Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Wordwall Media with a Gameshow-Quiz Type to Increase Students' Interest in IPAS Learning at Elementary School Dewi, Sinta Maria; Nur DS, Yulistina; Sa’diah, Tia Latifatu; Sa’adah, Hilda Meida Rohimatu; Harmawati
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v12i2.78681

Abstract

Student behavior and attitudes during learning, namely still seen as passive, easily bored, less involved, and often ignore teacher explanations when receiving lesson materials. This is caused by materials that only utilize monotonous learning media, are less innovative, and only rely on reading books for learning. The latest learning media are needed in learning. This study aims to develop Wordwall media with a Gameshow-Quiz type to enhance the learning interest of fourth-grade students in elementary school, specifically focusing on the subject of IPAS. This study employs the Dick and Carey model of research and development methodology. The sample in this research was a purposive sampling from fourth-grade classes. Data collection in this study involves the use of student interest questionnaires focused on the IPAS subject. Based on the research findings, it can be concluded that the development of learning media to enhance students' interest in IPAS achieves an average final score of 90%, indicating a mastery level among students. The feasibility of the learning media, evaluated by content experts and media specialists, confirms its validity and suitability for educational use.
Website-Based Learning Media Using Weebly Water Cycle Material for Elementary School Teachers Lebyana Norma Belinda; Yunus Abidin; Dede Trie Kurniawan; Harmawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v8i1.63237

Abstract

21st-century learning activities: Students quickly get bored with monotonous learning. The learning media used is still traditional, so it needs to keep up with the times. This research analyzes website-based learning media for elementary school teachers using Weebly water cycle material. The type of research used is survey research with quantitative research methods. The subjects in this research were 100 elementary school teachers. The data collection technique used in this research is a questionnaire. The data analysis technique used is structural equation modeling-partial least square (SEM-PLS) with software using the SmartPLS 4.0 application. The research results show that Facilitating Conditions (FC) positively and significantly influence Behavior Intention (BI) in elementary school teachers' use of website-based learning media. Hedonic motivation (HM) positively and considerably influences elementary school teachers' behavior intention (BI) using website-based learning media. Social Influence (SI) positively and considerably influences behavior Intention (BI) in using website-based learning media for elementary school teachers. The research concludes that website-based learning media, using Weebly, positively influences elementary school teachers. This research implies that website learning media can adapt to different student learning styles because various media types are appropriate for student needs.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI SATU ATAP LIK LAYANA INDAH Harmawati; Sudarman Bennu; ab
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 3 No. 4 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan contextual teaching and learning (CTL) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan di Kelas VII SMP Negeri Satu Atap LIK Layana Indah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis and Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Keberhasilan tindakan dapat diketahui dari aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran di kelas dan aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menerapkan CTL. Aktivitas guru dan siswa dinyatakan berhasil apabila kualitas proses pembelajaran untuk setiap aspek yang dinilai menggunakan lembar observasi berada dalam kategori baik atau sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang memuat komponen-komponen, yaitu: 1) konstruktivis, 2) bertanya, 3) penemuan, 4) masyarakat belajar, 5) pemodelan, 6) refleksi, dan 7) penilaian. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, hasil belajar, soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan. Abstract:This research aim to obtain a description about implementation of CTL that can improve student learning outcomes in class VII SMP Negeri satu atap LIK Layana Indah in solving addition and subtraction of word problem fractions. This type of research is a classroom action research. This research design refers to the design of the study Kemmis and Mc. Taggart’s design. This research was conducted in two cycles. The success of the action can be seen from the activities of teachers manage classroom learning and student activity during the learning by applying CTL. Activities of teacher and student is considered successfull if the quality of the learning process for each aspect assessed on the observation sheet are in good or excellent category. The result show that through the application of CTL that can improve student learning outcomes following the CTL components, namely: 1) constructivist, 2) ask, 3) finding, 4) learning community, 5) modelling, 6) reflection, and 7) authentic assesment. Keywords: Contextual Teaching and Learning, learning outcomes, word problem addition and subtraction fraction
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP MINAT BELAJAR IPA SISWA DI SEKOLAH DASAR Harmawati; Yulistina Nur DS; Suci Wulandari
JURNAL PANCAR (PENDIDIK ANAK CERDAS DAN PINTAR) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pancar (Pendidik Anak cerdas dan Pintar)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/pancar.v9i1.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap minat belajar IPA siswa di sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat belajar IPA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan Pre eksperimental design yang digunakan adalah One Group Pretest - Posttest Desain. Populasi dalam penelitian ini dalah seluruh siswa SDN Warung Bambu II yang berjumlah 150 orang. Dengan mengambil sampel 18% dari anggota populasi maka didapat sampel berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data melalui angket minat belajar IPA pada mata pelajaran IPA dengan empat indikator minat belajar IPA yaitu, perasaan senang, ketertarikan, keterlibatan siswa, dan perhatian siswa. Pengambilan data dilakukan dengan pretest sebelum diberikan perlakuan dan posttest setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis dilakukan dengan perhitungan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan adanya model pembelajaran berbasis proyek sebagai model pembelajaran terhadap minat belajar siswa IPA sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai signifikasi (2-tailed) adalah 0,000. Karena nilai signifikasi 0.000 < É‘ = 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap minat belajar IPA siswa di sekolah dasar.
Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Selviana; Harmawati; Nurlina; Aslinda
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.305

