Claim Missing Document
Check
Articles

Uji efektivitas ekstrak etanol kulit pisang kepok (musa paradisiaca) dalam sediaan semprot sebagai pengusir nyamuk aedes aegypti Mardiyah, Izmi; Marcellia, Selvi; Winahyu, Diah Astika
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.73

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) can be caused by the bite of the Aedes aegypti mosquito that carries the dengue virus. Banana plant (Musa paradisiaca L.) is a fruit plant originating from regions in Southeast Asia, including Indonesia. Kepok banana peel contains secondary metabolites that can be used as vegetable pesticides, namely flavonoids, tannins and terpenoids. Purpose: To determine the ethanol extract of kepok banana peels in spray preparations is effective as a mosquito repellent for Aedes aegypti and to determine the effective concentration of ethanolic extracts of kepok banana peels in spray preparations as a repellent for Aedes aegypti mosquitoes. Methods: Percolation extraction using 96% ethanol as solvent. Phytochemical screening tests to get positive results are flavonoids, alkaloids, tannins. Organoleptic test and pH test. Result: 1% concentration had almost the same effectiveness as positive control than negative control because negative control did not have the ability to repellant Aedes aegypti mosquitoes. Conclusion: The ethanol extract of kepok banana peel (Musa paradisiaca L) in spray preparation has good characteristics and is considered to have the most effective concentration for Aedes aegypti mosquito repellent.   Keywords: Aedes aegypti mosquito; Dangue hemorrhagic fever; Banana kepok (Musa paradisiaca L.); repellant; Ethanol extract   Pendahuluan: Penyakit demam berdarah dangue (DBD) dapat disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) merupakan tanaman buah yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kulit pisang kepok memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati yaitu senyawa flavonoid, tannin dan terpenoid. Tujuan: Untuk mengetahui ekstrak etanol kulit pisang kepok dalam sediaan spray efektif sebagai repelan nyamuk Aedes aegypti dan mengetahui konsentrasi yang efektif dari ekstrak etanol kulit pisang kepok dalam sediaan spray sebagai repelan nyamuk Aedes aegypti. Metode: Ekstraksi perkolasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji skrining fitokimia untuk mendapatkan hasil positif yaitu flavonoid, alkaloid, tannin. Uji organoleptis dan uji pH. Hasil: konsentrasi 1% memiliki daya efektivitas yang hampir sama dengan kontrol positif daripada kontrol negative karena kontrol negatif tidak memiliki kemampuan sebagai repellan nyamuk Aedes aegypti.       Simpulan: Sediaan ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L) dalam sediaan spray memiliki karakteristik yang baik dan dianggap memiliki konsetrasi paling efektif untuk repelan nyamuk Aedes aegypti.  
UJI SIFAT FISIK DAN ANTIBAKTERI SEDIAAN BALSEM STIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN MINYAK SERAI SEBAGAI PEREDA NYERI Kencana, Yola; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23272

Abstract

Balsem merupakan produk farmasi yang memiliki kegunaan yaitu bisa menghangatkan tubuh dan meredakan nyeri pada sendi dan aroma yang  membuat relaks. Zat aktif yang digunakan untuk  sediaan balsem adalah ekstrak daun kemangi dan minyak serai. Daun kemangi  mengandung senyawa fitokimia. Minyak serai memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelal, sitronelol, dan geraniol  sehingga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun kemangi dan minyak serai dapat memiliki uji fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Formulasi sediaan balsem stik ekstrak daun kemangi dan minyak serai  dibuat bervariasi yaitu F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%). Sediaan  balsem stik dilakukan pengujian uji sifat fisik dan uji antibakteri. Dari uji sifat fisik balsem stik menghasilkan tekstur setengah padat, berwarna hijau olive, memiliki aroma menthol dan minyak serai, tidak terdapat butiran kasar, memiliki pH yang memenuhi syarat karena sesuai dengan pH kulit manusia yaitu berada pada kisaran 4,5 – 6,5 menempel dengan baik, tidak menumbulkan adanya iritasi, memiliki daya sebar yang memenuhi syarat sediaan semisolid yaitu 3-5 cm. Nilai rata rata zona hambat uji antibakteri pada F1 (6.98 mm), F2 (8.53 mm), dan F3 (10.41 mm). Uji antibakteri sediaan balsem stik kombinasi ekstrak  daun kemangi dan minyak serai memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN LOTION EKSTRAK KULIT BUAH SIRSAK (Annona muricataL.) DENGAN METODE DPPH Handayani, Erina; Wulandari, Shinta; Al Kausar, Radho; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22710

