Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Fasilitas Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pertanian Lahan Kering di Badung I Putu Andi Wira Adnyana; Anak Agung Gede Raka Gunawarman; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.2.5119.291-298

Abstract

Community empowerment is a process of activities that are carried out intentionally in an effort to increase the ability of the community to involve the community as empowerers and empowered communities. Good empowerment needs to design facilities in accordance with the empowerment activities carried out. One of them is empowerment based on dry land agriculture in South Kuta District. This facility is developed by considering the approach to user behavior. The purpose of the research is to find the right behavioral approach model for empowerment activities with data collection methods by literature studies and field observations. The results obtained show that each space that is formed can accommodate the behavior of its users so as to maximize the use of space and make users comfortable using the space.
Fasilitas Rumah Creative dengan Pendekatan Arsitektur Biophilic di Desa Canggu I Komang Winata Tri Aditya; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Nyoman Gede Mahaputra
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.2.5172.232-239

Abstract

The creative industry is an industry that has intellectual property in it, with creative ideas poured into a work by channeling interests and talents in a creative house. Collaboration in producing works is indispensable for the creation of a trade and financial ecosystem in this industry. The application of the concept of biophilic in the collaboration is expected to provide not only between humans and humans but also involves the surrounding environment to make all human sensors usable and can have a good influence on the user's psychology, apart from considering the closeness of humans and the environment, biophilic can also stimulate the surrounding environment. to be better because previously there was a shift in the ecosystem in the area used as the design site. The polluted environment is also a design consideration for how buildings can respond to environmental problems.
Perencanaan E-Sport Center Dengan Penerapan Arsitektur Futuristik Di Denpasar – Bali Ramadhani Estu Segara Aji; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Nyoman Gede Mahaputra
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.2.5228.377-384

Abstract

Currently Indonesia has been influenced by the existence of e-sports (electronic sports), this electronic sport conducts regional or national tournaments or competitions in online games. With the existence of e-sports, it is an opportunity for gamers / online game players in Indonesia to participate in the world of e-sports and play online games. Therefore it takes a place for gamers to gather and also as a place to hold matches. The process of making a forum or place that is centered on providing entertainment about game developments in Denpasar City with an innovative process of forming, iconic buildings and friendly to the urban environment. The design concept of the E-sport center has a futuristic architectural approach with a facade combined with wood that does not have ornaments and is plain, futuristic and minimalist so that it will become the center of development in playing games, because it does not only provide a gathering place, but also a Tournament Place to watch competitions. , Gaming Area, game shop, and also Cafe.
Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Sampah Organik untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung Regency, Bali Meidayanti Mustika; I Kadek Merta Wijaya; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1558.238 KB)

