Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aset untuk Upaya Penurunan Stunting Risnah, Risnah; Sumarmi; Nur Andani; Harmawati; Ratna Mahmud; Salmah Arafah
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.5 No.2 (2025) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/03wd9t60

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan masa depan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan angka stunting melalui strategi pemberdayaan masyarakat berbasis ABCD (Asset Based Community Development).  Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pallantikang Kabupaten Takalar dan melibatkan keluarga, kader kesehatan, serta kelompok dasawisma setempat. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan forum diskusi untuk mengevaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang stunting dan peran keluarga dalam pencegahannya. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara edukasi kesehatan, dan pemberdayaan komunitas dapat menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya penurunan stunting di tingkat masyarakat.
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS di Ruang Rawat Inap RS PKTP Sangatta Harmawati; Ramdan, Iwan Muhamad; Sedionoto, Blego
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i01.4168

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pasien. Rumah Sakit PKTP Sangatta dengan proporsi pasien BPJS yang tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya perlu memastikan mutu pelayanan kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien BPJS di ruang rawat inap RS PKTP Sangatta. Metode penelitian menggunakan studi deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan April-Juli 2025 terhadap 347 sampel pasien rawat inap BPJS menggunakan formulasi Lameshow dengan metode  stratified random sampling.  Variabel penelitian mencakup kompetensi teknis, keterjangkauan, efektivitas, efisiensi, kenyamanan, keamanan, informasi, ketepatan waktu dan hubungan antar manusia yang diukur menggunakan kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel.  Analisis data menggunakan uji Spearman-Rank dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan 53,6% pasien sangat puas dan 46,4% puas terhadap pelayanan. Semua dimensi mutu pelayanan (kenyamanan, hubungan antar manusia, efisiensi, dan ketepatan waktu) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien (nilai p = 0,000) dan kenyamanan merupakan variabel paling dominan (OR = 17,066). Upaya-upaya untuk meningkatkan kenyamanan pasien disarankan untuk menjadi prioritas utama program rumah sakit, disamping upaya lainnya seperti meningkatkan kompetensi teknis, memperbaiki keterjangkauan, efektivitas dan efisiensi layanan,  meningkatkan kemananan dan ketepatan layanan serta memperbaiki informasi dan hubungan antar manusia.
Pengabdian Berbasis Kebijakan: Strategi Diseminasi Policy Brief Pengasuhan Dini Risnah; Muthahharah; Sumarmi; Harmawati
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v2i4.133

Abstract

Stunting merupakan merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan di Sulawesi Selatan. Pencegahannya membutuhkan pendekatan lintas sektor. Salah satu elemen penting dalam upaya ini adalah pemberdayaan keluarga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyusun dan mendiseminasikan policy brief mengenai pengasuhan anak dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang berbasis keluarga, dengan fokus pada pencegahan stunting di Sulawesi Selatan. Sasaran dari kegiatan ini adalah pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah daerah, BKKBN, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22–23 Juni 2025 di Hotel Swiss Belinn, Sulawesi Selatan. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah policy brief, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan audiensi dengan pemerintah daerah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dapat memperkuat pemahaman serta komitmen terhadap pencegahan stunting berbasis keluarga. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah diseminasi policy brief berhasil membuka peluang bagi integrasi kebijakan di tingkat lokal yang mendukung pengasuhan berbasis keluarga dalam pencegahan stunting. Saran untuk kegiatan selanjutnya adalah agar diseminasi dilakukan secara berkala dengan cakupan yang lebih luas dan meningkatkan pemantauan digital berbasis kabupaten/kota untuk evaluasi capaian program secara real-time dan terstruktur.
Readiness for Future Health Professional Collaboration: Knowledge of Interprofessional Collaboration among Undergraduate Health Students Risnah; Asrul, Nur Al Marwah; Alwi; Irwan, Muhammad; Harmawati
Omni Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/ohj.v3i1.125

Abstract

Background: Interprofessional collaboration (IPC) refers to cooperation among health workers from different professional backgrounds in providing comprehensive health services involving patients, families, and communities to ensure optimal quality of care. Adequate knowledge of IPC among health students is essential as a foundation for effective collaborative practice in the future. Objective: This study aimed to describe the level of knowledge of prospective health undergraduate students regarding interprofessional collaboration. Methods: This study employed a non-experimental quantitative design with a descriptive approach. A total of 50 prospective health undergraduate students were selected using quota sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using descriptive statistics. Results: The findings showed that the majority of respondents demonstrated a good level of knowledge regarding interprofessional collaboration. High levels of knowledge were observed in understanding the definition and benefits of IPC (both 86%). However, lower proportions of respondents demonstrated good knowledge regarding the objectives, factors influencing, and barriers to IPC, with good knowledge levels ranging from 50% to 60%. Conclusion: Although prospective health undergraduate students generally possess good foundational knowledge of interprofessional collaboration, gaps remain in understanding its practical objectives, influencing factors, and barriers. Future research is recommended to not only assess knowledge levels but also evaluate students’ readiness and competencies in implementing interprofessional collaboration in clinical practice.
The Effect Of Interactive Learning Videos On Learning Interests Of Grade Iv Elementary School Students In The Subject Of ScienceENTS IN THE SUBJECT OF SCIENCE Ardana, Annisa; Harmawati; Latifatu, Tia
Jurnal Sekolah Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Buana Perjungan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/6gc18049

Abstract

The problem in this study stems from the low interest in learning students in Natural and Social Sciences (IPAS) in grade IV of elementary school. This condition results in a lack of attention, motivation, and active involvement of students during the learning process. Therefore, this study aims to determine the effect of using interactive videos on increasing students' interest in learning. This study used a quantitative approach with a pre-experimental one-group pre-test post-test design. Data collection techniques were carried out through the distribution of learning interest questionnaires and documentation of test results. The research instrument was a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis included descriptive analysis, normality tests, homogeneity tests, and t-tests to determine significant differences between pre-test and post-test scores. The results showed a significant increase in students' interest in learning after using interactive videos. The average learning interest score increased from the low-medium category to high. Descriptive analysis showed a shift in the frequency distribution, while the t-test proved that the difference was statistically significant. Discussion of the results confirmed that interactive videos were able to attract students' attention, increase motivation, and encourage active involvement during learning. In conclusion, the use of interactive videos has a positive effect on increasing fourth-grade students' interest in science. This study recommends that teachers utilize interactive technology-based learning media more effectively to create an engaging, contextual learning environment that meets the demands of 21st-century education.