Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPSAH YANG BAIK DI DESA DOLOK GODANG : PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPSAH YANG BAIK DI DESA DOLOK GODANG Napitupulu, Natar Fitri; Napitupulu, Mastiur; Adli Simamora , Asnil; Suryani Sagala, Nanda; Mario Harahap, Eky; Sujoko, Edy; Insan, Hafni Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Dolok Godang merupakan salah satu desa di kecamatan Angkola Selatan dengan pengelolaan sampah yang kurang baik. Tidak tersedianya tempat pembuangan sampah serta kurangnya pemahaman masyarakat terkait Pengelolaan sampah yang tepat. Hal tersebut terlihat dari kebiasaan Masyarakat di lingkungan desa Dolok Godang membuang sampah belum pada tempat yang tepat bahkan belum ada tempat pembuangan sampah yang tersedia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan adalah untuk memberikan pengetahuan dan informasi serta pendampingan terhadap pentingnya tidak membuang sampah sembarangan dan sanitasi di lingkungan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dan sosialisasi terkait pembuangan sampah yang di rancang dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan jumlah peserta adalah 25 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam pengolaan sampan rumah tangga, tersedianya tempat pembuangan sampah sehingga Masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di lingkungan rumah tangga menjadi baik yang menciptakan lingkungan rumah tangga yang bersih dan sehat. Kata kunci : Pengelolaan sampah, Pendampingan, Masyarakat Dolok Godang
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Pengendalian Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Tiroliyah, Anisa; Sagala, Nanda Suryani; Ritonga, Sukhri Herianto; Napitupulu, Natar Fitri; Simamora , Asnil Adli; Napitupulu, Mastiur; Siregar, Nurelilasari
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.940

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi disebut sebagai the silent Killer dan merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah Kesehatan hingga saat ini. Peningkatan kejadian hipertensi terus terjadi. Hal ini akan berakibat meningkatnya resiko terjadi berbagai komplikasi bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi di puskesmas Pijorkoling. Metode: Jenis penelitian yang digunanakan yaitu kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 114 responden penderita hipertensi dengan jumlah sampel sebanyak 89 responden yang diambil menggunakan teknik porpusive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner IPAQ. Hasil: Hasil penelitian ini di analisa statistik dengan menggunakan uji kolerasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah diperoleh P-Value = 0.000 < 0.05. diperoleh juga nilai r 0.837 maka hubungan antar aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah sangat kuat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah setiap peningkatan aktivitas fisik satu satuan, maka pengendalian tekanan darah akan meningkat 83,7%.
Penyuluhan Manajemen Kebersihan Menstruasi di SMAN 1 Angkola Selatan : Penyuluhan Manajemen Kebersihan Menstruasi di SMAN 1 Angkola Selatan Sagala, Nanda Suryani; Napitupulu, Mastiur; Fitri Napitupulu, Natar; Khoiriyah Siregar, Miftahul; Royani, Hotma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1948

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Remaja putri yang tidak memiliki pengetahuan memadai tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi akan berpotensi menyebabkan infeksi dan masalah kesehatan lainnya bagi remaja putri. Tujuan Penyuluhan: Untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi. Bahan dan metode: Penyuluhan manajemen kebersihan menstruasi di lakukan di SMA N1 Angkola Selatan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil Penyuluhan: Siswi mampu menjelaskan cara menjaga kebersihan saat Menstruasi dengan benar. Kesimpulan: Meningkatnya Kesadaran akan pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi. Kata kunci: Manajemen, Kebersihan, Menstruasi
PENINGKATAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK DENGAN TERAPI SENI MEWARNAI PADA LANSIA DI PONDOK LANJUT USIA MA’ARIF MUSLIMIN PADANGSIDIMPUAN : PENINGKATAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK DENGAN TERAPI SENI MEWARNAI PADA LANSIA DI PONDOK LANJUT USIA MA’ARIF MUSLIMIN PADANGSIDIMPUAN Napitupulu, Natar Fitri; Napitupulu, Mastiur; Khoiriyah Siregar, Miftahul; Suryani Sagala, Nanda; Mario Harahap, Eky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1959

