Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFEKTTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI Anggraini, Monica Cintiya; Winahyu, Diah Astika; Wulandari, Shinta
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9747

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas salep ekstrak daun kelor (Moringa olefera) terhadap luka sayat pada kelinci. Salep ekstrak daun kelor diujikan pada 4 ekor dengan 6 perlakuan, yaitu perlakuan basis salep (komtrol negative), perlakuan (kontrol positif), salep ekstrak daun kelor 10% dan 15%. Area punggung kelinci disayat sepanjang 2 cm dengan kedalaman ± 0,2 cm. Pemberian salep yaitu 2 kali pengolesan setiap harinya dan pengamatan luka dilakukan selama 14 hari. Sampel dalam penelitian ini adalah ekstrak daun kelor yang diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96% dan diformulasikan dalam sediaan salep. Pembuatan salep ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat mempercepat dalam penyembuhan luka sayat dan yang paling efektif adalah sediaan ekstrak dengan konsentrasi 15% sedangkan dalam pengujian evaluasi salep telah memenuhi persyaratan sebagai salep hidrokarbon.
Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah SDN 1 Karang Maritim Bandar Lampung Sari, Nurhalina; Winahyu, Diah Astika; Ariningrum, Hardini; Amirus, Khoidar; Putri, Desna Sari; Manulang, Chanita Sari; Usfa, Hafiratul Fitri; Yuniar, Trisia Dira
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.309

Abstract

Pendahuluan: Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10) ternyata umumnya berkaitannya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk itu diperlukannya edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada anak mulai sejak usia 6-10 tahun. Tujuan: Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait pentingnya menerapkan PHBS di lingkungan tatanan sekolah, hal ini dilakukan agar upaya untuk menurunkan penyakit yang muncul akibat kurangnya menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan cara edukasi dengan menggunakan media video, berupa video animasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Penyuluhan ini di khususkan bagi siswa-siswi kelas 3 SDN 1 Karang Maritim Bandar Lampung. Hasil: Dalam penyuluhan ini dijelaskan pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, edukasi membuang sampah pada tempatnya, dan memberikan contoh  cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi SDN 1 karang Maritim dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat cara mencuci tangan dengan baik dan benar dan membuang sampah pada tempatnya. Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat; Siswa; Edukasi.
Pengabdian masyarakat tentang gizi daun kelor Winahyu, Diah Astika; Fatmawati, Rindi; Putri, Selomita Nabela; Safitri, Ni Kadek Diah Ayu
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.310

Abstract

Pendahuluan: Daun kelor biasanya dimasak sebagai sayur untuk pengobatan, maupun untuk menjaga kesehatan. Tumbuhan ini memiliki tinggi batang sekitar 7 sampai 11 meter, memiliki bunga dengan warna putih kekuning-kuningan yang mengeluarkan bau semerbak, serta memiliki buah dengan bentuk segitiga memanjang biasa nya disebut kelentang. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan terkait kandungan gizi daun kelor, kemudian penjelasan tentang stunting, dan pemanfaatan daun kelor untuk memenuhi gizi pertumbuhan dan perkembangan anak dengan cara penambahan sari daun kelor pada olahan makanan. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan cara penyuluhan kepada masyarakat kelurahan Karang Maritim khususnya kepada ibu-ibu yang masih memiliki balita dan anak-anak. Dari penyuluhan ini dijelaskan kandungan apa saja yang terkandung dalam daun kelor, manfaat daun kelor, serta dilakukan juga pelatihan pembuatan makanan berbahan daun kelor sebagai inspirasi bagi ibu-ibu untuk memberikan makanan yang sehat  dan terpenuhi untuk anak. Hasil: Para peserta penyuluhan dapat menerima penyuluhan yang disampaikan dengan baik. Ada ketertarikan yang besar dari peserta untuk tahu lebih lanjut mengenai pemanfaatan daun kelor. Hal ini dapat dilihat dari begitu banyaknya peserta yang sangat antusias dalam memberikan pertanyaan seputar daun kelor. Simpulan: Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang, Masyarakat sangat antusias dan menerima penjelasan tentang gizi daun kelor dengan sangat baik. Sehingga dapat diterapkan dalam memenuhi gizi pada anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan untuk mencegah terjadinya stunting. Kata kunci: Kelor; Gizi dan Stunting.
Pengabdian masyarakat pelatihan pembuatan makanan berbahan daun kelor Winahyu, Diah Astika; Lestari, Aninda Tri; Rahayu, Tri Paulinda; Anggianti, Tria; Aruki, Sofan
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.320

