Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Make a Match untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Darmi, Darmi
JURNAL PENDIDIKAN Vol 29 No 3 (2020): November
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v29i3.1015

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Inggris siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada siswa kelas IXC semester 1 SMP Negeri 1 Bulu tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Desember 2019 di SMP Negeri 1 Bulu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXC sebanyak 32 siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan tes tertulis. Alat pengumpulan data berupa lembar pengamatan, butir soal tes, dan dokumen daftar nilai. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif yang dilanjutkan refleksi. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) pengamatan, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa, nilai bahasa Inggris rata-rata prestasi belajar bahasa Inggris siswa mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 70,14, pada siklus I sebesar 75,25 dan pada siklus II sebesar 803. Selain itu, persentase ketuntasan belajar siswa juga meningkat, yaitu sebelum tindakan sebesar 53,1%, siklus I sebesar 71,8% dan siklus II sebesar 90,6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan prestasi belajar menulis teks procedure bahasa Inggris siswa kelas IXC semester 1 SMP Negeri 1 Bulu tahun pelajaran 2019/2020”.
PELATIHAN PEMBUATAN BATIK ECOPRINT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SMAN 9 KOTA BENGKULU Wati, Meliya; Duya, Novia; Darmi, Darmi; Rizwar, Rizwar; Pinesta, Gress; Eliza, Melan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.457-466

Abstract

Ecoprint adalah suatu teknik pewarnaan dan pembuatan pola atau motif guna memberikan nilai estetika pada kain dengan menggunakan bahan alami. Proses pembelajaran kreatif dan inovatif dapat ditemukan pada pembuatan keterampilan, salah satunya dengan Teknik ecoprint. Lingkungan sekolah sangat mendukung untuk menerapkan teknik ecoprint, karena di dalam lingkungan sekolah ditumbuhi beberapa tanaman hias dan pohon pelindung yang dapat digunakan sebagai bahan pewarnaan dan motif batik ecoprint.  Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Teknik ecoprint dalam Upaya meningkatkan pengetahuan dan kreativitas siswa SMA Negeri 9 Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pelatihan yang diawali dengan penyuluhan formal dan dilanjutkan dengan demonstrasi cara membuat batik ecoprint pada Totebag pada peserta pengabdian. Selanjutnya peserta mengerjakan sendiri pembuatan batik ecoprint pada tas totebag. Peserta diberikan waktu untuk mencari ide baru sesuai dengan berbagai bentuk daun dan bunga yang ada di sekitar sekolah. Hasil produk batik ecoprint kemudian diserahkan ke peserta sebagai percontohan produk. Berdasarkan hasil pengamatan, peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian dan menunjukkan kreativitas mereka. Kuisoner hasil survey menunjukkan adanya penambahan pengetahuan tentang ecoprint 64,28% (sangat mengetahui) dan 14, 28% (mengetahui). 
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DENGAN MENGAPLIKASIKAN KONSEP EKOENZIM DI DESA PELABAI KECAMATAN TUBEI KABUPATEN LEBONG Wati, Meliya; Duya, Novia; Darmi, Darmi; Rizwar, Rizwar; Lisya Anggraini, Putri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4613-4620

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran dan buah-buahan menjadi isu lingkungan yang mendesak karena berpotensi menghasilkan gas metana, mencemari tanah, dan menimbulkan bau tidak sedap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Pelabai, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong, dalam mengelola sampah organik melalui pembuatan ekoenzim. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan praktis pembuatan ekoenzim dengan bahan sederhana berupa limbah buah, sayuran, gula merah, dan air. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK, pemuda, dan perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang manfaat ekoenzim sebesar 85%, keterampilan membuat ekoenzim secara mandiri sebesar 78%, dan kesadaran mengelola sampah rumah tangga sebesar 73%. Produk ekoenzim yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk organik, serta insektisida ramah lingkungan. antusiasme dan partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil menumbuhkan motivasi dan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan konsep zero waste di tingkat rumah tangga serta dapat direplikasi di desa lain untuk mengurangi timbulan sampah organik dan mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan
Rancang Bangun Corong Barlese Dalam Rangka Mendukung Praktikum Ekologi Dasar Winarsih, Lies; Aprira, Aprira; Susanto, Dedi; Darmi, Darmi
Indonesian Journal of Laboratory Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v8i3.104124

Abstract

Salah satu kegiatan di laboratorium Biologi adalah mempelajari hewan yang hidup di tanah, khususnya di serasah  atau lapisan tanah paling atas. Kelompok hewan  makroarthropoda tanah ini dipisahkan dari serasah dengan menggunakan alat corong (barlese). Dengan menggunakan alat ini, serasah ditampung di wadah yang tersedia kemudian dihangatkan sedemikian rupa sehingga makroarthropoda yang hidup di dalamnya pindah ke ruang yang lebih dingin yaitu wadah penampung yang berisi larutan alkohol 70 %. Di laboratorium Biologi tidak tersedia (corong barlese), sehingga menghambat pelaksanaan praktikum dengan judul “Teknik Sampling Hewan”.Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirancang (corong barlese ) yang dirangkai dari peralatan sederhana yang mudah didapatkan untuk membantu laboratorium  mendapatkan peralatan penunjang yang murah dan mudah tetapi tetap efisien dalam fungsi. Hasil dari penelitian ini adalah prototipe yaitu corong (barlese) terbuat dari plat seng yang dibuat berbentuk dua buah corong yang saling bertangkup. Corong (barlese) ini disusun paralel sebanyak 4 unit dalam satu rangkaian alat dengan tiang penyangga untuk menjaga corong (barlese) tetap kokoh pada posisinya. Rangkaian alat ini juga dilengkapi dengan pemanas listrik menggunakan lampu 15 (wath) dan 25 (wath ) untuk memisahkan hewan tanah  dari serasah. Pengujian peralatan dilakukan selama 2 kali 24 jam. Indikator pengujian alat meliputi kemudahan perangkaian  alat, efektitifitas pemakaian dan kemampuan alat dalam memisahkan hewan tanah dari serasah. Dari hasil pengujian dengan 10 responden didapatkan 95% menyatakan sangat mudah dalam hal perangkaian alat, 100% menyatakan sangat efektif. Dalam pengujian pemisahan hewan tanah didapat  sebanyak 24 spesies dengan jumlah 55 individu.
FONDASI PERADABAN ISLAM: PELAJARAN DARI MASA KHULAFAUR RASYIDIN Gunawan, Chandra; Sirojuddin, Sirojuddin; Islam, Fahmi; Mastori, Mastori; Darmi, Darmi
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v6i3.5305

