Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN LOTION EKSTRAK KULIT BUAH SIRSAK (Annona muricataL.) DENGAN METODE DPPH Handayani, Erina; Wulandari, Shinta; Al Kausar, Radho; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22710

Abstract

Buah sirsak mengandung vitamin, serat pangan dan senyawa antioksidan sedangkan kulit buahsirsak termasuk ke dalam limbah organik karena banyak mengandung air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiaktivitas antioksidan pada ekstrak kulit sirsak dan lotion ekstrak kulit buah sirsak (Annonamuricata L.) dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel kulit buah sirsak diekstraksi dengan metode maserasi kemudian dibuat dalam bentuk sedian lotion. Reagen DPPH digunakan untuk menganalisis aktivitas anti okisdan.Hasil nilai IC50 pada ekstrak kulit sirsak mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu 1,347ppm. HasilnilaiIC50padalotionekstrakkulitsirsak pada semua formulamempunyaiaktivitasantioksidansangatkuatyaitu ≤50ppm.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Fadmawati, Lutfia; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
FORMULASI DAN UJI VITAMIN C SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) Juba, Selvi Laust; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23296

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki komposisi zat gizi, salah satunya flavonoid dan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan mutu fisik dalam sediaan serbuk effervescent ini. Kulit pisang dicuci, dirajang kemudian dikeringkan dengan oven lalu diblender. Sediaan serbuk effervescent ini kemudian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, kecepatan alir, sudut diam dan pH. Kemudiaan serbuk effervescent dianalisis kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukan adanya bentuk, warna, aroma dan rasa pada serbuk effervescent ini memenuhi syarat mutu. Didapatkan kadar air pada variasi formula F1, F2 dan F3 dengan kadar 1,47%; 3,09%; 3,20% memenuhi syarat yaitu kurang dari 10%. pH yang didapatkan dalam sediaan ini pada formulasi 1,2 dan 3 yaitu 5,54; 5,11; 5,09 pH dalam sediaan effervescent tergantung pada formula yang digunakan, tetapi pH yang baik yaitu mendekati netral. Kecepatan alir yang didapatkan yaitu pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 5,56; 5,2; 5,26 g/s memenuhi syarat dengan rentang 4-7 g/s. Sudut diam yang didapatkan pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 29,08°; 34,54°; 35,86° memenuhi syarat
Pengaruh Pelarut Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Prameswari, Nabilla Minerva; Winahyu, Diah Astika; Tutik, Tutik
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.6872

Abstract

This study aims to determine the effect of different extraction solvents (n-hexane, ethyl acetate, and ethanol) on the antioxidant activity of mustard green (Brassica juncea L.) extracts. The extraction was carried out using the maceration method with different solvent polarities, and the concentrated extracts were tested for phytochemical screening and antioxidant activity using the DPPH method. The IC₅₀ values were analyzed using one-way ANOVA, resulting in a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the type of solvent significantly affected antioxidant activity. Phytochemical analysis revealed the presence of flavonoids, phenols, tannins, saponins, alkaloids, and steroids. The average IC₅₀ values of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol extracts were 314.73±4.96 ppm (weak), 412.29±3.06 ppm (weak), and 40.46±0.63 ppm (very strong), respectively. These results indicate that solvent polarity variations significantly influence the antioxidant activity of mustard green extracts.
UJI SIFAT FISIK DAN ANTIBAKTERI SEDIAAN BALSEM STIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN MINYAK SERAI SEBAGAI PEREDA NYERI Kencana, Yola; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23272