Abstract

Background: Moringa leaf is a plant with a myriad of benefits, one of which is anti-inflammatory and anti-allergic. Moringa leaves are small in size, also have an oval shape and stem. Moringa plants are able to live in various types of soil, do not need intensive care, are resistant to the dry season, and are easy to breed. The use of Moringa plants is one of the efforts that can be done in dealing with health problems, one of which is stunting. Purpose: This service aims to provide training to the community in the Karang Maritim sub-district to increase knowledge about the use of Moringa leaves as a snack to prevent stunting problems and skills regarding the availability of nutritious food for children's growth. Method: The method used is to conduct counseling and training on how to make Moringa-based food in the Karang Maritime Village. This training is aimed at mothers who have babies and toddlers. Results: This training activity provides knowledge to the community about the types of processed food from Moringa leaves. By explaining the procedure for processing Moringa leaves into nutritious food and also explaining the benefits of Moringa leaves themselves. Conclusion: From this training it can be concluded that the community got an increase in knowledge after being given training on food processed using Moringa leaves. Keywords: Moringa Leaves; Nutritious Food; Stunting. Pendahuluan: Daun kelor merupakan tanaman dengan segudang manfaat salah satunya sebagai anti peradangan dan anti alergi. Daun kelor ukurannya kecil, juga memiliki bentuk oval dan bertangkai. Tanaman kelor mampu hidup diberbagai jenis tanah,tidak perlu perawatan intensif,tahan terhadap musim kemarau,dan mudah dikembangbiakkan Pemanfaatan tanaman kelor adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menangani masalah kesehatan salah satunya tentang stunting. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat di kelurahan Karang Maritim untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai kudapan untuk mencegah masalah stunting dan keterampilan tentang adanya makanan bergizi untuk pertumbuhan anak-anak. Metode: Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai cara membuat makanan berbahan kelor di kelurahan karang maritim. Pelatihan ini ditujukan kepada ibu-ibu yang memilik anak bayi dan balita. Hasil: Kegiatan pelatihan ini memberikan pengetahuan terhadap masyarakat tentang jenis makanan olahan dari daun kelor dan melatih masyarakat untuk mengolah daun kelor yang baik dan benar sehingga dapat menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi bagi anak. Dengan menjelaskan tata cara mengolah daun kelor menjadi makanan yang bergizi dan juga menjelaskan manfaat dari daun kelor itu sendiri. Simpulan: Dari pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat mendapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikannya pelatihan tentang makanan yang diolah menggunakan bahan daun kelor.
SOSIALISASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA BERDASAR KHAZANAH LOKAL DI PEKON SIDOKATON KECAMATAN GISTING KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG Nusantari, Candra Saka; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Wulandari, Shinta
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18525

