Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI DOMINASI OTAK KANAN DAN KIRI Ramadhan, Alya Zahra; Apiati, Vepi; Nurhayati, Elis
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 17, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i1.18438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan berpikir reflektif matematis peserta didik dengan mempertimbangkan dominasi otak kanan dan kiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes dominasi otak, tes kemampuan berpikir reflektif matematis, dan wawancara yang bersifat tidak terstruktur. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti sebagai instrumen utama, angket untuk mengukur dominasi otak, serta soal-soal yang digunakan untuk menilai kemampuan berpikir reflektif matematis. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga peserta didik kelas VIII-E di SMP Negeri 4 Tasikmalaya. Penentuan subjek didasarkan pada peserta didik yang memiliki karakteristik dominasi otak kanan dan kiri secara konsisten, serta mampu melewati setiap tahap kemampuan berpikir reflektif matematis tanpa memperhatikan benar atau salahnya jawaban, dan mampu memberikan informasi secara jelas dan lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 subjek memiliki dominasi otak kanan dan 1 subjek memiliki dominasi otak kiri. Peserta didik dengan dominasi otak kanan (S-7 dan S-8) memenuhi setiap fase kemampuan berpikir reflektif matematis, S-7 mengandalkan pengalaman pribadi dan visualisasi dalam membuat strategi penyelesaian, sementara peserta didik dengan dominasi otak kanan juga S-8 menunjukkan kreativitas dalam membuat rencana berdasarkan gambaran situasi soal. S-7 dan S-8 mampu mengevaluasi jawaban, meskipun S-7 kurang dalam menuliskan informasi diketahui dengan lengkap dan kesimpulan secara kurang lengkap, sedangkan S-8 tidak memisahkan informasi diketahui dan rencana penyelesaian secara sistematis. Peserta didik dengan dominasi otak kiri (S-2) melengkapi tiga fase kemampuan berpikir reflektif matematis ditunjukkan dengan pola berpikir yang logis, terstruktur, dan sistematis. S-2 mampu menyusun informasi dan rencana penyelesaian berdasarkan prosedur matematis yang telah dipelajari serta melakukan evaluasi dengan cara memverifikasi hasil secara teliti.
PENGEMBANGAN DESA WANASIGRA MELALUI KELOMPOK DAPUR D’NURMA SEBAGAI SENTRA PENGHASIL OLAHAN IKAN NILA Patmawati, Hetty; Nurhayati, Elis; Sofiani, Yulia; Agus Kurniawan Shavab, Oka; Thibyan, Mohamad; Mutia Sahida, Nurahmi; Amarulloh, Sandy Ihsan; Nashrulloh, Fahreza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.6129

