Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Musica: Journal of Music

Kesenian Tambua Tansa Sebagai Wadah Kreativitas Anak Jorong Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumatera Barat (Tambua Tansa Arts as a Place for Children's Creativity in Jorong Tan-jung Sani, Tanjung Raya District, Agam Regency, West Sumatra) Minanda, Arsyilla; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 2 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i2.3900

Abstract

Minangkabau adalah salah satu etnis di Indonesia yang memiliki berbagai macam pertunjukan tradisional, salah satunya ialah Tambua Tansa. Tambua dan Tansa merupakan alat musik tradisional kesenian khas dari Ranah Minang. Khususnya di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pertunjukan Tambua Tansa dan Bagaimana Anak Nagari dapat berkreatifitas dalam pertunjukan musik Tambua Tansa di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mana dalam metode tersebut disertai dengan beberapa Teknik seperti pengumpulan data, wawancara, studi Pustaka, serta dokumentasi sebagai bukti dalam melakukan penelitian. Pada kesenian Tambua Tansa juga memiliki beberapa bentuk penyajian dan terdapat beberapa unsur antara lain: Kostum pemain Tambua Tansa, Alat yang dimainkan pemain Tambua Tansa. Pola kreasi dalam memainkan Tambua Tansa, dan Orang yang terlibat dalam penyajian kesenian Tambua Tansa. ABSTRACTMinangkabau is one of the ethnic groups in Indonesia, which has various kinds of traditional performances, one of which is Tambua Tansa. Tambua and Tansa, are traditional artistic musikal instruments typical of Ranah Minang. Especially in Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya District, Agam Regency, West Sumatra. This study aims to find out the form of Tambua Tansa performances and how village children can be creative in Tambua Tansa musik performances in Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya District, Agam Regency, West Sumatra. This research was conducted using a descriptive qualitative method in which the method was accompanied by several techniques such as data collection, interviews, library research, and documentation as evidence in conducting research. The art of Tambua Tansa also has a form of presentation, there are several elements, including research locations for Tambua Tansa art, costumes for Tambua Tansa players, tools played by Tambua Tansa players. Patterns of creation in playing Tambua Tansa, and people involved in presenting Tambua Tansa art.
Interpretasi Repertoar Sonata No.1, Dondang Sayang, dan Pagan Part II pada Pertunjukan Gitar (Interpretation of the Repertoire of Sonata No.1, Dondang Sayang, and Pagan Part II on Guitar Performance) Machfudz, Shoiful; Supriando, Supriando; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3471

Abstract

ABSTRAKRepertoar musik dari berbagai era seperti modern, melayu dan popular dikemas kedalam sebuah pertunjukan solis gitar dengan menggunakan kaidah pertunjukan konvensional. Repertoar dalam pertunjukan ini terdiri dari repertoar pada berbagai era. Repertoar pertama dalam pertunjukan adalah repertoar era modern atau pada abad 19 yang berjudul Sonata No.1 dengan komposer Leo Brouwer yang diciptakan pada tahun 1990, karya ini didedikasikan Leo Brouwer untuk Julian Bream. Repertor kedua adalah Dondang Sayang merupakan lagu melayu Negeri Malaka yang diciptakan oleh NN (No Name). Repertoar terakhir adalah Pagan Part II yang diciptakan oleh band Vitalism. Penyaji menginterpretasikan dan menerapkan berbagai teknik seperti arpeggio, tirando, apoyando, harmonic, rasguedo, appogiatura, sweep picking, tapping, bending, hybrid picking dan speed picking  untuk mewujudkan sebuah pertunjukan yang baik. Kata kunci: Pertunjukan; Gitar Klasik; SolisABSTRACTMusic repertoire from various eras such as modern, Malay and popular are packaged into a guitar solo performance using conventional performance conventions. The repertoire in this performance consists of repertoires from various eras. The first repertoire in the show was the repertoire of the modern era or in the 19th century entitled Sonata No.1 by composer Leo Brouwer which was created in 1990, this work was dedicated by Leo Brouwer to Julian Bream. The second repertor is Dondang Sayang, a Malay song from the State of Malacca created by NN (No Name). The last repertoire is Pagan Part II which was created by the band Vitalism. Presenters interpret and apply various techniques such as arpeggios, tirando, apoyando, harmonics, rasguedo, appogiatura, sweep picking, tapping, bending, hybrid picking and speed picking to create a good performance. Keywords: Performance; Classical Guitar; Solis 
Pertunjukan Musik Solis Marimba dan Ensambel Perkusi dengan Repertoar Concerto In E Minor For Solo Marimba, Can You Feel The Love Tonight, dan Journey To Deli (Marimba Solis Music Show and Percussion Ensemble with Repertoire Concerto In E Minor For Solo Marimba, Can You Feel The Love Tonight, and Journey To Deli) Akmal, Muhammad Fauzan; Herdianto, Ferry; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3465