Abstract

Pekon Sidokaton di Kabupaten Tanggamus, Lampung, memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk tanaman obat keluarga (TOGA) yang telah lama digunakan secara turun-temurun. Sayangnya, pengetahuan tentang pemanfaatan TOGA berdasarkan khazanah lokal semakin tergerus oleh perkembangan zaman dan minimnya upaya pelestarian. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi warga mengenai identifikasi, pengolahan, dan pemanfaatan TOGA sesuai dengan nilai-nilai tradisional yang diwariskan oleh leluhur. Kegiatan dilakukan melalui serangkaian penyuluhan, pelatihan praktis, dan pendampingan berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang diterapkan meliputi wawancara dengan tokoh adat dan praktisi kesehatan lokal, observasi lapangan, serta demonstrasi pengolahan TOGA menjadi produk herbal sederhana seperti jamu, minyak oles, dan teh kesehatan. Melalui program ini, diharapkan terjadi pelestarian khazanah lokal, peningkatan kesadaran kesehatan berbasis alami, dan penguatan ekonomi masyarakat. Pendekatan berbasis budaya lokal terbukti efektif dalam membangun rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap warisan tradisional mereka.
UJI HEDONIK DAN PENETAPAN KADAR PROTEIN MINUMAN FUNGSIONAL TEPUNG DAUN KELOR, KACANG HIJAU, DAN PISANG MENGGUNAKAN METODE KJEDAHL Saputra, Diki; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20411

Abstract

Minuman fungsional merupakan minuman yang apabila dikonsumsi dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan tubuh sebab mengandung unsur-unsur zat gizi atau non zat gizi. Protein adalah nutrisi yang berperan besar dalam menyusun hampir semua sel tubuh, termasuk tulang, otot, paru-paru, rambut, hingga kulit. Kelor, kacang hijau dan pisang diketahui mengandung protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji hedonik dan penetapan kadar protein pada minuman fungsional tepung daun kelor (Moringa oleifera), kacang hijau (Vigna radiata) dan pisang (Musa paradisiaca). Penelitian ini dilakukan dengan membuat minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang pada F1, F2 dan F3. Minuman fungsional dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji penetapan kadar protein menggunakan Metode Kjeldahl. Dari penelitian yang telah dilakukan, hasil uji organoleptik pada warna F1, F2 dan F3 hijau sage. Rasa pada F1, F2 dan F3 perpaduan dau kelor, kacang hijau dan pisang. Aroma pada F1, F2 dan F3 yaitu aroma kelor. Tekstur pada F1, F2 dan F3 memiliki tekstur yang lembut. Hasil uji hedonik pada minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang bahwa F2 lebih banyak disukai panelis. Hasil uji penetapan kadar protein pada minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang memiliki nilai rata-rata pada F1 F2 dan F3 secara berturut-turut adalah 4,37%;  6,32%; dan 7,67%. Hasil penelitian ini yaitu Ho dapat diterima karena minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang mengandung protein.
UJI HEDONIK DAN UJI KADAR PROTEIN PADA COOKIES IKAN PATIN (Pangasius sp) DENGAN METODE KJELDAHL Lestari, Anindya Tri; Winahyu, Diah Astika; Wulandari, Shinta
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20419

Abstract

Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang diminati masyarakat. Protein yang juga merupakan zat gizi makro mempunyai fungsi sebagai bagian kunci semua pembentukan jaringan tubuh. Ikan patin merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak  jenuh, tinggi protein yang baik dikonsumsi oleh segala usia. Ikan patin juga merupakan sumber penting asam lemak omega 3, selenium dan taurin yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan sel otak terutama     bagi balita dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein yang terkandung didalam cookies ikan patin dengan metode kjehdahl. Ikan patin dikeringkan menggunakan oven hingga menjadi tepung. Cookies dibuat dengan formulasi penambahan tepung ikan yang berbeda disetiap formulasi 6% (f1), 12% (f2), 18% (f3). Cookies kemudian dilakukan uji organoleptik, uji hedonik, dan metode kjeldahl. Hasil uji organoleptik menunjukkan cookies memiliki rasa manis dan gurih, warna kuning keemasan, tekstur renyah dan lembut, dan beraroma cookies. Hasil uji hedonik menunjukkan hasil rata rata cookies yang disukai terdapat pada formulasi 3. Uji protein menunjukkan hasil pada tepung ikan 11,15%, (f0) 2,22 %, (f1) 3,76 %, (f2) 5,98 %, (f3) 7,38 %. Hasil uji protein menunjukkan cookies ikan patin mengandung protein dan pada F3 cookies memiliki kandungan protein yang paling tinggi.
UJI HEDONIK DAN PENETAPAN KADAR PROTEIN MINUMAN FUNGSIONAL TEPUNG DAUN KELOR, KACANG HIJAU, DAN PISANG MENGGUNAKAN METODE KJEDAHL Saputra, Diki; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20411

