Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of risk factors for stunting among under-five children: A case-control study in Baiturrahman Primary Health Center, Banda Aceh City Januariana, Neni Ekowati; Sari Siregar, Dian Maya; Agustina, Winda; Maryanti, Endang; Koka, Ecia Meilonna; Rosdiana, Rosdiana; Marlina, Marlina; Asriwati, Asriwati; Pakpahan, Suzan Fitriana; Aisyah, Siti; Jalilah, Jalilah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 2 (2025): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i2.2671

Abstract

Stunting is a form of chronic malnutrition that adversely affects the growth and development of children under five years of age. This study aimed to analyze the factors associated with stunting among children in Banda Aceh, Indonesia. A cross-sectional study was conducted in Banda Aceh in 2023 involving 128 respondents, comprising 64 stunted children (cases) and 64 non-stunted children (controls). Data were analyzed using chi-square tests and logistic regression at the 95% confidence level. Results: Maternal knowledge (p=0,002), socioeconomic status (p=0,005), breastfeeding practices (p=0,012), birth weight (p=0,009), and maternal educational level (p=0,014) were significantly associated with stunting. The dominant factor influencing stunting was low birth weight (odds ratio [OR] =2,4; p=0,012). In conclusion, low birth weight was identified as the primary determinant of stunting. Other factors, such as maternal knowledge, education, socioeconomic status, and breastfeeding also played a role, although they were not significant in the multivariate analysis. Stunting prevention should begin during pregnancy through multi-sectoral interventions, nutrition education, strengthened antenatal care services, and family economic empowerment.
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING HEPATITIS B IMMUNIZATION COVERAGE IN TODDLERS IN THE WORKING AREA OF THE GAMBIR BARU HEALTH CENTER, ASAHAN REGENCY Ridwan, Muhammad; Asriwati, Asriwati; Nasution, Ramadhani Syafitri
HEARTY Vol 13 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i5.21594

Abstract

The coverage of Hepatitis B immunization in toddlers in the Gambir Baru Health Center Working Area in 2021 only reached 40.56%, far below the national target. This study aims to analyze the factors that affect the low immunization coverage. The method used is a mix method with an explanatory research design, to be carried out in July-August 2025. The research sample amounted to 66 mothers who had toddlers, obtained through purposive sampling, and 11 informants consisting of key, main, and supporting informants. Quantitative data were analyzed by univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate (logistic regression) tests, while qualitative data used interactive analysis. The results showed that the majority of respondents were 36–45 years old (56.1%), had a high school education (53.0%), and worked as self-employed (37.9%). Factors of knowledge, attitude, trust, facilities, husband support, and health worker support affect immunization coverage. Multivariate analysis shows trust is the most dominant factor. Qualitatively, it was found that there is a public belief that the raw materials for Hepatitis B immunization are not halal, so many children are not immunized. It is suggested that the results of this study be a reference and evidence-based for students and health workers related to increasing immunization coverage.
Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Perawat Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin, Medan Rahmadhani, Putri; Efendi, Ismail; Afrianty, Miskah; Asriwati, Asriwati; Fitriani, Arifah Devi
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1299

Abstract

WHO (World Health Organization) menunjukkan bahwa Indonesia masuk dalam lima Negara dengan kinerja perawat paling rendah. Rendahnya kinerja perawat berpotensi mengancam kepuasan pengguna pelayanan kesehatan dan reputasi rumah sakit sebagai produsen pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja perawat rawat inap di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat, Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling sebanyak 75 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner. Tehnik pengumpulan data dengan mengumpulkan data primer dan skunder. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil uji chi-square motivasi (P-value 0,000), kedisiplinan (P-value 0,017), insentif (P=Value 0,002), lingkungan kerja (P-value 0,000), kemampuan kerja (P-value 0,000) yang artinya ada pengaruh variabel yang diamati terhadap kinerja perawat. Hasil uji regresi logistik variabel dominan berpengaruh terhadap kinerja perawat adalah variabel kemampuan kerja p=0,003 < 0,025 (OR: 277.759; 95%CI=6.862-11243.720) artinya kemampuan kerja berpengaruh 277.759 kali terhadap kinerja perawat.
Faktor yang Memengaruhi Mutu Pelayanan Bidan Puskesmas di Kabupaten Aceh Selatan Lismawanti , Lismawanti; Asriwati, Asriwati; Aini, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12319

