Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengembangan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini dalam Memperkenalkan Bahasa Inggris melalui Flash Card Syah Khalif Alam; Ririn Hunafa Lestari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v4i1.301

Abstract

Pemerolehan bahasa pada anak usia dini dimulai melalui pendengaran yang anak dengar di sekitarnya yang disebut dengan bahasa reseptif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui media pembelajaran yang dapat mengembangka bahasa reseptif anak dalam memperkenalkan bahasa Inggris sebab anak yang hidup di zaman 21 dituntut untu menjadi generasi yang siap bersaing secara internasional. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus di salah satu sekolah di Cimahi. Setelah dilakukan penelitian, peneliti memperoleh hasil bahwa sekolah tersebut menggunakan flashcardsebagai media pembelajaran dalam mengembangkan bahasa reseptif yaitu mendengar dan membaca sebab anak-anak memperhatikan kosakata dan mengucapkan kembali kosa kata tersebut dengan proses membaca gambar flashcard. Maka dari itu,flashcarddiperlukan guru dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak khususnya dalam mengembangkan bahasa reseptif dalam memperkenalkan bahasa Inggris
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA DENGAN BERCERITA MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA ANAK KELOMPOK B Teti Nuryanti; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

Every child has different abilities including language skills. It is very important that children’s speech skills are developed, children can communicate, interact dan convey information through language. In fact, there are also children who are slow to speak and even find it difficult to express or retell the information they receive. The purpose of the study was to determine language skills by telling stories using hand puppets in online learning to develop in group  B children in SPS An Najah West Bandung. At this age, the child’s speech ability should not be a problem. This study uses a descriptive qualitative approach, where the research data is not in the form of numbers but in the form of sentences. The subjects of this study were children in group B, totaling 8 children consisting of 6 boys and 1 girl, and one educator. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analyzed include data reduction activities, data display, and drawing conclusions. Through storytelling using hand puppets in online learning show that every child experiences development. It can be concluded that through storytelling using hand puppets, children’s language skills can be developed. The creativity of an educator assisted by parents at home is very necessary for developing children’s language skills.Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda termasuk kemampuan bahasanya. Sangat penting kemampuan bicara anak dikembangkan, anak bisa berkomunikasi, berinteraksi dan menyampaikan informasi melalui bahasa.Kenyataannya, masih ada juga anak yang lamban bicara bahkan sulit dalam mengungkapkan atau menceritakan kembali informasi yang ia terima. Tujuandari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan bahasa dengan bercerita menggunakan boneka tangan dalam pembelajaran daring dapat berkembang pada anak kelompok B di SPS An Najah CililinBandung Barat. Seharusnya, di usia seperti ini kemampuan bicara anak sudah bukan menjadi suatu permasalahan. Penelitianini menggunakandeskriptif dengan pendekatan kualitatif,dimana data hasil penelitian tidak berbentuk angka tetapi berbentuk kalimat. Subjek dari penelitian ini adalah anak pada kelompok B yang berjumlah 8 anakyang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 1 anak perempuan serta satu orang pendidik.Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Data yang dianalisis meliputi aktivitas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Melalui bercerita menggunakan boneka tangan dalam pembelajaran daring menunjukkan bahwa setiap anak mengalami perkembangan. Dapat disimpulkan bahwa melalui bercerita menggunakan boneka tangan kemampuan bahasa anak dapat dikembangkan. Kreatifitas seorang pendidik dibantu orang tua di rumah sangat diperlukan dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN NUMBER BOARD MODIFIKASIDALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK A Rahayu Siti Rachmah; Sri Nurhayati; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