Abstract

Minuman fungsional merupakan minuman yang apabila dikonsumsi dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan tubuh sebab mengandung unsur-unsur zat gizi atau non zat gizi. Protein adalah nutrisi yang berperan besar dalam menyusun hampir semua sel tubuh, termasuk tulang, otot, paru-paru, rambut, hingga kulit. Kelor, kacang hijau dan pisang diketahui mengandung protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji hedonik dan penetapan kadar protein pada minuman fungsional tepung daun kelor (Moringa oleifera), kacang hijau (Vigna radiata) dan pisang (Musa paradisiaca). Penelitian ini dilakukan dengan membuat minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang pada F1, F2 dan F3. Minuman fungsional dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji penetapan kadar protein menggunakan Metode Kjeldahl. Dari penelitian yang telah dilakukan, hasil uji organoleptik pada warna F1, F2 dan F3 hijau sage. Rasa pada F1, F2 dan F3 perpaduan dau kelor, kacang hijau dan pisang. Aroma pada F1, F2 dan F3 yaitu aroma kelor. Tekstur pada F1, F2 dan F3 memiliki tekstur yang lembut. Hasil uji hedonik pada minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang bahwa F2 lebih banyak disukai panelis. Hasil uji penetapan kadar protein pada minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang memiliki nilai rata-rata pada F1 F2 dan F3 secara berturut-turut adalah 4,37%;  6,32%; dan 7,67%. Hasil penelitian ini yaitu Ho dapat diterima karena minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang mengandung protein.
UJI HEDONIK DAN UJI KADAR PROTEIN PADA COOKIES IKAN PATIN (Pangasius sp) DENGAN METODE KJELDAHL Lestari, Anindya Tri; Winahyu, Diah Astika; Wulandari, Shinta
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20419

Abstract

Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang diminati masyarakat. Protein yang juga merupakan zat gizi makro mempunyai fungsi sebagai bagian kunci semua pembentukan jaringan tubuh. Ikan patin merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak  jenuh, tinggi protein yang baik dikonsumsi oleh segala usia. Ikan patin juga merupakan sumber penting asam lemak omega 3, selenium dan taurin yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan sel otak terutama     bagi balita dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein yang terkandung didalam cookies ikan patin dengan metode kjehdahl. Ikan patin dikeringkan menggunakan oven hingga menjadi tepung. Cookies dibuat dengan formulasi penambahan tepung ikan yang berbeda disetiap formulasi 6% (f1), 12% (f2), 18% (f3). Cookies kemudian dilakukan uji organoleptik, uji hedonik, dan metode kjeldahl. Hasil uji organoleptik menunjukkan cookies memiliki rasa manis dan gurih, warna kuning keemasan, tekstur renyah dan lembut, dan beraroma cookies. Hasil uji hedonik menunjukkan hasil rata rata cookies yang disukai terdapat pada formulasi 3. Uji protein menunjukkan hasil pada tepung ikan 11,15%, (f0) 2,22 %, (f1) 3,76 %, (f2) 5,98 %, (f3) 7,38 %. Hasil uji protein menunjukkan cookies ikan patin mengandung protein dan pada F3 cookies memiliki kandungan protein yang paling tinggi.
Variasi Formulasi Sediaan Topikal Ekstrak Batang Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Aktivitas Sebagai Penyembuh Luka Primadiamanti, Annisa; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.19576