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Banyak orang rela membayar mahal untuk biaya pengobatan. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kesehatan. Bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan mengacu pada asuhan kebidanan meliputi metode pengkajian, diagnosis, perencanaan, tindakan, partisipasi klien dan evaluasi. Upaya yang dapat dilakukan Puskesmas untuk memenuhi kebutuhan pasien melalui tenaga kesehatan yang memberikan kinerja terbaik pada pasien di Puskesmas tersebut. Oleh karena itu, mutu pelayan bidan perlu mendapat perhatian dari pihak manajemen puskesmas. Permasalahan yang berkaitan dengan bidan antara lain kepuasan kerja, kepuasan gaji, jam kerja, kedisiplinan, komitmen kerja, shift kerja, beban kerja,kompensasi, stress kerja, pemantapan pengetahuan, turnover dan kinerja. Permasalahan dalam penelitain ini yaitu Apakah kepuasan kerja, pengetahuan, beban kerja dan sikap memengaruhi mutu pelayanan bidan Puskesmas di Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan bidan Puskesmas di Kabupaten Aceh selatan tahun 2023. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 78 orang. Hasil penelitian pada penelitian ini yaitu terdapat pengaruh antara kepuasan kerja, beban kerja, pengetahuan dan sikap dengan mutu pelayanan bidan di Puskesmas Kabupaten Aceh Selatan dengan nilai p value kepuasan kerja=0,000 beban kerja=0,000 pengetajuan=0,000 dan sikap=0,00.Saran pada penelitian ini Diharapkan dapat melakukan survey mutu pelayanan pada tiap-tiap puskesmas sebagai monitoring kualitas pelayanan terhadap masyarakat serta memberikan seminar atau pelatihan pada bidan terkait peningkatan mutu pelayanan yang berstandar tinggi dan berorientasikan masyarakat
Analisis Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dalam Peningkatan Cakupan Imunisasi Dasar di Puskesmas Peulumat Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023 Hendra, Ema; Asriwati, Asriwati; Khairatunnisa, Khairatunnisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12353

Abstract

Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) diterapkan untuk mendukung penyelenggaraan operasional Puskesmas bersifat promotif/preventif kepada masyarakat. Minimnya dana BOK yang diberikan Pemerintah Pusat ke Kabupaten sampai Puskesmas sehingga sering kali Puskesmas meminimalisir pembiayaan kegiatan.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dalam Upaya Peningkatan Cakupan Pemberian Imunisasi Dasar pada balita Di Puskesmas Peulumat Kecamatan Labuahn Haji Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis review program dengan penggunaan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitain ini terdiri dari kepala puskesmas dan pengelola BOK sebagai informan utama, bidan desa 3 orang sebagai informan kunci dan ibu yang memiliki balita berjumlah 5 orang sebagai informan triangulasi. Instrumen data kualitatif berupa wawancara terbuka. Analisis kualitatif dianalisis secara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek komunikasi pada kebijakan penggunaan dana BOK di Puskesmas Peulumat perlunya diperbaiki agar lebih menyeluruh, sumber daya manusia perlunya peningkatan dan evaluasi sumber dana pada program. Penerapan system disposisi sudah baik namun struktur birokrasi perlunya ada peningakatan kerjasama pada setiap aspek. Kesimpulan penelitian ini yaitu : penerapan system komunikasi, sumber daya manusia, disposisi dan system birokrasi.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI STRES KERJA PERAWAT DI RUANG IGD RUMAH SAKIT UMUM MILIK PEMERINTAH CUT MUTIA DI ACEH UTARA Alkautsar, Esar; Efendi, Ismail; Asriwati, Asriwati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1669

