Industri teh celup di Indonesia berkembang pesat seiring meningkatnya permintaan dan beragamnya pilihan produk, namun tidak semua dapat memenuhi preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis atribut teh celup yang menjadi preferensi konsumen serta (2) atribut yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. Penelitian menggunakan metode survei dengan data primer dari 100 responden melalui teknik convenience sampling. Analisis dilakukan menggunakan frekuensi dan model multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai rasa original, isi kemasan 20–25 kantong, harga Rp5.000–Rp10.000/kotak, kemasan natural dan sederhana, serta merek Teh Gunung Satria. Nilai sikap (Ao) tertinggi diperoleh atribut rasa (20,74), diikuti merek (20,42), isi (19,00), harga (17,80), dan kemasan (17,03). Disimpulkan bahwa Rasa dan merek menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian, sementara atribut lainnya hanya berperan sebagai pendukung.