Claim Missing Document
Check
Articles

PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Rania Cyrilla Dwiputri; Gaguk Sukowiyono; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang sebagai Kota Pendidikan memerlukan prasarana pendukung yang baik dan berkualitas. Salah satu prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran di luar sekolah adalah perpustakaan umum. Perpustakaan Kota Malang memiliki beberapa kekurangan yaitu penataan ruang dan suasana yang kurang baik, akses yang sulit untuk difabel, jam operasional terbatas, dan penyediaan utilitas bangunan yang kurang mendukung. Kondisi Kota Malang yang mengalami pembangunan terus-menerus mengakibatkan berkurangnya lahan hijau dan perubahan iklim kawasan. Suasana yang semakin ramai juga dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas dalam belajar. Maka pada perancangan ini dibuat Perpustakaan Umum di Kota Malang dengan pendekatan Arsitektur Biofilik untuk menyediakan failitas belajar yang baik dan mengembalikan hubungan manusia dengan alam. Dalam proses perancangan digunakan metode observasi dan dokumentasi untuk mendapat data primer, sedangkan metode studi literatur dan studi preseden digunakan untuk mendapat data sekunder. Hasil akhir perancangan berupa bangunan perpustakaan yang menyatu dengan alam dengan mengadirkan elemen vegetasi, kolam air, dan bukaan yang lebar. Penataan indoor garden dan vertical garden pada ruang baca dan ruang kerja dapat menciptakan suasana yang kondusif sehingga meningkatkan konsentrasi dan fokus dalam belajar.
RUMAH SAKIT KHUSUS JANTUNG DI KOTA MALANG TEMA: HEALING ARCHITECTURE Erwin Sanjaya; Breeze Maringka; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung tetap menjadi penyebab kematian yang paling umum di Indonesia, dan situasi serupa terlihat di Kota Malang berdasarkan data dari Dinas Kesehatan. Terdapat 2.489 kunjungan pasien dengan kasus jantung koroner dan 3.458 kunjungan dengan diagnosa gagal jantung. Selain itu, RSUD Kota Malang juga mencatat sebanyak 996 kunjungan pasien rawat jalan yang menerima diagnosis penyakit jantung. Kondisi iklim Malang yang memiliki suhu udara rendah memberikan manfaat tambahan bagi penderita penyakit jantung, menjadikannya tempat yang ideal untuk mendirikan rumah sakit khusus jantung. Seringkali, banyak pihak yang mengelola rumah sakit, baik yang bersifat publik maupun swasta, meyakini bahwa kesembuhan hanya dapat dicapai melalui prosedur medis, tetapi kenyataannya tidak demikian. Psikologis adalah salah satu faktor yang paling penting dalam pemulihan kesehatan seseorang.
GEDUNG SERBAGUNA KAMPUS II ITN MALANG TEMA: ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI Denya Solehma; Gaguk Sukowiyono; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa setiap tahunnya serta guna menggapai World Class University (WCU), maka ITN Malang perlu meningkatkan pelayanan dan pengelolaan dengan menyediakan beberapa fasilitas untuk memperlancar aktivitas pembelajaran. Permasalahannya di Kampus II ITN Malang belum tersedianya fasilitas yang dapat mewadahi berbagai kegiatan, baik dari segi fungsi, dan bentuk bangunan yang kurang menarik sehingga menimbulkan kejenuhan pada obyek tersebut. Maka dari itu dirancanglah sebuah gedung serbaguna yang dapat mewadahi berbagai kegiatan sekaligus dapat menarik perhatian dengan bentuk yang berbeda. Untuk menarik pusat perhatian maka pendekatan Arsitektur Dekonstruksi diterapkan, dengan bentuk-bentuk yang abstrak dan unik dapat menjadi gaya baru, kontras sekaligus berkonteks. Metode perancangan menggunakan metode glass blox dengan pengumpulan data melalui data primer dan sekunder, kemudian di analisa dan didapatkan sebuah konsep rancangan. Lokasi rancangan berada di kawasan Kampus II ITN Malang. Gedung serbaguna ini dapat mewadahi berbagai kegiatan seperti konvensi, ekshibisi, wisuda, olahraga, dan resepsi. Dengan penerapan bentuk segitiga, kaku, dan lengkung pada rancangan serta menonjolkan warna ITN Malang sehingga dapat menjadi ikon kawasan yang berdampak positif bagi pengguna gedung.