Abstract

Stres kerja telah menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian penting di banyak Negara. Berdasarkan hasil survei awal dengan 8 orang perawat yang ada menggunakan alat ukur kuesioner Depression Anxiety Stres Scale (DASS 21), didapatkan hasil bahwa 7 perawat mengalami stres ringan (87,5%) dan 1 orang tidak mengalami stres (12,5%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang memengaruhi stres kerja perawat di Ruang IGD Di rumah sakit umum milik pemeritah di Aceh Utara.Penelitian ini menggunakan jenis survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 56 orang dengan teknik total sampling sampel yang diambil dengan cara total sampling yaitu sebanyak 56 orang. Metode pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki nilai sig-p 0,010 < 0,05, lingkungan kerja sig-p 0,016 < 0,05 dan konflik peran memiliki nilai sig-p 0,002 < 0,05, yang menunjukkan bahwa memiliki pengaruh terhadap stres kerja perawat di ruang IGD dirumah sakit umum cut mutia aceh utara. Variabel yang paling besar memiliki pengaruhnya terhadap stres kerja perawat di rumah sakit yaitu variabel konflik peran, dimana konflik peran memiliki pengaruh dengan nilai OR 14,440 terhadap terjadinya stres kerja sebanyak 14 kali lipat di bandingkan variabel yang lainnya.Sedangkan variabel yang tidak memiliki pengaruhnya yaitu pola ketenagaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh beban kerja, lingkungan kerja dan konflik peran terhadap stres kerja perawat di rumah sakit di ruang IGD. Diharapkan menjadi masukan dalam mengambil tindakan dalam mengantisipasi stres kerja di kalangan perawat sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat dalam mengaplikasikan asuhan keparawatan yang bermutu. Kata Kunci : Faktor Memengaruhi, Stres Kerja, Konflik peran
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua pada Hospitalisasi Anak Usia Prasekolah di Ruang Rawat Inap RSUD Kab. Aceh Singkil Tahun 2021 Ningsih, Sri Wahyu; Asriwati, Asriwati; Marsaulina, Ivansri; Nadapdap, Thomson P; Raja, Sarma Lumban
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2830

Abstract

Hospitalisasi adalah suatu proses yang mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi dan perawatan, baik untuk alasan berencana dirawat di rumah sakit. Hospitalisasi akan menciptakan serangkaian kejadian traumatis dan kecemasan dalam ketidakpastian orang tua. Kecemasan adalah perasaan khawatir atau tidaknyaman yang seakan-akan terjadi sesuatu yang dirasakan sebagai ancaman, dan merupakan pengalaman sehari-hari yang dialami individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua pada hospitalisasi anak usia prasekolah di RSUD Aceh Singkil. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dekriptif analitik. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian 135 dan sampel sebanyak 57 orang. Analisa data dengan analisa univariat, analisa bivariat menggunakan chi square dan analisa multivariat menggunakan uji regresi beganda binary. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia memiliki nilai sig-p 0,001< 0,05, pendidikan sig-p 0,597>0,05, pengetahuan sig-p 0,040<0,05, finansial/materi sig-p 0,065>0,05, pengalaman sig-p 0,556>0,05, peran keluarga sig-p 0,001< 0,05, perilaku caring perawat sig-p 0,000< 0,05, yang artinya selain variabel pengalaman, pendidikan, dan finansial/materi semua variabel memiliki hubungan terhadap kecemasan.Variabel yang paling berpengaruh terhadap kecemasan oang tua adalah perilaku caring perawat  p value sebesar 0,000< 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan usia, pengetahuan, peran keluarga dan perilaku caring perawat, sedangkan pengalaman, pendidikan, dan finansial/materi tidak memiliki hubungan terhadap kecemasan. Diharapkan dapat bermanfaat bagi rumah sakit sebagai bahan pertimbangan perawat dalam melakukan ntervensi keperawatan dan sebagai perawat di ruang anak mampu meningkatkan hubungan yang baik terhadap keluarga dan perawat harus memberikan segala informasi tentang kondisi penyakit anak dari mulai masuk ke RS sampai pulang kembali kerumah.Kata Kunci    : Kecemasan, Hospitalisasi anak prasekolahHospitalization is a process that requires the child to stay in the hospital to undergo therapy and treatment, both for reasons of planning to be hospitalized. Hospitalization will create a series of traumatic events and anxiety in parental uncertainty. Anxiety is a feeling of worry or discomfort as if something happened that is perceived as a threat, and is a daily experience experienced by individuals. This study aims to determine the factors associated with the level of anxiety of parents in the hospitalization of preschool children at the Aceh Singkil Hospital. The type of this research is descriptive analytical quantitative research. The research design used cross sectional. The population in the study was 135 and the sample was 57 people. Data analysis using univariate analysis, bivariate analysis using chi square and multivariate analysis using multiple binary regression test. The results showed that age had a sig-p value of 0.001 < 0.05, education sig-p 0.597> 0.05, knowledge sig-p 0.040 <0.05, financial/material sig-p 0.065> 0.05, sig-p experience -p 0.556>0.05, family role sig-p 0.001 <0.05, nurse caring behavior sig-p 0.000 <0.05, which means that apart from experience, education, and financial/material variables, all variables have a relationship with anxiety. The most influential variable on parents' anxiety is the caring behavior of nurses, p value of 0.000 < 0.05. The conclusion in this study is that there is a relationship between age, knowledge, family roles and caring behavior of nurses, while experience, education, and finances/materials have no relationship to anxiety. It is hoped that it will be useful for hospitals as a consideration for nurses in carrying out nursing interventions and as nurses in the children's room are able to improve good relations with families and nurses must provide all information about the condition of children's illnesses from entering the hospital to returning home.Keywords : Anxiety, Hospitalization of preschool children
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Temperatur Terhadap Tubuh Bayi Sesudah 2 Jam Post Partum di Rumah Sakit Columbia Asia Medan Tahun 2021 Sari, Novita; Suroyo, Razia Begum; Harahap, Fatma Sylvana Dewi; Asriwati, Asriwati; Nasution, Ramadhani Syafitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2827

