Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN PASAR KEMANTREN TEMA: POST-MODERN Deodato Zolla Vidal Do Carmo Da Silva; Gaguk Sukowiyono; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagungan pasar traditional kemantren yang terletak di desa kemantren berfungsi sebagai pasar tradisional. Pasar juga menyediakan wadah untuk pedagan berdagan dan pembeli untuk membeli bahan baku yang sudah di sediakan oleh pedagan. Pasar tradisiona menyediakan dua area untuk pedangan yaitu area los berdiri dan area los kering. Dari warga desa kemantren untuk redesign pasar karna bangungan sudah lama dan dari pihak desa mengiginkan pasar memiliki dua lantai, pada redesign pasar. Dari karena itu redesign pasar memakai tema Post-Modern pada design ini. Tema tersebut sudah di sesuai kan dengan bentuk warna yang kontras dan bentuk bangungan yang memakai bentuk simetris. Untuk redesign pasar untuk menyediakan area untuk warga dari desa lain untuk membuka usaha dan bisa menyuplaikan bahan baku untuk bisa di perdaggankan di pasar tradisional desa kemantren. Bentuk bamgunan yang akan di rancang terinspirasi dari bentuk anklung karna seni budaya di desa kemantren ada permainan angkul dan tari topeng. Untuk menyesuikan bentuk bamgunan dengan lingkugang sekitar, mempertimbangkan lokasi agar tidak terkesan asing bila berada di lingkungan warga desa kemantren tetapi bisa menjadi point of interest.
BEACH CLUB DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR NATURAL Friska Bella Bunga Setyowati Putri Pamikat; Gaguk Sukowiyono; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beach club adalah kata lain dari sebuah club yang berada di pinggir pantai dengan menyuguhkan pemandangan pantai, fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh beach club adalah restoran, kolam renang, bar, pool bar dan lain-lain. Pembangunan beach club ini akan berlokasi di wilayah pantai Watu Leter, di Malang bagian selatan yaitu di Rowotrate, Sitiarjo, Sumbermanjing, Malang, Jawa Timur. Pemilihan konsep Natural pada rancangan Beach Club adalah sebagai usaha menyatukan desain pada bangunan dengan alam yaitu dengan menggunakan material berasal dari alam seperti kayu dan berbatuan dan penerapan utilitas yang dapat memanfaatkan kondisi sekitar tapak.Pembangunan Beach club yang pertama kali di Kabupaten Malang merupakan upaya yang diharapkan akan membantu perkembangan Pariwisata Malang dalam sektor perekonomian dan pariwisata.
GAMBAR DETAIL DESAIN ARSITEKTUR TAMAN REKREASI DI PUNCAK DIENG, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Maringka, Breeze A. S.; Gaguk Sukowiyono; Debby Budi Susanti
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i02.9207

Abstract

Desa Kalisongo di kecamatan Dau, kabupaten Malang, awalnya dikenal sebagai kawasan perkebunan jeruk. Namun, pertumbuhan menjadi kota telah menggeser perkebunan dengan perkembangan perumahan yang pesat. Meskipun begitu, fasilitas sosial dan umum kurang diperhatikan, dan ruang terbuka hijau kurang terawat. Masyarakat mengusulkan kepada pengembang dan kepala desa untuk menyediakan sarana rekreasi dan olahraga di lahan terbuka hijau yang ada.Lokasi yang diusulkan adalah lahan terbuka hijau seluas 2.308,65 m², berada di pertemuan beberapa perumahan dan akses jalan. Dengan dukungan tim pengabdian kepada masyarakat dari program studi Arsitektur ITN Malang, dilakukan survei lapangan bersama pimpinan desa untuk mengumpulkan data tentang lingkungan. Data ini dianalisis secara deskriptif untuk merancang detail desain taman rekreasi.Diskusi secara berkala dan berkelanjutan dilakukan untuk memantapkan gambaran desain. Diharapkan bantuan teknis ini dapat mewujudkan keinginan masyarakat, pengembang, dan kepala desa dalam menciptakan taman rekreasi yang memadai untuk bersosialisasi, berekreasi, dan berolahraga bagi penduduk Desa Kalisongo.