Abstract

Masyarakat Desa Wanasigra mayoritas bermata pencaharian sebagai buruh tani. Seiring berjalannya waktu ternyata kebanyakan masyarakat Wanasigra beralih profesi menjadi pembudidaya ikan, ini di dukung dengan potensi kolam yang mencapai 11.000 ha. Pengembangan desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Predikat desa perikanan yang diberikan oleh pemerintah kepada Desa Wanasigra merupakan usaha dari masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat dalam hal perikanan. Tujuan dari pengabdian ini untuk mengetahui proses pengolahan ikan terhadap pengembangan desa wanasigra dalam menghadapi permasalahan perikanan. Metode yang digunakan yaitu melalui pelatihan dan penerapan teknologi untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat peternak Nila untuk mengolah ikan Nila menjadi produk olahan, seperti: dendeng/kere. Melalui pelatihan pengolahan dan pemasaran, kelompok ini mampu menghasilkan berbagai produk olahan ikan nila yang bernilai ekonomis tinggi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong diversifikasi produk lokal dan mengangkat potensi desa Wanasigra. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wanasigra telah berhasil meningkatkan nilai tambah produk perikanan, khususnya ikan nila, melalui pengembangan kelompok Dapur D’Nurma.
Efektivitas Model Problem Based Learning Berbantuan Nearpod terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Minat Belajar Siswa Jestri, Aulia Nurul Ilahi; Mulyani, Eva; Nurhayati, Elis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Nearpod terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbantuan nearpod terhadap minat belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen desain True Experimental Design dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis dan angket minat belajar. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS dan Microsoft Excel, serta uji hipotesis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas eksperimen (70,29) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (61,21). Rata-rata minat belajar pada kelas eksperimen (48,34) juga lebih tinggi dari kelas kontrol (43,42). Uji t-test menunjukkan nilai Sig. (1-tailed) 0,010 dan 0,005, yang lebih kecil dari 0,05, membuktikan bahwa PBL berbantuan Nearpod efektif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dan efektif terhadap minat belajar siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI DOMINASI OTAK KANAN DAN KIRI Ramadhan, Alya Zahra; Apiati, Vepi; Nurhayati, Elis
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i1.18438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan berpikir reflektif matematis peserta didik dengan mempertimbangkan dominasi otak kanan dan kiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes dominasi otak, tes kemampuan berpikir reflektif matematis, dan wawancara yang bersifat tidak terstruktur. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti sebagai instrumen utama, angket untuk mengukur dominasi otak, serta soal-soal yang digunakan untuk menilai kemampuan berpikir reflektif matematis. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga peserta didik kelas VIII-E di SMP Negeri 4 Tasikmalaya. Penentuan subjek didasarkan pada peserta didik yang memiliki karakteristik dominasi otak kanan dan kiri secara konsisten, serta mampu melewati setiap tahap kemampuan berpikir reflektif matematis tanpa memperhatikan benar atau salahnya jawaban, dan mampu memberikan informasi secara jelas dan lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 subjek memiliki dominasi otak kanan dan 1 subjek memiliki dominasi otak kiri. Peserta didik dengan dominasi otak kanan (S-7 dan S-8) memenuhi setiap fase kemampuan berpikir reflektif matematis, S-7 mengandalkan pengalaman pribadi dan visualisasi dalam membuat strategi penyelesaian, sementara peserta didik dengan dominasi otak kanan juga S-8 menunjukkan kreativitas dalam membuat rencana berdasarkan gambaran situasi soal. S-7 dan S-8 mampu mengevaluasi jawaban, meskipun S-7 kurang dalam menuliskan informasi diketahui dengan lengkap dan kesimpulan secara kurang lengkap, sedangkan S-8 tidak memisahkan informasi diketahui dan rencana penyelesaian secara sistematis. Peserta didik dengan dominasi otak kiri (S-2) melengkapi tiga fase kemampuan berpikir reflektif matematis ditunjukkan dengan pola berpikir yang logis, terstruktur, dan sistematis. S-2 mampu menyusun informasi dan rencana penyelesaian berdasarkan prosedur matematis yang telah dipelajari serta melakukan evaluasi dengan cara memverifikasi hasil secara teliti.
Integrating Congruence Geometry in Strengthening Numeracy Among Junior High School Students: A Case Study Nurhayati, Elis; Abadi , Agus Maman; Wijaya, Ariyadi
International Journal of Geometry Research and Inventions in Education Vol. 2 No. 02 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/gradient.v2i02.1775

Abstract

This study examined the effectiveness of integrating congruence geometry into contextual numeracy learning to enhance junior high school students’ mathematical reasoning. A qualitative case study with quantitative support was conducted with 32 eighth-grade students and one mathematics teacher at a public school in West Java, Indonesia. The intervention included eight lessons embedding geometric transformations—reflection, rotation, and translation—into culturally relevant numeracy tasks such as batik and tiling designs. Data were collected through pretests, posttests, classroom observations, and interviews. Results showed a 43% improvement in contextual numeracy indicators and a significant increase in students’ ability to recognize congruent shapes, explain geometric reasoning, and apply transformations to real-life problems (t(31) = 6.42, p < 0.001). Observational and interview data revealed greater engagement, collaboration, and reduced mathematics anxiety. Findings support the four-dimensional numeracy framework (Goos et al., 2014) and Battista’s theory of geometric reasoning (2007), emphasizing that contextual and culturally grounded tasks foster conceptual understanding and motivation. The study concludes that contextualized geometry-based numeracy instruction effectively promotes students’ understanding, transfer of learning, and confidence, offering implications for developing culturally responsive mathematics curricula.
TANGGUNG JAWAB CAMAT SEBAGAI PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH SEMENTARA (PPATS) TERKAIT AKTA HIBAH YANG DIBATALKAN KARENA MENGANDUNG CACAT HUKUM DITINJAU DARI KEPASTIAN HUKUM DAN PERATURAN JABATAN PEMBUAT AKTA TANAH Qarani, Meta Tarisha; Afriana, Anita; Nurhayati, Elis
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 8, No 1 (2025): 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v8i1.171-182