Abstract

Bayi Baru Lahir (BBL) harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. Salah satu adaptasi BBL normal adalah mengatur suhu tubuh walaupun BBL sangat rentan untuk mengalami hipotermi, yanag menjadi penyebab yang sangat serius terhadap kesakitan dan kematian BBL. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Temperatur Tubuh Bayi Sesudah 2 jam Post Partum di Rumah Sakit Columbia Asia Medan tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien bayi baru lahir di Rumah Sakit Columbia Asia Medan sebanyak 185 orang pada kurun waktu februari sampai dengan april 2021. Jumlah sampel yang akan di teliti adalah 65 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian uji chi square menunjukkan bahwa variabel proses persalinan, suhu ruangan, lampu penghangat, metode skin to skin, mengeringkan bayi dengan seksama, selimut tubuh bayi dan tutup kepala bayi, menunda memandikan bayi 6 jam setelah lahir, bantalan penghangat, apgar score  nilai p-value = 0,000 < α 0,05, artinya ada pengaruh antara proses persalinan , terhadap perubahan temperature tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum, dari hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel metode skin to skin. Kesimpulan ada pengaruh antara proses persalinan, suhu ruangan, lampu penghangat, metode skin to skin, mengeringkan bayi dengan seksama, selimut tubuh bayi dan tutup kepala bayi, menunda memandikan bayi 6 jam setelah lahir, bantalan penghangat, apgar score terhadap perubahan temperature tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum. sedangkan analisa multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor yang paling dominan adalah variabel metode skin to skin terhadap terhadap perubahan temperatur tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum. Disarankan kepada pihak rumah sakit agar dapat meningkatkan kompetensi metode skin to skin kepada perawat atau bidan di Rumah Sakit Columbia Asia Medan dengan cara mengadakan pelatihan dan workshop baik internal maupun eksternal, juga Rumah sakit Columbia Asia medan harus mendukung metode skin to skin dari segi kelengkapan sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan metode skin to skin.Kata Kunci : Bayi baru lahir, proses persalinan, metode skin to skinNewborns must adjust from intrauterine life to extrauterine life. One of the adaptations of normal newborns is to regulate body temperature even though they are very susceptible to hypothermia, which is a very serious cause of morbidity and mortality in newborn babies. The purpose of the study was to determine the Factors Affecting Changes in Infant Body Temperature After 2 hours Post Partum at Columbia Asia Hospital Medan in 2021. The research design used in this study was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all newborn patients at Columbia Asia Hospital Medan as many as 185 people from February to April 2021. The number of samples to be studied was 65 people. Data analysis was carried out by univariate, bivariate and multivariate analysis. The statistical test used is the chi square test and logistic regression. The results of the chi square test showed that the variables of the labor process, room temperature, heating lamp, skin to skin method, drying the baby thoroughly, baby blanket and baby headgear, delaying bathing the baby 6 hours after birth, heating pads, Apgar score p value -value = 0.000 < 0.05, meaning that there is an influence between the labor process and changes in the baby's body temperature after 2 hours post-pastum, from the results of multivariate analysis, the most influential variable in this study is the skin-to-skin method variable. The conclusion is that there is an influence between the delivery process, room temperature, heating lamp, skin to skin method, drying the baby thoroughly, baby blanket and baby headgear, delaying bathing the baby 6 hours after birth, heating pads, Apgar score on changes in the baby's body temperature after birth. 2 hours post pastum. while the multivariate analysis showed that the most dominant factor was the skin to skin method variable on changes in the baby's body temperature after 2 hours post-paste. It is recommended to the hospital to be able to improve the competence of the skin to skin method for nurses or midwives at Columbia Asia Hospital Medan by conducting training and workshops both internally and externally, also Columbia Asia Medan Hospital must support the skin to skin method in terms of completeness of facilities. and infrastructure that supports the service of the skin to skin method.Keywords : Newborn, delivery process, skin to skin method
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) di ruang Rawat Inap Rumah Sakit Haji Medan Alviani, Aisyah; Harahap, Juliandi; Asriwati, Asriwati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2835