DESAIN EKOWISATA SUNGAI KAMPUNG KOTA MALANG Debby; Sukowiyono, Gaguk; Tri Harjanto, Suryo; Setyobudiarso, Hery
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i02.10744

Abstract

Eduwisata merupakan salah satu sarana yang memiliki tujuan untuk mengelola dan mempertahankan sumber daya alam, serta merupakan wadah untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat sekitarnya. Demikian halnya dengan eduwisata Sungai Metro yang berada di wilayah Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, yang memiliki tujuan utama untuk konservasi Sungai Metro sekaligus mampu menjadi daya dukung kebertahanan Masyarakat sekitarnya. Eduwisata tersebut juga mendukung upaya Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan pendapatan daerah dari destinasi wisata perkotaan. Selain itu juga untuk memperkenalkan keragaman kesenian tradisional masyarakat Kota Malang pada umumnya dan masyarakat Kelurahan Merjosari khususnya, yang berupa bantengan dan bersih desa yang merupakan kesenian leluhurnya.
SMART SUSTAINABLE VERTICAL FARM TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Eko Debby Prasustiawan; Gaguk Sukowiyono; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan. Namun, tantangan seperti penyempitan lahan akibat urbanisasi dan pertumbuhan populasi mengancam ketersediaan pangan. Sebagai solusi, hadirnya konsep bangunan pertanian vertikal yang mengintegrasikan teknologi modern seperti hidroponik, aquaponik, dan sensor tanaman. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga sebagai pusat edukasi masyarakat tentang pertanian berkelanjutan. Desain bangunan mengusung arsitektur hijau, memanfaatkan bahan ramah lingkungan, dan teknologi hemat energi. Selain itu, bangunan ini diharapkan menjadi daya tarik wisata edukasi di Kota Surabaya, memberikan pengalaman interaktif yang mengajarkan teknik pertanian modern dan pentingnya keberagaman hayati. Melalui inovasi ini, Indonesia dapat mengatasi permasalahan lahan sempit dan mendukung keberlanjutan lingkungan serta ketahanan pangan.
PUSAT KEBUDAYAAN DI BANYUWANGI Tema: EXTENDING TRADITION Bagas Reyvaldy Nurwahid; Gaguk Sukowiyono; Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyuwangi adalah daerah yang mempunyai ragam seni dan budaya, hal ini menjadikan minat wisatawan mancanegara terhadap budaya Banyuwangi sangat tinggi, maka dari itu pentingnya untuk melestarikan dan memanfaatkan budaya Banyuwangi. Namun, saat ini minat generasi muda terhadap budaya menurun, hal ini dikarenakan dampak krisis budaya yang semakin membahayakan kelestarian budaya. Dengan kondisi seperti saat ini, diperlukan langkah proaktif untuk menjaga warisan budaya Banyuwangi. Salah satu langkah penting untuk mengatasi krisis budaya serta memberi ruang bagi pelestarian warisan budaya ini untuk tetap lestari adalah dengan merancang pusat budaya dengan pendekatan "Extending Tradition". Perancangan pusat budaya ini didasarkan pada konsep rumah Osing dan unsur dari seni tari Gandrung. Konsep ini mengimplementasikan ciri khas rumah adat Osing seperti tata ruang dan bentuk atap rumah Osing. Oleh karena itu, perancangan ini menggunakan metode Concept Based dari Plowright. Metode ini melibatkan proses source domain sumber terhadap kualitas elemen arsitektur tangible rumah Osing dan elemen intangible seni tari Gandrung. Pusat budaya ini akan menjadi tempat bagi pengunjung untuk menikmati seni terpadu yang setiap elemennya saling melengkapi dan memperkuat pesan budaya yang disampaikan.