To improve cognitive development in early childhood counting activities, it must be fun learning using games with learning media in real forms. Learning media Modified Number board is one of the media that can be applied to improve numeracy skills. The purpose of implementing this learning media is to stimulate the numeracy skills of children. The research method taken is descriptive. Data collection by researchers is through observation, interviews, and documentation. In this study, researchers used data analysis techniques with 3 stages, namely data reduction, data display, and conclusion drawing. From the activities carried out by children in applying the modified Number board learning media, there was a significant increase in the ability to count early in early childhood. With this learning media, children not only recognize the concept of numbers and the symbols of numbers 1-10, but children can understand numbers, measure, and recognize addition. The conclusion of this study is to stimulate the initial numeracy skills in children, one of which is by applying the modified Number board learning media.Untuk meningkatkan perkembangan kognitif dalam aktivitas berhitung permulaan anak usia dini harus dengan pembelajaran yang menyenangkan menggunakan permainan dengan media pembelajaran dalam bentuk nyata. Media pembelajaran Number board modifikasiialah satku dari sekian banyak media yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan behitung. Tujuan penerapan media number board modifikasiini yaitu untuk menstimulasi kemampuan berhitung pada anak. Metode penelitian yang diambil yaitu deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pelaksanaan riset ini,  peneliti menggunakan teknik analisis data dengan 3 tahap yaitu reduksi data,penyajiandata dan penarikan kesimpulan. Dari kegiatan anak dalam menerapkan media pembelajaran Number board modifikasi terjadi peningkatan yang signifikan pada kemampuan berhitung awal pada anak usia dini. Dengan media pembelajaran ini, anak bukan sekedar mengenal konsep bilangan dan lambang bilangan 1-10 saja tetapi anak dapat pemahaman angka, pengukuran dan mengenal penjumlahan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu menstimulasi kemampuan berhitung permulaan pada anak salah satunya dengan menerapkan media pembelajaran Number board modifikasi.
KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DALAM PEMECAHAN MASALAH MELALUI MEDIA MONOPOLI Marhamah Jalilah; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.866 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v1i6.p23-30

Abstract

Cognitive abilities are thinking skills that have the knowledge, intelligence and relationships of students with their environment. Effective learning for early childhood education, needs to be supported by a conducive learning environment and atmosphere, through play activities. To accustom children to think critically and creatively in solving a problem, researchers used a monopoly game media to develop cognitive abilities in problem solving in children aged 5-6 years in group B of Elektrika Kindergarten. The study was conducted by quasi-pretest and posttest experimental methods in the experimental and control groups. The results showed that the experimental class was 34,167% while the control was 20,875%. This increase was also seen from the results of the percentage value in the N-gain test with a value of 29.142% in the experiments and controls of 20.571%. This shows that the problem solving ability of groups whose learning uses media monopoly is better than groups that use ordinary learning.
PENERAPAN METODE SUBATU DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK DISLEKSIA Suhemi Suhemi; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p115-121

Abstract

In general, dyslexia is a condition of a person's learning disability caused by a child's difficulty in reading and writing activities. Dyslexic children who are not handled properly will make children frustrated when learning. Children with dyslexia can be detected from pre-school age. In Kober Cendikia institution almost every year there are dyslexic children, and the number continues to increase, especially in boys. This is the reason for researchers to research dyslexic children. This research is descriptive research with a qualitative approach. Researchers will use the Subatu method (composing, reading, writing) as a solution that will be given during this research. The subjects of this study were 4 dyslexic children aged 6-7 years consisting of 2 boys and 2 girls. Data collection techniques used are observation sheets, interviews, and documentation. narrative data analysis is used to process all data until important information is obtained at the end of the study. From the results of the study, it was found that by using the subatu method (composing, reading, writing) there was an increase in the ability of dyslexic children when learning to read.  it can be concluded that the subatu method is quite effective to be applied to dyslexic children when learning to read.Secara umum disleksia merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan belajar seseorang yang disebabkan oleh kesulitan anak dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Anak disleksia yang tidak tertangani dengan baik akan membuat anak frustasi saat belajar. Anak dengan penyandang disleksia sudah dapat terdeteksi sejak usia pra sekolah.  Di lembaga Kober Cendikia hampir setiap tahun pembelajaran terdapat anak disleksia, dan jumlahnya terus meningkat terutama pada anak laki laki. Hal ini yang menjadikan alasan bagi peneliti untuk melakukan penelitian terhadap anak disleksia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti akan menggunakan metode Subatu (susun, baca, tulis) sebagai solusi yang akan diberikan selama melakukan penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah 4 orang anak disleksia yang berusia 6-7 tahun terdiri dari 2 orang anak laki laki dan 2 orang anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data Naratif digunakan untuk mengolah seluruh data sampai diperoleh informasi penting diakhir penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dengan menggunakan metode subatu (susun, baca, tulis) terdapat peningkatan terhadap kemampuan anak disleksia ketika belajar membaca. Maka dapat disimpulkan bahwa metode subatu cukup efektif diterapkan terhadap anak disleksia saat belajar membaca.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF (BERPIKIR KREATIF) ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BALOK STUDI QUASI PADA KELOMPOK B Yeni Triananingsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.057 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v3i1.p%p

