Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI CANVA TERHADAP MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA PERWANIDA 1 PALEMBANG Afrima, Opi; Oktamarina, Lidia; Soraya, Nyayu
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i1.7437

Abstract

Rendahnya membaca anak mengenal huruf, menyebutkan, mengeja, mengenal bunyi menjadi 1 tujuan. Peneliti mengangkat penelitian yang berjudul Pengaruh Aplikasi Canva Terhadap Membaca Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun Di RA Perwanida 1 Palembang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari aplikasi Canva terhadap membaca permulaan anak usia dini. Jenis dari penelitian ini yaitu Pre-Eksperimental dengan menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Setelah dilakukan tes awal (pretest) dan test akhir (posttest), selanjutnya peneliti menganalisis semua hasil penelitian, dari penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara aplikasi Canva dalam meningkatkan membaca permulaan anak diperoleh thitung = 3,076 sedangkan ttabel = 2.16. Karena thitung ttabel (3,076 2,16), maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh aplikasi Canva terhadap membaca permulaan anak usia 4-5 tahun di RA Perwanida 1 Palembang.
Pendampingan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Keterampilan Abad 21 (6C’S) bagi Guru Pendidikan Agama Islam Se Kota Palembang Maryamah, Maryamah; Suryana, Ermis; Zulhijra, Zulhijra; Karolina, Asri; Soraya, Nyayu; Alimron, Alimron; Ilhami, Muhammad Wahyu
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17503

Abstract

Background: Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Palembang masih mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan abad 21 (6C’s) karena keterbatasan strategi dan dominasi metode konvensional. Pendampingan diperlukan untuk membantu guru mengintegrasikan konsep 6C’s secara efektif guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode: Kegiatan ini menggunakan Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan Educational Action Research. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan dalam enam pertemuan. Evaluasi dilakukan secara sumatif menggunakan angket untuk mengukur efektivitas pendampingan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan abad 21. Hasil: Pendampingan ini membantu guru meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis 6C’s (critical thinking, creative thinking, communication, collaboration, computational thinking, dan compassion). Guru mampu menyusun modul ajar yang lebih inovatif, serta menerapkan metode pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan memiliki karakter yang kuat. Kesimpulan: Pendampingan ini berhasil meningkatkan kapasitas guru PAI dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis keterampilan abad 21. Modul ajar yang dihasilkan lebih interaktif dan relevan, serta mendorong penerapan strategi pembelajaran yang inovatif, sehingga siswa dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Strategies for Cultivating Anti-Corruption Self-Awareness in Higher Education Learning Soraya, Nyayu; Maryamah; Syarnubi; Septia Fahiroh
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11 No 1 (2025): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/d88tb919

Abstract

This study aims to explore the strategic implementation of anti-corruption self-awareness cultivation in the learning process within the Islamic Education Program at UIN Raden Fatah Palembang. Corruption in Indonesia, including among students, is often characterized by behaviors such as cheating, proxy attendance, and data manipulation, making anti-corruption education crucial. This research uses a descriptive qualitative method, with interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The results indicate that values such as honesty, integrity, transparency, and accountability are not only integrated into the curriculum but also implemented through experiential learning strategies, reflective approaches, and assessment methods that promote academic integrity. Lecturers have adjusted their teaching and assessment methods by emphasizing independence and honesty. Additionally, case-based discussions and in-depth reflections in the classroom help students develop awareness of anti-corruption values. The effectiveness of these strategies is evident, as students demonstrate positive behavior, such as avoiding cheating, proxy attendance, and data manipulation, reflecting the successful implementation of these values.
Efektivitas Media Clay dalam Pengenalan Geometri Anak Usia Dini di TK Al-Umari Dian Sari, Lia; Amilda, Amilda; Atika, Nyimas; Soraya, Nyayu; Oktamarina, Lidia
Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/arraihanah.v5i2.653

Abstract

This study aims to analyze the effect of using clay media on improving the ability to recognize geometry in children aged 5-6 years at Al-Umari Kindergarten. The background of this study is based on the lack of stimulation given to children related to the introduction of geometric shapes in daily learning activities. This study uses a quantitative approach with an experimental method, as well as a one group pretest-posttest design. Data were collected through observation, testing, and documentation. The test instrument consisted of a pretest and posttest using Student Worksheets (LKPD) that had been tested for validity and reliability. The results of the analysis showed a significant increase in the ability to recognize geometry, with an average pretest score of 20.1 and increasing to 28.9 in the posttest. These findings indicate that clay media is effective in improving children's cognitive abilities in recognizing geometric shapes. In conclusion, clay media can be used as an alternative learning media that is interesting and useful for the development of early childhood cognitive abilities in the field of geometry
Pembelajaran Maharah Kalam menggunakan Metode El-Syarief di MI Azharyyah Palembang Ammar, M. Khairil; Soraya, Nyayu; Jamanuddin, Jamanuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pembelajaran maharah kalam sebelum menggunakan metode El-Syarief di Madrasah Ibtidaiyah Azhariyah Palembang, (2) mengetahui pembelajaran maharah kalam setelah menggunakan metode El-Syarief di Madrasah Ibtidaiyah Azhariyah Palembang, dan (3) mengetahui keefektifan pembelajaran maharah kalam dengan kitab El-Syarief menggunakan metode El-Syarief di Madrasah Ibtidaiyah Azhariyah Palembang. Penelitian ini menggunakan metode campuran (kualitatif dan kuantitatif). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Berdasarkan hasil uji Pre-Test dan Post-Test, terlihat bahwa hasil Post-Test setelah menggunakan metode El-Syarief adalah sebesar 70,14, sedangkan kelas sebelum menggunakan metode El-Syarief memiliki nilai rata-rata sebesar 32,67. Kesimpulannya, dari hasil data yang ditemukan, nilai rata-rata yang dimiliki siswa setelah menggunakan metode El-Syarief yaitu sebesar 70,14, menunjukkan bahwa metode ini efektif. Pembelajaran maharah kalam mengalami peningkatan setelah diterapkannya metode El-Syarief.
PENGARUH APLIKASI CANVA TERHADAP MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA PERWANIDA 1 PALEMBANG Afrima, Opi; Oktamarina, Lidia; Soraya, Nyayu
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i1.7437