SEKOLAH DIGITAL ANAK USIA DINI TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Dina Silvi Sakinah; Gaguk Sukowiyono; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi era globalisasi berdampak besar terhadap dunia pendidikan. Yang dapat mempengaruhi pengembangan pendidikan kearah pendidikan berbasis digital. Hal ini berpengaruh juga pada penggunaan teknologi bagi anak-anak usia dini yang penggunaanya harus diatur dengan cermat dan baik agar tidak terpapar pada konten-konten yang bersifat negatif, sehingga perlu wadah belajar dalam menggunakan teknologi secara dini yaitu dengan merancang sekolah digital anak usia dini. Salah satu inovasi dalam pendidikan anak usia dini adalah sekolah digital yang mengintegrasikan teknologi canggih seperti ruang kelas interaktif dan laboratorium Sains, Technology, Engineering, Art, Mathematic (STEAM) untuk merangsang eksplorasi anak-anak. Metode perancangan yang digunakan adalah metode “force-based” dengan imengumpulkan, mengelompokkan, idan menganalisis idata iuntuk imemastikan ibahwa idesain bangunan isesuai dengan ifungsinya. Pendekatan tema yang digunakan arsitektur perilaku. Hasil perancangan ini ada dua konsep, yang pertama rancangan memanfaatkan teknologi digital berupa perangkat interaktif dan edukatif. Konsep kedua menciptakan desain ruang yang mendukung eksplorasi dan kreativitas. Dengan perancangan sekolah idigital anak iusia idini ini diharapkan pembelajaran berbasis teknologi ini jauh lebih terarah, fleksibel, interaktif dan menyenangkan.
PUSAT KEBUDAYAAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG TEMA: ARSITEKTIUR DEKONSTRUKSI Mochammad Choirur Rozikin; Gaguk Sukowiyono; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan merupakan warisan genetik yang harus dilestarikan terutama oleh generasi muda bangsa. Budaya adalah suatu hal yang kompleks yang mencakup kesenian, perilaku sosial dan lain-lainnya. Dengan banyaknya budaya di Indonesia di era globalisasi saat ini jtidak menutup kemungkinan budaya kurang di lestarikan oleh masyarakat khususnya anak-anak muda. Untuk membangun pusat kebudayaan di Kabupaten Tulungagung diperlukan penerapan arsitektur dengan ciri khas daerah. Proses perancangan ini melibatkan tema arsitektur dekonstruksi teori Peter Eisenman melalui prinsip displacement dengan metode perancangan berbasis konsep menurut plowright digunakan untuk menciptakan desain yang unik yang menggabungkan berbagai konteks meliputi lokasi dan budaya setempat. Hasil dari perancangan pusat Kebudayaan di Kabupaten Tulungagung diharapkan dapat menghasilkan bangunan arsitektural yang mencerminkan karakter seluruh wilayah dan memberikan identitas serta manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat sehingga kebudayaan Kabupaten Tulungagung dapat terus dilestarikan dan dinikmati oleh semua kalangan tanpa adanya perbedaan usia.
NATURAL ABUNDANCE CO -WORKING SPACE TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Alfy Oktavia Aliza; Gaguk Sukowiyono; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah keadaan psikologis yang yang berbentuk suatu tekanan fisik pada kondisi mental seseorang dan berupakan hal yang sering dialami oleh Masyarakat bahkan hal yang sulit untuk dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Stres adalah sebuah respon terhadap sebuah tuntutan atau tekanan baik bentuk respon negati f dan juga positif. Dalam kehidupan sehari-hari, stres adalah suatu hal yang perlu dikelolah oleh setiap individu agar pribadi setiap orang dapat melakukan aktivitas dengan maksimal tanpa terganggu. Faktor lingkungan juga turut andil dalam kehidupan seseorang untuk dapat mengelolah kadar st res dengan maksimal sehingga menghindarkan seseorang dari segala sesuatu yang dapat dipicu oleh stres. Faktor lingkungan sendiri dapat berwujud lingkungan bersosialisasi dan juga tempat sehingga diperlukan adanya suatu tempat yang dapat menunjang atau memfasilitasi seseorang untuk mengelolah tingkat stres tiap individu namun tidak mengganggu kewajiban seseo rang dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk bekerja dan belajar.
