Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Red Ginger Warm Water Foot Soak Therapy on Pain Levels in Patients with Uric Acid in Curahtakir Village Tempurejo District Jember Regency Ali Hasan, Nizar; Sasmiyanto; Widada, Wahyudi
D'Nursing and Health Journal (DNHJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Nursing Practices to Enhance and Prevent the Occurrence of Infectious and Non-C
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/dnursing.v5i2.903

Abstract

ABSTRACT Backgroud: Gout pain is concentrated in the bones, joints, muscles, and tissues around the joints, especially in the joints of the toes, fingers, heels, knees, elbows, and wrists. Method: This study used Pre-experimental with Pretest-Posttest Group design. Result: The results of the study on the measurement of pain levels before the intervention obtained an average value of the pain level scale of 6.75 and after the intervention obtained an average value of the pain level scale of 5.27. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a significant effect on pain levels in gout sufferers before and after being given red ginger warm water footbath therapy. Researchers' recommendations for future researchers, because this study still has limitations where using pre-experiments has weaknesses that cannot control other variables outside the research variables so that future researchers can use a higher research design.
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Hipertensi dengan Pendekatan Terapi Non Farmakologis Setya Budi, Mohammad Farhan; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.47

Abstract

Hipertensi merupakan satu kondisi yang mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah sistolik hingga lebih dari 140 mmHg dan diastolik kurang dari 90 mmHg, hipertensi dapat dibagi menjadi dua jenis, antara lain hipertensi primer atau yang masih belum diketahui penyebabnya dan juga hipertensi skunder yang sudah diketahui penyebabnya. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam pelaksanaan Karya Tulis Ilmiah ini adalah Case Study dengan objek penelitian dua orang klien. Dari penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan hasil seperti penurunan tekanan darah, serta penurunan skala nyeri. Setelah dikakukan asuhan keperawatan pada klien Ny. S dan Tn. I dengan masalah keperawatan nyeri akut, di Kelurahan Tenggarang, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, selama 3 hari pada tanggal 16 – 18 Mei 2023, didapatkan hasil penurunan dari tekanan darah dan juga penurunan skala nyeri pada klien. Kesimpulan dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi minuman herbal seperti rebusan daun seledri cukup efeltik untuk menurunkan tekanan darah klien yang disertai nyeri.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Hiperglikemia dengan Pendekatan Terapi Komplementer Madani, Ridho Fridayasano; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.48

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang tidak dapat berjangkit. Terapi komplementer adalah pengembangan terapi tradisional, yang mencakup integrasi metode pengobatan modern dan bertujuan untuk mempengaruhi keharmonisan individu dari sudut pandang biologis, psikologis, dan spiritual. Beberapa hasil terapi terpadu ini telah lolos uji klinis dan dianggap setara dengan obat-obatan modern. Hal ini sesuai dengan pendekatan pengasuhan yang memandang manusia secara utuh dan mencakup aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual Penyakit ini memiliki tempat dengan kumpulan penyakit metabolik yang digambarkan oleh hiperglikemia kronis karena kelainan pada sekresi bergantungan pada insulin, sedangkan diabetes melitus tipe 2 tidak bergantungan pada insulin. Tujuan pada studi kasus ini bertujuan untuk membahas mengenai masalah pada asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami Hiperglikemia dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Dalam Darah di Kecamatan Kalisat. Metode yang digunakan yakni jenis terapi komplementer dari ramuan herbal. Hasil pada pasien hiperglikemia dengan perbandingan antara 2 klien didapatkan diagnosa yang sama yaitu ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah. Kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil studi kasus ini adalah asuhan keperawatan yang tepat akan membantu menyelesaikan masalah klien pada ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Luka Bakar Derajat II dengan Diagnosis Keperawatan Nyeri Akut Rachma Dini, Tiara Mauliddiya; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.49

Abstract

Nyeri luka bakar ini merupakan sensasi yang tidak menyenangkan akibat kerusakan pada jaringan kulit. Nyeri yang tidak dapat tertangani dengan baik dapat menimbulkan disabilitas pada pasien hingga menjadi risiko infeksi. Tujuan: pada studi kasus ini bertujuan untuk membahas mengenai masalah pada asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami luka bakar derajat II dengan diagnosis keperawatan nyeri akut di Rumah Sakit Daerah Kalisat. Metode : studi kasus pada 2 pasien dengan luka bakar grade II B dengan luas luka bakar 18%. Hasil : pada pasien luka bakar ditemukan diagnosis nyeri akut dengan pemenuhan kebutuhan cairan. Menggunakan penanganan nyeri dengan teknik relaksasi napas dalam. Kebutuhan cairan yang digunakan ialah cairan ringer laktat (RL) dengan menggunakan rumur Park Land. Kesimpulan : perawatan pada pasien luka bakar derajat II dengan diagnosis keperawatan nyeri akut dilakukan secara holistik mulai dari pengkajian yang di dapatkan ialah luas luka bakar 18% di bagian perut 9% dan paha sebelah kiri 9%. Diagnosis keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencendera fisik (terbakar) ditandai dengan pasien tampak meringis kesakitan. Dan pada intervensi terapeutik yang diberikan teknik relaksasi napas dalam. Pada evaluasi yang di dapatkan yakni nyeri pasien luka bakar derajat II dari skala 7 turun menjadi skala 3.
Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Mobilitas Fisik pada Klien CVA Infark (Cerebrovaskuler Accident) Anggraeni, Lusiana Dwi; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.53

