Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Effect of Full Use of e-Booklet Media on Mother's Knowledge and Its Relationship with the Level of Nutrition Consumption of Elementary School Children Who Experience Excess Nutrition Maulida Febri Rahmata; Batianus Doddy Riyadi; Juin Hadisuyitno; Suprajitno Suprajitno
Journal of Ners and Midwifery Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v10i1.ART.p032-039

Abstract

The prevalence of overweight and obesity among children has become a global epidemic. The causes of obesity are multifactorial. Changes in lifestyle that lead to westernization and sedentary result in changes in eating patterns in children. The objective of this study was to determine the differences in maternal nutritional knowledge before and after counseling on balanced nutrition using e-booklets and their correlation to the consumption level of elementary school children who experience excess nutrition. The research design used was a pre-experimental one-group pretest-posttest design. A sample of 31 mothers and children who are experiencing excess nutrition from SDN 1 and 2 Sambirejo, Trenggalek regency was selected by purposive sampling. Data analysis employed the Paired Sample T-Test and Chi-Square test. There was an increase in the average score of mothers' knowledge from 69.03 to 77.41 with a p-value = 0.003 with  = 0.05. However, there was no correlation between a mother's knowledge and intake of energy, carbohydrates, protein, and fat. Nutrition counseling using e-booklet media can increase mothers' knowledge but it is not related to the intake of elementary school children who have more nutrition
Pengaruh Konseling Gizi terhadap Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Gizi dan Berat Badan Balita Gizi Kurang Romadhoni, Devia Murnadianti Cahya; Fajar, Ibnu; Hadisuyitno, Juin
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.458

Abstract

Gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kerentanan balita terhadap penyakit infeksi, dengan prevalensi yang masih cukup tinggi baik secara nasional maupun di Kabupaten Magetan. Faktor penyebab gizi kurang meliputi penyebab langsung seperti asupan makanan dan penyakit infeksi, serta penyebab tidak langsung seperti ketersediaan pangan, pola asuh, dan pengetahuan ibu, di mana penelitian menunjukkan pengetahuan ibu berperan penting terhadap status gizi balita. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh konseling MP-ASI terhadap pengetahuan, konsumsi energi dan protein, serta peningkatan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Parang Kabupaten Magetan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) terhadap pengetahuan, tingkat konsumsi energi dan protein, serta penambahan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Parang, Kabupaten Magetan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 32 balita gizi kurang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran antropometri, dan kuesioner pengetahuan gizi yang diberikan kepada ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling MP-ASI secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi (p = 0,001), yang tercermin dari peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah konseling. Selain itu, terdapat peningkatan yang signifikan dalam tingkat konsumsi energi (p = 0,001) dan protein (p = 0,001) balita setelah mendapatkan konseling. Penambahan berat badan balita gizi kurang juga menunjukkan peningkatan yang signifikan (p = 0,001) setelah intervensi konseling. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa konseling MP-ASI efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu, serta berkontribusi pada perbaikan asupan gizi dan pertumbuhan berat badan balita gizi kurang. Kata kunci: konseling, pengetahuan, tingkat konsumsi, berat badan
Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi, dan Aktivitas Fisik Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Gizi Seimbang : Diffrrences in knowledge Level, Energi Consumption Level, and Physical Activity Before and After Balanced Nutrition Education Handayani, Sri; Sugeng Iwan Setyobudi; Juin Hadisuyitno; Hasan Aroni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2756

Abstract

Latar belakang: Kegemukan menjadi salah satu masalah gizi di Indonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegemukan yaitu tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi, dan aktivitas fisik. Berdasarkan studi pendahuluan status gizi yang dilakukan pada siswa kelas V di SDN Kaliwungu 1 Jombang menggunakan penilaian IMT/U ditemukan sebanyak 14.28% gemuk, 25% obesitas, dan 60.7% dengan status gizi normal. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi energi, dan aktivitas fisik sebelum dan sesudah penyuluhan gizi seimbang dengan media komik pada siswa yang mengalami kegemukan di SDN Kaliwungu 1 Jombang sebagai tambahan pengetahuan Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Total sampel penelitian sebanyak 21 responden. Pengumpulan data tingkat konsumsi energi responden dengan melakukan recall 2x24 jam, tingkat pengetahuan dengan kuesioner gizi seimbang, dan aktivitas fisik dengan kuesioner Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C). Analisis data menggunakan uji Paired Sample T Test jika data berdistribusi normal dan uji Wilcoxon Signed Ranked Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Ranked Test pengetahuan menunjukkan p=0.00 (p<0.05), tingkat konsumsi energi p=0.023 (p<0.05), dan aktivitas fisik p=0.060 (p<0.05) Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan untuk konsumsi energi responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan gizi seimbang dan tidak terdapat perbedaan signifikan untuk aktivitas fisik sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan gizi seimbang.