Abstract

Rumah Sakit merupakan sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan dan merupakan institusi penyedia jasa. Pelayanan yang kompleks perlu dikelola secara profesional oleh sumber daya manusianya. Pelayanan kesehatan di Indonesia. Kesiapan Sistem pengembangan manajemen kinerja klinis (SPMKK) adalah suatu organisasi pelayanan kesehatan dan proses manajerial untuk meningkatkan kemampuan klinis perawat dan bidan di rumah sakit dan puskesmas. Model ini sudah diperkenalkan di beberapa kabupaten di Indonesia karena telah mendapat dukungan pimpinan institusi dimana SPMKK telah diterapkan. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui hubungan  kesiapan kinerja klinis perawat  terhadap kesiapan penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) di ruang rawat inap Rumah Sakit Haji Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei  analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini  seluruh perawat di  ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji Medan Sumatera Utara sebanyak 91 orang dan sampel berjumlah 74 orang. Analisa data dilakukan  dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, motivasi, monitoring.dan sikap < 0,05. Berdasarkan hasil uji chi-square dengan faktor yang mempengaruhi adalah pengetahuan, motivasi, monitoring.dan sikap dan analisis multivariat diperoleh bahwa variabel monitoring paling berpengaruh terhadap kesiapan  penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) Di RS Haji Medan 2022. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, motivasi, monitoring dan  sikap terhadap kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) dan variabel yang memiliki peluang lebih tinggi diurutkan yaitu: faktor Monitoring, Motivasi, Pengetahuan dan Sikap.Kata Kunci        : Kinerja klinis perawat, Kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK)Hospital is a health effort facility that organizes health service activities and is a service provider institution. Complex services need to be managed professionally by human resources. Health services in Indonesia. Readiness The clinical performance management development system (SPMKK) is a health service organization and managerial process to improve the clinical skills of nurses and midwives in hospitals and health centers. This model has been introduced in several districts in Indonesia because it has received support from the leadership of the institution where the SPMKK has been implemented. The purpose of this study was to determine the relationship between nurses' clinical performance readiness and readiness for the application of the Clinical Performance Management Development System (SPMKK) in the inpatient ward of Medan Haji Hospital. The research design used in this study was a descriptive analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all nurses in the inpatient room at Haji General Hospital Medan, North Sumatra as many as 91 people and a sample of 74 people. Data analysis was carried out with univariate analysis, bivariate with chi square and multivariate tests. The results showed that the variables of knowledge, motivation, monitoring and attitude <0.05. Based on the results of the chi-square test with the influencing factors are knowledge, motivation, monitoring, and attitudes and multivariate analysis, it is found that the monitoring variable has the most influence on the readiness to implement the Clinical Performance Management Development System (SPMKK) at Haji Hospital Medan 2022. The conclusion in this study is that there is an influence of knowledge, motivation, monitoring and attitudes on the readiness to implement the Clinical Performance Management Development System (SPMKK) and the most influential variable is monitoring. Keywords     :Nurse's clinical performance, Readiness of Application of Clinical                     Performance Management Development System  (SPMKK)
ANALISIS PERILAKU YANG MEMENGARUHI PEMERIKSAAN ANC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMAS KECAMATAN DARUL HASANAH KABUPATEN ACEH TENGGARA PROVINSI ACEH TAHUN 2022 Sakinah, Ridha; Asriwati, Asriwati; Wulan, Mayang
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v6i2.4063