Abstract

Balsem merupakan produk farmasi yang memiliki kegunaan yaitu bisa menghangatkan tubuh dan meredakan nyeri pada sendi dan aroma yang  membuat relaks. Zat aktif yang digunakan untuk  sediaan balsem adalah ekstrak daun kemangi dan minyak serai. Daun kemangi  mengandung senyawa fitokimia. Minyak serai memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelal, sitronelol, dan geraniol  sehingga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun kemangi dan minyak serai dapat memiliki uji fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Formulasi sediaan balsem stik ekstrak daun kemangi dan minyak serai  dibuat bervariasi yaitu F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%). Sediaan  balsem stik dilakukan pengujian uji sifat fisik dan uji antibakteri. Dari uji sifat fisik balsem stik menghasilkan tekstur setengah padat, berwarna hijau olive, memiliki aroma menthol dan minyak serai, tidak terdapat butiran kasar, memiliki pH yang memenuhi syarat karena sesuai dengan pH kulit manusia yaitu berada pada kisaran 4,5 – 6,5 menempel dengan baik, tidak menumbulkan adanya iritasi, memiliki daya sebar yang memenuhi syarat sediaan semisolid yaitu 3-5 cm. Nilai rata rata zona hambat uji antibakteri pada F1 (6.98 mm), F2 (8.53 mm), dan F3 (10.41 mm). Uji antibakteri sediaan balsem stik kombinasi ekstrak  daun kemangi dan minyak serai memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN LOTION EKSTRAK KULIT BUAH SIRSAK (Annona muricataL.) DENGAN METODE DPPH Handayani, Erina; Wulandari, Shinta; Al Kausar, Radho; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22710

Abstract

Buah sirsak mengandung vitamin, serat pangan dan senyawa antioksidan sedangkan kulit buahsirsak termasuk ke dalam limbah organik karena banyak mengandung air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiaktivitas antioksidan pada ekstrak kulit sirsak dan lotion ekstrak kulit buah sirsak (Annonamuricata L.) dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel kulit buah sirsak diekstraksi dengan metode maserasi kemudian dibuat dalam bentuk sedian lotion. Reagen DPPH digunakan untuk menganalisis aktivitas anti okisdan.Hasil nilai IC50 pada ekstrak kulit sirsak mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu 1,347ppm. HasilnilaiIC50padalotionekstrakkulitsirsak pada semua formulamempunyaiaktivitasantioksidansangatkuatyaitu ≤50ppm.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Fadmawati, Lutfia; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
FORMULASI DAN UJI VITAMIN C SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) Juba, Selvi Laust; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23296

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki komposisi zat gizi, salah satunya flavonoid dan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan mutu fisik dalam sediaan serbuk effervescent ini. Kulit pisang dicuci, dirajang kemudian dikeringkan dengan oven lalu diblender. Sediaan serbuk effervescent ini kemudian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, kecepatan alir, sudut diam dan pH. Kemudiaan serbuk effervescent dianalisis kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukan adanya bentuk, warna, aroma dan rasa pada serbuk effervescent ini memenuhi syarat mutu. Didapatkan kadar air pada variasi formula F1, F2 dan F3 dengan kadar 1,47%; 3,09%; 3,20% memenuhi syarat yaitu kurang dari 10%. pH yang didapatkan dalam sediaan ini pada formulasi 1,2 dan 3 yaitu 5,54; 5,11; 5,09 pH dalam sediaan effervescent tergantung pada formula yang digunakan, tetapi pH yang baik yaitu mendekati netral. Kecepatan alir yang didapatkan yaitu pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 5,56; 5,2; 5,26 g/s memenuhi syarat dengan rentang 4-7 g/s. Sudut diam yang didapatkan pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 29,08°; 34,54°; 35,86° memenuhi syarat
Standarisasi Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sari, Jeny Puspita; Tutik, Tutik; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20672