GALLERY PHOTOGRAPHY DI KOTA BIMA TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Virginia Hayatinnufus; Gaguk Sukowiyono; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini kegiatan fotografi sudah banyak diminati oleh masyarakat bahkan menjadi hobi sebagian besar orang. Gallery photography berfungsi sebagai wadah untuk menyalurkan hobi, kreativitas dan mengasah bakat dalam hal fotografi. Sesuai dengan isu yang ada di Kota Bima saat ini yaitu banyaknya peminat dan komunitas fotografi di kota Bima namun tidak ada tempat untuk mengembangkannya sehingga perlu adanya gallery photography sebagai wadah untuk mempelajari dan mengembangkan fotografi di kota Bima. Tema yang digunakan dalam perancangan gallery photography di Kota Bima ini yaitu arsitektur kontemporer agar menjadi bangunan yang mudah diingat dan mengikuti zaman. Perancangan gallery photography di Kota Bima ini menggunakan metode glassbox. Komponen bangunan yang akan dieksplorasi yaitu bentuk bangunan sesuai dengan fungsi dan temanya yaitu gallery photography dengan tema arsitektur kontemporer. Bangunan ini dapat menjadi wadah untuk mengasah hobi dan kreativitas dalam bidang fotografi di Kota Bima.
WISATA EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH DI DESA KEMANTREN KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Fachrizal Hendro Prasodjo; Gaguk Sukowiyono; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kemantren merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa Kemantren memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang memfasilitasi persoalan sampah di Desa Kemantren. Namun dalam TPST Desa Kemantren hanya terdapat kegiatan pengumpulan sampah dan pemilahan sampah, tidak terdapat kegiatan penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemrosesan akhir, sehingga perlu perancangan desain Wisata Edukasi Pengolahan Sampah yang dapat mengurangi masalah persoalan sampah. Perancangan Wisata Edukasi Pengolahan Sampah Desa Kemantren bertujuan untuk memanfaatkan lahan TPST menjadi kawasan Wisata Edukasi dan memperbarui area TPST menjadi TPS 3R yang lebih tertata sesuai dengan Peraturan Pemerintah dan Persyaratan TPS 3R. Pendekatan tema arsitektur yang digunakan yaitu arsitektur hijau, yang memiliki prinsip-prinsip yang saling terkait dan menyesuaikan dengan potensi yang tersedia di dalam tapak. Hasil dari perancangan ini, diharapkan para pengunjung dan penduduk sekitar dapat lebih mempedulikan mengenai persoalan sampah, pengolahan dan pemanfaatan sampah secara maksimal, agar dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan berkualitas.
CAFÉ LIBRARY DI KOTA BIMA TEMA: ARSITEKTUR BIOPHILIC Dhaifah Hauradita; Gaguk Sukowiyono; Breeze Maringka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bima termasuk salah satu kota yang masih berkembang, dari sisi ekonomi maupun pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahawa masyarakat Indonesia kurang dalam minat baca termasuk masyarakat Kota Bima. Dalam meningkatkan minat baca masyarakat Kota Bima dapat dilakukan yaitu dengan membuat inovasi baru seperti Café Library. Café Library yaitu tempat yang menyediakan sarana dan prasarana untuk mendapatkan informasi dan memberikan akses penuh pada pengunjunng. Pengunjung yang dikhususkan yaitu alpha generation dan newlywed. Yang dimana pengunjung lebih banyak menghabiskan waktu, mengerjakan tugas dan menambah literasi untuk bidangnya masing-masing. Dan ditambah dengan fasilitas-fasilitas yang memadai yang disediakan pada bangunan perancangan Café Library ini. Tema yang digunakan yaitu arsitektur biofilik yang artinya desain yang dapat mengurangi stres, meningkatkan fungsi kognitif dan kreativitas, meningkatkan kesejahteraan dan mempercepat penyembuhan. Proses perancangan Café Library ini menggunakan tahapan mulai dari ide perancangan dan mengidentifikasi masalah. Menganalisa data yang sehingga mebentuk sebuah bangunan yang sesuai dengan fungsinya dan menggunakan tema arsitektur biofilik. Dan juga diharapkan bangunan ini dapat membantu masyarakat dalam minat membaca dengan kesan yang berbeda.