Abstract

ABSTRAK Seiring bertambahnya usia maka peningkatan prevalensi penyakit tidak menular merupakan faktor penyebab penurunan fungsi kognitif, motorik, perasaan dan sosial. Berdasarkan hal ini lansia memerlukan pendampingan untuk melatih agar kreatifitas lansia tetap terjaga, supaya perubahan kognitif, motorik dan perubahan sosoial lambat untuk dialami lansia. Intervensi yang dapat dilakukan adalah terapi aktivitas kelompok dengan pendekatan seni mewarnai. Manfaat dari terapi seni mewarnai dapat membantu lansia mengekpresikan diri, meningkatkan koping individu, mengelola stress serta memperkuat rasa percaya diri. Lansia yang tinggal di pondok Ma’arif Muslimin Padangsidimpuan beberapa menyatakan mengalami kecemasan, rasa bosan dan stress akibat penyakit yang diderita seperti hipertensi yang membuat lansia harus mentaati pengobatan dan pengelolaan makan yang bisa menyebakan peningkatan tekanan darah. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah yang dialami oleh lansia yaitu dengan mengadakan pelatihan pendampingan terapi aktivitas kelompok dengan terapi seni mewarnai di pondok Ma’arif. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat 29 Desember 2024 dengan 25 lansia. Hasil dari kegiatan pendampingan terapi aktivitas kelompok terapi seni menggambar dan mewarnai menunjukkan para lansia terlihat bergembira, bahagia serta mampu mengekpresikan perasan saat menceritakan hasil menggambar dan mewarnai kepada teman dalam kelompok. Kata kunci : Terapi Aktivitas Kelompok, Seni Mewarnai, Lansia
SENAM REMATIK PADA LANSIA DI PONDOK MAA’RIF MUSLIMIN KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN UTARA KOTA PADANGSIDIMPUAN: SENAM REMATIK PADA LANSIA DI PONDOK MAA’RIF MUSLIMIN KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN UTARA KOTA PADANGSIDIMPUAN Napitupulu, Mastiur; Adli Simamora, Asnil; Suyani Sagala, Nanda; Masraini Daulay, Nanda; Sujoko, Edy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1966

Abstract

ABSTRAK Usia 60 tahun ke atas , lansia kerap mengalami penurunan fungsi baik fisik, sosial, dan mental. Akibatnya, tidak sedikit yang menimbulkan berbagai permasalahan. Rematik, atau di kenal juga sebagai arthritis reumatoid, merupakan salah satu penyakit autoimun yang sering menyerang lansia. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada persendian yang dapat memicu rasa nyeri, pembengkakan, hingga kerusakan pada sendi. Pondok Lansia Maa’rif Muslimin merupakan pondok pesantren yang berada kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan. Metode Pelaksanaan melakukan edukasi ceramah, demonstrasi dan pelatihan senam. Jumlah yang mengikuti edukasi adalah 25 orang tetapi jumlah yang mengikuti pelatihan adalah 20 orang. Ada 5 orang lansia yang tidak bisa mengikuti pelatihan dengan kriteria keterbatasan gerak, penderita penyakit kronis yang menjadi kontra indikasi dalam mengikuti latihan senam reumatik. Metode Edukasi dan latihan dilakukan adalah ceramah dan demonstrasi di Pondok Lansia Maa’rif Muslimin Kec. Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan. Lansia mengikuti Edukasi dan pelatihan dengan antusias, , lansia pondok lansia dapat mengulang dengan kalimat sendiri tetapi dalam dalam konsep materi yang diberikan oleh pemateri, lansia dapat menyelesaikan senam reumatik dengan antusias tanpa ada keluhan. Disarankan pada pemilik pondok lansia Maa’rif Muslimin membuat skedule senam reumatik dan lansia menjadikan senam reumatik menjadi budaya. Kata kunci : Pondok Lansia_Arthritis Rematoid_Senam Reumatik
Hipertensi pada Lansia di Pondok Haji Muhammad Ridwan di Desa Rondaman Dolok Sagala, Nanda Suryani; Napitupulu, Mastiur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 2 No. 1 (2020): Vol. 2 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.76 KB)

