Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Congklak: Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka 1-10 pada Anak Usia Dini Fitriani, Fitriani; Nafiqoh, Heni; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan mengenal angka pada anak kelompok A di TK Bina Insan Pertiwi. Melalui media permainan tradisional congklak diharapkan dapat mengetahui dan terjadi peningkatan kemampuan anak mengenal angka 1-10 melalui permainan tradisional congklak pada anak kelompok A di TK Bina Insan Pertiwi karena proses tersebut menjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dijadikan metode dalam penelitian ini. Sebanyak 12 anak kelompok A yang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dalam delapan kali pertemuan melalui permainan tradisional congklak terbukti anak dapat menunjukan, menyebutkan, mengurutkan dan menulis angka 1-10 secara urut serta dengan benar yang disampaikan oleh guru. Hal ini terlihat hasilnya dari 12 anak yang diteliti, 6 anak menunjukkan berkembang sangat baik (BSB) kemudian yang berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu 4 anak, hanya 2 anak saja pada pertemuan kedelapan yang masih membutuhkan bimbingan dari guru, yang berarti guru dinilai melakukan kegiatan seperti yang peneliti inginkan. This study began with the low ability to recognize numbers in group A children at Bina Insan Pertiwi Kindergarten. Through the traditional game congklak media, it is hoped that there will be an increase in the ability of children to recognize numbers 1–10 through the traditional game of congklak in group A children at Bina Insan Pertiwi Kindergarten, because this process is the goal of this study. Descriptive research with a qualitative approach is used as the method in this study. A total of 12 children in group A were used as subjects in this study. Interviews, observations, and documentation were used as data collection tools. The data analysis technique in this study uses qualitative analysis, namely data reduction, data display, conclusion, or verification. The results of the study in eight meetings through the traditional game of Congklak proved that children could show, mention, sort, and write numbers 1–10 in order and correctly conveyed by the teacher. This can be seen from the results of the 12 children studied: 6 children showed very well developed, whereas those who developed as expected were 4 children. Only 2 children at the eighth meeting still needed guidance from the teacher, which means the teacher is considered to be doing activities as researchers want.
Pasir Kinetik sebagai Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kretivitas Seni Rupa Anak Usia Dini Hernawati, Iceu; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas seni rupa yaitu kemampuan seni rupa yang memiliki ide yang baik dalam seni rupa atau disebut seni menggambar dan mewarnai. Dengan demikian, anak usia yang berada dalam masa golden age yang berusia 0-6 tahun. Anak usia dini sangat suka melakukan permainan, salah satunya pasir kinetik. Pasir Kinetik adalah permainan dari bahan pasir pantai dengan berwarna-warni dan tidak berbahaya dapat digunakan oleh anak. Maka peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas seni rupa anak usia dini melalui permainan pasir kinetik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di TPA Hati Bunda pada kelompok B, dengan subjek yang berjumlah empat anak, yaitu dua anak perempuan dan dua anak laki-laki. Analisis data penelitian menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan semua data observasi diatas hasil penelitian menunjukkan kreativitas seni rupa pada anak usia dini sangat berhasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak dapat membuat berbagai macam bentuk dengan tingkat perkemangan mulai berkembang sangat baik  yaitu empat anak. Anak memilih warna pasir kinetik yang tersedia dengan tingkat perkembangan berkembang sesuai harapan yaitu dua anak dan ada tingkat perkembangan berkembang sangat baik yaitu dua anak. Art creativity is the ability of art to have good ideas in fine arts or the art of drawing and coloring. Thus, children who are in the golden age are 0-6 years old. Early childhood likes to play games, one of which is kinetic sand. Kinetic Sand is a colorful and harmless game made of beach sand that can be used by children. So, researchers conducted a study that aims to increase the creativity of early childhood art through kinetic sand games. This study used a descriptive qualitative method. Data collection techniques were used by researchers using observation and documentation techniques. This research was carried out at the Hati Bunda TPA in group B, with a subject of four children, namely two girls and two boys. Analysis of research data using data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. Based on all the observation data above, the results of the study show that artistic creativity in early childhood is very successful. The results showed that children can make various shapes with the level of development starting to develop very well, namely four children. The child chooses the color of kinetic sand that is available with the level of development as expected which is two children and there is a very good level of development which is two children.
