Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA LINN)TERHADAP PENURUNAN BATUK PILEK PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI PMB NY. DEWI JUHAR, SST. DESA MRANDUNG KECAMATAN KLAMPIS KABUPATEN BANGKALAN Ummah, Kholifatul; Badrus, Arkha Rosyaria
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 14 No 2 (2022): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v14i2.721

Abstract

Latar belakang: Kejadian infeksi saluran pernafasan atas di Indonesia berdasarkan prevelensi nasional yaitu angka kematian (mortalitas) pada bayi 23,8% dan balita 15,5% (Depkes RI, 2017). Berdasarkan hasil survei awal di PMB Dewi Juhar SST Pada tanggal 10-17 Desember 2020. Peneliti melakukan pengamatan langsung diantara 14 balita yang datang ada 10 balita sakit batuk pilek. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas air rebusan daun sirsak (Annona muricata Linn) terhadap penurunan batuk pilek pada balita usia 1-5 tahun di PMB Dewi Juhar SST Desa Mrandung kecamatan Klampis kabupaten Bangkalan. Metode Penelitian: Peneliti menggunakan jenis penelitian Pra Eksperimental dengan desain Pretest and Postest WithoutControl. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 20 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Sampling. Hasil: hasil penelitian 20 responden (100%)dan setelah dilakukan penelitian sebanyak 12 (60%) responden berkurangnya batuk pilek dan 8 (40%) responden yang mengalami tidak berkurangnya batuk pilek. hasil uji MC Nemar menggunakan SPSS diperoleh nilai signifikan (p) sebesar 0,008<0,05. Maka berdasarkan hipotesis penelitian dapat disimpulkan bahwa Jika p value ≤ α (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dan saran: Ha ada efektivitasair rebusan daun sirsak (Annona muricata Linn) terhadap penurunan batuk pilek pada balita usia 1-5 tahun di PMB Dewi Juhar, SST desa Mrandung kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan. Dengan adanya penelitian Efektifitas pemberian air rebusan daun sirsak (Annona muricata Linn) diharapkan bisa meminamilisir pemberian obat atau suplemen batuk
Efektivitas Effleurage Massage terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Ibu Inpartu Primigravida Kala I Fase Aktif Di PMB Afah Fahmi Asem Rawa Kota Surabaya Badrus, Arkha Rosyaria; Purwitasari, Alief Ayu
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 13 No 1 (2021): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v13i1.1669

Abstract

Nyeri persalinan disebabkan oleh kontraksi rahim, dilatasi serviks, dan distensi premium. Untuk mengetahui efektivitas effleurage massage terhadap penurunan intensitas nyeri pada kala 1 fase aktif ibu primigravida. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Eksperimental dengan desain Two Group Only Post-test. Hasil penelitian 20 ibu bersalin (100%) ibu yang tidak diberi effleurage massage ada 3 (30 %) merasa nyeri berat dan 7 (70 %) ibu yang merasakan nyeri sangat berat, sedangkan ibu yang diberi effleurage massage ada 4 orang (40 %) merasa nyeri ringan dan 6 orang (60%) merasa nyeri sedang. Hasil uji chi square dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai p value 0,00 Jika p value < nilai α 0,05 , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukan adanya hubungan effleurage massage Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Ibu Inpartu Primigravida Kala 1 Fase Aktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah teknik effleurage massage efektif menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase laten di PMB Afah Asem Rowo 3 Surabaya. Dengan penelitian effleurage massage diharapkan bisa menambah wawasan dan ilmu agar bisa meminimalisir rasa nyeri pada ibu saat bersalin.
Efektivitas Seated Side Bend Pose Yoga terhadap Pengurangan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III di Rumah Sayang Bunda Kabupaten Jombang Khairoh, Miftahul; Badrus, Arkha Rosyaria
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 13 No 4 (2021): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v13i4.1670

