Claim Missing Document
Check
Articles

Standarisasi Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sari, Jeny Puspita; Tutik, Tutik; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20672

Abstract

Metabolit sekunder yang ditemukan dalam kulit bawang merah digunakan dalam pengobatan tradisional dan memberikan sejumlah keuntungan. Kontrol kualitas yang ketat diperlukan untuk kulit bawang merah, dan termasuk mengevaluasi kualitas ekstrak kulit bawang merah untuk dijadikan obat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjamin efek farmakologis dari ekstrak herbal dan meningkatkan kualitas bahan baku, dan memenuhi kriteria standar ditetapkan sesuai persyaratan yang diperlukan untuk efektivitas, keamanan, kemurnian, dan kualitas. Metode pada penelitian ini menggunakan teknik ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh akan ditentukan parameter standar untuk ekstrak, yang meliputi kriteria spesifik dan non-spesifik. Hasil ekstrasi diperoleh persen rendemen ekstrak etanol kulit bawang merah sebesar 2%. Hasil uji parameter spesifik pada uji organoleptik ekstrak etanol dengan warna kecoklatan dan aroma bawang yang kuat. Hasil uji kelarutan ekstrak larut dalam pelarut air 12% dan organik 26% memenuhi standar dengan syarat lebih dari 6% telah memenuhi standar. Hasil skrining fitokimia ekstrak mengandungan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil uji parameter non-spesifik diperoleh susut pengeringan sebesar 1% memenuhi standar 11%, kadar air gravimetri sebesar 1% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 10%, dan kadar abu total sebesar 15% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 16,6%. Parameter non-spesifik kadar abu tidak larut asam sebesar 5% tidak memenuhi standar seharusnya tidak melebihi ≤ 0,7%.
BIOAKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION SENYAWA EKSOPOLISAKARIDA DARI MIKROALGA Spirulina sp. Diah Astika Winahyu; Annisa Primadiamanti
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 02 October (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v5i2.2020.p169-177

Abstract

Spirulina sp. merupakan jenis mikroalga yang mengandung komposisi senyawa kimia bermanfaat antara lain senyawa eksopolisakarida. Senyawa eksopolisakarida merupakan biopolimer yang memiliki aplikasi sangat luas, antara lain aplikasi penggunaan sebagai antioksidan, Spirulina sp. berpotensi dikembangkan sebagai bahan antioksidan secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi bioaktivitas antioksidan senyawa eksopolisakarida Spirulina sp dalam sediaan lotion. Senyawa eksopolisakarida yang dihasilkan dari Spirulina sp. dianalisis gugus fungsi dengan FTIR, kemudian  diformulasikan dalam sediaan lotion. Formulasi lotion kemudian dianalisis aktivitas antioksidan. Lotion hasil formulasi dengan senyawa eksopolisakarida dari mikroalga Spirulina sp. memiliki potensi sebagai lotion yang bersifat antioksidan. Nilai IC50 yang dihasilkan dari lotion F1 sebesar 42,429 ppm, F2 sebesar 35,986 ppm, F3 sebesar 29,726 ppm. Nilai IC50 lotion senyawa eksopolisakarida yang diperoleh termasuk jenis antioksidan yang memiliki aktivitas sangat kuat.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i2.2020.p169-177 
Community Outreach on Dengue Fever Prevention and the Use of Ovitraps: A Collaborative Initiative Between the Faculty of Health Sciences, Malahayati University, and Universiti Putra Malaysia Agung Aji Perdana; Dina Dwi Nuryani; Lolita Sary; Nova Muhani; Wayan Aryawati; Riyanti Riyanti; Agustina Retnaningsih; Diah Astika Winahyu; Annisa Mayang Soliha; Syafik Arisandi; Maharani Kartini; Muhammad Putra Pratama
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v6i1.28544

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem in tropical regions, including Indonesia and Malaysia. Population mobility, environmental changes, and limited community participation in vector control contribute to the persistence of dengue transmission. This community service activity was conducted in Hajimena Village, South Lampung Regency, on October 30, 2025, as a promotive and preventive effort in community-based dengue prevention. The program aimed to improve community understanding and awareness of dengue prevention through integrated health education and the utilization of ovitraps as a simple and environmentally friendly appropriate technology. The activity was implemented through collaboration between the Faculty of Health Sciences, Universitas Malahayati, and Universiti Putra Malaysia using a participatory education approach, interactive discussions, and hands-on practice in making and installing ovitraps. The evaluation was conducted using a qualitative descriptive approach through participatory observation, group discussions, and participant feedback. The results indicated an improvement in participants’ understanding of dengue, the life cycle of Aedes aegypti mosquitoes, and the importance of environmental-based vector control. Participants also demonstrated interest and readiness to independently apply ovitraps in their residential environments. This activity highlights that cross- institutional and cross-national collaboration can strengthen promotive and preventive efforts in community-based dengue control.
Gasing (Gerakan Atasi Stunting) Melalui Inovasi Pangan Lokal Ayam Dan Kelor Untuk Generasi Bebas Stunting Di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Candra Saka Nusantari; Agustina Retananingsih; Diah Astika Winahyu; Robby Candra Purnama; Vito Zhafran Octonariz
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23748

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanggamus, khususnya di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo. Stunting berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik hingga penurunan kecerdasan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi pada Masyarakat terutama kepada remaja putri dan ibu hamil, serta meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian mengenai stunting di pekon Soponyono. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan melalui program Gerakan Atasi Stunting (GASING), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein hewani dan daun kelor yang mudah ditemukan di Pekon Soponyono, pendampingan posyandu, serta kegiatan pendukung lain seperti pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola gizi seimbang, keterlibatan aktif ibu balita dalam kegiatan posyandu, serta pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting serta memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat lokal.
UJI SIFAT FISIK DAN ANTIBAKTERI SEDIAAN BALSEM STIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN MINYAK SERAI SEBAGAI PEREDA NYERI Yola Kencana; Agustina Retnaningsih; Diah Astika Winahyu
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23272