Implementasi Penggunaaan Media Puzzle Untuk Mengenal Lambang Bilangan Pada Anak Kelompok A Nuraida, Lilis; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena kemampuan mengenal lambang bilangan pada kelompok A usia 4-5 tahun di TK Atta’zhimiyah rata-rata belum berkembang. Hasil analisis observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa kurangnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada peserta didik disebabkan dalam penyampaian belajar yang kurang menarik, maka diperlukan pembelajaran yang dapat menstimulus dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan pada peserta didik secara optimal salah satunya dengan penggunaan media puzzle. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan media puzzle dalam kegiatan pembelajaran mengenalkan lambang bilangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yg digunakan peneliti mengacu kepada teorinya Miles dan Huberman yang menjelaskan bahwa analisis data terdiri dari Data Collection, Data Reduction, Data display, Conclusing drawing atau verification.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi media puzzle untuk mengenalkan lambang bilangan pada anak kelompok A TK Atta’zhimiyah sudah berhasil dan baik, dengan didasarkan pada konsep pembelajaran berkelompok dengan menggunakan media puzzle anak mampu berhitung dengan benda-benda yang ada dirumahnya.   This research was conducted because the ability to recognize number symbols in group A aged 4-5 years at Atta'zhimiyah Kindergarten has not yet developed on average. The results of the analysis of observations carried out by researchers show that the lack of ability to recognize number symbols in students is caused by less interesting learning delivery, so learning is needed that can stimulate optimally increasing the ability to recognize numbers in students, one of which is by using puzzle media. This research aims to describe the use of puzzle media in learning activities to introduce number symbols. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used by researchers refers to the theory of Miles and Huberman which explains that data analysis consists of Data Collection, Data Reduction, Data display, Concluding drawing, or verification.  The results of the research show that the implementation of puzzle media to introduce number symbols to group A children at Atta'zhimiyah Kindergarten has been successful and good, based on the concept of group learning using puzzle media, children can count with objects in their home.
Dampak Negatif Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Bicara pada Anak Usia Dini Azizah, Imas Nur; Windarsih, Chandra Asri; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian gadget pada anak usia dini berpengaruh buruk pada pertumbuhannya. Hal ini seringkali tidak disadari oleh orang tua yang lebih memilih pembiaran anak bermain gadget supaya diam dan tenang. Di antara dampaknya adalah keterlambatan bicara anak. Untuk itulah diperlukan penelitian untuk mengkaji dampak negatif gadget pada perkembangan bicara anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak negatif penggunaan gadget terhadap perkembangan bicara pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus. Subyek penelitian meliputi orang tua dan anak usia dini yang berusia 4-5 tahun menggunakan gadget rata-rata satu jam per hari yang ada di lingkungan Desa Batulayang beserta orang tuanya. Dalam kajian ini, pertemuan, persepsi, dan dokumentasi digunakan sebagai teknik triangulasi informasi untuk mengumpulkan informasi. Sementara data direduksi, ditampilkan, dan diverifikasi menggunakan teknik analisis data. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa penggunaan gadget terlalu lama berdampak negatif pada perkembangan bicara anak. Pertama, anak hanya berkomunikasi satu arah, tidak dapat mengevaluasi, menganalisis, atau memahami makna percakapan serta pemerolehan bahasa anak sangat sedikit sehingga anak mengalami keterlambatan bicara. Kedua, anak yang kecanduan gadget akan mengalami gangguan psikologis berupa menyendiri, pendiam, dan ragu untuk berkomunikasi dengan orang lain. Early childhood education is a critical stage of education for children's development. Children need developmental stimulation, including the development of expressive language. The media used for language development is audio-visual media, which is a way for children to learn to communicate with the environment verbally and non-verbally. The problem with this research began with the teacher still using the lecture method, as a result of which the students' activeness in expressing their language was not yet clearly visible. The researcher chose movie day activities as a learning approach so that children were stimulated in their expressive language. The qualitative descriptive research method with a class B research topic at PAUD Al Muslimun, totaling 12 children. The data collection technique uses participant observation techniques to find out the problem. Then, in a structured manner, the researcher interviews the children. Meanwhile, data analysis uses data collection techniques, data display, and data verification. The results of the research provide indications that movie day activities can train children to be skilled in expressive language, although not all children can develop these skills. The data obtained during the research can conclude that children will be more interested and easier to receive access to educational material through audio-visual media so that children can develop their expressive language skills. This can be seen from the results of the development achievement values, showing the value of changes that can meet the criteria for developing very well.