Abstract

Metabolit sekunder yang ditemukan dalam kulit bawang merah digunakan dalam pengobatan tradisional dan memberikan sejumlah keuntungan. Kontrol kualitas yang ketat diperlukan untuk kulit bawang merah, dan termasuk mengevaluasi kualitas ekstrak kulit bawang merah untuk dijadikan obat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjamin efek farmakologis dari ekstrak herbal dan meningkatkan kualitas bahan baku, dan memenuhi kriteria standar ditetapkan sesuai persyaratan yang diperlukan untuk efektivitas, keamanan, kemurnian, dan kualitas. Metode pada penelitian ini menggunakan teknik ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh akan ditentukan parameter standar untuk ekstrak, yang meliputi kriteria spesifik dan non-spesifik. Hasil ekstrasi diperoleh persen rendemen ekstrak etanol kulit bawang merah sebesar 2%. Hasil uji parameter spesifik pada uji organoleptik ekstrak etanol dengan warna kecoklatan dan aroma bawang yang kuat. Hasil uji kelarutan ekstrak larut dalam pelarut air 12% dan organik 26% memenuhi standar dengan syarat lebih dari 6% telah memenuhi standar. Hasil skrining fitokimia ekstrak mengandungan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil uji parameter non-spesifik diperoleh susut pengeringan sebesar 1% memenuhi standar 11%, kadar air gravimetri sebesar 1% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 10%, dan kadar abu total sebesar 15% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 16,6%. Parameter non-spesifik kadar abu tidak larut asam sebesar 5% tidak memenuhi standar seharusnya tidak melebihi ≤ 0,7%.
Gasing (Gerakan Atasi Stunting) Melalui Inovasi Pangan Lokal Ayam Dan Kelor Untuk Generasi Bebas Stunting Di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Nusantari, Candra Saka; Retananingsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23748

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanggamus, khususnya di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo. Stunting berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik hingga penurunan kecerdasan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi pada Masyarakat terutama kepada remaja putri dan ibu hamil, serta meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian mengenai stunting di pekon Soponyono. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan melalui program Gerakan Atasi Stunting (GASING), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein hewani dan daun kelor yang mudah ditemukan di Pekon Soponyono, pendampingan posyandu, serta kegiatan pendukung lain seperti pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola gizi seimbang, keterlibatan aktif ibu balita dalam kegiatan posyandu, serta pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting serta memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat lokal.
Co-Authors Ade Maria Ulfa ade mariaulfa Agung Aji Perdana Aji Putra Rosmiawan Amelia Wilda Pratiwi Andini, Destia Ayu Anggianti, Tria Anggraini, Monica Cintiya Anjar Jaulin Annisa Mayang Soliha Aruki, Sofan Asih, Putri Atina, Atina Candra Saka Nusantari Chalia, Kadjul Firda Dara Callista Dinda Amelia Desti galuh Desti Galuh Anggraini Dina Dwi Nuryani Dwi Sartika Sari Ema Listiyaningsih Erry Wahyudi Eustacia Evelline Oktaviani Fadmawati, Lutfia Fatmawati, Rindi Fredy Setiawan Furqoni, Prima Dian Handayani, Erina Hardini Ariningrum Hermawan, Dessy Juba, Selvi Laust Kencana, Yola Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Lestari, Aninda Tri Lestari, Anindya Tri Lolita Sary Maharani Kartini Manulang, Chanita Sari Marcellia, Selvi Mardiyah, Izmi Maria Ulfa, Ade Marisa Aprillia Meia Yevi Setiawati Melati Intan Diatri Mia Jasuma Muhammad Havel AlTasyah Muhammad Putra Pratama Musri Musman Ningsih, Novia Sulistia Nofita Nofita Nofita Nofita Nova Muhani Nurhalina Sari Octonariz, Vito Zhafran Prameswari, Nabilla Minerva Primadiamanti, Annisa Purnama, Robby Candra Putri, Desna Sari Putri, Selomita Nabela Radho Al Kausar Rahayu, Tri Paulinda Rahma Dina Resmawati Resmawati Retananingsih, Agustina Retnaningsih, Agustina Rian Firdaus Risqi Indri Lestari Riyanti Riyanti Robby Chandra Purnama Sabrina, Fadilah Safitri, Laila Safitri, Ni Kadek Diah Ayu Saputra, Diki Sari, Jeny Puspita Selvi Marcellia Senja Safitri Shinta Wulandari, Shinta Siti Koriah Syafik Arisandi Tri Yustika Sari Tries Saraswati Tutik Tutik Ulfa, Ade Maria Ummah, Tiara Hiddayatu Usfa, Hafiratul Fitri Viqqi Kurnianda Wayan Aryawati Yunda Taqqiyah Ramadhana Yuniar, Trisia Dira