Abstract

In Indonesia, hypertension is still a big challenge. This is because hypertension is a condition that is often found in primary health care. About 1 in 3 Indonesians suffer from hypertension. Based on the prevalence, the percentage of hypertension sufferers who are over 18 years old is 25.8%. The number of hypertension cases diagnosed by health workers was only 36.8% and the rest (63.2%) were undiagnosed. After conducting health education about hypertension, clients are able to find out about hypertension. Pondok Haji Muhammad Ridwan, Rondaman Dolok Village is one of the elderly lodgings in North Padang Lawas Regency. From the survey conducted by the community service team with interviews with the management, it was found that more than 60 elderly people were present in this cottage every period and where the elderly were known to have hypertension that did not receive regular treatment. This service activity was held using the method of health checks for the elderly who live in the Haji Muhammad Ridwan lodge, Rondaman Dolok Village. The activity begins with registration, then a health check is carried out, namely blood pressure, height and weight. After doing blood pressure checks, it was found that there were 36 elderly people who suffered from hypertension, most of them had controlled blood pressure. However, this condition needs to be maintained and even improved so that those with hypertension can be controlled and prevent them from experiencing further complications.
PKM TOT ROM Bagian Tubuh Leher, Spina, Serfikal Pada Lansia Di Panti Jompo Basilam Desa Tonga Padangsidimpuan napitupulu, mastiur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.994 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i1.337

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada manuskrip ini adalah TOT ROM bagian tubuh leher, spina, serfikal pada lansia di panti jompo basilam desa tonga adangsidimpuan. Proses menua menimbulkan suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi serta memperbaiki kerusakan yang di derita. TOT (Training of Trainer) adalah pelatihan yang diperuntukkan bagi orang yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain. Latihan Range Of Motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot. Pemeliharaan kekuatan otot dan fleksibilitas sendi, disertai latihan Range of Motion (ROM) dapat meningkatkan dan mempertahankan kekuatan otot dan fleksibilitas persendian. Latihan ini dilakukan pada dua orang perwakilan lansia yang nantinya berperan sebagai pelatih dan para lansia yang juga mengikuti pelatihan sebanyak 34 lansia petugas, pelatihan ini dilakukan selama 2 hari, dengan menggunakan media LCD, poster, leafleat. Evaluasi dilakukan oleh observer dengan menggunakan check list dengan penilaian evaluasi struktur, proses dan hasil dari pelatihan bahwa petugas dan para lansia aktif dan mampu melakukan ROM bagian tubuh leher, spina, serfikal
PENINGKATAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN METODE PENYULUHAN KESEHATAN PADA ANAK ASRAMA PANTI ASUHAN UJUNGGURAP PADANGSIDIMPUAN napitupulu, mastiur; Ahmad, Haslinah; Napitupulu, Natar Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.685 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.563