Implementasi Media Panggung Boneka untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Usia Dini Nurhidayah, Siti Dida; Zahro, Ifat Fatimah; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menumbuhkan rasa percaya diri pada anak usia dini sangat penting, agar anak dapat percaya diri dalam setiap tindakan, dapat bebas melakukan hal-hal yang disukai, serta dapat berinteraksi dengan orang lain. Berdasarkan hal tersebut, media yang menarik dan memberi suasana pembelajaran yang menyenangkan, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aspek perkembangan rasa percaya diri pada anak yaitu dengan menggunakan media panggung boneka. Adapun tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi media panggung boneka untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak kelompok A di TK Darussalam. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 11 orang anak usia 4-5 tahun. Teknik dalam mengumpulkan informasi selama penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses untuk mengolah data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian telah menunjukan bahwa implementasi media panggung boneka dilakukan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian dilakukan selama delapan kali pertemuan terdapat hasil dari implementasi media panggung boneka untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak Kelompok A di TK Darussalam. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dapat dikembangkan bila anak mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan seperti media panggung boneka. Growing self-confidence in early childhood is very important so that children can be confident in every action, be free to do things they like, and interact with other people. Based on this, media that is interesting and provides a fun learning atmosphere is urgently needed to improve aspects of the development of self-confidence in children, namely by using puppet stage media. The objectives achieved in this study were to find out the implementation of the puppet stage media to foster self-confidence in group A children at Darussalam Kindergarten. This research method uses descriptive qualitative. The subjects in this study were 11 children aged 4-5 years. Techniques for collecting information during research are observation, interviews, and documentation. The processes for processing the data in this study are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research results, it has been shown that the implementation of puppet stage media is carried out by planning, implementing, and evaluating. The research was conducted during eight meetings, and there were results from the implementation of puppet stage media to foster self-confidence in Group A children at Darussalam Kindergarten. Based on the results of the study, it can be concluded that growing self-confidence in children can be developed if children have fun learning such as puppet stage media.
Practical Life: Penerapan Karakter Mandiri Anak Usia Dini Ikhsan, Syifa Nurul; Wikanengsih, Wikanengsih; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada anak sejak kecil akan menjadi potensi untuk berkembang sebagai bekal kehidupan selanjutnya. Salah satu nilai karakter yang harus ditanamkan sejak dini yaitu mandiri. Karakter mandiri berarti berusaha membentuk sikap seseorang agar tidak bergantung pada orang lain. Pembentukan karakter ini bisa menggunakan practical life yang dijadikan program pembiasaan pada lembaga anak usia dini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang implementasi practical life yang ada di Raudhatul Athfal (RA) Al-Mathroh untuk mengembangkan kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah anak kelompok A yang berjumlah 13 orang, lima orang anak laki-laki dan delapan orang anak perempuan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan langkah-langkah menurut Miles dan Hubermen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi practical life di RA Al-Mathroh untuk mengembangkan karakter mandiri dilakukan pada kegiatan pembelajaran sehari-hari. Kegiatan yang dilakukan adalah membuka dan menyimpan sepatu pada tempatnya, mencuci dan mengeringkan tangan, mengerjakan tugas sendiri, merapikan kembali peralatan yang telah digunakan dan menyimpan alat serta media yang telah digunakan.   The character values instilled in children from childhood will have the potential to develop as provisions for later life. One of the character values that must be instilled from an early age is independence. An independent character means trying to shape a person's attitude so that they do not depend on other people. This character formation can use practical life, which is used as a habituation program in early childhood institutions. Therefore, the aim of this research is to obtain an overview of the implementation of practical life at Raudhatul Athfal (RA) Al-Mathroh to develop children's independence. This research uses a qualitative descriptive method. The research subjects were 13 group A children, five boys and eight girls. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Data analysis uses steps according to Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation, and data verification. The results of this research show that the implementation of practical life at RA Al-Mathroh to develop independent character is carried out in daily learning activities. Activities carried out are removing and storing shoes in their place, washing and drying hands, doing tasks themselves, tidying up used equipment, and storing tools and media that have been used.