Abstract

This research is motivated by a problem that shows that the cognitive abilities of children of Group B Integrated Islamic Kindergarten (TKIT) in Cimahi city are still low, especially creative thinking. This is seen because cognitive abilities get less attention. Learning to stimulate cognitive abilities to children is not optimal. Learning the development of cognitive abilities in schools is only based on books or assignments, as well as less varied learning strategies. In connection with these problems, it is deemed necessary to improve the processes and outcomes of cognitive learning, especially creative thinking. One of the efforts that can be done is through beam learning media activities as an alternative to improve existing learning conditions. Based on the problems above, this study aims to determine the extent of children's success after the teacher uses the learning media beam. The subject is group B, amounting to 20 students. Which is divided into 2 classes, 10 people for the experimental class and 10 people for the control class. The results of the study of cognitive abilities especially creative thinking after conducting research using experimental methods, showed a change towards a better direction. This can be seen in the data that before the research (pretest) the experimental class barada was in the medium and low categories, whereas after using the beam learning media increased to the medium and high categories. The recommendations of this study are that teachers are expected to consider the beam learning media as an alternative learning strategy especially in improving the cognitive abilities (creative thinking) of children at TKIT Cimahi City.Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan yang menunjukkan bahwa kemampuan  kognitif  anak kelompok B Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) di kota Cimahi masih rendah, khususnya berpikir kreatif. Hal ini terlihat dikarenakan kemampuan kognitif kurang mendapat perhatian lebih. Pembelajaran untuk menstimulasi kemampuan kognitif kepada anak belum optimal. Pembelajaran pengembangan bidang kemampuan kognitif di sekolah hanya bersumber pada buku-buku atau lembaran tugas, serta strategi pembelajaran yang kurang bervariasi. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, dipandang perlu untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran kognitif khususnya berpikir kreatif. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah melalui kegiatan media pembelajaran balok sebagai alternatif untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang ada. Berdasarkan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan anak setelah guru menggunakan media pembelajaran balok. Subjeknya adalah kelompok B yang berjumlah 20 anak didik. Yang dibagi menjadi 2 kelas yaitu 10 orang untuk kelas eksperimen dan 10 orang untuk kelas kontrol. Hasil penelitian kemampuan kognitif ksususnya berpikir kreatif setelah melakukan penelitian menggunakan metode eksperimen, menunjukkan adanya perubahan kearah yang lebih baik. Hal ini terlihat dalam data bahwa sebelum penelitian (pretest) kelas eksperimen barada pada kategori sedang dan rendah, sedangkan setelah menggunakan media pembelajaran balok meningkat menjadi kategori sedang dan tinggi. Adapun rekomendasi dari penelitian ini adalah guru diharapkan dapat mempertimbangkan media pembelajaran balok sebagai strategi pembelajaran alternatif khususnya dalam meningkatkan kemampuan kognitif (berpikir kreatif) anak di TKIT Kota Cimahi.
PENERAPAN METODE READ ALOUD DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA PADA KELOMPOK A DI PAUD AL-MUTHAHHIR Trisca Purnamasari; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