Abstract

Tanggung jawab Camat selaku PPATS dalam pembatalan Akta Hibah yang dibuatnya karena mengandung cacat hukum sehingga tidak terpenuhi nya asas kepastian hukum dalam peralihan hak atas tanah melalui Hibah. Penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan. Menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Analitis dengan metode analisis normatif kualitatif. Bahwa akibat hukum terhadap kedudukan akta hibah yang dibuat oleh camat selaku PPATS yang mengandung cacat hukum adalah tidak memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang bersangkutan dan masyarakat karena melanggar syarat sahnya perjanjian baik secara subjektif yang menyebabkan akta dapat dibatalkan maupun syarat objektif yang berakibat akta batal demi hukum berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata. PPATS dapat dimintakan pertanggungjawaban terhadap akta hibah yang cacat hukum dikarenakan kelalaian, ketidakcermatan, maupun kesalahan, terhadap objek tanah yang dialihkan melalui hibah berdasarkan Peraturan Jabatan PPAT adalah berupa tanggung jawab secara administratif maupun perdata.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Cooperative Script untuk Melatih Kecakapan Akademik Siswa Herawati, Linda; Nurhayati, Elis
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tingkat kecakapan akademik siswa dengan menerapkan model Pembelajaran Cooperative Scrift dan melihat perbedaan tingkat kecakapan akademik siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model Cooperative Script. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif karena untuk mendeskripsikan peningkatan siswa dalam kecakapan akademik siswa melalui model pembelajaran Cooperative Script. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.C SMP Negeri 12 Tasikmalaya yang berjumlah 34 orang. Pengumpulan data diambil melalui observasi dan tes. Berdasarkan hasil observasi data bahwa dalam kecakapan akademik siswa sebelum penerapan model pembelajaran Cooperative Script terdapat 15 siswa termasuk kategori kurang dan 19 siswa termasuk kategori sangan kurang, sedangkan setelah pembelajaran Cooperative Script terdapat 10 siswa termasuk kategori sangat tinggi, 21 siswa termasuk kategori tinggi dan 3 siswa termasuk kategori cukup. Dengan skor rata-rata kemampuan kecakapan akademik siswa setelah penerapan model pembelajaran Coopeartive Script adalah 86,73 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sehubungan dengan kesimpulan tersebut, maka hendaknya guru berani mencoba menerapkan metode mengajar bervariasi dalam pembalajaran dalam meningkatkan berbagai kemampuan akademik siswa.
Kepastian Hukum Pendaftaran Hak Tanggungan Elektronik oleh PPAT Pada Kantor Pertanahan Terkait dengan Nomor Induk Kependudukan Debitur yang Tidak Terverifikasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kusumadewi, Nadya Mutiara; Pujiwati, Yani; Nurhayati, Elis
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13999

Abstract

Implementasi Hak Tanggungan Elektronik yang tiba-tiba tanpa adanya transisi dan sosialisasi yang cukup, menimbulkan permasalahan seperti terdapat beberapa Kartu Tanda Penduduk dengan Nomor Induk Kependudukan yang tidak terdaftar yang mengakibatkan Akta Pemberian Hak Tanggungan tidak dapat didaftarkan, sehingga mengakibatkan Pejabat Pembuat Akta Tanah tidak dapat melanjutkan pendaftaran tersebut. Penelitian ini menerapkan metode yuridis normatif. Hasil dari bahwa NIK yang tidak terdaftar menghambat proses registrasi Hak Tanggungan Elektronik apabila pendaftaran Hak Tanggungan. Apabila APHT dibuat berdasarkan KTP palsu, maka identitas yang tercantum di dalam APHT pun palsu sehingga APHT tersebut sama sekali tidak dapat didaftarkan sehingga harus dibuat APHT baru dengan identitas yang sesungguhnya serta upaya yang dilakukan untuk permasalahan NIK debitur tidak terdaftar di Disdukcapil terkait pendaftaran Hak Tanggungan yaitu membuat KTP baru sesuai dengan identitas asli dan didaftarkan ke Disdukcapil setempat, Pembuatan APHT baru ke PPAT setempat.
The Registration Of The Deed Of Grant Of Dependent Rights Electronically Without The Granting Of Power Of Attorney To Ppat By Creditors Is Linked To The Principle Of Legal Certainty Julya, Monique Salcha; Mulyati, Etty; Nurhayati, Elis
PALAR (Pakuan Law review) Vol 11, No 1 (2025): Volume 11, Number 1 January-March 2025
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/palar.v11i1.11838