Motor Skills Block Interlocking System (MoBIS) sebagai Media Permainan untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Rachma, Fatima Miftahul; Wikanengsih, Wikanengsih; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i1.26460

Abstract

Pada abad ke-21 kemampuan yang harus dikuasai yaitu mampu menciptakan hal-hal baru, berpikir kritis, dan memiliki kecakapan dalam berkomunikasi. Sepaham dengan teori Bloom yang menyatakan bahwa menciptakan hal yang baru merupakan kemampuan kreativitas yang menjadi poin paling penting. Kreativitas tidak akan berkembang jika tidak distimulus dengan baik. Oleh karena itu kemampuan kreativitas perlu di stimulus sejak awal pada pendidikan anak usia dini, sebagai pendidik sudah seharusnya memberikan media permainan yang menarik. Salah satu permainan yang dapat meningkatkan kemampuan kreativitas yaitu permainan Motor Skill Block Interlocking System (MoBIS). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan permainan MoBIS untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak usia 5-6 tahun. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskripstif kualitatif. Subjek penelitian ini anak usia 5-6 Tahun di RA Thoriqur Rahmah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi lapangan. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diterapkannya media permainan MoBIS ini menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan kreativitas anak menunjukkan mampu berani menggabungkan komponen-komponen MoBIS dengan baik tanpa bantuan, mampu membuat bentuk yang berbeda, dan mampu menciptakan karya sesuai kemauan anak sehingga anak mampu menciptakan sebuah bentuk baru, menarik dan unik.   In the 21st century, the skills that must be mastered are creating new things, thinking critically, and having communication skills. This is in line with Bloom's theory, which states that creating new things is a creative ability that is the most important point. Creativity will not develop if it is not stimulated properly. Therefore, the ability to be creative needs to be stimulated from the beginning in early childhood education, as educators should provide interesting game media. One game that can improve creativity is the Motor Skill Block Interlocking System (MoBIS) game. The purpose of this study was to describe the use of the Mo-BIS game to improve the creativity of children aged 5-6 years. The method in this study used qualitative description. The subjects of this study were children aged 5-6 years at RA Thoriqur Rahmah. The data collection techniques used were interviews and field observations. The data analysis used was data reduction, data display, and concluding. Based on the results of the study, the application of MoBIS game media shows an increase in children's creativity abilities, showing that they can dare to combine MoBIS components well without assistance, can make different shapes, and can create works according to the child's wishes so that children can create a new, interesting, and unique shape.
Peningkatan Kecerdasan Intrapersonal Guru Pendidikan Anak Usia Dini melalui Penyuluhan Program Parenting Alam, Syah Khalif; Wulansuci, Ghina; Rohmalina, Rohmalina
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v7i3.21945

Abstract

Professional competence and teacher pedagogy are the main elements that are always considered in improving the quality of teachers and education. In carrying out their duties and roles as instructors as well as educators, teachers need to have the ability to manage emotions and understand themselves, namely intrapersonal intelligence. Early childhood education teachers in Padalarang Regency feel less able to manage their intrapersonal intelligence, this is due to the lack of communication and collaboration between parents and schools. Resulting in teachers feeling optimal about providing learning to their students. Teachers in Padalarang Regency are of the opinion that the ability to manage intrapersonal intelligence is important to improve, in order to be able to renew or make changes for themselves and for the world of education. The ability to manage intrapersonal intelligence sometimes can not with one's own awareness, it needs input from others in order to manage intrapersonal intelligence properly. the parenting counseling program for kindergarten teachers in Padalarang regency was carried out as an effort to increase teacher intrapersonal intelligence. The results of the activities that have been achieved are the Padalarang Regency Kindergarten teacher is understanding the importance of parent involvement in the school, as a bridge to increase teacher intrapersonal intelligence.