Abstract

Buah sirsak mengandung vitamin, serat pangan dan senyawa antioksidan sedangkan kulit buahsirsak termasuk ke dalam limbah organik karena banyak mengandung air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiaktivitas antioksidan pada ekstrak kulit sirsak dan lotion ekstrak kulit buah sirsak (Annonamuricata L.) dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel kulit buah sirsak diekstraksi dengan metode maserasi kemudian dibuat dalam bentuk sedian lotion. Reagen DPPH digunakan untuk menganalisis aktivitas anti okisdan.Hasil nilai IC50 pada ekstrak kulit sirsak mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu 1,347ppm. HasilnilaiIC50padalotionekstrakkulitsirsak pada semua formulamempunyaiaktivitasantioksidansangatkuatyaitu ≤50ppm.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Fadmawati, Lutfia; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
FORMULASI DAN UJI VITAMIN C SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) Juba, Selvi Laust; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23296

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki komposisi zat gizi, salah satunya flavonoid dan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan mutu fisik dalam sediaan serbuk effervescent ini. Kulit pisang dicuci, dirajang kemudian dikeringkan dengan oven lalu diblender. Sediaan serbuk effervescent ini kemudian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, kecepatan alir, sudut diam dan pH. Kemudiaan serbuk effervescent dianalisis kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukan adanya bentuk, warna, aroma dan rasa pada serbuk effervescent ini memenuhi syarat mutu. Didapatkan kadar air pada variasi formula F1, F2 dan F3 dengan kadar 1,47%; 3,09%; 3,20% memenuhi syarat yaitu kurang dari 10%. pH yang didapatkan dalam sediaan ini pada formulasi 1,2 dan 3 yaitu 5,54; 5,11; 5,09 pH dalam sediaan effervescent tergantung pada formula yang digunakan, tetapi pH yang baik yaitu mendekati netral. Kecepatan alir yang didapatkan yaitu pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 5,56; 5,2; 5,26 g/s memenuhi syarat dengan rentang 4-7 g/s. Sudut diam yang didapatkan pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 29,08°; 34,54°; 35,86° memenuhi syarat
Pengaruh Pelarut Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Prameswari, Nabilla Minerva; Winahyu, Diah Astika; Tutik, Tutik
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.6872

Abstract

This study aims to determine the effect of different extraction solvents (n-hexane, ethyl acetate, and ethanol) on the antioxidant activity of mustard green (Brassica juncea L.) extracts. The extraction was carried out using the maceration method with different solvent polarities, and the concentrated extracts were tested for phytochemical screening and antioxidant activity using the DPPH method. The IC₅₀ values were analyzed using one-way ANOVA, resulting in a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the type of solvent significantly affected antioxidant activity. Phytochemical analysis revealed the presence of flavonoids, phenols, tannins, saponins, alkaloids, and steroids. The average IC₅₀ values of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol extracts were 314.73±4.96 ppm (weak), 412.29±3.06 ppm (weak), and 40.46±0.63 ppm (very strong), respectively. These results indicate that solvent polarity variations significantly influence the antioxidant activity of mustard green extracts.
UJI SIFAT FISIK DAN ANTIBAKTERI SEDIAAN BALSEM STIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN MINYAK SERAI SEBAGAI PEREDA NYERI Kencana, Yola; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23272

