Claim Missing Document
Check
Articles

Workshop Birth Companion untuk Menurunkan Kecemasan Ibu Bersalin Shinta Nur Rochmayanti; Alief Ayu Purwitasari; Arkha Rosyaria Badrus; Miftahul Khairoh; Kholifatul Ummah
Health Care : Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v4i2.196

Abstract

Anxiety before childbirth may reduce maternal comfort and potentially affect the labor process. This community service program aimed to strengthen the husband's role as a birth companion through a childbirth support workshop. The target participants were couples/pregnant women in the partner area. The program consisted of education on stages of labor, training in non-pharmacological support techniques including effleurage massage, counterpressure, labor positioning, breathing exercises, positive affirmation, and distribution of self-learning educational media. Evaluation was conducted through pre-test and post-test knowledge assessment, observation of husbands' practical skills, and maternal anxiety assessment using the Hamilton Anxiety Rating Scale. The results showed an increase in husbands' practical skills from approximately 25-30% before the workshop to an average of 88% after the intervention. Maternal anxiety also decreased, with most respondents shifting from severe anxiety to mild or no anxiety. The workshop indicates that structured husband involvement can enhance physical and psychological support for mothers during childbirth.
Edukasi dan Simulasi Kebencanaan di SDN 1 Punggul Sidoarjo Ainun Ganisia; Arkha Rosyaria Badrus; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i4.208

Abstract

Schools are strategic settings for cultivating disaster awareness from an early age, yet school communities often lack adequate knowledge, evacuation skills, and coordination mechanisms. This community service program aimed to strengthen disaster preparedness at SDN 1 Punggul, Sidoarjo, through education, demonstration, simulation, and institutional reinforcement. The program was conducted from 11 March to 2 May 2025 using a participatory approach that included partner coordination, development of communication and educational media, interactive counseling, drop-cover-evacuate practice, basic first aid, drills using evacuation routes and assembly points, and establishment of a School Disaster Preparedness Team. Evaluation used quizzes or question-and-answer sessions, drill observation, and participant feedback. The activities improved understanding of hazards and early warnings, supported more orderly evacuation skills, produced better coordinated collective responses, increased familiarity with emergency facilities, and generated educational media and a clearer division of preparedness roles. This school-based program can support sustained preparedness habits when reinforced through periodic drills and standardized evaluation.
Penguatan Layanan Kebidanan Esensial pada Kondisi Darurat dan Pasca Bencanadi Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur Elga Ceisaria Andani; Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus; Rakhmalia Imeldawati; Ainun Ganisia; Nurul Fathiyyah; Kholifatul Ummah; Alief Ayu Purwitasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/7cz8pc94

Abstract

Bencana alam sering kali memutus akses layanan kesehatan esensial yang berisiko fatal bagi kelompok rentan, terutama di wilayah seperti Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, yang memiliki kerentanan geografis dan keterbatasan akses darurat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat layanan kebidanan esensial melalui peningkatan kesiapsiagaan komunitas. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan persiapan dan pemetaan kebutuhan, edukasi layanan darurat, pendampingan ibu hamil dan nifas, simulasi alur rujukan, serta evaluasi. Temuan kunci menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kontinuitas layanan kebidanan dalam krisis serta terbentuknya mekanisme pendampingan berbasis komunitas yang melibatkan kader dan relawan. Selain itu, simulasi rujukan berhasil meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam memetakan jalur komunikasi dan fasilitas kesehatan darurat. Penguatan layanan kebidanan esensial melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam membangun ketahanan sistem kesehatan desa dan meminimalkan risiko keterlambatan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi di wilayah rawan bencana.
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Penanganan Awal Kegawatdaruratan Kebidanan Sebelum Rujukan Cyntia Hemas Febrina Putri; Ainun Ganisia; Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/5hf3ce19