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu ketidaknyamanan yang dialami setiap ibu hamil pada trimester III yang diakibatkan oleh pertumbuhan rahim yang membesar sehingga tubuh ibu hamil semakin kedepan atau lordosis. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri punggung bawah tersebut dengan melakukan Seated Side Bend Pose Yoga. Berdasarkan survey yang dilakukan pada bulan Juni di Rumah Sayang Bunda Kabupaten Jombang terdapat 20 ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung bawah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimen. Dengan desain pretest-posttest without control. Teknik pengambilan sampel penelitian ini total sampling (sampling jenuh) dengan jumlah sampel 20 responden. Pengkajian tersebut didapatkan melalui penggalian data, observasi langsung dan dokumentasi. Dari 20 responden, sebelum dilakukan seated side bend pose yoga sebagian besar responden mengalami nyeri punggung bawah berat yaitu 10 (50%) responden. Sedangkan sesudah dilakukan seated side bend pose yoga sebagian besar terdapat 16 (80%) responden yang nyeri punggung bawahnya ringan. diperoleh nilai signifikansi p-value 0,000, hasil tersebut menunjukkan ada terdapat efektivitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah melakukan seated side bend pose yoga karena hasil p=0,000 dan p<α =0,005 maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada efektivitas seated side bend pose yoga terhadap pengurangan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Rumah Sayang Bunda Kabupaten Jombang.
Sosialisasi Kalender Pintar Bayi Sehat (KAPAS) 1000 Hari Pertama Kehidupan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita di Posyandu Nusa Indah Wilayah Kerja Puskesmas Kebon Sari Kota Surabaya Shinta Nur Rochmayanti; Alief Ayu Perwitasari; Arkha Rosyaria; Miftahul Khairoh; Kholifatul Ummah
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.18

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak akibat dari malnutrisi kronis pada waktu lama, sehingga intervensi pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting mencegah stunting. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi selama kehamilan, ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI dengan menggunakan media edukasi Kalender Pintar Bayi Sehat (KAPAS). Adapun yang menjadi mitra pada pengabdian masyarakat ini adalah Posyandu Nusa Indah RT RW Kelurahan kecamatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kebonsari Kecamatan Jambangan Kota Surabaya Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pengabmas ini yaitu menyebarkan kuesioner (pre test), edukasi kesehatan menggunakan PPT, menyebarkan Leaflet dan Media kalender pintar bayi sehat (KAPAS) kemudian menyebarkan kuesioner (Port Test). Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah 50% mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai Kalender Pintar Bayi Sehat (KAPAS) 1000 Hari Pertama Kehidupan dan 40 % dengan pengetahuan tetap. Pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan memiliki pengetahuan baik 35 % dan kurang 65 %. Setelah diberikan penyuluhan memiliki pengetahuan baik 90 % dan kurang 10 %.
Penegakan Hukum Malpraktik Bidan Dalam Pemberian Pelayanan Kebidanan Pada Pasien Soekorini, Noenik; Ummah, Kholifatul; Badrus, Arkha Rosyaria; Aranggraeni, Renda
Soepra Jurnal Hukum Kesehatan Vol 10, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/sjhk.v10i1.11265

Abstract

Praktik kebidanan dalam pelayanan kesehatan, perlu dijaga dan ditingkatkan kualitasnya sesuai standar pelayanan yang berlaku. Adanya tuduhan tindakan malpraktik setelah melakukan persalinan yang melibatkan asisten yang tidak memiliki Surat Tanda Registrasi Bidan (STRB), sehingga menyebabkan pasien meninggal dunia, dan pihak keluarga tidak menuntut Keywords: Legal Protection, Health Services, Malpractice, Midwife, Patient.secara hukum. Penelitian ini bertujuan mencoba menganalisis tentang bagaimana menyoroti isu dugaan malpraktik di bidang kesehatan, di mana bidan dituduh karena ketidakhati-hatian dan waspada dalam menangani pasien, sementara beberapa tenaga kesehatan melakukan malpraktik untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengkaji data primer dan sekunder berupa wawancara, studi kepustakaan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan berperan membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, berdasarkan standar profesi, standar kompetensi, dan kode etik yang berlaku sehingga terhindar dari perbuatan melawan hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, tenaga kebidanan dalam menjalankan tugasnya, harus memiliki Surat Tanda Registrasi Bidan (STRB) dan Surat Izin Praktik Bidan (SIPB).
Senam Lansia sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup dalam Mendukung Lansia Tangguh di Kelurahan Pagesangan Miftahul Khairoh; Alief Ayu Purwitasari; Arkha Rosyaria Badrus; Kholifatul Ummah; Yustisia Amalia
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/s6cp9z50