This study aims to arouse children's reading interest because there has not been a penchant for reading and there are not many teachers who are literate about children's reading interests and are too focused on children's reading results because of the demands of parents who also want their children to be able to read without knowing the child is happy. or forced. So that they get used to reading books with pleasure without any element of coercion. Researchers tried to examine children's reading interests by using the Read Aloud method or reading books aloud by the teacher by selecting the right books according to their age. This study used a qualitative descriptive study, namely the data collected in the form of words or narratives and not in the form of numbers (Sudarwan, 2002). In collecting this data, the researcher made direct observations using interview, observation, and documentation study methods. The object of this research was 8 children. The data analysis used includes data reduction, data presentation, conclusion/verification. The results of this study will describe how the Read Aloud method is applied to the reading interest of group A children in Kober Al-Muthahhir.Penelitian ini bertujuan untuk membangkitkan minat membacadikarenakan belum munculnya kegemaran akan membaca dan belum banyak pengajar yang melek akan minat membaca anak, dan terlalu fokus pada hasil membaca anak karena tuntutan orang tua juga yang ingin anak-anaknya bisa membaca tanpa mengetahui anak tersebut merasa senang atau terpaksa.Agar mereka terbiasa membaca buku dengan rasa senang tanpa ada unsur paksaan. Peneliti mencoba meneliti minat baca anak dengan menggunakan metode Read Aloud atau membacakan buku secara nyaring oleh guru dengan pemilihan buku yang tepat sesuai usia mereka. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatifyaitudata yang dikumpulkannya berupa kata-kata atau narasi dan bukan dalam bentuk angka-angka (Sudarwan, 2002). Dalam pengumpulan data ini, peneliti melakukan pengamatan langsung dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Objek penelitian ini berjumlah 8 anak. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, kesimpulan / verifikasi. Hasil dari penelitian ini akan dideskripsikan bagaimana penerapan metode Read Aloudtersebut pada minat baca anakkelompok A di Kober Al-Muthahhir.
IMPLEMENTASI METODE BERMAIN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK B Ratna Hafizah; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

