Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Redesain Sport Center Gor Debes di Kabupaten Tabanan dengan Menerapan Konsep Arsitektur Kontemporer : bahasa indonesia I Putu Wikan Pithamaha; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Nengah Sinarta; I Wayan Wirya Sastrawan; Putu Siskha Pradnyaningrum
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9801.94-101

Abstract

The limitations of facilities and infrastructure have hindered the ability of sports in Tabanan Regency to achieve good performance at both regional and national levels. In addition, the lack of attention to the welfare of high-performing athletes has caused some athletes to choose to move elsewhere. From these issues, it is suggested to improve the existing sports facilities and infrastructure in Tabanan Regency through redesign. A Sport Center can be a sports building that accommodates sports activities including training, recreation, and competitions. This research is a qualitative descriptive research with data collection methods in the form of observation and literature study.The application of contemporary architecture that aims to be introduced in the redesign project of the sports center is a style of architecture that does not abandon traditional values but can appear modern according to the times. The application of contemporary architecture in the redesign of the Sports Center in Tabanan will be implemented in aspects of form, materials, aesthetics, circulation, and space.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FASILITAS PENUNJANG LITERASI DAN KOMUNITAS PELAJAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI DESA PED, NUSA PENIDA: Bahasa Indonesia I Made Gde Adisatya Ardikabawa; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Wayan Parwata; Nyoman Ratih Prabandari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12126.183-192

Abstract

Kemampuan literasi menjadi keterampilan penting di era digital, namun Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait rendahnya minat baca. Menurut UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, dan skor literasi membaca PISA 2022 Indonesia berada di bawah rata-rata internasional. Tantangan ini juga terlihat di Nusa Penida, bagian dari Kabupaten Klungkung, Bali, yang meskipun berkembang sebagai destinasi wisata, masih kekurangan fasilitas pendidikan, termasuk perpustakaan. Dengan pertumbuhan pariwisata yang pesat, pembangunan di Nusa Penida cenderung berfokus pada sektor pariwisata, mengesampingkan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi.Penelitian ini bertujuan merancang perpustakaan umum di Nusa Penida yang tidak hanya menyediakan koleksi bahan bacaan tetapi juga dirancang sebagai ruang edukasi interaktif. Perpustakaan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat, menyediakan pelatihan literasi digital, dan menjadi pusat kolaborasi komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur untuk memahami pentingnya literasi dan survei lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan lokal. Hasil penelitian diharapkan memberikan solusi strategis dalam meningkatkan minat baca dan daya saing masyarakat Nusa Penida secara global. Dengan desain yang tepat, perpustakaan ini tidak hanya meningkatkan literasi tetapi juga menjadi katalisator pengembangan komunitas yang lebih berdaya dan inovatif.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FASILITAS PENUNJANG PARIWISATA DI KAWASAN DESA WISATA PENGLIPURAN – BANGLI: Bahasa Indonesia I wayan sudita purnawan PURNAWAN; I Wayan Parwata; I Wayan Widanan; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Kadek Putra Santika Narayana
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 2 (2025): SettingsVol. 13 No. 2 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Univer
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.2.12135.14-26

Abstract

The increase in the number of tourists in the Penglipuran Tourism Village, Bali, has given rise to various problems such as a lack of supporting facilities and the conversion of traditional houses. This research aims to design supporting facilities that suit village characteristics and tourist needs, as well as preserving the environment and local culture. Through literature and field studies, this research identifies the main problems and proposes an eco-friendly architecture design concept that combines traditional Balinese architecture with modern technology. It is hoped that the results of this research can contribute to the development of sustainable tourism in the Penglipuran Tourism Village
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL PELABUHAN PENUMPANG DI DESA KUSAMBA: Bahasa Indonesia I Putu Egatama Arya Putra; I Wayan Parwata; I Wayan Widanan; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 2 (2025): SettingsVol. 13 No. 2 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Univer
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.2.12137.46-55

Abstract

This planning is based on an increase in the number of tourists coming to Bali every year, namely 2.2 million tourists in 2022 and increasing by 114 percent in 2023 with a total of 5.3 million tourists. Kusamba village, Dawan subdistrict, Klungkung regency is a strategic area and very close to Nusa Penida and Nusa Lembongan which makes this village a place for sailing boats wishing to cross to the island, therefore most of the Kusamba community depends on the tourism sector. This data shows that there is great potential for business opportunities for the surrounding community. The aim of this research is to plan and design passenger-specific port terminal facilities to solve current problems. Carrying the concept of "Comfortable Harbor and Economic Opportunities” is a concept that provides adequate facilities and also increases economic opportunities for local communities with a traditional atmosphere to enhance the experience of visiting tourists and raises the theme "Neo-Vernacular Architecture" with a response to modernism. combining traditional elements with a modern twist. This theme emphasizes the importance of local culture and the use of local materials as well as harmony between buildings and the environment
Perencanaan dan Perancangan Pusat Wisata Budidaya Madu Kele-Kele Di Desa Bongkasa Pertiwi: Bahasa Indonesia Gede Rio Fernando Ardha Harawikrama; I Wayan Widanan; I Wayan Parwata; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12153.72-80

