Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT KEBUDAYAAN DI KOTA BIMA TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNACULAR Imam Hambali; Gaguk Sukowiyono; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan indonesia memiliki keberagaman nilai budaya local di masing-masing daerah. Pengaruh globasasi budaya berdampak buruk terhadap generasi sekarang. Salah satu pengaruhnya hasil budaya lokal kurang diminati oleh generasi sekarang. Kota Bima memiliki banyak kekayaan tradisi dan nilai-nilai budaya local setempat, namun belum ada sarana dan prasarana yang mewadahi kegiatan budaya yang dapat menarik minat generasi sekarang. Untuk itu dalam memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan budaya yang ada di Kota Bima perlu rancangan pusat kebudaayaan yang mencerminkan tradisi suku Bima. Metode perancangan yang di gunakan metode concept based framework, dengan konsep fungsi mengikuti bentuk. Pendekatan tema rancangan menggunakan pendekatan arsitektur Neo-Vernacular, yaitu merancang dengan menggabungkan arsitektur tradisional dan modern. Hasil rancangan ini yaitu untuk mempertahankan karakteristik yang menggambarkan arsitektur khas Bima sebagai icon baru budaya kota Bima serta pengembangan inovasi budaya Bima.
RUANG RESTORASI FOKUS SEBAGAI PEREDA STRES TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Muhammad Al Fatih Abubakar; Gaguk Sukowiyono; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun jumlah individu dengan masalah kesehatan mental terus meningkat, hanya sedikit yang mencari bantuan konseling karena stigma negatif yang masih melekat, yang sering kali menimbulkan rasa malu bagi mereka yang ingin mencari pertolongan. Gaya hidup cepat di masyarakat perkotaan, dikenal sebagai Hustle Culture, menjadi salah satu penyebab utama tingginya tingkat stres, terutama di Surabaya, di mana prevalensi stres dan depresi cukup tinggi. Lingkungan memiliki peran penting dalam proses penyembuhan, yang dapat didukung oleh konsep arsitektur biofilik untuk meredakan stres, serta penerapan pola aktivitas manajemen stres. Oleh karena itu, diperlukan perancangan komunitas pusat kesehatan mental yang menjadi representasi formal dari proses penyembuhan melalui tenaga profesional, dengan penggunaan metode force-based framework membantu menghasilkan rancangan yang mempertimbangkan aset, batasan, dan tekanan yang ada. Terlihat pada fasad, tata ruang luar,tata ruang dalam dan kualitas ruang. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang menyatu dengan alam yang mendukung proses pemulihan secara optimal.
Occupancy-based Energy Management System in Campus Building: A Case Study in Electrical Engineering Department Building, ITN Malang Sulistiawati, Irrine Budi; Soetedjo, Aryuanto; Zulfani , Dyah Erika Mining Aurora; Muljanto, Widodo Pudji; Susanti, Debby Budi; Sukowiyono, Gaguk
ALINIER: Journal of Artificial Intelligence & Applications Vol. 5 No. 2 (2024): ALINIER Journal of Artificial Intelligence & Applications
Publisher : Program Studi Teknik Elektro S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/alinier.v5i2.12090

Abstract

Building energy management systems provide an effective method for energy saving. An occupancy-based energy management system considers the occupants' behavior that affects energy consumption. This paper presents the investigation of different scenarios based on the occupancy to control the energy consumption in the Electrical Engineering Department Building, ITN Malang. The results show that switching off the appliances when the occupants go home in the afternoon reduces the monthly energy consumption by 33.95%. The result indicates that the occupants' awareness regarding energy saving has recently been low. Thus, the occupancy sensor and automatic time scheduling for the appliance control are suggested to be installed.
PERANCANGAN SCADA UNTUK SISTEM OTOMASI ENERGI LISTRIK DIGEDUNG LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO ITN MALANG Fikri, Mohammad Alfa Zaidanil; Soetedjo, Aryuanto; Limpraptono, F. Yudi; Sulistiawati, Irrine Budi; Susanti, Debby Budi; Sukowiyono, Gaguk
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 8 No 2 (2024): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem SCADA (Supervisor Contorl and Data Acquisition) merupakam sistem yang berfungsi untuk memantau dan mengontrol proses berjalanya alat yang komplek. SCADA juga memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan data secara real time dari berbagai sensor dan alat dan peralatan, kemudian dapat ditampilkan melalui antar muka pengguna (HMI),serta dapat menganalisis data dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang didapat.Penelitian kali ini melakukan perancangan otomatisasi energi listrik di gedung laboratorium elektro lantai 2. Perangkat yang akan digunakan terdiri dari outseal plc sebagai kontroller, sensor PZEM-004T sebagai alat ukur berbasis modbus dan converter RS485 to TTL sebagai alat pengiriman nilai-nilai data yang diukur dari panel daya dan panel lampu menuju HMI Haiwell SCADA sebagai mengontrol lampu dan monitoring daya disetiap ruangan. Konfigurasi sistem ini menampilkan tampilan kontroll setiap ruangan dan menampilkan parameter arus, tegangan, daya, dan energi dari setiap panel daya dan panel lampu yang dirancang untuk dikontrol dan dimonitoring melalui dashboard tampillan HMI Haiwell SCADA. Sehingga Hasil yang didapat dari penelitian ini, bekerja secara efisien sesuai fungsinya untuk sistem monitoring menampilkan data-data parameter dari setiap panel lampu dan panel daya, data loger,dan grafik, dan sistem kontrol untuk mengontrol lampu yang ada disetiap ruangan dari jarak jauh dimanapun dan kapanpun dengan delay rata-rata sekitar 1,2 detik.
PENAFSIRAN TRAGEDI PADA RANCANGAN MUSEUM TRAGEDI KANJURUHAN MELALUI ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI PARADIGMA DANIEL LIBERSKIND Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari; Renaldy Putera Liano; Gaguk Sukowiyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.11316