Abstract

ABSTRAKRepertoar musik dari berbagai era seperti classic, popular dan melayu dikemas ke dalam sebuah pertunjukan solis marimba dengan menggunakan kaidah pertunjukan konvensional.Repertoar dalam pertunjukan ini terdiri dari repertoar berbagai era.Repertoar pertama dalam pertunjukan adalah repetoar era klasik yang berjudul Concerto in E minor For Solo Marimba dengan komposer Braedon Bomgardner.Repertoar kedua adalah Can You Feel The Love Tonight yang merupakan lagu popular animasi disney ciptaan Elton John. Repertoar terakhir dengan judul Journey To Deli karya dari Tengku Ryo Riezkan. Penyaji menginterpretasikan berbagai teknik seperti legato, arpegio, triol, single stroke roll, roll, dan improvisasi untuk mewujudkan tercapainya sebuah pertunjukan yang utuhKata kunci : Pertunjukan, Marimba, Solis ABSTRACTMusic repertoire from various eras such as classic, popular and Malay is packaged into a solo marimba performance using conventional performance rules. The repertoire in this show consists of repertoires of various eras. The first repertoire in the show is the classical era repertoire entitled Concerto in E minor For Solo Marimba with composer Braedon Bomgardner. The second repertoire is Can You Feel The Love Tonight which is a popular song by Elton John. The last repertoire with Journey To Deli by Tengku Ryo Riezkan. Presenters interpret various techniques such as legato, arpegio, triol, single stoke roll, roll, and improvisation to achieve a complete performance.Keywords: Performance, Marimba, Solis
Electric Bass Solo Performance in the Repertoire: Spain Mahendra, Yogi; Munafri, Sastra; Herdianto, Ferry; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4370

Abstract

This performance is a performance by an electric bass soloist who presents a repertoire entitled: spain, a technical approach applied in preparing to play the instrument, namely the Extreme Slap Bass etude guide: A Dictionary Of Grooves. The aim of this solo performance is to be able to present a repertoire of electric bass instruments through a technical approach based on applicable scientific principles. The resulting repertoire performance was 7 minutes long, presented at the Hoerijah Adam ISI Padangpanjang performance building. The solo performance was presented with a big band formation. The application of the technique to the Spanish repertoire uses electric bass instruments, and a slap technique approach that applies the etude Extreme Slap Bass: A Dictionary Of Grooves.
Pembelajaran Lagu Sinanggar Tulo dalam Bentuk Ansambel di SMP N 1 Padang Panjang (Learning The Song Sinanggar Tulo In The Form Of an Ansambel At SMP N 1 Padang Panjang) Purba, Leo Wardi Tua; Hidayatmi, Hidayatmi; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 2 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i2.4035

