Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penetapan Kadar Kuersetin pada Obat Herbal yang Mengandung Ekstrak Tempuyung (Sonchus arvensis) Menggunakan KLT Densitometri Purwani, Asih Imulda Hari; Pertiwi, Krisna Kharisma; Wahyuni, Dwi; Nurhayati, Rachma
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.11260

Abstract

Quercetin are the main marker compounds in extracts of Sonchus arvensis which show nephrolithiasis activity. For quality control of herbal medicines, Densitometric Thin Layer Chromatography (TLC) method has been developed in this study using quercetin as phytochemical markers. Objective: Determination for quercetin in herbal medicines. Determination of quercetin by determining the composition of the mobile phase, the wavelength of the analysis, the saturation time, the elution distance and the volume of the spot. The parameters observed in the optimization method and stability test are area, retardation factor (Rf), peak shape and resolution (Rs). The composition of selected mobile phase which results good separation and symmetrical peak shape is chloroform: methanol: dichloromethane: acetonitrile: formic acid (6: 2: 2: 0.05: 0.05 v/v/v/v/v) with a wavelength of 335 nm, time of saturation is 30 minutes, elution distance is 8 cm, volume of spots is 10 µL and Rf 0.48. In this study, it was shown that there were no factors that had a significant effect so that the method could be applied for the determination of quercetin levels in herbal medicines.The research data showed that the range of levels on quercetin 3.26%.
ISOLASI SENYAWA 2-GERANIL-2’,3,4,4’-TETRAHIDROKSI DIHIDROKALKON DARI DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) DENGAN FLASH COLUMN CHROMATOGRAPHY: Isolation of 2-Geranyl-2',3,4,4'-Tetrahydroxy Dihydrochalcone from Breadfruit Leaf (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) Using Flash Column Chromatography Yumni, Gharsina Ghaisani; Pertiwi, Krisna Kharisma; Widiyastuti, Yuli; Fakhrudin, Nanang
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 16 No. 1 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v16i1.599