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan kegagalan sekresi insulin atau penggunaan insulin dalam metabolisme yang tidak . World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa tercatat 422 juta orang didunia menderita Diabetes Mellitus atau terjadi peningkatan sekitar 8,5% pada populasi orang dewasa dan diperkirakan terdapat 2,2 juta kematian dengan presentase akibat penyakit Diabetes Mellitus yang terjadi sebelum usia 70 tahun adekuat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui penerapan terapi pijat refleksi kaki pada pasien Diabetes Mellitus Type II dengan pemenuhan kebutuhan aman nyaman. Metode Penelitian : Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik pengkajian aman nyaman, wawancara, observasi dan pemeriksaan gds. Hasil : Menunjukan setelah dilakukan terapi pijat refleksi kaki didapatkan kebutuhan aman nyaman pada klien terpenuhi serta didapatkan hasil pemeriksaan GDS adanya penurunan yang signifikan sebelum dan setelah dilakukan terapi pijat refleksi pada kaki. Kesimpulan: Dalam pemenuhan kebutuhan aman nyaman dengan masalah keperawatan gangguan rasa nyaman dan resiko cedera dengan dilakukan terapi pijat refleksi kaki selama 30-40 menit sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut didapatkan hasil terpenuhinya rasa aman nyaman pada pasien dan terjadi penurunan kadar glukosa darah. Saran : dalam pemenuhan kebutuhan aman nyaman pada pasien diabetes mellitus tipe II diharapkan klien dan keluarga klien dapat menerapkan terapi pijat refleksi pada kaki
Penerapan Terapi Pijat Refleksi Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus dalam Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Selviana; Harmawati; Nurlina; Aslinda
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.317

Abstract

Peningkatan gula darah yang terjadi pada pasien dengan Diabetes Mellitus tipe 2 dapat mengakibatkan gangguan pemenuhan kebutuhan aman dan nyaman, Gangguan integritas jaringan terjadi dikarenakan kurangnya aliran darah yang melewati area luka tersebut. Gangguan-gangguan tersebut apabila tidak segera ditangani akan menyebabkan terjadinya komplikasi dari penyakit Diabetes Mellitus. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa tercatat 422 juta orang didunia menderita Diabetes Mellitus atau terjadi peningkatan sekitar 8,5% pada populasi orang dewasa dan diperkirakan terdapat 2,2 juta kematian dengan persentase akibat penyakit Diabetes Mellitus yang terjadi sebelum usia 70 tahun adekuat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi pijat refleksi kaki pada pasien Diabetes Mellitus Type II dengan pemenuhan kebutuhan aman nyaman. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan menerapkan penelitian pra eksperimental sederhana dengan metode rancangan pra pasca test. Peneliti mengkaji keluhan pasien sebelum dan setelah melakukan tindakan terapi pijat refleksi kaki pada pasien Diabetes Mellitus. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik pengkajian aman nyaman, wawancara, observasi dan pemeriksaan GDS. Hasil penelitian menunjukkan terapi pijat refleksi pada kaki pada pasien Ny.F selama 30 menit diperoleh hasil klien mengatakan kesemutan pada kedua kaki sudah tidak dirasakan dan merasa enak serta legah setelah dilakukan pemijatan pada kaki dan gatal-gatal yang dirasakan berkurang. Kesimpulan penelitian ini bahwa alam pemenuhan kebutuhan aman nyaman dengan masalah keperawatan gangguan rasa nyaman dan risiko cedera dengan dilakukan terapi pijat refleksi kaki selama 30-40 menit sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut didapatkan hasil terpenuhinya rasa aman nyaman pada pasien dan terjadi penurunan kadar glukosa darah. Saran : dalam pemenuhan kebutuhan aman nyaman pada pasien diabetes mellitus tipe II diharapkan klien dan keluarga klien dapat menerapkan terapi pijat refleksi pada kaki.
Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Kecemasan Pada Klien Pre-Operatif Di Rs It Tk Ii 14.05.01 Pelamonia Makassar Sri Fifi Safitri; Nurlina; Harmawati; St. Suarniati
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i2.330

