time. This research will focus on dissecting the contents of the six volumes of this book with the analysis knife of Willian Francis Mackey's learning theory with four principles, namely Selection, Gradation, Presentation, and Presentation. The research method that the writer uses is literature studies with the primary data being the book. Secondary data was obtained from several research journals and books. The conclusion from the content analysis of this textbook provides information about the purpose of the textbook, as well as the use of this Nubdzatul Bayan book in accordance with its learning outcomes, namely as a Qiraah proficiency acceleration book. The material presented helps determine the relevance of the textbook with the desired learning objectives. This study also provides information about the quality of the presentation of material that is systematic, clear, and easily understood by students. In conclusion, the content analysis of this textbook provides useful information for evaluating the effectiveness and efficiency of textbooks as learning aids. Thus, the analysis of the contents of textbooks becomes important in selecting and using the appropriate textbooks in accordance with the goals and needs of the students' Qiraah proficiency acceleration
Analisis Pengelolaan Program Khusus Tahfidz dan keberhasilan siswa di asrama SMA Takhassus Al Qur'an Wonosobo Kurnia Wahyu Nurhayati; Nasokah Nasokah; Chairani Astina
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 2 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i2.5226

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam Allah yang memiliki banyak manfaat, salah satu manfaat bagi penghafal al-Qur’an yaitu menjadikan fikiran yang jernih dan cemerlang sehingga para penghafal al-Qur’an diyakini bahwa Allah akan memberikan kemudahan dalam segala urusannya terutama dalam menimba ilmu. Seiring berjalannya wajtu, upaya-upaya untuk menjaga kelestarian al-Qur’an sangat masih tetap dilakukan. Salah satunya adalah dengan didirikannya pondok-pondok pesantren tahfidz al-Qur’an. Keberhasilan proses belajar mengajar al-Qur’an sangat tergantung kepada pengelolaannya. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya pengelolaan yang maksimal dalam program khusus tahfidz dan keberhasilan siswa di asrama SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengelolaan program khusus tahfidz di asrama SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo, (2) mengetahui keberhasilan siswa program tahfidz di asrama SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo, (3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengelolaan program tahfidz dan keberhasilan siswa di asrama SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. Penelitian ini menggunakan kualitatif lapangan yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata ttertulis atau lisan dari orang-orang dan dari perilaku yang dapat diamati. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan jika pengelolaan program tahfidz perencanaan menggunakan beberapa macam metode dalam menghafal Qur’an, antara lain: (1) Metode Takror, yaitu mengulang hafalan atau menyimakkan hafalan yang pernah dihafal kepada guru tahfidz, agar hafalan yang pernah dihafal tetap terjaga dengan baik. Selain dengan guru, takror juga dilakukan sendiri-sendiri dengan maksud melancarkan hafalan yang telah dihafal, sehingga tidak mudah lupa. (2) Tasmi’, yaitu memperdengarkan hafalan kepada orang lain baik kepada perseorangan maupun kepada jamaah. Dengan tasmi’ ini seorang penghafal al-Qur’an akan diketahui kekuangan yang ada pada dirinnya, karena bias saja ia lengah dalam mengucapkan huruf atau harakat. (3) Ziyadah, yaitu kegiatan khusus untuk menambah ayat al-Qur’an atau menambah setoran. (4) Rumusan, dipakai untuk menunjukan nomor ayat didalam al-Qur’an. Siswa dilatih untuk mampu menyebutkan nomor ayat di setiap surat. Keberhasilan merupakan suatu pencapaian terhadap keinginan yang telah kita niatkan untuk kita capai atau kemampuan untuk melewati dan mengatasi diri dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. Keberhasilan siswa program tahfidz di asrama SMA Takhassus Al-Qur’an cukup bagus kurang lebih mencapai 50%, siswa yang lulus telah selesai dalam setoran, kemudian sudah tasmi’ 15 juz secara lancar beserta rumusan. Faktor pendukung pengelolaan program khusus tahfidz dan keberhasilan siswa di asrama SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosbo diantaranya adalah kenyamanan, pemberian motivasi, ketenangan, faktor kesehatan psikologis, dukungan dari berbagai pihak seperti dukungan dari orang tua, dukungan dari ustadzah, dan dukungan dari para pengurus program tahfidz. Sedangkan faktor penghambat dalam pengelolaan program khusus tahfidz dan keberhasilan siswa di asrama SMA Takhassus Al-Qur’an diantaranya adalah faktor waktu, kedisiplinan, sering lupa, memiliki masalah dengan teman, dengan keluarga, ekonomi dan terkadang santri malas didalam menghafal.
Implementasi Pembelajaran kitab Tuhfatul Athfal Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an kelas II Ula B Santri Madrasah Diniyah Ma'had Mamba'ul Qur'an Kalibeber Mojotengah Wonosobo Risma Nur Amaliyah; Nasokah Muhammad; Chairani Astina
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 2 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i2.5963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui konsep pembelajaran kitab Tuhfatul Athfal dan kemampuan membaca al-Qur’an kelas II Ula B putri santri Madrasah Diniyah Ma’had Mamba’ul Qur’an 2) untuk mengetahui implementasi pembelajaran kitab Tuhfatul Athfal dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an kelas II Ula B putri santri Madrasah Diniyah Ma’had Mamba’ul Qur’an 3) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi pembelajaran kitab Tuhfatul Athfal dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an kelas II Ula B putri santri Madrasah Diniyah Ma’had Mamba’ul Qur’an. Skripsi ini mengunakan penelitian lapangan kualitatif dan deskriptif. Proses pengmpulan dta mengunakan obsrvasi partiisipan, wawanncara mendalam dan studii pustaka. Metode analisis data yang digunakan adalah penelitian sebelum terjun ke lapangan, kemudian menganalisis data di lapangan dengan menggunakan contohhcontoh untuk mereduksi data yang tidak relevan, menafsirkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: 1) Pemikiran kitab Tuhfatul Athfal dan kemampuan membaca Al Quran kelas II Ula B putri merupakan pendidikan struktural, mata pelajaran Tuhfatul Athfal dan media pendidikan. 2) pelaksanaan program pembelajaran kitab Tuhfatul Athfal lebih baik membaca kekuatan Al Quran kelas II Ula B putri mempunyai tiga ruang lingkup, yaitu membuka pelajaran dan terlebih dahullu membaca nadhom, memperkenalkan topik penutup. 3) faktorr pendukunng dan penghmbat implementasi kitab Tuhfatul Athfal dalam meningkatkan kemampuann membaaca Al-Q ur'an putri Ula B kelas II. Yang menunjang pembelajaran Tuhfatul Athfal adalah penggunaan materi pembelajaran yang sesuai, yaitu bacaan Al Quran, Subuh dan Asar bersama ustadzah. Yang menghambat pembelajaran Tuhfatul Athfal adalah tingkat pendidikan peserta didik, kurangnya waktu, kurangnya waktu serta munculnya naluri malas dan lelah.