Abstract

Breadfruit is one of the Indonesian plants traditionally used in medication. The main active compound in breadfruit leaves is a geranylated flavonoid namely 2-geranyl-2',3,4,4'-tetrahydroxy dihydrochalcone (GTD). Previous study showed that the separation and isolation of GTD from sukun leaves is time consuming and laborious as it requires a long procedure (extraction, liquid-liquid partition, Vacuum Liquid Chromatography (VCC), Sephadex Column Chromatography (SCC), and preparative Thin Layer Chromatography (TLC). This process is ineffective and inefficient. Thus, the more effective and shorter method of isolation is needed. This study aimed to isolate GTD from breadfruit leaves utilizing flash column chromatography (FCC). The breadfruit leaves were extracted using ethanol and the extract was partitioned with the solvent n-hexane: ethyl acetate: methanol: water (3:1:3:1). The lower phase containing GTD was subjected to VCC and the fraction containing GTD was purified with FCC (using n-hexane, ethyl acetate, and methanol in a gradient polarity as mobile phases; and silica gel as a solid phase) to isolate GTD. The isolated GTD was analyzed by thin-layer chromatography (TLC) and purity was determined using high-performance liquid chromatography. This method was able to produce 138 mg of GTD (purity of 88.49 %) from 15 g of breadfruit leaf extract (0.92% yield). This study demonstrated that GTD, a main bioactive compound of breadfruit leaves, could be effectively isolated by using FCC instead of SCC and preparative TLC.
SKRINING FITOKIMIA DAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) hari purwani, asih imulda; Sari, Fita; Pertiwi, Krisna Kharisma; Lestari, Tri Puji
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Daun beluntas mempunyai senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, sedangkan akarnya terdapat senyawa flavonoid. Skrining fitokimia termasuk uji kualitatif pada ekstrak daun beluntas dan KLT yaitu untuk memisahkan senyawa berdasarkan tingkat kepolaranya yakni fase diam dan fase gerak. Tujuan: Mengetahui hasil skrining fitokimia dari ekstrak daun beluntas, serta pada KLT dapat mengetahui hasil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dari ekstrak daun beluntas. Metode: Daun beluntas dilakukan proses ekstraksi kemudian skrining fitokimia yaitu uji flavonoid, tanin dan saponin. Ekstrak daun beluntas dilakukan uji KLT fase gerak toluen : aseton : asam formiat (6:6:1 v/v) dengan fase diam silika gel GF 254. Hasil: Ekstrak daun beluntas terdapat senyawa metabolit yaitu flavonoid, saponin dan tanin. KLT ekstrak daun beluntas positif flavonoid dengan terdapat noda warna kuning kecoklatan dalam UV 366 nm dengan Rf 0,57 cm. Simpulan: Ekstrak daun beluntas terdapat kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin dengan Rf 0,57 cm
Gerakan Opimba (Orang Tua Pintar Minum Obat): Penyuluhan dan Kaderisasi Orang Tua Cerdik dan Cermat dalam Penggunaan Obat Cair Shoviantari, M.Farm., Apt., Fenita; Saputra, Sony Andika; Kurniawati, Evi; Widyaningrum, Esti Ambar; Lestari, Tri Puji; Pertiwi, Krisna Kharisma; Sugiyartono, Sugiyartono; Mawardika, Herlinda
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat yang berbentuk liquida atau obat cair merupakan obat yang banyak digunakan oleh anak – anak dan juga lansia atau pasien yang memiliki kesulitan untuk menelan obat padat. Obat ini dianggap lebih praktis dan tepat dalam dosis penggunaannya karena dilengkapi dengan sendok takar sehingga dosis yang dapat diberikan lebih variatif bergantung pada kondisi pasien. Sebuah survei yang dilakukan terhadap pasien yang sedang menunggu di ruang tunggu dokter menunjukkan bahwa 73 persen pasien menggunakan sendok makan atau sendok teh untuk mengukur dosis obat cair, bukan menggunakan sendok/mangkuk ukur yang biasanya diberikan bersama obat cair. Pengukuran menggunakan sendok makan atau sendok teh yang sangat tidak akurat dapat menyebabkan masalah, seperti terlalu banyak atau terlalu sedikitnya obat yang dikonsumsi. Untuk itu, penting sekali untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat mengenai pentingnya menggunakan sendok atau gelas takar yang disediakan di dalam kemasan obat Ketika menggunakan obat cair. Pengabdian Masyarakat yang bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Permata Ummat Trenggalek ini memberikan materi mengenai macam sediaan cair, cara penggunaan obat cair, cara membaca brosur obat cair, dan cara pemusnahan obat cair. Kegiatan pengabdian diawali dengan pre test dan diakhir dengan post test untuk mengukur pengetahuan Masyarakat sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pengmas. Dari hasil evaluasi pre dan post test didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan penyuluhan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggolongan Obat Dan Beyond Use Date (BUD) Melalui Penyuluhan pada kader siaga Lestari, Tri Puji; Kurniawati, Evi; Widyaningrum, Esti Ambar; Pertiwi, Krisna Kharisma; Basuki, Dewy Resty
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga mutu dan kualitas obat, maka pengelolaan terhadap obat itu sendiri sangat memberikan peran yang vital. Salah satunya adalah dengan mengetahui batas masa kadaluarsa dan penggolongan obat maka akan memudahkan masyarakat untuk menentukan waktu dan metode penyimpanan . Tanggal kadaluarsa obat yang sudah dibuka dapat berbeda dengan yang tertera pada kemasan yang berlaku untuk sediaan baik sediaan steril maupun non steril dimana ketika melewati batas tanggal tersebut maka sediaan yang dimaksud tidak boleh digunakan dan disimpan. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di periode bulan desember 2022 pada kader siaga desa di kecamatan karangan, kabupaten trenggalek, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pre dan post test juga diikuti dengan kegiatan konseling. Instrumen yang digunakan adalah dengan pemberian quesioner baik pada waktu pre test maupun post test , peserta juga diberi leaflet materi tentang penggolongan obat dan beyond use date (BUD). Konseling diberikan dalam waktu 3 hari setelah sosialisasi menggunakan media watshap. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan ada kenaikan prosentase pengetahuan yang cukup signifikan. Dimana datap dilihat pada tabel 1 bahwa rata-rata pengetahuan kader ada kenaikan dari 54,9% menjadi 92,5%.
VALIDASI METODE ANALISIS KUERSETIN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Evi Kurniawati; Tri Puji Lestari; Krisna Kharisma Pertiwi
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v10i1.780

Abstract

Basil leaves, scientifically known as Ocimum sanctum L., are a medicinal plant commonly used by the public because of their abundant secondary metabolite chemical compounds. One of them is flavonoids, secondary metabolites found in basil leaves, which have antioxidant properties. Quercetin, a flavonoid compound, exhibits valuable biological properties beyond its antioxidant effects, including antibacterial, anticancer, antiviral and anti-inflammatory activities. This research was carried out with the aim of determining the quercetin content contained in the ethanol extract of basil leaves (Ocimum sanctum L) by validated UV-Vis Spectrophotometry. Basil leaves are macerated with 70% ethanol. The extract is then concentrated using a rotary evaporator. Next, phytochemical screening was carried out to identify secondary metabolites in the extract, followed by UV-Vis spectrophotometric quantification. Based on the test results, it can be seen that the analysis of quercetin levels using UV-Vis spectrophotometry is validated for all parameters that meet the requirements. A significant relationship is shown by the linearity test, the correlation coefficient (r) is 0.9963. These results show good specificity, with test accuracy ranging from 90% to 107%, namely 103.9%. In addition, the precision test shows the %RSD value is less than 2%. The ethanol extract of basil leaves has an average quercetin content of 10.811% w/w.