EDU WISATA CLAKET DENGAN KEARIFAN LOKAL MAJAPAHIT TEMA: ARSITEKTUR VERNAKULAR Dimas Iqbal Syehan Pratama; Gaguk Sukowiyono; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Claket adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Claket merupakan desa pembudidaya tanaman bambu, selain menjadi desa pembudidaya tanaman bambu, desa claket juga menjadi tempat pembibitan serta edukasi tanaman bambu. Edu wisata yang akan didirikan di desa claket ini adalah edukasi wisata tentang tanaman bambu, dimulai dimulai dari pembibitan hingga proses pengolahannya dan dikombinasikan dengan pengenalan arsitektur Majapahit. Pendekatan desain yang digunakan dalam Edu Wisata Claket ini adalah arsitektur vernakular. Arsitektur Majapahit tidak hanya mementingkan fungsi dan kekuatan bangunan struktur itu sendiri, namun juga terdapat estetika ornament-ornamen yang menceritakan kehidupan pada masanya. Tema arsitektur majapahit sesuai dengan apa yang telah menjadi trademark Mojokerto. Dengan konsep tersebut akan membuat wisatawan lebih menikmati suasana pedesaan yang asri. Metode yang digunakan dimulai dari pencarian isu, perumusan masalah, pengumpulan data, analisa, konsep, kemudian perancangan. Penerapan arsitektur vernacular terlihat pada pola tatanan kerajaan majapahit. Kesimpulannya ialah perancangan ini menerapkan arsitektur vernacular yaitu arsitektur yang menggunakan material local dan kearifan khas daerah. Dengan demikian dengan adanya perancangan tersebut mampu memfasilitasi edukasi tanaman bambu dan pengenalan arsitektur majapahit.
CO-WORKING SPACE DI KOTA MALANG TEMA: BIOFILIK Ricky Yoga Pratama; Gaguk Sukowiyono; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Co-Working Space di Kota Malang merupakan respon terhadap permasalahan ruang kerja bersama yang terjadi di Kota Malang, hal tersebut muncul dilatarbelakangi dengan minimnya bangunan yang memberikan fasilitas yang memadai untuk menunjang kebutuhan kegiatan bekerja baik secara personal maupun kolektif. Keresahan tersebut dibenarkan oleh pemerintah Kota Malang yang mulai sadar akan tingginya pelaku industri kreatif dan masifnya kalangan pelajar di Kota Malang, yang secara tidak langsung elemen-elemen tersebut membutuhkan ruang untuk bekerja. Penerapan tema biofilik diharapkan mampu menjadi alternatif desain pada bangunan Co-Working Space, kaidah-kaidah pada desain biofilik mampu memberikan solusi terhadap permasalahan pengguna bangunan yakni mampu memberikan terapi mental dan psikologis, serta meningkatkan produktivitas penggunanya. Berdasarkan dari pemasalahan diatas, muncul gagasan untuk merancang sebuah objek bangunan sewa publik dengan penerapan desain biofilik yang diharapkan objek bangunan mampu memfasilitasi para penggunanya untuk bekerja serta memberikan lingkungan dan suasana bekerja yang lebih nyaman, dengan penerapan desain biofilik tersebut mampu mengurangi stres dan peningkatan mood dan produktivitas pengguna. Bangunan Co-Working Space ini mampu menjembatani para pelaku UMKM khususnya di Kota Malang, serta menjadi tempat untuk mengembangkan usahanya.
HOTEL RESORT DIKOTA BATU MALANG TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Yugo Adi S; Gaguk Sukowiyono; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Resort merupakan salah satu akomodasi yang akan memberikan layanan penginapan bagi pariwisata baik dari wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Hadirnya Hotel Resort di kota pusat rekreasi dan pariwisata dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah dari sektor pariwisata serta membuka lapangan perkerjaan bagi masyarakat. Hotel Resort juga dapat mendukung perkembangan fasilitas olahraga dimana Kota Batu menjadi salah satu tujuan klub-klub Sepak Bola dalam melakukan Training Center dan beberapa area rekreasi yang ada di sekitar hotel resort seperti Jatim Park dan lainnya. Fasilitas yang tersedia sebagai penunjang menikmati keindahan alam kota Batu (Hunt W. ). Pendekatan perancangan bangunan dengan menggunakan tema “Arsitektur Neo-Vernakular” yang berfokus pada kenyamanan pengguna dengan menerapkan konsep yang lebih kekinian dan penyesuaian terhadap iklim tropis dengan memanfaatkan sumber daya alam. Metode pendekatan lainnya melakukan ekstraksi dari arsitektur Vernakular yang ditransformasikan pada bentukan Modern dan fungsi yang Modern (Erdiono, 2011). Desain arsitektur memperhatikan pola pembagian zona (penzoningan) dan tata sirkulasi mengenai penataan dan karakter ruang dengan ketepatan dan kesesuaian sebagai dasar dalam proses merancang untuk menjawab permasalahan desain yang berfokus terhadap tatanan massa antar bangunan dan ruang dalam menciptakan yang efisien dan dinamis serta menciptakan karakteristik Hotel Resort berusaha melestarikan unsur-unsur lokalitas daerah (Sartini., 2004). Dengan ini diharapkan fasilitas mampu menjadi daya tarik bagi para wisatawan luar maupun lokal serta menjadi sarana penunjang di kota Wisata Batu.