This research is motivated by the lack of attention to aspects of social development and the presence of some undeveloped indicators in children. The results of preliminary observations indicate that the social development of children is not well developed. According to Piaget (1965), children's social skills will increase when they interact with their friends. This study aims to determine the planning of the use of cooperative play methods in enhancing early childhood social development, the implementation of cooperative play in enhancing children's social development in RA Az-zahra, the results of using cooperative play methods in enhancing social development in children in RA Az-zahra. This research uses quantitative descriptive methods. The subjects in this study were group B children aged 5-6 years, totaling 10 children. Data collection techniques were obtained through observation, interviews, and documentation. The analysis used is descriptive statistical analysis. This descriptive statistical analysis technique uses the presentation of data in tabular and graphical form. The results showed that cooperative play can be seen with the increasing number of indicators shown by children after carrying out cooperative play activities including children already willing to cooperate, please help, respect others, be empathetic, and share.Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya perhatian pada aspek perkembangan sosial, dan adanya beberapa indikator yang belum berkembang pada anak. Hasil observasi awal menunjukkan perkembangan sosial anak belum berkembang dengan baik. Menurut Piaget (1965) keterampilan sosial anak-anak akan meningkat ketika mereka berinteraksi dengan teman-temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan penggunaan metode bermain kooperatif dalam meningkatkan perkembangan sosial anak usia dini, pelaksanaan bermain kooperatif dalam meningkatkan perkembangan sosial anak di RA Az-zahra, hasil penggunaan metode bermain kooperatif dalam meningkatkan perkembangan sosial pada anak di RA Az-zahra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak kelompok B yang berusia 5-6 tahun yang berjumlah 10 anak. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui  observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif. Teknik analisis statistik deskriptif ini menggunakan penyajian data dalam bentuk tabel,dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain kooperatif dapat dilihat dengan meningkatnya beberapa indikator yang ditunjukkan oleh anak setelah melaksanakan kegiatan bermain kooperatif antara lain anak sudah mau bekerjasama, tolong menolong, menghargai orang lain, bersikap empati, dan berbagi.
BELAJAR DARI RUMAH: MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGANYAM Falah, Upi Nurul; Windarsih, Chandra Asri; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan bahwa kemampuan motorik halus anak usia usia 5-6 tahun di Kober Al-Humairo masih rendah dikarenakan pemilihan metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang bervariasi. Kegiatan menganyam merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasi dari kegiatan menganyam terhadap kemampuan motorik halus anak pada masa belajar dari rumah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun Kober Al-Humairo yang berjumlah 12 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan bahwa skenario dan implementasi kegiatan menganyam pada masa belajar dari rumah sudah dilakukan sesuai dengan perencanaan dan langkah-langkah pembelajaran. Dan ditemukan hasil bahwa dengan melalui kegiatan menganyam yang di implementasikan pada anak kelompok B di Kober Al-Humairo mampu melatih kelenturan jari-jari tangan, kecermatan dan ketelitan saat mengkoordinasikan gerakan mata dan tangan, mampu mengembangkan pengetahuan anak melalui pengenalan warna dan bentuk, serta menjadi solusi bagi guru dalam menyampaikan pembelajaran yang kreatif dan menarik pada saat belajar dari rumah. This study is motivated by the fact that in the field, the fine motor skills of children aged 5–6 years in Kober Al-Humairo are still low due to the selection of learning methods that are less interesting and less varied. Weeding activities are one of the learning activities selected in this study. Therefore, this study aims to describe the scenario and implementation of sympathetic activities for children's fine motor skills during learning from home. This study used qualitative descriptive methods with the research subjects, 5–6-year olds Kober Al-Humairo, who numbered 12 learners. Data collection was done using interview instruments, observation sheets, and documentation. Data is analyzed through data reduction, data display, and verification or withdrawal of conclusions. Based on the results of the research, the scenario and implementation of weeding activities during learning from home have been done by planning and learning steps. It was found that through weeding activities implemented in group B, children in Kober Al-Humairo were able to train the flexibility of the fingers, accuracy, and rigor when coordinating eye and hand movements, develop children's knowledge through the introduction of color and shape, and be a solution for teachers in delivering creative and interesting learning when learning from home.
PENERAPAN KARTU ANGKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK PADA KELOMPOK A DI PAUD BANI SHALEH Winarti, Ani; Sumitra, Agus; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan kognitif anak pada kelompok A di PAUD Bani Shaleh yang belum berkembang sesuai harapan. Anak-anak belum mampu mengenal dan mengurutkan angka 1-10. Dengan demikian, penerapan kartu angka sangat tepat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak pada kelompok A di PAUD Bani Shaleh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui penerapan kartu angka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalametode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 8 orang anak, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penegasan kesimpulan digunakan dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak pada kelompok A di PAUD Bani Shaleh. Hal tersebut ditunjukan pada pertemuan pertama dengan hasil rata-rata kemampuan kognitif anak Mulai Berkembang (MB), pertemuan kedua setelah dilakukan penerapan kartu angka peningkatan kemampuan kognitif anak meningkat menjadi Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan dipertemuan terakhir mengalami peningkatan yang signifikan yaitu Berkembang Sangat Baik (BSB). This research is motivated by the cognitive abilities of children in group A in PAUD Bani Shaleh, which have not developed as expected. Children have not been able to recognize and sort numbers 1–10. Thus, the application of number cards is very appropriate to be applied to improve the cognitive abilities of children in group A at PAUD Bani Shaleh. This study aims to improve children's cognitive abilities through the application of number cards. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were 8 children, consisting of four boys and four girls. The techniques used in data collection are observation, interviews, and documentation. Data collection, data reduction, data display, verification, and confirmation of conclusions are used in analyzing the data. The results showed that the application of number cards can improve the cognitive abilities of children in group A in PAUD Bani Salih. This was shown in the first meeting with the average result of the child's cognitive ability Starting to Develop (MB), the second meeting after the implementation of the score card for increasing the child's cognitive ability increased to Developing as Expected (BSH), and at the last meeting, there was a significant increase, namely Very Developed Good (BSB).