Sosialisasi pemanfaatan google sites sebagai portal pembelajaran berbasis teknologi bagi guru PAUD Windarsih, Chandra Asri; Wulansuci, Ghina; Alam, Syah Khalif; Lestari, Ririn Hunafa; Trisniarti, Susanti
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v8i2.27476

Abstract

The low utilization of information and communication technology (ICT) by early childhood (PAUD) teachers in developing competencies, along with their lack of motivation to use ICT as a teaching aid, are among the challenges of 21st-century education in PAUD institutions. One of the technological tools that can be utilized is Google Sites, which serves as a learning portal. The purpose of this community service activity is to promote the use of Google Sites as a technology-based learning portal for early childhood education. This activity was designed using the Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of the stages to know, to understand, to plan, to act, and to change. Based on the planning of the community service activity, the results indicate that one of the essential competencies of PAUD teachers—namely pedagogical competence—requires them to select and utilize ICT in both learning and administrative management. Accordingly, the technological tool is one component of Google Workspace, specifically Google Sites. Google Sites can be an alternative solution for teachers to present learning components in website format, as it allows easy and free access to website creation and development. Rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh guru PAUD dalam mengembangkan kompetensi serta kurangnya motivasi guru dalam menggunakan TIK sebagai alat bantu mengajar menjadi isu pendidikan abad 21 di satuan PAUD. Oleh karena itu salah satu perangkat teknologi yang dapat digunakan adalah google sites sebagai portal pembelajaran. Maka dari itu tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan pemanfaatan google sites sebagai portal pembelajaran anak usia dini berbasis teknologi. Kegiatan ini direncanakan menggunakan desain Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari tahapan to know, to understand, to plan, to action dan to change. Berdasarkan perencanaan kegiatan pengabdian diperoleh hasil bahwa salah satu kompetensi guru PAUD yaitu kompetensi pedagogik yang menuntut guru untuk memilih dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dan pengelolaan administrasi. Oleh karena itu perangkat teknologi yang diperkenalkan adalah salah satu ragam jenis dari google workspace yaitu google sites. Google sites dapat menjadi solusi alternatif guru dalam menyediakan komponen pembelajaran dalam bentuk tampilan website, dikarenakan kemudahan dalam mengakses dan mengembangkan tampilan website dengan gratis.
Gambaran Paternal Accesibility dalam Pendidikan Anak Usia Dini Dilihat dari Persepsi Guru Rohmalina, Rohmalina; Wulansuci, Ghina; Alam, Syah Khalif; Lestari, Ririn Hunafa
Tunas Siliwangi Vol 6 No 1 (2020): Vol 6 No 1, APRIL 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i1p%p.1477

Abstract

Salah satu isu yang sedang berkembang di bidang pendidikan anak usia dini adalah pendidikan keluarga. Pendidikan keluarga yang diberikan orang tua sebagai lingkungan belajar yang sangat dekat dengan anak usia dini. Kemudian dilanjut dengan pendidikan sekolah sebagai lembaga social yang bertujuan menyelenggarakan proses pendidikan. Peran orang tua dan sekolah dibutuhkan agar anak dapat mengembangkan diri secara optimal. Akan tetapi hasil pengamatan diperoleh bahwa orang tua yang terlibat dalam program sekolah identic dengan kehadiran ibu tanpa ayah. Maka dari itu tujuan penelitian ini ingin mengetahui salah satu dimensi keterlibatan ayah yaitu paternal accessibility di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angket sebagai instrument yang dilakukan disalah satu gugus terpadu Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 responden sebanyak 2  responden (13, 3%) sudah paham dan 13 responden (86,7%) mulai memahami tentang paternal accessibility. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara lapangan guru belum banyak paham tentang dimensi keterlibatan ayah dengan kebutuhan anak atas kehadiran ayah tanpa adanya interaksi secara langsung.