Abstract

Personal Hygiene pada anak asrama panti asuhan ujunggurap padangsidimpuan. Personal Hygiene adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan mereka. Pemeliharaan hygiene perorangan diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan dan kesehatan. Seseorang yang sakit, biasanya dikarenakan masalah kebersihan yang kurang diperhatikan. Sedangkan kebersihan perorangan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Tujuan Personal Hygiene adalah untuk meningkatkan derajat seseorang, memelihara kebersihan diri seseorang, memperbaiki Personal Hygiene yang kurang dapat mencegah timbulnya penyakit, meningkatkan percaya diri seseorang dan menciptakan keindahan. Asrama biasanya merupakan sebuah bangunan dengan kamar-kamar yang dapat di tempati oleh beberapa penghuni di setiap kamarnya. Para penghuninya menginap di asrama untuk jangka waktu yang lebih lama daripada di hotel atau losmen. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan, tanya-jawab dan diskusi, peserta penyuluhan adalah anak asrama penghuni panti asuhan, evaluasi dilakukan oleh observer dengan menggunakan check list dengan penilaian evaluasi struktur, proses dan hasil. Kata Kunci : Personal Hygiene, penghuni asrama. ABSTRACT Personal Hygiene for boarding children at the Ujung Gurap Padangsidimpuan Orphanage. Personal Hygiene is a way of human self-care to maintain their health. Maintenance of personal hygiene is necessary for individual comfort, safety and health. Someone who is sick, usually due to hygiene problems that are not paid attention to. While personal hygiene is an action taken to maintain the cleanliness and health of a person for physical and psychological well-being. The purpose of Personal Hygiene is to improve one's degree, maintain one's personal hygiene, improve Personal Hygiene which is less able to prevent disease, increase one's confidence and create beauty. Dormitory is usually a building with rooms that can be occupied by several occupants in each room. Its residents stay in dormitories for a longer period of time than in hotels or inns. The activities carried out were counseling, question-answer and discussion, the counseling participants were dorm residents, the evaluation was carried out by observers using a check list with evaluation of the structure, process and results. Keywords : Personal Hygiene, dorm residents
PENYULUHAN PERSONAL HYGIENE SEBAGAI PENCEGAHAN SCABIES DI LAPAS KELAS II B PADANGSIDIMPUAN: PENYULUHAN PERSONAL HYGIENE SEBAGAI PENCEGAHAN SCABIES DI LAPAS KELAS II B PADANGSIDIMPUAN Napitupulu, Mastiur; Napitupulu, Natar Fitri; Sagala, Nanda Suryani; Sujoko, Edy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1218

Abstract

Hygiene atau kebersihan adalah tindakan kebersihan yang mengacu pada kondisi untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Tujuan pemeliharaan personal hyiene untuk meningkatkan derajat kesehatan, memelihara kebersihan diri sendiri, memperbaiki personal hygiene, mencegah timbulnya penyakit, meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan. Penyakit yang sering terjadi akibat kurangnya personal hygien adalah penyakit kulit, salah satunya adalah scabies. Scabies dapat terjadi terutama di lingkungan yang padat penduduknya seperti pondok pesantren, kebersihan kurang, sosial ekonomi rendah, serta kontak dengan penderita. lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Jadi lapas merupakan salah satu tempat berkumpulnya bagian dari masyarakat yang padat. Penyuluhan dilakukan di lapas kelas II B padangsidimpuan. Jumlah penghuni lapas 765 0rang dengan berjenis kelamin laki-laki 757 orang ( 98,95%) dan berberjenis kelamin perempuan 8 orang (1,05%), penyakit scabies 40 0rang (5,28%). Diharapkan kepada penghuni lapas kelas II B padangsidimpuan mengikuti penyuluhan tentang personal hygiene untuk menghindari penularan penyakit scabies. Kata Kunci: Personal hygiene, Scabies
PENYULUHAN KESEHATAN “ TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI BAHAYA PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF DI MTS YPKS KOTA PADANGSIDIMPUAN “: PENYULUHAN KESEHATAN “ TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI BAHAYA PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF DI MTS YPKS KOTA PADANGSIDIMPUAN “ Napitupulu, Natar Fitri; Napitupulu, Mastiur; Sujoko, Edy; Harahap, Eky Maryo; Insan, Hafni Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1293

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini merupakan bentuk aplikasi dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Berdasarkan hasil survey, wawancara dan observasi ditemukan permasalahan remaja yang merokok. Merokok adalah menghisap bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh yang mempengaruhi Kesehatan. Berdasarkan hasil angket usia remaja yang merokok yaitu 28,6% berusia 15 tahun, 22,9% berusia 16 tahun, 31,4% berusia 17 tahun, 8,6% berusia 18 tahun, 8,6% berusia 19 tahun. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin yaitu 100% remaja yang berokok berjenis kelamin laki- laki. Metode yang digunakan pada implementasi Pendidikan Kesehatan ini secara langsung dan DARING dengan menggunakan aplikasi zoom online, Pendidikan kesehatan adalah aplikasi atau penerapan pendidikan di dalam bidang Kesehatan. Hasil dari kegiatan Pendidikan Kesehatan ini sudah ada peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya rokok sebanyak 80 % dan 80% remaja berkeinginan untuk berhenti merokok. Kata kunci : Bahaya perokok aktif dan perokok pasif