Abstract

Balsem merupakan produk farmasi yang memiliki kegunaan yaitu bisa menghangatkan tubuh dan meredakan nyeri pada sendi dan aroma yang  membuat relaks. Zat aktif yang digunakan untuk  sediaan balsem adalah ekstrak daun kemangi dan minyak serai. Daun kemangi  mengandung senyawa fitokimia. Minyak serai memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelal, sitronelol, dan geraniol  sehingga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun kemangi dan minyak serai dapat memiliki uji fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Formulasi sediaan balsem stik ekstrak daun kemangi dan minyak serai  dibuat bervariasi yaitu F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%). Sediaan  balsem stik dilakukan pengujian uji sifat fisik dan uji antibakteri. Dari uji sifat fisik balsem stik menghasilkan tekstur setengah padat, berwarna hijau olive, memiliki aroma menthol dan minyak serai, tidak terdapat butiran kasar, memiliki pH yang memenuhi syarat karena sesuai dengan pH kulit manusia yaitu berada pada kisaran 4,5 – 6,5 menempel dengan baik, tidak menumbulkan adanya iritasi, memiliki daya sebar yang memenuhi syarat sediaan semisolid yaitu 3-5 cm. Nilai rata rata zona hambat uji antibakteri pada F1 (6.98 mm), F2 (8.53 mm), dan F3 (10.41 mm). Uji antibakteri sediaan balsem stik kombinasi ekstrak  daun kemangi dan minyak serai memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Lutfia Fadmawati; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
UJI SIFAT FISIK DAN ANTIBAKTERI SEDIAAN BALSEM STIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN MINYAK SERAI SEBAGAI PEREDA NYERI Yola Kencana; Agustina Retnaningsih; Diah Astika Winahyu
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23272

Abstract

Balsem merupakan produk farmasi yang memiliki kegunaan yaitu bisa menghangatkan tubuh dan meredakan nyeri pada sendi dan aroma yang  membuat relaks. Zat aktif yang digunakan untuk  sediaan balsem adalah ekstrak daun kemangi dan minyak serai. Daun kemangi  mengandung senyawa fitokimia. Minyak serai memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelal, sitronelol, dan geraniol  sehingga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun kemangi dan minyak serai dapat memiliki uji fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Formulasi sediaan balsem stik ekstrak daun kemangi dan minyak serai  dibuat bervariasi yaitu F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%). Sediaan  balsem stik dilakukan pengujian uji sifat fisik dan uji antibakteri. Dari uji sifat fisik balsem stik menghasilkan tekstur setengah padat, berwarna hijau olive, memiliki aroma menthol dan minyak serai, tidak terdapat butiran kasar, memiliki pH yang memenuhi syarat karena sesuai dengan pH kulit manusia yaitu berada pada kisaran 4,5 – 6,5 menempel dengan baik, tidak menumbulkan adanya iritasi, memiliki daya sebar yang memenuhi syarat sediaan semisolid yaitu 3-5 cm. Nilai rata rata zona hambat uji antibakteri pada F1 (6.98 mm), F2 (8.53 mm), dan F3 (10.41 mm). Uji antibakteri sediaan balsem stik kombinasi ekstrak  daun kemangi dan minyak serai memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Lutfia Fadmawati; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Co-Authors Ade Maria Ulfa ade mariaulfa Agung Aji Perdana Agustina Retananingsih Aji Putra Rosmiawan Amelia Wilda Pratiwi Andini, Destia Ayu Anggianti, Tria Anggraini, Monica Cintiya Anjar Jaulin Annisa Mayang Soliha Aruki, Sofan Asih, Putri Atina, Atina Candra Saka Nusantari Chalia, Kadjul Firda Dara Callista Dinda Amelia Desti galuh Desti Galuh Anggraini Dina Dwi Nuryani Dwi Sartika Sari Ema Listiyaningsih Erry Wahyudi Eustacia Evelline Oktaviani Fatmawati, Rindi Fredy Setiawan Furqoni, Prima Dian Hardini Ariningrum Hermawan, Dessy Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Lestari, Aninda Tri Lestari, Anindya Tri Lolita Sary Lutfia Fadmawati Maharani Kartini Manulang, Chanita Sari Marcellia, Selvi Mardiyah, Izmi Maria Ulfa, Ade Marisa Aprillia Meia Yevi Setiawati Melati Intan Diatri Mia Jasuma Muhammad Havel AlTasyah Muhammad Putra Pratama Musri Musman Ningsih, Novia Sulistia Nofita Nofita Nofita Nofita Nova Muhani Nurhalina Sari Octonariz, Vito Zhafran Prameswari, Nabilla Minerva Primadiamanti, Annisa Purnama, Robby Candra Putri, Desna Sari Putri, Selomita Nabela Radho Al Kausar Rahayu, Tri Paulinda Rahma Dina Resmawati Resmawati Retnaningsih, Agustina Rian Firdaus Risqi Indri Lestari Riyanti Riyanti Robby Chandra Purnama Safitri, Laila Safitri, Ni Kadek Diah Ayu Saputra, Diki Sari, Jeny Puspita Selvi Marcellia Senja Safitri Shinta Wulandari, Shinta Siti Koriah Syafik Arisandi Tri Yustika Sari Tries Saraswati Tutik Tutik Ulfa, Ade Maria Ummah, Tiara Hiddayatu Usfa, Hafiratul Fitri Viqqi Kurnianda Wayan Aryawati Yola Kencana Yunda Taqqiyah Ramadhana Yuniar, Trisia Dira