Abstract

Bagian dari tanaman pepaya (Carica papaya L.) seperti daun dan buahnya, diketahui memiliki efektifitas sebagai penyembuh luka. Akan tetapi, bagian batang tanaman pepaya belum banyak dimanfaatkan sebagai obat. Berdasarkan literatur, batang pepaya dapat digunakan sebagai penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan topikal ekstrak batang pepaya sebagai penyembuh luka dan apakah variasi formulasi sediaan topikal mempengaruhi aktivitasnya sebagai penyembuh luka. Ekstrak batang pepaya dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan topikal dibuat dari ekstrak etanol menggunakan dua formulasi. Kelompok hewan uji tikus jantan galur Wistar terdiri atas 6 kelompok; Kontrol positif, formulasi I tanpa ekstrak, formulasi I, formulasi II tanpa ekstrak, formulasi II, kontrol negatif. Salep dioleskan tiap hari pada luka eksisi. Pengukuran diameter luka (mm) dilakukan setiap dua hari pada semua kelompok perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa kelompok formulasi II ekstrak berbasis hidrokarbon mengalami penutupan luka pada pengamatan hari ke-7, sedangkan kelompok formulasi I ekstrak berbasis hidrofilik mengalami penutupan luka pada pengamatan hari ke-9. Hal ini berarti formulasi II memiliki durasi yang lebih singkat dibanding formulasi I dalam menyembuhkan luka. Akan tetapi, pada formulasi I, belum bisa dinyatakan ekstrak memiliki efektivitas karena hasil serupa juga diperoleh pada kelompok II (formulasi I tanpa ekstrak) sehingga tidak dapat dipastikan efek penyembuhan luka adalah kerja dari ekstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa salep ekstrak batang pepaya memiliki aktivitas menyembuhkan luka dan salep dengan formula berbasis hidrokarbon efektif menyembuhkan luka dalam 7 hari, lebih cepat dibandingkan dengan basis hidrofilik.
Co-Authors Ade Maria Ulfa ade mariaulfa Agung Aji Perdana Aji Putra Rosmiawan Amelia Wilda Pratiwi Andini, Destia Ayu Anggianti, Tria Anggraini, Monica Cintiya Anjar Jaulin Arisandi, Syafik Aruki, Sofan Aryawati, Wayan Asih, Putri Atina, Atina Candra Saka Nusantari Chalia, Kadjul Firda Dara Callista Dinda Amelia Desti galuh Desti Galuh Anggraini Dina Dwi Nuryani Dwi Sartika Sari Ema Listiyaningsih Erry Wahyudi Eustacia Evelline Oktaviani Fadmawati, Lutfia Fatmawati, Rindi Fredy Setiawan Furqoni, Prima Dian Handayani, Erina Hardini Ariningrum Hermawan, Dessy Juba, Selvi Laust Kartini, Maharani Kencana, Yola Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Lestari, Aninda Tri Lestari, Anindya Tri Lolita Sary Manulang, Chanita Sari Marcellia, Selvi Mardiyah, Izmi Maria Ulfa, Ade Marisa Aprillia Meia Yevi Setiawati Melati Intan Diatri Mia Jasuma Muhammad Havel AlTasyah Muhani, Nova Musri Musman Ningsih, Novia Sulistia Nofita Nofita Nofita Nofita Nurhalina Sari Octonariz, Vito Zhafran Pertiwi, Zherly Anticha Prameswari, Nabilla Minerva Pratama, Muhammad Putra Primadiamanti, Annisa Purnama, Robby Candra Putri, Desna Sari Putri, Selomita Nabela Radho Al Kausar Rahayu, Tri Paulinda Rahma Dina Resmawati Resmawati Retananingsih, Agustina Retnaningsih, Agustina Rian Firdaus Risqi Indri Lestari Riyanti Riyanti Robby Chandra Purnama Safitri, Laila Safitri, Ni Kadek Diah Ayu Saputra, Diki Sari, Jeny Puspita Selvi Marcellia Senja Safitri Shinta Wulandari, Shinta Siti Koriah Soliha, Annisa Mayang Tri Yustika Sari Tries Saraswati Tutik Tutik Ulfa, Ade Maria Ummah, Tiara Hiddayatu Usfa, Hafiratul Fitri Viqqi Kurnianda Yunda Taqqiyah Ramadhana Yuniar, Trisia Dira