Abstract

Manusia yang menciptakan sebuah tempat tinggal tanpa ada citra atau esensi, apakah sama seperti Binatang yang dapat membuat sarang untuk tempat berlindung. Arsitektur merupakan seni dalam merancang dan membangun struktur bangunan. Kata arsitektur sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu "archee" dan "tectoon." "archee" berarti yang utama, asli, sementara "tectoon" berarti stabil, tidak roboh, atau kokoh. Arsitektur bukan hanya membangun tetapi menciptakan serta menjawab suatu permasalahan. Tragedi merupakan kata dengan konotasi yang negatif, apakah seorang arsitek dapat mentermahkan sebuah tragedi menjadi ide yang orisinil dan hasil yang kokoh sebagai rancangan bangunan. Paradigma Daniel Liberskind akan menjadi acuan untuk mendapatkan kriteria rancangan dari Museum Tragedi Kanjuruhan, menterjemahkan sebuah tragedi menampung memori dari korban tragedi serta bagaimana arsitektur berempati pada Tragedi Kanjuruhan, dengan metode berbasis konsep dari Philip D. Plowright yang akan mereduksi sumber menuju lingkup arsitektur. Pada rancangan berbasis penelitian ini semoga memberikan warna, watak dan paradigma baru pada pengembangan arsitektur yang ada di Indonesia serta menjadi pandangan baru dalam merespon sebuah tragedi.
Co-Authors Abdul Wahab Asya’ Roni Adhi Widyarthara Agha Primatio Agnes Claretta Diputra Agnestri Tesalonika Agung Setya Wahyudi Alfy Oktavia Aliza Alga Lintang Pratama Amar Rizqi Afdholy Andi Muh Bahrul Ulum Aaz Andika Yuniawan Yusuf1 Andrya Putra Pratama Aqilah Berliana Triciandita Ardelia Benedicta Adji Arief Setiyawan Aryuanto Soetedjo Bagas Reyvaldy Nurwahid Bagus Septian Wibisono Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Bunga Syafirah S. A. N Carry Umi Zaindriminati Daim Triwahyono Debby Debby Debby Budi Susanti Denya Solehma Deodato Zolla Vidal Do Carmo Da Silva Devon Sanggrama Aradea Dhaifah Hauradita Dian Khusnul Khatima Didiek Suharjanto Dimas Iqbal Syehan Pratama Dina Silvi Sakinah Eko Debby Prasustiawan Erwin Sanjaya F. Yudi Limpraptono Fachrizal Hendro Prasodjo Fida Dina Amaliah Fikri, Mohammad Alfa Zaidanil Firda Syam Dwi Arini Friska Bella Bunga Setyowati Putri Pamikat Gatot Adi Susilo Ghoustanjiwani Adi Putra Hadi Prastiawan Hamka Hanifa Imania Azmi Hanna Cynthia Febriandi Hery Setyobudiarso I Putu Herry Bayu Pratama IM. Hambali Imam Darma Aji Irrine Budi Sulistiawati Jarot Wahyono Ken Ade Tamarully Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Komang Yudha Tri Atmaja Lalu Mulyadi Linda Setyowati M. Abdul Kohar Maria Istiqoma Maringka, Breeze A. S. Mega Putri Lailiyah Mentari Akbarani Midarasta Kuswinda Mochammad Choirur Rozikin Mochammad Saiful Azhar Moh Rikzan Wagianto Mohammad Delvi Saputra Mohammad Erfan Muhammad Al Fatih Abubakar Muhammad Putra Muljanto, Widodo Pudji Nabih Ahmad Faiz Osa Cevina Andaru Prayu Victor Hurulean Putri Herlia Pramitasari Putri Safira Nur Andini Rania Cyrilla Dwiputri Redi Sigit Febrianto Renaldy Putera Liano Ricky Yoga Pratama Rizky Iman Maulana Rolando Sakinah Fitraini Samiun Satria Aditya Perkasa Satria Wardiman Seftyan Hadi Susilo Shella Rafsanjani Solly Aryza Sri Winarni Suryo Tri Harjanto Susanti, Debby Budi Syauqi Maulana Fathoni Titin Uswatun Hasanah Tri Handoko Virginia Hayatinnufus Yacobus Adnan Sukamto Maay Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra Yoshi Lusiana Sari Yugo Adi S Zaky Gianeda Putra Panjalu Zulfan Maulidi Dwi Bagus Zulfani , Dyah Erika Mining Aurora Zulhija Nur Bimantara