Abstract

Sinanggar Tulo merupakan salah satu lagu daerah batak toba karya dari Tilhang Gultom. Lagu ini penulis arransemen ulang dalam bentuk ansambel dengan instrumen seperti Pianika, Cajon, Gitar Bass, yang dibawakan 7 orang peserta ansambel siswa SMPN 1 Padangpanjang, sedangkan Penelitian ini Menggunakan pembelajaran kualitatif bersifat deskriptif yaitu mengembangkan keterampilan baru, informasi dan pendekatan baru dalam memecahkan masalah melalui tindakan guna meningkatkan pemahaman, kemapuan dan penalaran dan juga menggunakan metode tambahan seperti metodi ceramah, demonstrasi, dan metode latihan. Tujuan penelitian ini Mengetahui proses pembelajaran lagu ”Sinanggar Tolo” karya dari Tilhang Gultom di SMPN 1 Padangpanjang.
Penerapan Teknik Violin dalam Menginterpertasikan Repertoar Concerto In G minor Rv 315, Fatwa Pujangga dan Tinggikan pada Pertunjukan Solis Violin (Application of the Violin Technique in Interpreting the Repertoire of the Concerto In G minor Rv 315, Fatwa of Poets and Elevation in Violin Solis Performances) Rosianda, Farid Ragel; Hendri, Yon; Enida, Delfi
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3478

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan seorang solis biola dalam sebuah konser musik ditentukan oleh kemapuan dalam mempersipkan diri baik secara teknik maupun kemampuan ekspresi musikalnya. Untuk itu dalam hal ini dibutuhkan kematangan kemampuan dalam menginterpertasikan repertoar musik yang akan dimainkan. Teknik-teknik bermain biola yang bagaimana yang harus dipersiapkan, baik itu teknik gesekan (bowing) maupu teknik penjarian (finggering) dalam menginterertasikan tuntutan yang terdapat dalam repertoar musik serta bagaimana cara mengekspresikannya dalam bentuk pertunjukan/konser musik kepada penonton atau auidiens. Penulisan ini bertujuan untuk mengungkap keemampuan yang bagaimana yang harus dilakukan secara teknik permaian biola dalam menginterpertsikan tiga buah repertoar musik yang berbeda gaya/ style musiknya dan bagaimana cara mengekspresikan repertoar musik tersebut kepada penonton dalam sebuah pertunjukan solis violin yang diringi dalam bentuk string, ansamble, combo band.Kata kunci: Teknik, Repertoar dan Violin.ABSTRAK         The success of a violin soloist in a music concert is determined by the ability to prepare oneself both technically and musically. For this reason, in this case, maturity is needed in interpreting the musical repertoire that will be played. What violin playing techniques must be prepared, both bowing and fingering techniques, in interpreting the demands contained in the musical repertoire and how to express them in the form of musical performances/concerts to the audience or audience. This writing aims to reveal what abilities should be carried out technically in playing the violin in interpreting three musical repertoires with different musical styles and how to express the musical repertoire to the audience in a solo violin performance accompanied in the form of strings, ensembles, combos Band. Keyword: Technique, Repertoire and Violin
Fantasia Melengking Alpan, Deny; Sidik, Hadaci; Surayya, Yade; Adha, Yasril; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4271

Abstract

Seni bertutur atau sering dikenal dengan sastra lisan merupakan satu diantara wujud ekpresi dari Masyarakat. seni bertutur yang tumbuh dan berkembang di Desa Mudung Darat, Kab. Muaro Jambi, yaitu Jolo Mudung. Jolo memiliki makna sebuah nyanyian, sedangkan Mudung merupakan nama sebuah desa. Seni bertutur Jolo Mudung berisikan pantun yang sesuai dengan konteks yang terjadi pada masyarakat. Metode dalam penggarapan karya ini menggunakan: persiapan, tahap proses penciptaan. Hasil penggarapan ini yaitu Jolo mudung adalah sebuah komposisi musik yang terbagi dalam 2 bagian. Komposisi musik Melengking berangkat dari lantunan sahutan Jolo Mudung , yang menggembangkan melodi sahutan Jolo Mudung diwujudkan menjadi sebuah komposisi musik dengan format World musik serta bentuk musik Fantasia.
Pertunjukan solis gitar dengan repertoar Elogio de la Danza, Nurlela, dan It's A Beautiful Day Fajri, Ihsan; Yusnelli, Yusnelli; Awerman, Awerman; Wijaksana, Bambang; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4702