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan adalah perasaan tidak tenang yang samar-samar karena tidak nyamanan atau ketakutan yang disertai dengan tidak pastian, tidak berdayaan, isolasi dan tidak amanan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan adalah dengan terapi Murottal Al-Qur’an. Tujuan: Mengetahui penerapan terapi Murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan klien pre-operatif. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif disajikan dalam bentuk narasi dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil: Setelah penerapan terapi Murottal Al-Qur’an selama 3 hari terdapat penurunan kecemasan pada klien. Kesimpulan:Terjadi penurunan kecemasan pada klien setelah penerapan terapi murottal Al-Qur’an. Saran: Dapat menerapkan terapi murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan klien pre operatif
ANALISIS PERAWATAN DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Nurlina; Fitria Hasanuddin; Rahmawati; Harmawati; Mita Aryuninda
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.509

Abstract

Latar belakang: Prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global, terutama di negara berkembang. Hiperglikemia kronik pada pasien DMT2 dapat merusak pembuluh darah, saraf dan sistem imun, sehingga meningkatkan risiko ulkus diabetik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas teknik perawatan luka, menganalisis pengaruh kontrol gula darah dan edukasi terhadap tahap pemulihan luka, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan luka. Metode: Studi ini menerapkan desain deskriptif analitik pada dua pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Perawatan luka meliputi pencucian luka NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing, menunjukkan perubahan positif pada eksudat, bau luka, dan tingkat infeksi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor mobilisasi, pengaturan diet, usia dan Pendidikan. Pasien yang mendapatkan edukasi menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam merawat luka secara mandiri di rumah. Edukasi dan pengetahuan keluarga berkontribusi pada dukungan sosial yang memperkuat kepatuhan pasien terhadap perawatan. Kesimpulan: Teknik perawatan luka sesuai standar meliputi pencucian luka dengan NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing efektif dalam mempercepat penyembuhan luka. Edukasi kepada pasien dan keluarga juga meningkatkan pemahaman tentang perawatan luka dan pentingnya kontrol gula darah dalam proses penyembuhan luka pasien DMT2. Faktor yang memengaruhi penyembuhan luka adalah umur, seks, jenjang pendidikan, status nutrisi, dan tingkat mobilits fisik.
Enhancing Elementary Students’ Empathetic Awareness through the “Moraka” Candi Jiwa Animated Video Dewi, Sinta Maria; Yuyun Dwi Haryanti; Hesti Widiastuti; Tarpan Suparman; Harmawati
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 13 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v13i2.94389

Abstract

A lack of empathy can negatively impact children's moral and social development in the future. To address this issue, innovative instructional strategies and media are required to foster empathy values from an early age in primary education. This study aims to develop and evaluate the effectiveness of animated video media based on local storytelling to enhance elementary students’ empathetic awareness. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the Borg and Gall model. The participants were fifth-grade elementary school students. Data were collected through expert validation, observation, and pretest–posttest assessments, using validation sheets and empathy awareness tests as instruments. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The expert validation results indicated that the developed animated media is highly suitable for use in learning, in terms of content accuracy, language clarity, visual presentation, and character value integration. The effectiveness test showed a significant improvement in students’ empathy awareness, with a significance value of 0.000 < 0.005. These findings demonstrate that the animated video media is not only effective in fostering empathy but also in integrating local cultural values into character education. The study implies the importance of developing digital learning media that is both contextual and culturally grounded as an alternative approach to strengthening character education at the primary level.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA INFOGRAFIS DALAM PEMAHAMAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Paramita, Rina; Harmawati; Tia Latifatu Sa’diah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.17825

Abstract

The purpose of this study is to investigate how elementary school students' comprehension is affected by the use of infographic media. Subjective examination is a utilized for this exploration. The case study approach is utilized in this kind of research. The exploration subjects were an educator and the understudy. To guarantee the truth, various methods, such as observation and interviews, were used to collect the data. Each informant is chosen with the intention of gathering the necessary information, and it is assumed that they are aware of the situation under investigation. The examination got information through: understudies I went about as essential sources, who had broad data about the inquiries posed to by the specialist. The selected students have used infographic media to learn. Educators went about as auxiliary witnesses, who upheld the data from essential sources. Infographics are visual media that join illustrations and text, making learning seriously intriguing and connecting with for understudies. The conclusion demonstrates that infographics increase students' engagement in the learning process and enhance their comprehension of the subject matter. By and large, this study shows that infographics can be valuable for understudies in essential training since they assist them with figuring out the material and participate in the growing experience.