Abstract

Desa Bongkasa Pertiwi di Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi alam yang mendukung pengembangan ekowisata, termasuk budidaya madu kele-kele oleh lebah Trigona sp.. Wisata ini telah menarik banyak pengunjung, namun masih terbatas pada rumah pembudidaya, menyebabkan keterbatasan kapasitas. Pengembangan pusat wisata budidaya madu kele-kele menjadi skala yang lebih besar sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tampung, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat keterkaitan antarobjek wisata di desa ini. Pengembangan ini diharapkan mampu mengurangi tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi, sekaligus mempromosikan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Badung.
Perencanaan dan Perancangan Agrowisata Peternakan Babi di Desa Kerta, Payangan: Bahasa Indonesia I Wayan Esa Adhitya Putra; I Wayan Parwata; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Nyoman Ratih Prabandari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12212.122-132

Abstract

Bali merupakan daerah yang kaya dengan kearifan flora dan fauna, salah satu hewan yang dekat dengan masyarakat bali adalah babi, dibali babi tidak hanya dikonsumsi namun juga banyak digunakan sebagai sarana upakara, daging babi kini menjadi salah satu komoditas bahan pangan yang dapat diekspor, Bali merupakan provinsi penghasil daging babi tertinggi di indonesia, warga di Desa Kerta sudah mulai melupakan sistem peternakan dan penggunaan pakan organik, dimana sebelumnya masyarakat di desa kerta memanfaatkan kotoran babi sebagai pupuk kandang yang selanjutnya diberikan pada tanaman pisang batu, lalu tanaman pisang batu tersebut dimanfaatkan daunnya oleh warga dan batang serta buahnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sistem ini mulai dilupakan karena munculnya jenis pakan babi yang lebih efisien dari segi waktu penggemukan babi, hal ini juga menjadi salah satu penyebab ditinggalkannya komoditas babi lokal bali sebagai hewan ternak di Desa Kerta, perencanaan dan perancangan agrowisata ini menggunakan pendekatan konsep Nature farm yang diimplementasikan dalam sistem utilitas, sirkulasi dan tata bangunan,untuk menjawab konsep nature farm tema rancangan biophilic dipilih karena memiliki tujuan yang sama dengan konsep nature farm, pada perancangan ini bangunan dibagi menjadi 3 zona yaitu zona peternakan, zona perkebunan dan zona rekreasi, nantinya bangunan – bangunan akan di dikelompokkan kedalam 3 zona tersebut.
Perencanaan dan Perancangan Pengembangan Pelabuhan Laut Melalui Extending Tradition di Toya Pakeh, Nusa Penida: Bahasa Indonesia Ni Putu Mei Lestari; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Wayan Widanan; I Wayan Parwata
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12292.43-52