Abstract

Cerebrovascular accident (CVA) infark adalah penyakit yang terjadi ketika Berhentinya pasukan darah yang menuju otak terganggu atau bahkan berkurang sehingga bisa Mengakibatkan jaringan otak mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi. Penyakit ini dapat mengancam nyawa seseorang sehingga menyebabkan kecacatan yang permanen dalam otak. CVA meingakibatkan keirusakan disuatu bagian otak, diantaranya seipeirti gangguan mobilitas fisik. Gangguan mobilitas fisik meirupakan proseis keitika meinurunnya geirakan fisik pada tubuh seihingga meingakibatkan keiteirbatasan baik satu maupun leibih pada eikstrimitas. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Partisipan yang digunakan adalah 2 klien yang didiagnosis medis CVA infark dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Data yang dikumpulkan yaitu hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil peneleitian dari pengkajian Tn. B dan Ny. S mengalami sulit menggerakkan ekstermitas sebelah kiri, diagnosis keperawatan pada TN. B dan Ny. S adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan keirusakan neiuromuscular yang diitandaii deingan gangguan neiuromotoriik pada kliiein, intervensi keperawatan yang dilakukan adalah dukungan mobillisasi kepada pasien, implementasi keperawatan dilakukan selama 3x24 jam kepada ke dua pasien dan didapatkan evaluasi keperawatan terhadap klien 1 dan 2 setelah dilakukan asuhan keperawatan pergerakan ektermitas, kekuatan otot dan ROM meningkat dapat mencapai skor yang di targetkan. Kesimpulan dari penelitian ini intervensi dukungan mobilisasi tepat diberikan pada pasien stroke dengan masalah keperawatan ganggua mobilitas fisik, hal ini dibuktikan dengan tercapainya skor target yang ditentukan.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipertensi dengan Penerapan Terapi Komplementer Bekam Fathonah, Lina Taniatul; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.67

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit pembuluh darah yang mencegah darah memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh sehingga menyebabkan jantung tidak berfungsi.Terapi tambahan yang saat ini sedang populer dan dipercaya oleh masyarakat umum untuk pengobatan hipertensi antara lain bekam. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menunjukkan bagaimana asuhan keperawatan komplementer menangani kasus hipertensi di Curahdami Bondowoso. Metode : Desain penelitian adalah studi kasus. Penelitian dilakukan dari tanggal 21 Juni 2023 sampai 26 Juni 2023 di Curahdami Bondowoso. Ada dua sampel yang diambil secara purposive dari semua orang tua yang menderita Hipertensi. Format penelitian dan evaluasi keperawatan komplementer digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Pengukuran, Observasi, dan wawancara adalah studi pengumpulan data. Hasil pembahasan: setelah dilakukan pemeriksaan tanda- tanda vital pada Tn. H diketahui TD: 170/90 mmHg sedangan Ny. I 160/100 mmHg.
Pengaruh Dukungan Spiritual (Spiritual Support) terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pra Operasi di Ruang Bedah R.S.D Balung Prawiro, Mochammad Iqbal Yudo; Handayani, Luh Titi; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.73

Abstract

Pra operasi merupakan masa sebelum dilakukannya tindakan pembedahan yang dimulai sejak di tentukannya persiapan pembedahan dan berakhir sampai pasien berada dimeja bedah. Pengaruh tindakan pembedahan yang dilakukan merupakan ancaman potensial maupun aktual terhadap intergritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres secara fisiologis maupun psikologis, salah satu upaya dalam menangani kecemasan menjalani operasi yakni dengan pemberian dukungan spiritual.Tujuan: Penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat kecemasan pasien pra operasi sebelum dan sesudah diberikannya dukungan spiritual (Spiritual Support) di ruang bedah RSD Balung. Desain Penelitian: Desain penelitian menggunakan pra eksperiment dengan pendekatan pra test-post test one group design. Populasi pasien pra operasi sebanyak 138 pasien. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Sampling menggunakan non probabilty sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dukungan spiritual menggunakan lembar SOP sedangkan tingkat kecemasan menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat signifikan (a=5% atau 0,05) apabila p value <0,05. Hasil: Hasil sebelum diberikannya dukungan spiritual mayoritas dalam kategori panik sebanyak 17 orang dengan prasentase 56,7%,dan sesudah diberikannya dukungan spiritual tingkat kecemasan pasien mengalami penurunan mayoritas kategori cemas sedang sebanyak 26 orang dengan prasentase 86,7%. Kesimpulan: Ada pengaruh dukungan spiritual terhadap tingkat kecemasan pada pasien pra operasi di ruang bedah Rumah Sakit Daerah Balung.
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PPOK DI RUMAH SAKIT CITRA HUSADA JEMBER Andriani, Andriani; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2391