Abstract

Pendahuluan : Populasi usia lanjut mengalami peningkatan secara global. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui program senam lansia agar tubuh lebih bugar. Senam lansia juga berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh, terutama jika dilakukan secara teratur. Metode : Dalam kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan yaitu demonstrasi berupa praktik langsung gerakan senam lansia dan dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu advokasi dan pelaksanaan senam yang diawali dengan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Hasil : hasil pemeriksaan fisik didapatkan mayoritas lansia berusia 50-60 tahun sejumlah 20 lansia (50%) dengan jenis kelamin lansia terbanyak yaitu perempuan berjumlah sejumlah 36 lansia (90%). Pada pemeriksaan fisik lansia di dapatkan, berat badan lansia mayoritas ≤ 60 kg sebanyak 32 (80%). Lansia yang mengalami Tekanan darah tinggi sebanyak 14 lansia (35%), 8 (20%) lansia memiliki Kadar Glukosa tinggi (>100 mg/dL) dan Pada pemeriksaan Kadar Kolesterol, 10 Lansia (25%) memiliki Kadar kolesterol tinggi (>240 mg/dL). Senam lansia dilaksanakan selama 30 menit berupa gerakan-gerakan yang mudah dan ringan, yang disesuaikan dengan kondisi fisik lansia, dan pendinginan. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan senam lansia. Kesimpulan: senam lansia merupakan kegiatan yang efektif dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan lansia
PERAN ORANG TUA MELALUI SOTH SEBAGAI UPAYA PENGENALAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK USIA DINI Badrus, Arkha Rosyaria; Ummah, Kholifatul; Khairoh, Miftahul; Purwitasari, Alief Ayu; Ganisia, Ainun; Imeldawati, Rakhmalia; Fathiyyah, Nurul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pendidikan kesehatan reproduksi pada anak usia dini dirasa diperlukan dikarenakan adanya perubahan kebutuhan yang terus berubah, selain itu dianggap akan berdampak positif pada saat kehidupan remaja (S. Handayani et al., 2019).  Anak usia dini perlu mengetahui tentang dirinya dan alat kelaminnya, apa saja yang perlu dilindungi, dan bagaimana mereka dapat memberikan perlindungan sejak dini dari pihak-pihak yang akan melakukan kekerasan seksual. Selain itu, anak harus memiliki karakter yang kuat agar terhindar dari penyimpangan seksual (Soesilo, 2021). SOTH adalah singkatan dari Sekolah Orang Tua Hebat, yaitu program pengasuhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak.  hasil penelitian tersebut menunjukkan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden terhadap Peran Orang Tua dalam Upaya Pengenalan Kesehatan Reproduksi Pada Anak Usia Dini setelah dilakukan Sekolah Orang Tua Hebat yakni sebanyak 78,6% responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 22 orang, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup yakni sebanyak 6 orang 21,4%.  Adanya kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) ini dapat memberikan edukasi seks sejak dini bertujuan untuk memberikan informasi dan mengenalkan kepada anak bagaimana ia harus menjaga dan melindungi organ tubuhnya dari orang yang berniat jahat terhadap dirinya.
Hubungan Penggunaan Bedak Tabur pada Area Genetalia Bayi Usia 0-9 Bulan Terhadap Kejadian Diaper Rash di PMB Fadilah Desa Bulukagung Madura Miftakhul Khairoh; Arkha Roosyaria
Jurnal Kebidanan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan September 2022
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v12i2.1088

Abstract

Ruam popok atau sering disebut dengan diaper rash adalah ruam merah terang disebabkan oleh iritasi dari kulit yang terkena urine atau kotoran yang berlangsung lama di bawah popok anak. Kulit bayi masih sensitif disebabkan fungsi-fungsinya yang masih terus berkembang terutama pada lapisan epidermis atau lapisan terluar kulit. Penelitian ini menganalisis hubungan penggunaan bedak tabur pada area genetalia bayi usia 0-9 bulan terhadap kejadian diaper rash di PMB Fadilah Desa Bulukagung Madura. Penelitian korelasi, cross sectional, Populasi sebanyak 23 bayi usia 0-9 bulan yang mengalami diaper rash, sampel sebanyak 23 bayi, Purposive Sampling, pengumpulan data observasi , alat ukur cheklist, analisis chi square, α (0,05). Hubungan penggunaan bedak tabur pada area genetalia bayi usia 0-9 bulan terhadap kejadian diaper rash, didapat bahwa dari 23 bayi yang mengalami diaper rash dan diberikan bedak tabur pada area genetalia 15 (80%) bayi yaitu sebagian besar mengalami kejadian diaper rash berat. Hasil analisa statistik dengan uji chi square, diperoleh hasil ρ = 0.000 dengan taraf 0,05 yang berarti ρ=0,000 <0,05 maka ada hubungan penggunaan bedak tabur pada area genetalia bayi usia 0-9 bulan terhadap kejadian diaper rash. Kesimpulan : Adanya hubungan penggunaan bedak tabur pada area genetalia bayi usia 0-9 bulan terhadap kejadian diaper rash di PMB Fadilah Desa Bulukagung Madura.
Perbedaan antara Pemijatan Rolling Massage dan Counterpresure Massage pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di PMB Domingas S.ST, M.Kes Surabaya arkha rosyaria; Kholifatul Ummah
Jurnal Kebidanan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan September 2022
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v12i2.1089