GEDUNG OLAHRAGA DI KOTA TULUNGAGUNG TEMA: HIGH – TECH ARCHITECTURE Bagus Septian Wibisono; Gaguk Sukowiyono; Lalu Mulyadi
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Tulungagung memerlukan ruang publik yang dilengkapi fasilitas olah raga untuk meningkatkan dan mengembangkan partisipasi masyarakat. Namun hal ini tidak berbeda dengan fasilitas yang ada. Beberapa fasilitas Gor yang belum memenuhi kondisi tersebut adalah Komplek Olahraga Gor Lembu Peteng yang merupakan fasilitas perencanaan dan pengembangan konseptual yang menawarkan fasilitas olahraga baru Tulungagung dengan arsitektur modern High Tech, mengedepankan standar nasional dalam performa dan kompetisi. Revitalisasi Kompleks Olahraga Gor Lembu Peteng bertujuan untuk menambah fasilitas bagi para atlet dan pengguna umum agar semakin menarik di dalam gedung. Arsitektur Teknologi Tinggi diterapkan untuk menarik orang berkencan dan memelihara semua fasilitas yang tersedia.
Co-Authors Abdul Wahab Asya’ Roni Adhi Widyarthara Agha Primatio Agnes Claretta Diputra Agnestri Tesalonika Agung Setya Wahyudi Alfy Oktavia Aliza Alga Lintang Pratama Amar Rizqi Afdholy Andi Muh Bahrul Ulum Aaz Andika Yuniawan Yusuf1 Andrya Putra Pratama Aqilah Berliana Triciandita Ardelia Benedicta Adji Arief Setiyawan Aryuanto Soetedjo Bagas Reyvaldy Nurwahid Bagus Septian Wibisono Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Bunga Syafirah S. A. N Carry Umi Zaindriminati Daim Triwahyono Debby Debby Debby Budi Susanti Denya Solehma Deodato Zolla Vidal Do Carmo Da Silva Devon Sanggrama Aradea Dhaifah Hauradita Dian Khusnul Khatima Didiek Suharjanto Dimas Iqbal Syehan Pratama Dina Silvi Sakinah Eko Debby Prasustiawan Erwin Sanjaya F. Yudi Limpraptono Fachrizal Hendro Prasodjo Fida Dina Amaliah Fikri, Mohammad Alfa Zaidanil Firda Syam Dwi Arini Friska Bella Bunga Setyowati Putri Pamikat Gatot Adi Susilo Ghoustanjiwani Adi Putra Hadi Prastiawan Hamka Hanifa Imania Azmi Hanna Cynthia Febriandi Hery Setyobudiarso I Putu Herry Bayu Pratama IM. Hambali Imam Darma Aji Irrine Budi Sulistiawati Jarot Wahyono Ken Ade Tamarully Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Komang Yudha Tri Atmaja Lalu Mulyadi Linda Setyowati M. Abdul Kohar Maria Istiqoma Maringka, Breeze A. S. Mega Putri Lailiyah Mentari Akbarani Midarasta Kuswinda Mochammad Choirur Rozikin Mochammad Saiful Azhar Moh Rikzan Wagianto Mohammad Delvi Saputra Mohammad Erfan Muhammad Al Fatih Abubakar Muhammad Putra Muljanto, Widodo Pudji Nabih Ahmad Faiz Osa Cevina Andaru Prayu Victor Hurulean Putri Herlia Pramitasari Putri Safira Nur Andini Rania Cyrilla Dwiputri Redi Sigit Febrianto Renaldy Putera Liano Ricky Yoga Pratama Rizky Iman Maulana Rolando Sakinah Fitraini Samiun Satria Aditya Perkasa Satria Wardiman Seftyan Hadi Susilo Shella Rafsanjani Solly Aryza Sri Winarni Suryo Tri Harjanto Susanti, Debby Budi Syauqi Maulana Fathoni Titin Uswatun Hasanah Tri Handoko Virginia Hayatinnufus Yacobus Adnan Sukamto Maay Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra Yoshi Lusiana Sari Yugo Adi S Zaky Gianeda Putra Panjalu Zulfan Maulidi Dwi Bagus Zulfani , Dyah Erika Mining Aurora Zulhija Nur Bimantara