Abstract

Pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida berdampak positif pada aspek kehidupan ekonomi disana. Sebaliknya justru berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan. Salah satu masalah lingkungan yang muncul adalah pengelolaan sampah yang tidak berkelanjutan. Menurut beberapa peraturan, pengelolaan sampah ini harus dilakukan semaksimal mungkin di sumbernya. Situasi ini juga terjadi di Dusun Sebunibus, Desa Sakti, dimana banyak terdapat akomodasi wisata yang beroperasi sebagai akibat dari perkembangan pariwisata yang pesat tetapi limbah yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik. Mitra dalam proyek pengabdian masyarakat adalah Kelompok Sadar Wisata Dusun Sebunibus Dusun Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan masih berkoordinasi dengan Kepala Desa Sakti sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan.. Permasalahan yang teridentifikasi adalah kurangnya persepsi pemilik akomodasi pariwisata dan masyarakat pendukungnya tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi tentang pengelolaan sampah. Selain itu perlu diperkenalkan metode penanganan sampah pada sumbernya yang efektif dan mudah berkembang di lokasi ini, khususnya sampah organik. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menginisiasi sosialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah kepada para pemangku kepentingan pariwisata di Desa Sebunibus agar semua pihak yang terlibat memahami pendekatan pengelolaan sampah berkelanjutan. Lebih lanjut, pengenalan unit alat pengolah sampah organik yang dapat digunakan secara langsung yang tidak hanya akan menyelesaikan permasalahan persampahan tetapi juga memiliki nilai ekonomis untuk pemberdayaan masyarakat.. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pengkajian awal untuk mengidentifikasi timbulan sampah yang dihasilkan dan kondisi pengelolaan sampah di lokasi yang dituju serta menganalisis kondisi tersebut untuk kemudian merumuskan materi sosialisasi edukasi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Tahap selanjutnya adalah melakukan sesi sosialisasi di lokasi pengabdian masyarakat termasuk presentasi dan diskusi tentang proses teknis unit pengolahan sampah organik. Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi awal kemampuan mitra dalam menjalankan unit pengolahan sampah organik.
Pendampingan Masyarakat Dalam Pembentukan Desa Pejeng Kaja Menjadi Desa Wisata Dwi Novigga Artha Pande Putu; Pradnyaswari Anasta Putri Ni Putu Ratih; Putu Ayu Sita Laksmi
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pejeng Kaja terletak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar yang memiliki begitu banyak potensi untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata. Keterbatasan anggaran yang dan tuntutan dari Permendagri bahwa setiap Desa diharapkan mandiri secara ekonomi maka perlu adanya solusi terkait permasalahan ini, Secara kasat mata potensi di Desa Pejeng Kaja antara lain 9 Subak, beberapa Pura Cagar Budaya dan Lahan Berdagang. Potensi tersebut apabila lebih diobservasi dan dianalisis maka akan didapatkan hasil yang mendetail mengenai kelebihan dan peluang dari setiap potensi yang ada Desa Pejeng Kaja. Pada program kemitraan masyarakat ini kami bekerja sama dengan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Desa Pejeng Kaja untuk turut bersama-masa menyusun dan pengembangkan desa menjadi Desa Wisata. Pokdarwis di desa ini baru terbentuk dengan SDM yang tidak memiliki background dibidang pembangunan, pariwisata dan ekonomi. Oleh sebab itu kami pihak akademisi akan mendampingi mitra dalam mengobservasi, pengukuran, penyusunan, desain, mengadakan Focus Group Disscusion dan sosialisasi hingga menghasilkan gagasan pengembangan Desa Pejeng Kaja menjadi Desa Wisata. Tahap ini merupakan awal dari pembentukan Desa Wisata dengan prospek pengebangan berkelanjutan. Tidak sebatas pembuatan dokumen analisis dan gambar pengembangan desa, pengabdian ini juga memiliki luaran. Luaran PKM ini berupa Jurnal Pengabdian kepada masyarakat, Publikasi media massa online, HKI, dan dokumen studi kelayakan dan perencanaan.
Wellness Sanctuary Sebagai Alternatif Penyembuhan Masyarakat Urban di Kabupaten Badung: Bahasa Indonesia Arya Duta Harjono; I Ketut Sugihantara; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.1.7033.134-141

Abstract

Throughout human history living alongside nature and culture, humans have sought peace and a greater understanding of the emotional feelings of life. Humans sometimes forget how the well-being of physical and spiritual life is always related. The reality that occurs in current conditions is that humans live in a society that does not guarantee a healthy environment. This aspect is part of the balance of human health, namely Wellness. In order to maintain the balance of these conditions, humans must be able to adapt in maintaining the physical and mental conditions of humans to their environment. Today, needs in urban areas such as Badung Regency are full of activities that can cause physical and mental fatigue. There needs to be a safe room that can provide good care for the community so they can find a way out in dealing with problems like this. It is hoped that the Wellness Sanctuary building in Badung Regency can become a safe space for clients who want to get peace and comfort. Assisting clients in solving emotional and psychological problems by finding the roots of the problems experienced by sharing stories through experiences and overcoming these mental problems.
Perencanaan dan Perancangan Bangunan Rehabilitasi Narkoba Bertema Modern Tropis di Kabupaten Badung: bahasa indonesia Dimas Rifky Hidayat; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Anak Agung Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.1.7089.47-55

Abstract

The increasing cases of drug crime are widespread in the environment with various addicts of various ages, young and old, from children to adults, especially in Bali. According to data from the Bali Province National Narcotics Agency, drug users during the Covid-19 Pandemic season have begun to increase by 8% with a total of 574 drug cases involving 638 suspected drug cases and 534 total drug abuse patients from 2012 to 2022. Through building design This rehabilitation is expected to reduce drug addicts and be able to cure drug addicts so that they return to society and are able to become individuals who are more productive and creative according to their fields. In this design, we review the designs that have potential and overcome the problems that come from this design, of course by approaching the theory of behavioral architecture, constitution, and standardization of drug rehabilitation centers using design methods that are expected to be able to accommodate this rehabilitation building and fulfill any need for rehabilitation. In this design using 4 aspects of nature, five senses, psychological, environment with the design theme of modern tropical. In this study, an analysis of the location, climate was also carried out and considering aspects of the convenience of users of this facility later.
Strategi Pengelompokan Kandang Anjing Pada Pusat Konservasi Anjing Liar di Padang Galak, Denpasar: bahasa indonesia Komang Junida Aryadi; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Wayan Runa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.1.7107.18-26

