Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Bekam terhadap Kecemasan Perawat Pasca Pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Perkebunan Jember Widada, Wahyudi; Hidayati, Ani
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i2.1446

Abstract

Perawat yang bekerja di rumah sakit dan pernah merawat pasien Covid-19 masih menyisakan kecemasan. Kecemasan yang terjadi dapat mengakibatkan gangguan atau bisa juga menurunkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penanganan kecemasan ini dapat diatasi dengan terapi komplementer bekam dimana mekanisme kerjanya meningkatkan hormon endorphin yang merupakan hormon kebahagiaan. Teknisnya dengan pengekopan pada permukaan kulit dan mengeluarkan hormone endorphin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bekam terhadap intensitas kecemasan perawat pasca pandemi di Rumah Sakit Perkebunan Jember. Populasinya perawat yang dinas di ruang Catleya, IGD dan ICU. Desainnya Quasy Exsperiment dengan Teknik sampling stratified random sampling. Setiap ruang diambil perawat secara proporsional hingga mendapat jumlah 32 perawat (16 orang kelompok perlakuan dan dan 16 orang kelompok kontrol). Pada kelompok perlakuan diberikan terapi bekam sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan aktivitas apapun. Kelompok perlakuan dilakukan bekam 7 titik satu kali. Pengukuran kecemasan dilakukan 15 menit sebelum bekam dan 15 menit setelah bekam. Penelitian ini menunjukkan rerata intensitas cemas perawat sebelum diberi perlakuan bekam 18 ± 2,68 dan setelah perlakuan 11,9±2,26, Intensitas cemas perawat kelompok kontrol adalah 17,94±1,84 dan setelah pengukuran kedua 19,62±0,61. Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan t-test didapatkan p value 0,000 dengan nilai α < 0,05. Maknanya ada pengaruh terapi bekam terhadap kecemasan perawat pasca pandemi covid-19 di Rumah Sakit Perkebunan Jember. Ada pengaruh terapi bekam terhadap penurunan kecemasan perawat pasca pandemi di Rumah Sakit Perkebunan Jember. Hasil penelitian ini dapat sebagai bahan pertimbangan bahwa terapi bekam dapat dijadikan sebagai terapi komplementer pada kasus-kasus kecemasan pasca pandemic covid-19.
Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Widada, Wahyudi
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3172

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang membutuhkan penanganan yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin, dan minum air dingin terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Peneliti menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest dengan kelompok kontrol, sebanyak 35 peserta dibagi menjadi lima kelompok dan diberikan intervensi satu kali. Pengukuran dilakukan 10menit sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diobservasi adalah tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, nadi, MAP (Mean Arterial Presure), dan satuurasi oksigen. Analisis data menggunakan Anova, paired samples test,  dan post hoc test . Hasil penelitian menunjukkan : 1). Ada pengaruh antara kelompok perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin dibanding kelompok kontrol. 2). Pengaruh terbesar perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin adalah terhadap tekanan darah sistolik dan nadi. Temuan ini patut ditindaklanjuti dengan penelitian lain yang menggunakan metodologi yang lebih ketat khususnya variabel  perancu.  Penelitian ini sangat menarik karena belum ada penelitan serupa sebelumnya. Penelitian ini sudah memiiki uji lolos etik NO. 0022/KEPK/FIKES/III/2025 yang dikeluarkan Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fikes Unmuh Jember.
Pengaruh Hot Stone Massage Terhadap Tingkat Nyeri pada Petani yang Mengalami Low Back Pain (LBP) di Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember Wardhani, Annisa; Widada, Wahyudi; Sasmiyanto
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3629

Abstract

Nyeri punggung bawah yang sering dialami petani merupakan masalah global yang mempengaruhi produktivitas. Nyeri punggung bawah merupakan diagnosa lain dari low back pain (LBP) yang ditegakkan oleh dokter dengan memperhatikan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kelompok perlakuan dengan hot stone massage dan kelompok kontrol dengan cold stone massage dalam menurunkan tingkat LBP pada petani di Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan dua kelompok (kelompok hot stone massage dan cold stone massage). Tiga puluh petani pada setiap kelompok dipilih melalui stratified random sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis dengan Uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-intervensi, terdapat perbedaan signifikan tingkat nyeri antara kedua kelompok (p < 0,001). Post-intervensi, kelompok hot stone massage menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan (p < 0,001) dengan median posttest yang lebih rendah. Sementara itu, kelompok cold stone massage juga mengalami penurunan, namun perbandingannya menunjukkan kelompok hot stone massage memiliki rata-rata peringkat nyeri post-intervensi yang lebih rendah secara signifikan (Mean Rank hot stone = 20,98; cold stone = 40,02; p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan nyeri punggung bawah pada petani lebih efektif menggunakan hot stone massage dibanding cold stone massage. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri pada populasi petani karena dapat dengan mudah dilakukan sendiri dan aman untuk tubuh.
Penyuluhan Kesehatan pada Perempuan Masa Menopause di Mother School Sumbersari (MOSS) Asmuji, Asmuji; Widada, Wahyudi
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.380