Abstract

Abstrak Introduction: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara paru-paru yang secara umum diakibatkan oleh paparan zat berbahaya. Aspek spiritual merupakan kebutuhan dasar bagi manusia sebagai kekuatan pendorong dan penyelaras dalam kehidupan yang berdampak terhadap keadaan fisik, psikologis, dan sosial. Kualitas hidup merupakan manivestasi tujuan bagi penderita PPOK yang penting untuk dipertahankan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup pada pasien PPOK. Metode: Design penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien PPOK berusia 45-65 tahun sejumlah 87 responden di Poli Paru Rumah Sakit Citra Husada Jember. Instrumen spritualitas menggunakan Brief Multidimention Measure of Religiuoness/Spirituality (BMMRS) modifikasi dari Bolding et.al terdiri dari 12 item pernyataan dan instrumen kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF terjemahan Bahasa Indonesia dari WHO yang berjumlah 26 item pertanyaan. Result: Tingkat spiritualitas pasien PPOK dengan kategori tinggi 53 orang (60,9%), sedang 21 orang (24,1%) dan rendah 13 orang (14,9%). Tingkat kualitas hidup pada pasien PPOK dengan kategori baik 44 orang (50,6%), cukup 23 orang (26,4%) dan kualitas hidup buruk 20 orang (23,0%). Analisis: Uji analisis dengan menggunakan Spearman Rho didapatkan p value < 0,001, α < 0,05 dan nilai r = 0,696 yang artimya bahwa ada hubungan antara spiritualitas dengan kualitas hidup pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dengan tingkat keeratan kuat. Diskusi: Pasien PPOK dengan tingkat spiritualitas tinggi berhubungan erat dengan perbaikan derajat kualitas hidup.
IMPLEMENTASI PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN RISIKO HIPOVOLEMIA : STUDI KASUS Nova Risma Ramadhani; Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4702

Abstract

Latar Belakang : Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) rentan mengalami Risiko Hipovolemia karena virus dengue yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti beredar di daerah endemik yang menyerang peredaran darah manusia khususnya cells trombosit. Pencegahan hipovolemia pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat diatasi melalui pemberian jus jambu biji merah untuk menaikkan nilai trombosit. Tujuan : Untuk mengimplementasikan pemberian jus jambu biji merah pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan risiko hipovolemia di RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode : menggunakan studi kasus deskriptif dengan bentuk studi kasus mendalam pada pasien DBD dengan masalah risiko hipovolemia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi serta pemberian asuhan keperawatan pada pasien DBD dengan menerapkan implementasi pemberian jus jambu biji merah. Hasil : Asuhan keperawatan pemberian jus jambu biji merah diimplementasikan selama 3 hari dengan frekuensi 3x200cc/hari pada pagi hari pukul 09.00 WIB, siang hari pukul 12.00 dan malam hari pukul 19.00 WIB serta dilakukan selama 3 hari., dilakukan sejak tanggal 06 februari 2024 sampai 08 februari 2024. Evaluasi dilaksanakan pada hari ketiga. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sebelum diberikan asuhan keperawatan pada pasien DBD melalui pemberian jus jambu biji merah nilai trombosit 93 ribu/mm3 dan setelah implementasi pemberian jus jambu biji merah menjadi 182 ribu/mm3. Implementasi pemberian jus jambu biji merah dapat meningkatkan trombosit pasien DBD hingga 89 ribu/mm3 setelah dilakukan perawatan selama 3x24 jam.
HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUAL DENGAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG JEMBER Diva Yumeka Putri; Wahyudi Widada; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4745

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kejadian diabetes melitus tidak lepas dari masalah rendahnya kepatuhan pasien dalam manajemen diri. Kepatuhan manajemen diri diabetes melitus yang baik dapat mencapai keberhasilan jika individu memiliki efikasi diri untuk melakukan pengelolaan diabetes melitus. Keberhasilan pengelolaan diabetes melitus tergantung pada proses efikasi diri untuk melakukan manajemen perawatan diri untuk menghindari komplikasi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat spiritual dengan efikasi diri pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Daerah Balung Jember. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini 260 pasien diabetes melitus dengan sampel 157 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah non- probability sampling dengan purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner tingkat spiritual dan kuesioner efikasi diri. Hasil:uji statistic Spearman’s Rho dengan α=0,05 didapatkan p value=0,000 dan r=0,790 yang artinya tingkat spiritual memiliki hubungan dalam kategori tinggi dengan efikasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 79 pasien DM memiliki tingkat spiritual dengan kategori tinggi (50,3%), sementara pasien DM dengan efikasi diri tinggi sebanyak 79 orang. Kesimpulan: ada hubungan antara tingkat spiritual dengan efikasi diri, semakin tinggi tingkat spiritual maka semakin tinggi efikasi diri pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Daerah Balung Jember.