Abstract

Dogs and humans benefit from each other, but the Denpasar City Agriculture Service (2019) states that only 30% of the total dog population in Denpasar are owned/cared for and the rest are wild dogs. The author wants to raise this issue in order to improve the quality of life for stray dogs. The Wild Dog Conservation Center facility in Padang Galak Denpasar aims to address the problem of dogs that are not owned or live on the streets. However, proper planning and design is needed to provide adequate facilities and be able to accommodate the community so that they can be treated according to their classification.
Pendampingan Masyarakat Dalam Perancangan Pasar Di Desa Pejeng Kaja Sebagai Penunjang Desa Wisata Pande Putu Dwi Novigga Artha; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Putu Ayu Sita Laksmi
Jurnal Anala Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.11.2.1458.40-50

Abstract

Desa Pejeng Kaja terletak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar merupakan sebuah desa yang kaya akan potensi alam dan peninggalan cagar budaya. Melihat bagaimana potensi peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali, dan adanya kebijakan pembangunan pariwisata berbasis desa, Desa Pejeng Kaja melalui pemerintahan desa berupaya mengarahkan pengembangan desa menjadi sebuah destinasi wisata dengan mengembangkan titik-titik potensi wisata alam & budaya yang ada di wilayah Desa. Berdasarkan hasil analisis studi kelayakan tahun 2022 desa Pejeng Kaja memiliki 9 subak dan banyak pura cagar budaya. Sehingga dalam perancangan masterplan terdapat beberapa fasilitas yang diusulkan antara lain jalan tani, pengembangan pura dan revitalisasi pasar. Berdasarkan urgensi pengadaan maka dipilihlah pengadaan pasar menjadi fokus pengabdian tahun 2023. Pasar merupakan tempat berputarnya roda ekonomi, standar kesejahteraan dan sekaligus menjadi identitas kawasan. Revitalisasi pasar Desa Pejeng Kaja akan mejadi pasar masyarakat sekaligus pasar kerajinan dan oleh oleh sehinga diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat dengan pengelolaan menjadi bagian dari Bundes. Luaran dari pengabdian ini adalah gamabr konsep Pasar di Desa Pejeng Kaja dan Penyuluhan terkiat Strategi Perningkatan Ekonomi Pelaku UMKM melalui Pembukaan Pasar Rakyat. Tujuan dari pengabdian ini selain memberikan fasilitas juga memberikan edukasi terkait pengembangan desa menjadi desa wisata yang mandiri
Penataan dan Integrasi Fasilitas Penunjang Pelabuhan di Pantai Matahari Terbit, Desa Adat Sanur Kaja, Denpasar, Bali Ida Bagus Gede Parama Putra; Ida Bagus Udayana Putra; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pantai Matahari Terbit merupakan salah satu pantai di Sanur yang menjadi salah satu pantai favorit bagi wisatawan untuk menikmati kuliner. Selain kuliner, pembangunan pelabuhan resmi selesai dan beroperasi pada tanggal 18 Desember 2022. Peningkatan jumlah pengunjung pelabuhan cukup meningkat berdasarkan data terakhir hampir 150 ribu penumpang yang telah melakukan perjalanan melalui fasilitas ini. Peningkatan jumlah pengunjung bukan hanya dipadati oleh wisatawan, namun juga aktivitas keagamaan masyarakat sekitar di Petunon. Kompleksitas ini membuat perlunya adanya adaptasi yang cukup pesat dikarenakan banyaknya fasilitas yang diperlukan setelah pembangunan Pelabuhan Sanur telah selesai. Dampak keberadaan pelabuhan terhadap kawasan Matahari Terbit dapat bersifat positif dan negatif. Sisi positifnya, pelabuhan dapat memberikan manfaat ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja, menarik wisatawan, dan meningkatkan perdagangan. Selain itu, pelabuhan yang dirancang dan dipelihara dengan baik juga dapat meningkatkan nilai estetika dan rekreasi kawasan secara keseluruhan. Sisi negatifnya, pelabuhan juga dapat menyebabkan degradasi lingkungan, seperti pencemaran dan perusakan ekosistem pesisir, serta peningkatan lalu lintas dan kebisingan. Dampak pelabuhan dapat dikurangi dengan menerapkan praktik pembangunan berkelanjutan dan melakukan penilaian lingkungan secara teratur. Pengabdian ini merespon adanya kebutuhan akan rencana induk atau masterplan kawasan Pantai Matahari Terbit dan juga integrasi keseluruhan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan dan keberlanjutan kawasan.