Abstract

Pertunjukan musik dari berbagai zaman seperti klasik, modern, melayu dan popular dibalut kedalam sebuah pertunjukan solis gitar dengan menggunakan teknik pertunjukan musik yang mengandung kaidah konvensional. Pertunjukan ini terdiri dari beberapa repertoar dari zaman yang bebeda. Repertoar pertama berasal dari zaman modern yang berjudul Elogio de la danza dengan komposer Leo Brower yang diciptakan pada tahun 1964. Repertoar kedua yaitu Nurlela yang dipopulerkan oleh Bing Slamet. Repertoar ketiga berjudul It’s a beautiful day dengan komposer Tohpati yang diciptakan pada tahun 2013. Penyaji mengaplikasikan berbagai teknik seperti tirando, arpegio, harmonic, apoyando, slur, golpe, dan rasgueado untuk mewujudkan pertunjukan yang sempurna.Kata Kunci: Pertunjukan; Gitar Klasik; Solis
Relasi Dendang Padang Pulai Dengan Tari Piring Basiang Batanam pada Sanggar Beringin Jaya Nagari Kuncir Kabupaten Solok Agusman, Repi; Sriwulan, Wilma; Hidayatmi, Hidayatmi; Nofridayati, Nofridayati; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4672

Abstract

Relasi dendang Padang Pulai dengan tari piring Basiang Batanam di Nagari Kuncir merupakan kolaborasi dua seni pertunjukan yang saling berkaitan serta memiliki relasi kuasa di dalamnya. Teks dendang dan gerakan tari piring ini terinspirasi dari aktivitas masyarakatnya yang sedang bertani serta keadaaan alam disekelilinya. Dalam pertunjukannya pendendang memiliki kuasa menentukan gerakan penari melalui ungkapan-ungkapan teks dendang yang dinyanyikan sambil diiringi instrumen saluang bansi dan rebana yang dimainkan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap relasi dendang Padang Pulai dengan tari piring Basiang Batanam serta unsur-unsur musik di dalamnya. Penelitian ini berjenis kualitatif, menggunakan metode etnografi dengan pendekatan musikologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti: Observasi, menetapkan informan, wawancara, membuat catatan etnografi, membuat pertanyaan deskriptif, menulis suatu etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjalinnya kolaborasi antara seni musik dendang Padang Pulai dengan seni tari piring Basiang Batanam di Nagari Kuncir, sehingga terlihat relasi yang saling mendukung diantara keduanya baik pada teks maupun unsur-unsur musik di dalamnya yang membuat kesenian tersebut unik dan menarik.Kata Kunci: Dendang Padang Pulai, Relasi, Tari piring Basiang Batanam, Unsur Musikal
REPERTOAR USHER VALSE, BWV 1006A-GAVOTTE, ORANG KAYO HITAM , KHATULISTIWA DALAM PERTUNJUKAN SOLIS GITAR Pratama, Rifqi; Yusnelli, Yusnelli; Awerman, Awerman; Adha, Yasril; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.4684

Abstract

Karya ini berjudul “Repertoar Usher Valse, BWV 1006a- Gavotte, Orang Kayo Hitam, Khatulistiwa Dalam Pertunjukan Solis Gitar”. Dalam Jurnal ini penyaji akan memberikan penjelasan tentang bagaimana penyaji menginterpretasikan karya yang penyaji tampilkan dalam pertunjukan. Repertoar yang akan ditampilkan berupa Usher Valse karya Nikita Koshkin, BWV 1006a Gavotte karya J.S. Bach, Orang Kayo Hitam karya H. Firdaus Chatab dengan musik dari Arief Iskandar dan Khatulistiwa karya Tohpati. Repertoar ini ditunjukan dari berbagai zaman seperti Usher Valse dari zaman Modern yang berartikan lagu mempunyai garapan dan diterbitkan pada masa Modern yaitu abad ke-20, BWV 1006a-Gavotte dari zaman Barok abad ke -17, Orang Kayo Hitam dari zaman popular Melayu di abad ke-20 akhir. Selanjutnya Khatulistiwa zaman popular abad ke-20 akhir dan 21 awal. Penyaji berharap semua pertunjukan yang penyaji bawakan dapat tersampaikan ke penonton dengan interpretasi yang sesuai. Kata Kunci: Pertunjukan; Gitar; Interpretasi