Abstract

ABSTRACTRegulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency of the Republic of Indonesia Number 5 of 2020 concerning Electronically Integrated Mortgage Rights Services (Permen HT-el) regulates the electronic registration of Mortgage Rights, where the application for registration must be made by the creditor without being authorized by the Land Deed Official (PPAT) as in the conventional Mortgage Rights system. Electronic registration of Mortgage Rights will create legal certainty for the holder of the Mortgage Rights in the form of an Electronic Mortgage Rights Certificate. In practice, there are still creditors who have not or do not register electronic Mortgage Rights at all, causing legal certainty not to be guaranteed because the Mortgage Rights are not born. This study aims to determine and analyze the legal certainty of electronic registration of mortgage rights, where the application for registration is the obligation of the creditor. The research method used is normative juridical, namely research on principles, norms and legal rules. The research specification uses descriptive analytical method, namely by providing an explanation of the facts contained in the research object comprehensively, systematically, accurately and factually and then correlating it with relevant legal theories. The results show that without an application for electronic registration of Mortgage Rights by the creditor, the Mortgage Rights are considered to have never existed. The banking party as the creditor must increase human resources who are ready and there must be additional human resources from the Bank as a creditor specifically to register electronic Mortgage Rights. Keywords: APHT, Electronic Mortgage Rights, Legal Certainty.
Penerapan Evidence Based Practice Chin Tuck Againts Resistance (CTAR) dalam Penanganan Disfagia pada Pasien Stroke Rinawati, Rinawati; Jumaiyah, Wati; Yunitri, Ninik; Agung, Rizki Nugraha; Nurhayati, Elis
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.14130

Abstract

ABSTRACT The Chin Tuck Against Resistance (CTAR) intervention is rarely utilized by nurses in treating dysphagia among stroke patients. Symptoms arising from a stroke can differ based on the affected brain area, encompassing speech disorders, chewing and swallowing difficulties (dysphagia), limb paralysis or weakness, personality alterations, emotional disturbances, diminished cognitive abilities, impaired urinary function, and others. The use of Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) is conducted to comprehend the impact of implementing chin tuck against resistance (CTAR) on improving swallowing muscle strength in stroke patients with dysphagia. In this study, the data were analyzed using univariate data analysis to evaluate the demographic characteristics and swallowing ability profiles of each respondent. Furthermore, the statistical test of influence was conducted using a paired t-test to assess changes in swallowing ability after undergoing CTAR rehabilitation exercises. Sampling in this study utilized the total sample method, involving 8 respondents. The CTAR intervention has been shown to significantly improve swallowing ability in stroke patients. The results indicate a meaningful increase from an average of 84.3 to 91.7 post-intervention, with an effect size of 4.59 and a p-value of 0.022, demonstrating the statistical effectiveness of this therapy. Furthermore, CTAR exercises are convenient to implement, time-efficient, and can be performed by patients without disrupting their daily routines. To enhance its effectiveness, it is recommended to involve patients and their families in the education process, enabling them to continue the exercises independently. The simplicity of these exercises facilitates nurses in providing interventions during nursing care for stroke patients experiencing dysphagia. Keywords: Evidence Based Practice Chin Tuck Against Resistance (CTAR), Dysphagia, Stroke Patients  ABSTRAK Intervensi Chin Tuck Exercise (CTAR) jarang digunakan oleh perawat untuk mengatasi disfagia pada pasien stroke. Gejala yang muncul akibat stroke dapat bervariasi tergantung pada area otak yang terkena, termasuk gangguan berbicara, kesulitan mengunyah dan menelan (disfagia), kelumpuhan atau kelemahan anggota gerak, perubahan kepribadian, gangguan emosi, penurunan fungsi kognitif, gangguan fungsi berkemih, dan lainnya. Penggunaan Praktik Keperawatan Berbasis Bukti (EBNP) dilakukan untuk memahami dampak dari penerapan chin tuck against resistance (CTAR) terhadap peningkatan kekuatan otot menelan pada pasien stroke dengan disfagia. Pada penelitian ini, data dianalisis menggunakan analisis data univariat untuk mengevaluasi karakteristik demografi dan gambaran kemampuan menelan pada setiap responden. Selanjutnya, uji statistik pengaruh dilakukan dengan uji paired t-test untuk menilai perubahan kemampuan menelan setelah menjalani latihan rehabilitasi CTAR. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampel dengan melibatkan 8 responden. Intervensi CTAR terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan menelan pada pasien stroke. Hasil menunjukkan peningkatan yang berarti dari rata-rata 84.3 menjadi 91.7 setelah intervensi, dengan besaran efek sebesar 4.59 dan nilai p-value sebesar 0.022, menunjukkan keefektifan terapi ini secara statistik. Lebih lanjut, latihan CTAR memberikan kemudahan dalam pelaksanaan, tidak memakan waktu lama, dan dapat dilakukan oleh pasien tanpa mengganggu rutinitas harian. Untuk meningkatkan efektivitasnya, disarankan untuk melibatkan pasien dan keluarganya dalam proses edukasi, sehingga mereka dapat melanjutkan latihan secara mandiri. Kesederhanaan latihan ini memudahkan perawat dalam memberikan intervensi selama asuhan keperawatan pada pasien stroke yang mengalami disfagia. Kata Kunci: Praktek Berbasis Bukti Chin Tuck Melawan Resistensi (CTAR), Disfagia, Pasien Stroke