Abstract

Antenatal care is the care of the mother and fetus during pregnancy. Currently, the proportion of maternal deaths is approximately 305 deaths per 100 thousand live births, where the largest deaths occur in hospitals, around 77% of mothers cannot be saved, one of which is because the mothers who are referred to the hospital have severe complications. This occurs because identification and examination during pregnancy are not maximized. This study aimed to analyze behavior that influences ANC examinations in pregnant women at Working Area of Mamas Health Center, Southeast Aceh Regency, Aceh Province. This is analytical descriptive quantitative research. The population in this study were all third trimester pregnant women with late gestational age in the working area of the Mamas Health Center, Darul Hasanah District, Southeast Aceh Regency, Aceh Province in 2022 totaling 211 people. There were 68 samples in this study which were taken by Nonprobability Sampling using the slovin formula. Quantitative data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis. The results of the chi-square test obtained for age p= 0.000, education p=0.000, parity p=0.000, distance p=0.000, occupation p=0.000, knowledge p=0.000, husband support p=0.000 and attitude p=0.000 which indicated that there were influencing factors. The conclusion shows that there is a relationship between age, education, parity, distance, occupation, knowledge, attitude and husband's support with ANC examinations at Mamas Health Center in 2022, and the husband's support factor is the most Dominantly affect ANC examinations in pregnant women with an Exp(B) value of 4.691. It is expected that health workers at the Health Center to be more routine and intense in conveying health education to the community, especially to pregnant women and their husbands, about the importance of having ANC examination at least 6 times during pregnancy. Keywords: Age, Education, Parity, Distance, Work, Knowledge, Attitude, Husband's Support AND ANC Examination
Co-Authors Abrar Abrar Ade Irma Suryani Adelina, Rita Afriani, Rina Afrianty, Miskah Agustina, ria Alkautsar, Esar Alviani, Aisyah Anisah Lubis Anto Anto, Anto Atika Atika Badiran, Badiran Crystandi, Muhammad Desy, Rara Jaka Doloksaribu, Purnama Ecia Meilonna Koka Efendi, Ismail Effendy, Ismail Eka Daryanto, Eka fatimah Fatimah Fitriani, Arifah Devi Fuqon, Ibnu Ginting, Ferawati Ginting, Indra Hadi, Anto J. Hadi, Anto J. Hajar, Hasnan Harahap, Fatma Sylvana Dewi Harahap, Juliandi Hendra, Ema Hutahaean, Nurmalina Ismail Efendy J. Hadi, Anto J. Hadi, Anto Jalilah Jalilah Januariana, Neni Ekowati Jelita, Nenny Kartika, Dwi Yoga Khairatunissa, Khairatunissa Khairatunnisa Khairatunnisa Lismawanti , Lismawanti Lizawati Lizawati Mappeaty Nyorong Marbun, Marida Marlina Marlina Marsaulina, Ivansri Maryanti, Endang Mayang Sari Muhammad Ridwan Nadapdap, Thomson P Nasution, Dheina Lianisa Nasution, Ramadhani Syafitri Ndruru, Efranita Somasi Crownlina Ningsih, Sri Wahyu Novita Sari Nur Aini Nuraini Nuraini Nuraini, Nuraini Nurjanah, Suci Nurrahmani, Nurrahmani Pakpahan, Suzan Fitriana Pandiangan, Marintan Purwanti, Tetha Enniza Putri, Intan Diana Rahmadhani, Putri Raja, Sarma Lumban Rosdiana Rosdiana Sabang, Novrizal Sakinah, Ridha Sani, Hapiz Arlanda Sarumaha, Yermin Sasmita, Maya Seprianti, Monica Eprita Sibero, Jitasari Tarigan Simanjuntak, Imran Siregar, Dian Maya Sari Siregar, Ratna Dewi Siti Aisyah Sitti Subaedah Siyen, Sim Subaedah, Sitti Suhena, Isabella Sumanti, Neni SUROYO, RAZIA BEGUM Syamsul, Darwin Tambunan, Gloria Nauli Tanjung, Faisah Utami, Tri Niswati Wardani Wardani Winda Agustina Wulan, Mayang Yati, Sari Yuniati Yuniati Zorasofia, Zorasofia