Abstract

Balsem merupakan produk farmasi yang memiliki kegunaan yaitu bisa menghangatkan tubuh dan meredakan nyeri pada sendi dan aroma yang  membuat relaks. Zat aktif yang digunakan untuk  sediaan balsem adalah ekstrak daun kemangi dan minyak serai. Daun kemangi  mengandung senyawa fitokimia. Minyak serai memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelal, sitronelol, dan geraniol  sehingga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun kemangi dan minyak serai dapat memiliki uji fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Formulasi sediaan balsem stik ekstrak daun kemangi dan minyak serai  dibuat bervariasi yaitu F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%). Sediaan  balsem stik dilakukan pengujian uji sifat fisik dan uji antibakteri. Dari uji sifat fisik balsem stik menghasilkan tekstur setengah padat, berwarna hijau olive, memiliki aroma menthol dan minyak serai, tidak terdapat butiran kasar, memiliki pH yang memenuhi syarat karena sesuai dengan pH kulit manusia yaitu berada pada kisaran 4,5 – 6,5 menempel dengan baik, tidak menumbulkan adanya iritasi, memiliki daya sebar yang memenuhi syarat sediaan semisolid yaitu 3-5 cm. Nilai rata rata zona hambat uji antibakteri pada F1 (6.98 mm), F2 (8.53 mm), dan F3 (10.41 mm). Uji antibakteri sediaan balsem stik kombinasi ekstrak  daun kemangi dan minyak serai memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN LOTION EKSTRAK KULIT BUAH SIRSAK (Annona muricataL.) DENGAN METODE DPPH Handayani, Erina; Wulandari, Shinta; Al Kausar, Radho; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22710

Abstract

Buah sirsak mengandung vitamin, serat pangan dan senyawa antioksidan sedangkan kulit buahsirsak termasuk ke dalam limbah organik karena banyak mengandung air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiaktivitas antioksidan pada ekstrak kulit sirsak dan lotion ekstrak kulit buah sirsak (Annonamuricata L.) dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel kulit buah sirsak diekstraksi dengan metode maserasi kemudian dibuat dalam bentuk sedian lotion. Reagen DPPH digunakan untuk menganalisis aktivitas anti okisdan.Hasil nilai IC50 pada ekstrak kulit sirsak mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu 1,347ppm. HasilnilaiIC50padalotionekstrakkulitsirsak pada semua formulamempunyaiaktivitasantioksidansangatkuatyaitu ≤50ppm.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Fadmawati, Lutfia; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
FORMULASI DAN UJI VITAMIN C SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) Juba, Selvi Laust; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23296

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki komposisi zat gizi, salah satunya flavonoid dan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan mutu fisik dalam sediaan serbuk effervescent ini. Kulit pisang dicuci, dirajang kemudian dikeringkan dengan oven lalu diblender. Sediaan serbuk effervescent ini kemudian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, kecepatan alir, sudut diam dan pH. Kemudiaan serbuk effervescent dianalisis kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukan adanya bentuk, warna, aroma dan rasa pada serbuk effervescent ini memenuhi syarat mutu. Didapatkan kadar air pada variasi formula F1, F2 dan F3 dengan kadar 1,47%; 3,09%; 3,20% memenuhi syarat yaitu kurang dari 10%. pH yang didapatkan dalam sediaan ini pada formulasi 1,2 dan 3 yaitu 5,54; 5,11; 5,09 pH dalam sediaan effervescent tergantung pada formula yang digunakan, tetapi pH yang baik yaitu mendekati netral. Kecepatan alir yang didapatkan yaitu pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 5,56; 5,2; 5,26 g/s memenuhi syarat dengan rentang 4-7 g/s. Sudut diam yang didapatkan pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 29,08°; 34,54°; 35,86° memenuhi syarat