Abstract

Penanganan kegawatdaruratan kebidanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh kemampuan keluarga dan kader kesehatan dalam memberikan pertolongan awal sebelum rujukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dalam mengenali tanda bahaya maternal, melakukan stabilisasi awal, dan mengaktifkan rujukan secara cepat. Metode yang digunakan berupa edukasi interaktif, seminar mini, coaching clinic, simulasi kasus, serta pendampingan penyusunan alur rujukan mandiri. Peserta kegiatan terdiri atas 45 kader kesehatan dan pengurus PKK dengan keterlibatan tiga dosen dan dua mahasiswa. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi keterampilan, serta simulasi respons rujukan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta mencapai 100% dan terjadi peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 45,0 menjadi 88,5. Secara psikomotor, peserta mampu melakukan pemosisian baring miring kiri, langkah awal penanganan perdarahan, serta komunikasi rujukan secara lebih tepat. Program juga menghasilkan modul pelatihan, kartu kontak darurat, dan penguatan koordinasi siaga di tingkat RW dengan waktu respons simulasi rujukan mandiri kurang dari 15 menit. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas masyarakat berbasis pelatihan dan simulasi dapat meningkatkan kesiapsiagaan maternal pada fase pra-rujukan. Dengan demikian, model pengabdian ini berpotensi direplikasi sebagai strategi penguatan ketahanan kesehatan keluarga dan komunitas di wilayah urban
Penguatan Peran Bidan dalam Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi Saat Bencana Cyntia Hemas Febrina Putri; Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/jkqv4s56

Abstract

Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun merupakan wilayah rawan banjir akibat luapan Bengawan Madiun. Kondisi ini dapat menghambat akses pelayanan kesehatan ibu dan bayi, terutama saat terjadi kegawatdaruratan maternal-neonatal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran bidan dalam kesiapsiagaan dan respons kegawatdaruratan ibu serta bayi pada situasi bencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui koordinasi dengan kelurahan dan puskesmas, pelatihan disaster midwifery berbasis simulasi, pemetaan ibu hamil berisiko, standarisasi Maternal-Neonatal Disaster Kit, penyusunan modul saku, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan meliputi bidan kelurahan, bidan praktik mandiri, kader, perangkat kelurahan, puskesmas, dan mahasiswa pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis bidan dalam penanganan perdarahan postpartum dan asfiksia neonatal sebesar 75% dibandingkan kondisi awal. Program juga menghasilkan peta mitigasi yang mengidentifikasi 12 ibu hamil risiko tinggi di zona merah banjir, mempercepat respons rujukan darurat jalur air sebesar 15 menit, serta memperkuat koordinasi lintas sektor melalui rancangan SOP rujukan maternal-neonatal. Partisipasi masyarakat tampak melalui penyediaan data ibu hamil, pendampingan kader, dan keterlibatan dalam simulasi evakuasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas bidan yang dipadukan dengan pemetaan kelompok rentan, kesiapan logistik, dan kolaborasi lokal dapat meningkatkan kesiapsiagaan komunitas di wilayah rawan banjir. Model ini dapat menjadi alternatif kegiatan pengabdian berbasis kebutuhan lokal dan berpotensi direplikasi pada wilayah rawan banjir lainnya.
Dampak Riwayat Kebidanan dan Interval Kehamilan pada Anemia Pascapersalinan dan Proses Menyusui: Analisis Cross-sectional Ummah, Kholifatul; Badrus, Arkha Rosyaria; Kwarta, Cityta Putri; Imeldawati, Rakhmalia
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3192