Abstract

Banjar Nyuh, Desa Ped yang menjadi pintu gerbang utama bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pelabuhan laut Toya Pakeh, Nusa Penida yang terletak di Banjar Nyuh menjadi salah satu titik penting bagi konektivitas antara Pulau Nusa Penida dan wilayah sekitarnya, termasuk Bali. Dengan peningkatan jumlah penumpang pelabuhan menimbulkan kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang memadai, terutama pelabuhan laut yang mampu mengakomodasi arus perjalanan dengan baik. Berbeda halnya dengan kondisi eksisting memprihatinkan yang dimiliki Pelabuhan Toya Pakeh ini menimbulkan berbagai hambatan operasional pelabuhan. Selain itu, Nusa Penida memiliki warisan tradisi budaya lokal yang saat ini mulai ditinggalkan karena ketiadaan wadah khusus dalam mempromosikan warisan budaya lokal ini. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk merencanakan dan merancang pengembangan Pelabuhan Laut Toya Pakeh di Banjar Nyuh yang mampu menjadi sarana transportasi yang nyaman dan layak bagi para pengguna dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna pelabuhan melalui penyediaan fasilitas – fasilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi permasalahan melalui pengumpulan, penyajian dan analisis data. Hasil penelitian dimaksudkan untuk memperoleh spesifikasi arsitektural dan gagasan / ide arsitektural dari Pengembangan Pelabuhan Toya Pakeh ini yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi yang nyaman, layak dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna tetapi juga sebagai representasi dan perpanjangan dari warisan budaya lokal melalui extending tradition promosi kain khas yang merupakan kreatifitas masyarakat lokal di Nusa Penida yang dituangkan dalam suatu desain.
Pendampingan Masyarakat Dalam Pembentukan Desa Pejeng Kaja Menjadi Desa Wisata Dwi Novigga Artha Pande Putu; Pradnyaswari Anasta Putri Ni Putu Ratih; Putu Ayu Sita Laksmi
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pejeng Kaja terletak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar yang memiliki begitu banyak potensi untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata. Keterbatasan anggaran yang dan tuntutan dari Permendagri bahwa setiap Desa diharapkan mandiri secara ekonomi maka perlu adanya solusi terkait permasalahan ini, Secara kasat mata potensi di Desa Pejeng Kaja antara lain 9 Subak, beberapa Pura Cagar Budaya dan Lahan Berdagang. Potensi tersebut apabila lebih diobservasi dan dianalisis maka akan didapatkan hasil yang mendetail mengenai kelebihan dan peluang dari setiap potensi yang ada Desa Pejeng Kaja. Pada program kemitraan masyarakat ini kami bekerja sama dengan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Desa Pejeng Kaja untuk turut bersama-masa menyusun dan pengembangkan desa menjadi Desa Wisata. Pokdarwis di desa ini baru terbentuk dengan SDM yang tidak memiliki background dibidang pembangunan, pariwisata dan ekonomi. Oleh sebab itu kami pihak akademisi akan mendampingi mitra dalam mengobservasi, pengukuran, penyusunan, desain, mengadakan Focus Group Disscusion dan sosialisasi hingga menghasilkan gagasan pengembangan Desa Pejeng Kaja menjadi Desa Wisata. Tahap ini merupakan awal dari pembentukan Desa Wisata dengan prospek pengebangan berkelanjutan. Tidak sebatas pembuatan dokumen analisis dan gambar pengembangan desa, pengabdian ini juga memiliki luaran. Luaran PKM ini berupa Jurnal Pengabdian kepada masyarakat, Publikasi media massa online, HKI, dan dokumen studi kelayakan dan perencanaan.
Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Sampah Organik untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung Regency, Bali Meidayanti Mustika; I Kadek Merta Wijaya; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.3.1.2020.1-9

Abstract

Pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida berdampak positif pada aspek kehidupan ekonomi disana. Sebaliknya justru berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan. Salah satu masalah lingkungan yang muncul adalah pengelolaan sampah yang tidak berkelanjutan. Menurut beberapa peraturan, pengelolaan sampah ini harus dilakukan semaksimal mungkin di sumbernya. Situasi ini juga terjadi di Dusun Sebunibus, Desa Sakti, dimana banyak terdapat akomodasi wisata yang beroperasi sebagai akibat dari perkembangan pariwisata yang pesat tetapi limbah yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik. Mitra dalam proyek pengabdian masyarakat adalah Kelompok Sadar Wisata Dusun Sebunibus Dusun Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan masih berkoordinasi dengan Kepala Desa Sakti sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan.. Permasalahan yang teridentifikasi adalah kurangnya persepsi pemilik akomodasi pariwisata dan masyarakat pendukungnya tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi tentang pengelolaan sampah. Selain itu perlu diperkenalkan metode penanganan sampah pada sumbernya yang efektif dan mudah berkembang di lokasi ini, khususnya sampah organik. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menginisiasi sosialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah kepada para pemangku kepentingan pariwisata di Desa Sebunibus agar semua pihak yang terlibat memahami pendekatan pengelolaan sampah berkelanjutan. Lebih lanjut, pengenalan unit alat pengolah sampah organik yang dapat digunakan secara langsung yang tidak hanya akan menyelesaikan permasalahan persampahan tetapi juga memiliki nilai ekonomis untuk pemberdayaan masyarakat.. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pengkajian awal untuk mengidentifikasi timbulan sampah yang dihasilkan dan kondisi pengelolaan sampah di lokasi yang dituju serta menganalisis kondisi tersebut untuk kemudian merumuskan materi sosialisasi edukasi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Tahap selanjutnya adalah melakukan sesi sosialisasi di lokasi pengabdian masyarakat termasuk presentasi dan diskusi tentang proses teknis unit pengolahan sampah organik. Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi awal kemampuan mitra dalam menjalankan unit pengolahan sampah organik.