EDUWISATA SAPI PERAH DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Alga Lintang Pratama; Gaguk Sukowiyono; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu di Jawa Timur dikenal sebagai produsen susu utama, didukung oleh iklim dan alam yang ideal untuk peternakan sapi perah. Meskipun produksi susu menjadi pilar ekonomi utama, konsumsi susu per kapita di Indonesia masih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya. Tantangannya adalah meningkatkan produksi dan kualitas susu untuk memenuhi kebutuhan lokal dan memperluas pasar. Salah satu solusi adalah mengembangkan tempat pengolahan susu berbasis wisata edukasi, seperti Cimory Dairy Land di Lembang. Dengan menggabungkan pendekatan Force Based framework oleh Plowright (2014) yang mempertimbangkan konteks dan budaya lokal, diharapkan peternakan sapi perah dapat terus berinovasi dan meningkatkan kontribusinya terhadap kebutuhan susu di Indonesia.
Co-Authors Abdul Wahab Asya’ Roni Adhi Widyarthara Agha Primatio Agnes Claretta Diputra Agnestri Tesalonika Agung Setya Wahyudi Alfy Oktavia Aliza Alga Lintang Pratama Amar Rizqi Afdholy Andi Muh Bahrul Ulum Aaz Andika Yuniawan Yusuf1 Andrya Putra Pratama Aqilah Berliana Triciandita Ardelia Benedicta Adji Arief Setiyawan Aryuanto Soetedjo Bagas Reyvaldy Nurwahid Bagus Septian Wibisono Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Bunga Syafirah S. A. N Carry Umi Zaindriminati Daim Triwahyono Debby Debby Debby Budi Susanti Denya Solehma Deodato Zolla Vidal Do Carmo Da Silva Devon Sanggrama Aradea Dhaifah Hauradita Dian Khusnul Khatima Didiek Suharjanto Dimas Iqbal Syehan Pratama Dina Silvi Sakinah Eko Debby Prasustiawan Erwin Sanjaya F. Yudi Limpraptono Fachrizal Hendro Prasodjo Fida Dina Amaliah Fikri, Mohammad Alfa Zaidanil Firda Syam Dwi Arini Friska Bella Bunga Setyowati Putri Pamikat Gatot Adi Susilo Ghoustanjiwani Adi Putra Hadi Prastiawan Hamka Hanifa Imania Azmi Hanna Cynthia Febriandi Hery Setyobudiarso I Putu Herry Bayu Pratama IM. Hambali Imam Darma Aji Irrine Budi Sulistiawati Jarot Wahyono Ken Ade Tamarully Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Komang Yudha Tri Atmaja Lalu Mulyadi Linda Setyowati M. Abdul Kohar Maria Istiqoma Maringka, Breeze A. S. Mega Putri Lailiyah Mentari Akbarani Midarasta Kuswinda Mochammad Choirur Rozikin Mochammad Saiful Azhar Moh Rikzan Wagianto Mohammad Delvi Saputra Mohammad Erfan Muhammad Al Fatih Abubakar Muhammad Putra Muljanto, Widodo Pudji Nabih Ahmad Faiz Osa Cevina Andaru Prayu Victor Hurulean Putri Herlia Pramitasari Putri Safira Nur Andini Rania Cyrilla Dwiputri Redi Sigit Febrianto Renaldy Putera Liano Ricky Yoga Pratama Rizky Iman Maulana Rolando Sakinah Fitraini Samiun Satria Aditya Perkasa Satria Wardiman Seftyan Hadi Susilo Shella Rafsanjani Solly Aryza Sri Winarni Suryo Tri Harjanto Susanti, Debby Budi Syauqi Maulana Fathoni Titin Uswatun Hasanah Tri Handoko Virginia Hayatinnufus Yacobus Adnan Sukamto Maay Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra Yoshi Lusiana Sari Yugo Adi S Zaky Gianeda Putra Panjalu Zulfan Maulidi Dwi Bagus Zulfani , Dyah Erika Mining Aurora Zulhija Nur Bimantara