Abstract

Latar belakang: Tingginya angka kematian ibu di Indonesia berkaitan dengan anemia postpartum. Penelitian ini berfokus pada tingginya prevalensi anemia postpartum (.35%) di Puskesmas Kerek, Tuban. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor prediktor (riwayat Perdarahan Pascapersalinan/PPH dan interval kehamilan/PI) terhadap kejadian anemia, serta pengaruh praktik laktasi (Early Initiation of Breastfeeding/EIBF and history of lactation onset) terhadap proses laktasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional pad September-Desember 2025. Analisis data dilakukan dengan JASP (0.18). Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas di wilayah kerja puskesmas, dnegan sampel 200 responden menggunakan Teknik total sampling. Variable independent meliputi Riwayat PPH, PI, Riwayat IMD, dan keterlambatan onset laktasi. Variable dependen adalah kejadian anemia dan produksi ASI. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara Riwayat PPH dan kejadian anemia (p-0,001), dengan risiko anemia meningkat 5,006 kali (OR=5,006). Jarak kehamilan ideal (≥2 tahun) menjadi faktor protektif dominan terhadap anemia (OR=0,297; p=0,001). Pada aspek laktasi, riwayat IMD berhubungan signifikan (OR=5,631; p=0,001). Sebaliknya, riwayat keterlambatan onset laktasi juga berhubungan signifikan dengan kegagalan laktasi (OR=0,165; p=0,001). Kesimpulan: Riwayat persalinan berpengaruh signifikan terhadap kejadian anemia dan keberhasilan laktasi. Secara praktis, tenaga kesehatan perlu memprioritaskan skrining dini ibu berisiko tinggi selama antenatal care serta memperkuat program dukungan laktasi.
Analisis Faktor Aksesibilitas dan Dukungan Masyarakat untuk Keberhasilan Program Skrining Sifilis pada Wanita Hamil Badrus, Arkha Rosyaria; Khairoh, Miftahul; Kwarta, Cityta Putri; Purwitasari, Alief Ayu
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3208

Abstract

Background: Syphilis screening during pregnancy is a critical strategy to prevent adverse outcomes for mothers and newborns. However, in rural areas, the success of screening programs is often influenced by structural barriers and poorly addressed social support systems. Objective: This study aimed to analyze the determinants of successful syphilis screening among pregnant women in Pakong District, Pamekasan, with an emphasis on service accessibility and community support. Methods: This study employed a sequential explanatory mixed methods design. The study population was all pregnant women in the Pakong Community Health Center (Puskesmas) working area from January to December 2024, with a sample of 1,552 respondents drawn using total population sampling. The quantitative phase used a cross-sectional approach analyzed using binary (bivariate and multivariate) logistic regression. The qualitative phase involved in-depth interviews with pregnant women, midwives, and laboratory staff. Thematic analysis was conducted to explain the quantitative findings. Results: Qualitative results indicated that service accessibility and community support were the main determinants of successful screening. Qualitative findings revealed that service accessibility and community support were determinants of successful syphilis screening in rural settings. Conclusion: Strengthening physical access, ensuring the continuity of laboratory services, empowering community cadres, increasing family involvement, and reducing stigma are crucial to increasing the effectiveness and sustainability of syphilis screening programs.
The Correlation of Progressive Muscle Relaxation (PMR) with Massage and Aromatherapy on Reducing Menstrual Pain Intensity (Primary Dysmenorrhea) among Female Students Badrus, Arkha Rosyaria; Khairoh, Miftahul; Purwitasari, Alief Ayu; Anggraeni, Novi; Kwarta, Cityta Putri
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 18 No 1 (2026): EMBRIO: Jurnal Kebidanan
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v18i1.10728

Abstract

Primary dysmenorrhea is one of the most common reproductive health problems experienced by adolescent girls, characterised by lower abdominal pain caused by excessive uterine contractions without any organic abnormalities. High menstrual pain intensity negatively affects learning concentration, school attendance, and overall quality of life. Non-pharmacological management approaches, such as Progressive Muscle Relaxation (PMR), massage, and aromatherapy, are considered safe and effective methods for reducing pain intensity through mechanisms including muscle relaxation, endorphin release, and parasympathetic nerve stimulation. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining PMR, massage, and aromatherapy in reducing menstrual pain intensity among female students at Dr. Soetomo High School, Surabaya. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group was employed. A total of 60 respondents were selected using purposive sampling and divided into 2 groups: the intervention group (PMR + massage + aromatherapy) and the control group (health education). Menstrual pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data were analysed using a Paired t-test for within-group comparisons and normality tests to assess data distribution. The results showed a significant reduction in pain intensity in the intervention group compared with the control group (p equals 0.001). The median score in the intervention group decreased from 7.0 to 3.0, while the control group showed no significant change (p equals 0.216). The combined intervention demonstrated a large effect size (r equals 0.72), indicating a strong influence on pain reduction. Conclusion: The combination of PMR, massage, and aromatherapy is effective in reducing primary dysmenorrhea and can be recommended as a safe, affordable, and practical complementary therapy for adolescents.
Pemberdayaan Kelompok Rentan dalam Mitigasi Erupsi Gunung Semeru melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesiapsiagaan Bencana Arkha Rosyaria Badrus; Miftahul Khairoh; Ainun Ganisia; Sasi Widuri
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.3236