Abstract

Menopause merupakan masa yang pasti dihadapi dalam perjalanan hidup seorang perempuan dan merupakan proses alamiah seiring bertambahnya usia. Meskipun hal tersebut menjadi tahapan yang umum dialami oleh setiap perempuan, banyak yang tetap merasakan kecemasan saat menghadapinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang menopause dan permasalahan kesehatannya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan (perizinan, koordinasi, serta penyiapan bahan dan alat), tahap pelaksanaan (pemberian pendidikan kesehatan), dan tahap evaluasi (meliputi aspek struktur, proses, dan output). Mitra kegiatan adalah kelompok pengajian ibu-ibu yang tergabung dalam Mother School Sumbersari (MOSS), yang beranggotakan sekitar 35 orang perempuan, dengan 29 orang hadir dalam kegiatan. Sebagian besar atau hampir seluruh peserta (95%) merupakan ibu-ibu yang telah mengalami menopause. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai pengetahuan sebelum kegiatan hanya mencapai rata-rata 54,6, namun meningkat menjadi 79,3 setelah kegiatan pendidikan kesehatan.Pendidikan kesehatan yang dilakukan di MOSS menghasilkan meningkatnya pengetahuan mitra tentang menopause dan masalah kesehatannya, baik dari segi pengertian, tanda, penyebab, cara pencegahan, maupun penatalaksanaannya.
Sleeping Late at Night: Does it Affect the Performance of Futsal Athletes? Widada, Wahyudi; Sulaiman, Ahmad
Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 16 No. 04 (2025): Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan
Publisher : Universitas Negeri Jakarta Postgraduate of Physical Education Departments

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/GJIK.164.12

Abstract

Adequate sleep is crucial for optimal physiological and physical performance in athletes. This study aims to examine the effects of late-night sleep on cardiovascular responses and fitness levels among futsal athletes at the Muhammadiyah University of Jember. Using a pre-experimental design, ten athletes from the university’s futsal unit were purposively selected as participants. Measurements of systolic and diastolic blood pressure, heart rate, and cardiorespiratory endurance (VO₂Max) were conducted before and after a three-day period of restricted sleep. Data were analyzed using the Wilcoxon and paired t-tests. The findings revealed significant increases in systolic and diastolic blood pressure as well as heart rate after the sleep deprivation period, accompanied by a significant decrease in VO₂Max scores (p = 0.021). These results indicate that late-night sleep negatively affects athletes’ fitness by elevating cardiovascular strain and reducing aerobic capacity. The study emphasizes the importance of maintaining proper sleep hygiene as an essential recovery component in athletic training programs to sustain endurance, optimize performance, and prevent fatigue-related declines.
The Relationship between Parenting Style and Nutrition Status of Child Aged 12-24 Months at Jelbuk Public Health Center, Jember Regency Winarsih , Sri; Fatkuriyah, Lailil; Widada, Wahyudi; Nafista, Ulfia Fitriani
Journal of Nursing Periodic Vol. 1 No. 1 (2024): January
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jnp.v1i1.11

