Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT KOMBINASI MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus. Sabrina, Fadilah; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25550

Abstract

Sabun mandi adalah produk pembersih kulit yang dibuat dari kombinasi natrium dan asam lemak. Pada sediaan sabun mandi padat menggunakan zat aktif minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L) dan gel lidah buaya (Alloe vera L). Minyak serai yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelol dan geraniol. Lidah buaya yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu vitamin, mineral, asam amino, enzim, gula, dan asam lemak. Kedua zat aktif yang digunakan memiliki kandugan antibakteri di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan sabun mandi padat dan aktivitas antibakteri Stapylococcus aureus pada kombinasi minyak serai wangi dan gel lidah buaya. Formulasi sediaan sabun mandi padat dibuat bervariasi yaitu F1 (30g), F2 (40g), dan F3 (50g). Sediaan sabun padat diuji organoleptis, pH, uji tinggi busa dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian diperoleh minyak serai wangi dan lidah buaya memenuhi syarat mutu sabun padat yang baik berdasarkan SNI 2016 dengan parameter uji organoleptis, pH F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 9,0; 9,2; 9,5; 9,9 cm. Tinggi busa pada F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 5; 5,5; 5,7; 6 cm dan hasil uji aktivitas antibakteri sabun padat kombinasi minyak serai wangi dan lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 0, 30, 40, 50 gram dengan zona hambat sebesar 16,9; 18,5; 19,8; 21,3 mm. Sediaan sabun mandi padat memiliki formulasi yang baik dan didalamnya mengandung aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. 
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT KOMBINASI MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus. Sabrina, Fadilah; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25550

Abstract

Sabun mandi adalah produk pembersih kulit yang dibuat dari kombinasi natrium dan asam lemak. Pada sediaan sabun mandi padat menggunakan zat aktif minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L) dan gel lidah buaya (Alloe vera L). Minyak serai yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelol dan geraniol. Lidah buaya yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu vitamin, mineral, asam amino, enzim, gula, dan asam lemak. Kedua zat aktif yang digunakan memiliki kandugan antibakteri di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan sabun mandi padat dan aktivitas antibakteri Stapylococcus aureus pada kombinasi minyak serai wangi dan gel lidah buaya. Formulasi sediaan sabun mandi padat dibuat bervariasi yaitu F1 (30g), F2 (40g), dan F3 (50g). Sediaan sabun padat diuji organoleptis, pH, uji tinggi busa dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian diperoleh minyak serai wangi dan lidah buaya memenuhi syarat mutu sabun padat yang baik berdasarkan SNI 2016 dengan parameter uji organoleptis, pH F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 9,0; 9,2; 9,5; 9,9 cm. Tinggi busa pada F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 5; 5,5; 5,7; 6 cm dan hasil uji aktivitas antibakteri sabun padat kombinasi minyak serai wangi dan lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 0, 30, 40, 50 gram dengan zona hambat sebesar 16,9; 18,5; 19,8; 21,3 mm. Sediaan sabun mandi padat memiliki formulasi yang baik dan didalamnya mengandung aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. 
BIOAKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION SENYAWA EKSOPOLISAKARIDA DARI MIKROALGA Spirulina sp. Diah Astika Winahyu; Annisa Primadiamanti
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 02 October (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v5i2.2020.p169-177

Abstract

Spirulina sp. merupakan jenis mikroalga yang mengandung komposisi senyawa kimia bermanfaat antara lain senyawa eksopolisakarida. Senyawa eksopolisakarida merupakan biopolimer yang memiliki aplikasi sangat luas, antara lain aplikasi penggunaan sebagai antioksidan, Spirulina sp. berpotensi dikembangkan sebagai bahan antioksidan secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi bioaktivitas antioksidan senyawa eksopolisakarida Spirulina sp dalam sediaan lotion. Senyawa eksopolisakarida yang dihasilkan dari Spirulina sp. dianalisis gugus fungsi dengan FTIR, kemudian  diformulasikan dalam sediaan lotion. Formulasi lotion kemudian dianalisis aktivitas antioksidan. Lotion hasil formulasi dengan senyawa eksopolisakarida dari mikroalga Spirulina sp. memiliki potensi sebagai lotion yang bersifat antioksidan. Nilai IC50 yang dihasilkan dari lotion F1 sebesar 42,429 ppm, F2 sebesar 35,986 ppm, F3 sebesar 29,726 ppm. Nilai IC50 lotion senyawa eksopolisakarida yang diperoleh termasuk jenis antioksidan yang memiliki aktivitas sangat kuat.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i2.2020.p169-177 
Community Outreach on Dengue Fever Prevention and the Use of Ovitraps: A Collaborative Initiative Between the Faculty of Health Sciences, Malahayati University, and Universiti Putra Malaysia Agung Aji Perdana; Dina Dwi Nuryani; Lolita Sary; Nova Muhani; Wayan Aryawati; Riyanti Riyanti; Agustina Retnaningsih; Diah Astika Winahyu; Annisa Mayang Soliha; Syafik Arisandi; Maharani Kartini; Muhammad Putra Pratama
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v6i1.28544