Abstract

Rendahnya membaca anak mengenal huruf, menyebutkan, mengeja, mengenal bunyi menjadi 1 tujuan. Peneliti mengangkat penelitian yang berjudul Pengaruh Aplikasi Canva Terhadap Membaca Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun Di RA Perwanida 1 Palembang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari aplikasi Canva terhadap membaca permulaan anak usia dini. Jenis dari penelitian ini yaitu Pre-Eksperimental dengan menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Setelah dilakukan tes awal (pretest) dan test akhir (posttest), selanjutnya peneliti menganalisis semua hasil penelitian, dari penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara aplikasi Canva dalam meningkatkan membaca permulaan anak diperoleh thitung = 3,076 sedangkan ttabel = 2.16. Karena thitung ttabel (3,076 2,16), maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh aplikasi Canva terhadap membaca permulaan anak usia 4-5 tahun di RA Perwanida 1 Palembang.
Peran Surau dalam Membentuk Sikap Inklusif dan Toleran Hamka terhadap Tradisi Lokal Minangkabau Amelina, Naila; Soraya, Nyayu; Anggara, Baldi
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 11 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zawiyah.v11i2.13352

Abstract

This article examines the role of surau education in shaping Buya Hamka's inclusive and tolerant attitude towards local Minangkabau traditions. Departing from the agenda of religious moderation and the importance of local wisdom, this study highlights a gap in research that has so far mostly discussed Hamka's moderation or Minangkabau surau separately. The study uses a qualitative approach with a literature study, combining historical-sociological and biographical-intellectual analysis of Hamka's educational journey, as well as content analysis of his works related to customs and Qur'anic interpretation. The results show, first, that Minangkabau surau education, including during its transformation into a madrasah, produced a configuration of monotheistic values, Sufism, morals, deliberation, and a balance between religion and custom that aligns with the concept of wasathiyah. Second, Hamka's attitude towards local traditions is both inclusive and exclusive: he embraced customs as a source of moral wisdom, but firmly committed to practices that violated justice and monotheism. Third, the values ​​and pedagogical mechanisms of the surau act as a foundation and “ethical anchor” that enable Hamka to combine intellectual openness with respect for local traditions, while also offering a conceptual model for the development of local wisdom-based Islamic education in contemporary Indonesia
The Application of the Gallery Walk Method in Increasing Student Activity in Islamic Education Learning Nurhafsah; Zuhri, Syarifuddin; Soraya, Nyayu; Nyimas Yunierti Prihatin
PAI RAFAH Vol 7 No 3 (2025): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v7i3.28863

Abstract

This study was motivated by the low level of student engagement in Islamic Religious Education (PAI) among eighth-grade. Observations and interviews with school personnel revealed that many students tended to be passive during learning activities, mainly due to the use of conventional, teacher-centered methods that did not actively involve students. To address this issue, the researcher implemented the Gallery Walk method as an alternative instructional approach that is more interactive and student-centered. This method encourages students to work in groups, engage in discussions, express ideas, and move around the classroom to observe and reflect on the work of other groups. As a result, students are expected to become more active physically, mentally, and socially during the learning process. The study employed a quantitative approach using a one-group pretest-posttest pre-experimental design. The research subjects were 26 students from class VIII A. The instrument used was a student learning activeness questionnaire administered before and after the implementation of the Gallery Walk method. The results showed an increase in student activeness, with the average pretest score rising from 74.5 to 84.19 in the posttest. A paired sample t-test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between the pretest and posttest scores. These findings demonstrate that the Gallery Walk method is effective in enhancing student engagement in Islamic Religious Education.
Islamic Education Learning Model Based on Strengthening Anti-Corruption Values in Higher Education Syarnubi, Syarnubi; Soraya, Nyayu; Fahiroh, Septia; Langputeh, Sukree
TA`DIBUNA Vol 14 No 6 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i6.21608

Abstract

This study aims to examine the Islamic Religious Education (IRE) learning model oriented toward strengthening anti-corruption values at UIN Raden Fatah Palembang. The model is implemented through an integrative approach that systematically embeds the values of honesty, integrity, transparency, accountability, and justice into the curriculum and all stages of the learning process. This research employs a qualitative descriptive design, utilizing in-depth interviews with lecturers and students, classroom observations, and analysis of academic documentation. The findings indicate that students internalize anti-corruption values through observable ethical behaviors, including refusing to engage in academic dishonesty such as cheating, proxy attendance, plagiarism (copy-paste practices), and data falsification, including in applications for the Indonesia Smart Card (KIP) scholarship. Classroom observations further reveal a 98% attendance rate accompanied by active student participation in discussions and reflective learning activities. Overall, this learning model effectively contributes to the development of graduates with strong moral character, academic integrity, and ethical commitment, positioning them as agents of social change. The study underscores that integrating anti-corruption values into IRE not only reinforces individual character formation but also plays a strategic role in fostering a clean, transparent, and just culture within both academic institutions and society at large.