Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Yogyakarta Christiyani, Novia Christiyani; Marlina, Theresia Titin; Estri, Arimbi Karunia
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 7 No 1 (2023): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v7i1.277

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penderita HT dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dengan pertambahan usia, lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis karena proses penuaan sehingga pada lansia banyak muncul penyakit tidak menular. Pengetahuan lansia merupakan hal yang memiliki andil dari banyak factor yang berkaitan dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi obat. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi dan dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Yogyakarta. Metedologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 71 responden penderita Hipertensi. Uji statistic yang digunakan adalah analisis korelasi spearman rank untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan minum obat. Hasil: Berdasarkan hasil pengukuran tingkat pengetahuan sebagianbesar yaitu 31 responden (43,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dan 38 responden (53,5%) memiliki tingkat kepatuhan minum obat rendah. Hasiluji Spearman rank terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p value 0,000 < 0,05) dengan kekuatan hubungan kuat, dibuktikan dengan nilai correlation coeficient yaitu 0,871. Kesimpulan Perawat perlu memberikan edukasi tentang penyakit hipertensi dan pentingnya minum obat dengan metode yang lebih sederhana sehingga mudah untuk di ingat terutama oleh lansia.
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pemberian Obat Berbasis Barcode pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Vicky Febriana; Siwi Ikaristi Maria Theresia; Arimbi Karunia Estri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1472

Abstract

Kesalahan pemberian obat masih menjadi masalah utama keselamatan pasien di rumah sakit. Salah satu strategi pencegahan adalah penerapan Barcode Medication Administration. Namun, efektivitas sistem ini sangat bergantung pada tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam penerapannya. Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat berbasis barcode pada pasien rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di tiga unit rawat inap sebanyak 84 orang. Sampel berjumlah 69 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya, dengan 31 item dinyatakan valid, serta reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,910). Kepatuhan perawat dinilai melalui lembar observasi berdasarkan SOP rumah sakit. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (91,3%) dan tingkat kepatuhan cukup tinggi (62,3%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,758 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,038, yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat berbasis barcode. Kepatuhan perawat kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti beban kerja, dukungan manajemen, dan kendala teknis sistem barcode.