Abstract

Kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat perlu memasukkan kebutuhan ibu hamil dan kelompok rentan agar evakuasi berlangsung aman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader, keluarga, dan pemerintah Desa Selok Awar-Awar dalam menghadapi risiko erupsi Semeru melalui inovasi SIMEKAR-SEMERU. Metode meliputi koordinasi, edukasi risiko bencana, pelatihan pendataan kelompok rentan, praktik tas siaga ibu hamil, penerapan QR-form, penyusunan alur komunikasi, simulasi evakuasi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 25 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan dari 58,4 menjadi 86,2; tersusunnya database 25 keluarga kelompok rentan; tersedianya lima paket tas siaga, media edukasi, modul simulasi, alur komunikasi, dan rencana tindak lanjut desa. Simulasi menunjukkan 92% peserta mampu mengikuti skenario evakuasi sampai titik kumpul. Program ini memperkuat kesiapsiagaan komunitas yang responsif terhadap kebutuhan ibu hamil dan kelompok rentan.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita melalui Pelatihan Pijat Bayi dalam rangka Meningkatkan Tumbang Kembang Bayi di Posyandu Flamboyan Desa Kandang Semangkon Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Arkha Rosyaria Badrus; Kholifatul Ummah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i1.17

Abstract

Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) mengungkatkan rata – rata di Indonesia terdapat 401 bayi yang meninggal sebelum umurnya mencapai 1 tahun. Angka kematian ibu dan balita di Indonesia masih tergolong tinggi dan belum mencapai target pencapaian nasional. Angka kematian ibu di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih jauh dari pencapaian target nasional yaitu sebanyak 102 per 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan hasil survey demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan bahwa angka kematian neonatus pada tahun 2012 adalah 19 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab terbanyak pada periode ini disebabkan oleh sepsis (infeksi sistemik) kelainan bawaan, dan Infeksi saluran pernafasan akut. Anak usia 0-5 tahun adalah generasi emas (Golden periods) dimana anak pada usia tersebut terjadi proses tumbuh kembang nya bisa maksimal. Orang yang harus mengetahui tumbuh kembanga anak adalah orang tua, selaian itu petugas Posyandu balita yang menimbang dan memeriksa kesehatan anak. Kader kesehatan Posyandu balita yang memberikan penyuluhan kepada ibudan anak harus punya ilmu yang cukup tentang tumbuh kembang dan bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Orang tua khususnya Ibu sebaiknya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anaknya, dengan cara melakukan pijat bayi yang benar. Pijat merupakan salah satu bentuk dari terapi sentuh yang berfungsi sebagai salah satu tehnik pengobatan penting. Menurut penelitian modern, pijat bayi secara rutin akan membantu tumbuh kembang fisik dan emosi bayi, di samping mempertahankan kesehatannya.Melihat kondisi ini dibutuhkan suatu upaya pengabdian masyarakat berupa pelatihan kader posyandun balita sebagai suatu strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Posyandu Flamboyan Desa Kandang Semangkon Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Kegiatan dilaksanakan beberapa tahap yang meliputi Sosialisasi tentang pentingnya pijat bayi , pelatihan kader posyandu balita, pelatihan kader posyandu balita dan kunjungan keluarga dengan ibu yang memiliki balita.