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem in tropical regions, including Indonesia and Malaysia. Population mobility, environmental changes, and limited community participation in vector control contribute to the persistence of dengue transmission. This community service activity was conducted in Hajimena Village, South Lampung Regency, on October 30, 2025, as a promotive and preventive effort in community-based dengue prevention. The program aimed to improve community understanding and awareness of dengue prevention through integrated health education and the utilization of ovitraps as a simple and environmentally friendly appropriate technology. The activity was implemented through collaboration between the Faculty of Health Sciences, Universitas Malahayati, and Universiti Putra Malaysia using a participatory education approach, interactive discussions, and hands-on practice in making and installing ovitraps. The evaluation was conducted using a qualitative descriptive approach through participatory observation, group discussions, and participant feedback. The results indicated an improvement in participants’ understanding of dengue, the life cycle of Aedes aegypti mosquitoes, and the importance of environmental-based vector control. Participants also demonstrated interest and readiness to independently apply ovitraps in their residential environments. This activity highlights that cross- institutional and cross-national collaboration can strengthen promotive and preventive efforts in community-based dengue control.
Co-Authors Ade Maria Ulfa ade mariaulfa Agung Aji Perdana Aji Putra Rosmiawan Amelia Wilda Pratiwi Andini, Destia Ayu Anggianti, Tria Anggraini, Monica Cintiya Anjar Jaulin Annisa Mayang Soliha Aruki, Sofan Asih, Putri Atina, Atina Candra Saka Nusantari Chalia, Kadjul Firda Dara Callista Dinda Amelia Desti galuh Desti Galuh Anggraini Dina Dwi Nuryani Dwi Sartika Sari Ema Listiyaningsih Erry Wahyudi Eustacia Evelline Oktaviani Fadmawati, Lutfia Fatmawati, Rindi Fredy Setiawan Furqoni, Prima Dian Handayani, Erina Hardini Ariningrum Hermawan, Dessy Juba, Selvi Laust Kencana, Yola Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Lestari, Aninda Tri Lestari, Anindya Tri Lolita Sary Maharani Kartini Manulang, Chanita Sari Marcellia, Selvi Mardiyah, Izmi Maria Ulfa, Ade Marisa Aprillia Meia Yevi Setiawati Melati Intan Diatri Mia Jasuma Muhammad Havel AlTasyah Muhammad Putra Pratama Musri Musman Ningsih, Novia Sulistia Nofita Nofita Nofita Nofita Nova Muhani Nurhalina Sari Octonariz, Vito Zhafran Prameswari, Nabilla Minerva Primadiamanti, Annisa Purnama, Robby Candra Putri, Desna Sari Putri, Selomita Nabela Radho Al Kausar Rahayu, Tri Paulinda Rahma Dina Resmawati Resmawati Retananingsih, Agustina Retnaningsih, Agustina Rian Firdaus Risqi Indri Lestari Riyanti Riyanti Robby Chandra Purnama Sabrina, Fadilah Safitri, Laila Safitri, Ni Kadek Diah Ayu Saputra, Diki Sari, Jeny Puspita Selvi Marcellia Senja Safitri Shinta Wulandari, Shinta Siti Koriah Syafik Arisandi Tri Yustika Sari Tries Saraswati Tutik Tutik Ulfa, Ade Maria Ummah, Tiara Hiddayatu Usfa, Hafiratul Fitri Viqqi Kurnianda Wayan Aryawati Yunda Taqqiyah Ramadhana Yuniar, Trisia Dira