Abstract

Children aged 12-24 months are included in the golden period of the first 1000 days of life, wheretheir nutritional needs greatly affect growth and development in the future. The role of themother is very influential in the upbringing and care of the child. This study aimed to determinethe relationship between parenting style and nutritional status of babies aged 12-24 months atthe Jelbuk Public Health Center, Jember Regency. The research design used was cross-sectional.The sampling technique used proportionate random sampling and obtained a total sample of 97mothers and babies under two years. Mothers were instructed to fill out mother's parentingquestionnaires. The nutritional status of children under two years is measured by weight/ageindicators and interpreted based on the WHO classification of nutritional status. The child'sweight was obtained using a hanging-type scale (dacin). Statistical analysis using Spearman rankwith significance ≤0.05. Most children (50%) of mothers with permissive parenting areunderweight, 47.1% are normal, and 2.9% are at risk of being overweight. Most children (86%)of mothers with democratic parenting have normal nutritional status, and 14% are underweight.Most children (83.3%) of mothers with authoritarian parenting have normal weight, and 16.7%are underweight. There is a relationship between parenting style and the nutritional status ofchildren aged 12-24 months (p value = 0.001; α = 0.05). The application of democratic parentinghas the potential to cause normal weight in children. Therefore, health promotion is neededabout parenting by related parties to mothers of children because parenting affects eating habitsthat impact children's nutritional status.
Pengaruh Seduhan Teh Hijau dan Kayu Manis Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Sumberjeruk, Kalisat, Jember Maulidiyah, Ananda Riskiyatul; Widada, Wahyudi; Sasmiyanto, Sasmiyanto
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 4 (2025): SEMNAS-HEALTH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang konsisten pada nilai ≥140/90 mmHg. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun non-farmakologis. Teh hijau dan kayu manis dikenal memiliki berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh seduhan teh hijau dan kayu manis terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Sumberjeruk, Kalisat, Jember. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel berjumlah 30 pasien hipertensi, dibagi menjadi kelompok eksperimen (15 orang, menerima seduhan) dan kontrol (15 orang). Pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik dilakukan sebelum dan sesudah eksperimen. Data dianalisis dengan paired t-test dan independent t-test (α<0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok eksperimen setelah pemberian seduhan teh hijau dan kayu manis Rata-rata selisih penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi adalah 17,33 mmHg dan diastolik 9,53 mmHg. Sementara itu, pada kelompok kontrol, tidak ditemukan perubahan tekanan darah yang besar. Perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan perbedaan penurunan tekanan darah yang sangat signifikan (p-value sistolik = 0,002; p-value diastolik = 0,013). Kesimpulannya, seduhan teh hijau dan kayu manis memiliki efek dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi
TERAPI ISLAM KOMPLEMENTER UNTUK KARDIOVASKULAR: PENGARUH BEKAM DAN RUQYAH TERHADAP TEKANAN DARAH, DETAK JANTUNG, DAN HRV Isdianto, Andik; Al Indunissy, Nuruddin; Fitrianti, Novariza; Widada, Wahyudi; Fajariadi, Thry Harry; Arif, Abdul Hamid
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i1.1486

Abstract

Artikel ini mengkaji efektivitas terapi bekam (hijamah) dan ruqyah terhadap regulasi tekanan darah dan detak jantung serta peluang sinerginya dalam praktik klinis. Tujuan penelitian adalah menilai bukti fisiologis–psikologis kedua terapi dan merumuskan rekomendasi aplikatif yang selaras dengan tata laksana medis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terstruktur terhadap literatur ilmiah (kedokteran komplementer, kardiovaskular, psiko-fisiologi) dan sumber-sumber primer pengobatan Islam (Al-Qur’an, hadis) dengan pendekatan interpretatif-komparatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa bekam memberikan efek hemodinamik langsung berupa peningkatan perfusi, penurunan resistensi vaskular perifer, penurunan tekanan darah sistolik–diastolik, serta perbaikan variabilitas denyut jantung (HRV). Ruqyah terutama bekerja melalui reduksi stres dan pergeseran otonom ke arah parasimpatis, yang tercermin pada penurunan kecemasan, detak jantung, dan tekanan darah serta peningkatan HRV. Integrasi ruqyah sebelum bekam secara rasional berpotensi memberi efek aditif pada sumbu neuro–kardio–endokrin, sekaligus menurunkan respons stres prosedural. Simpulan: bekam dan ruqyah layak diposisikan sebagai terapi komplementer yang aman dan terjangkau untuk membantu pengendalian hipertensi dan stabilitas denyut, dengan perhatian pada seleksi pasien, kontraindikasi, asepsis, dan monitoring vital. Saran: perlunya standardisasi protokol (titik, durasi, “dosis” cawan; durasi dan materi ruqyah) serta uji acak terkontrol jangka panjang dengan luaran klinis, metrik HRV, dan biomarker stres untuk memperkuat validitas dan panduan praktik.
Peningkatan Kesehatan Anak Panti Muhammadiyah melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Asmuji, Asmuji; Widada, Wahyudi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i3.1896

Abstract

Panti Asuhan sebagai lembaga pengasuhan alternatif memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan dasar anak, termasuk kebutuhan kesehatan, gizi, dan sanitasi. Sebagai upaya untuk menjaga dan memelihara kesehatan secara mandiri, anak panti memerlukan pengetahuan yang baik. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: 1. Persiapan (perijinan, koordinasi, dan menyiapkan bahan dan alat), pelaksanaan (pendidikan kesehatan), dan evaluasi (struktur, proses, dan output). Hasil: Jumlah anak panti yang ada di Mitra sebanyak 13 orang dengan usia antara 10 – 20 tahun, pendidikan SD s.d. perguruan tinggi, dan 2 orang pengasuh panti asuhan. Nilai pra pendidikan kesehatan tentang PHBS anak panti rata-rata 45, dan setelah pendidikan kesehatan meningkat menjadi 85. Kesimpulan: Edukasi mempunyai peranan penting dalam meningkatkan pengetahuan anak panti tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).