Abstract

Nyeri persalinan merupakan kondisi fisiologis yang secara umum dialami oleh hampir semua ibu bersalin. Selama persalinan dan kelahiran pervaginam, nyeri disebabkan oleh kontraksi rahim.dilatasi serviks,dan distensi perinium.pada studi pendahuluan di PMB Domingas SST.M.Kes pada 14 ibu bersalin kala 1 fase aktif di dapatkan hasil 13 (92,85%) ibu bersalin merasakan nyeri pada saat persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara pemijatan rolling massase dan counterpresure massase pada ibu bersalin kala I fase aktif terhadap penurunan skala nyeri pada persalinan kala I fase aktif. Tempat penelitian di laksanakan di PMB Domingas SST.M.kes. Selama 3-4 minggu. Penelitian menggunakan pendekatan Quesi eksperimental dengan two group desain post-test. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai p value 0,05 jika p value < nilai α 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukan adanya pengaruh massage counter pressure terhadap tingkat nyeri ibu bersalin primigravida kala I fase aktif. Hasil : Dari 7 ibu bersalin yang diberikan rolling massage didapatkan 3 ibu bersalin (42,85% dengan nyeri sedang, 3 ibu bersalin (42,85%) dengan nyeri ringan berat dan 1 ibu bersalin (14,2%) dengan nyeri sangat berat. Sedangkan 7 ibu bersalin yang diberikan counterpresure didapatkan 6 ibu bersalin (85,7%) dengan nyeri ringan dan 1 ibu bersalin (14,2%) dengan nyeri sedang. Kesimpulan : Hal ini menunjukan adanya pengaruh pemijatan rolling massage dan counterpressure terhadap tingkat nyeri ibu bersalin kala 1 fase aktif di PMB Domingas SST.M.Kes Surabaya.
Enhancing Postpartum Maternal Health through Educational Interventions and Non-Invasive Biomedical Immunology-Based Monitoring in Pagesangan, Kebonsari, Surabaya Kholifatul Ummah; Arkha Rosyaria Badrus; Miftahul Khairoh; Yustisia Amalia; Cityta Putri Kwarta; Lentera Afrida Kusumawardani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i1.701

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) in Indonesia remains relatively high, with postpartum infection being one of the leading causes. The postpartum period is a critical phase during which physiological changes occur, increasing the risk of infection. However, the lack of adequate maternal health monitoring remains a challenge in the early detection of complications. This study aims to implement health technology-based monitoring using wearable sensors (HRV sensor/smartwatch) and axillary thermometers to detect changes in maternal body temperature and heart rate variability during the postpartum period. A total of 20 postpartum mothers, aged 2-14 days, from Pagesangan Subdistrict, were monitored for seven days. The results showed that the majority of participants (90%) were in good health; however, two participants (10%) experienced an increase in body temperature above 38°C and unstable HRV, which are early indicators of postpartum infection. These participants were immediately provided with additional health education and referred to healthcare professionals for further examination. Meanwhile, the remaining participants continued to receive routine monitoring and education regarding postpartum infection prevention. The implementation of this community service program demonstrated that health technology-based monitoring is effective in detecting real-time health condition changes, allowing for faster medical interventions and increasing maternal awareness of postpartum health. The findings suggest that this method can serve as an innovative approach to reducing postpartum infection risks and improving maternal health quality. Further development and wider application of this approach in other regions are recommended to enhance postpartum care and maternal well-being.