Abstract

Peradaban Islam mengalami fondasi yang kuat sejak masa Khulafaur Rasyidin, yang meliputi Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Kepemimpinan mereka tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi teladan integrasi nilai spiritual, etika, hukum, dan kesejahteraan sosial. Studi ini menggunakan pendekatan interdisipliner dengan metode kualitatif analisis literatur klasik dan kontemporer untuk mengeksplorasi praktik kepemimpinan, penerapan syariah, dan pembangunan masyarakat pada periode tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur politik, sistem hukum, serta kebijakan sosial-ekonomi pada masa Khulafaur Rasyidin menekankan prinsip keadilan, kemaslahatan publik, dan pendidikan, yang relevan sebagai model pembangunan peradaban Islam kontemporer. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan, etika, dan integrasi hukum-spiritual tetap dapat dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan modernitas dan transformasi sosial-politik.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENGENALAN POTENSI PANGAN LOKAL DI DESA TAPALINNA, KECAMATAN MAMBI, KABUPATEN MAMASA Hamjan, Dewi Febriani; Nur, Hardianti; Utami, Widya; Binayanti, Binayanti; Aulia, Riska; Marlinda, Marlinda; Arkarna, Adiba; Lestari, Amanda Nurpuspita; Felisa, Nesa Ratu; Darmi, Darmi; Candra, Muh, Agung; Feri, Feri; Hidayat, Muh; Yegar, Yegar
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.2977

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that impacts children's physical growth and cognitive development. In Mamasa Regency, the prevalence of stunting remains well above the WHO threshold, indicating the need for sustained intervention. Low nutritional knowledge and minimal use of local foods, such as tilapia, contribute to the worsening situation. Tilapia, however, boasts high nutritional content and has the potential to be an affordable and accessible nutritional solution. This activity aims to raise public awareness about stunting prevention by promoting the benefits of tilapia as a highly nutritious local food source that supports children's nutritional needs. The community service activity was carried out in Tapalinna Village using a participatory approach through observation, pre-tests, seminars, and interactive education. The main focus of the activity was promoting stunting prevention by introducing tilapia as a nutritious local food. The Community Service Program (PKM) activity demonstrated the significant potential of tilapia (Oreochromis niloticus) as a local protein source. Pre-tests revealed low understanding among participants about stunting and the importance of nutrition, particularly animal protein. Education through seminars and tilapia processing demonstrations successfully increased public knowledge and enthusiasm. Diversifying tilapia products is a solution to increase children's interest in consuming tilapia. Nutrition leaflets and practical recipes strengthened participants' understanding. The results of the activity demonstrated that an educational approach based on local food is effective in supporting stunting prevention. The use of tilapia as a nutritious local food increased community understanding and supported effective and sustainable stunting prevention.  
Pembentukan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama di Sekolah Menengah Pertama Arabiah, Arabiah; Darmi, Darmi; Patimah, Siti; Gani, A.; Murtafiah, Nurul Hidayati
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan dalam pembentukan karakter siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Fokus penelitian diarahkan pada implementasi strategi pembelajaran, peran guru, serta bentuk pembiasaan keagamaan yang diterapkan di sekolah dalam mendukung perkembangan karakter religius, disiplin, tanggung jawab, dan sikap sosial siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari guru PAI, siswa kelas VII–IX, serta pihak sekolah yang terlibat dalam program pembiasaan religius. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter siswa melalui tiga pilar utama, yaitu keteladanan guru, kreativitas metode pembelajaran, dan pembiasaan keagamaan di lingkungan sekolah. Guru PAI berperan besar sebagai model perilaku positif, sementara metode pembelajaran variatif seperti diskusi nilai dan cerita moral mampu meningkatkan internalisasi nilai karakter. Selain itu, kegiatan pembiasaan seperti doa bersama, membaca Al-Qur’an, dan salam-sapa efektif memperkuat pembentukan karakter religius dan sosial siswa. Meskipun demikian, ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran serta beban kurikulum yang cukup padat. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI merupakan unsur strategis dalam membentuk karakter siswa SMP, sehingga diperlukan dukungan kelembagaan dan inovasi pembelajaran agar nilai-nilai karakter dapat terinternalisasi secara optimal.
Community Structure and Ecological Roles of Soil Macrofauna in Sumatran Elephant Feces as an Effort to Conserve Soil Biodiversity in Bengkulu Elephant Training Center, Indonesia: Community Structure and Ecological Roles of Soil Macrofauna in Sumatran Elephant Feces Darmi, Darmi; Rizwar, Rizwar; Warosuly, Tri Nurhidayati; Julita, Helika
Journal of Tropical Life Science Vol. 16 No. 01 (2026)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.16.01.09

Abstract

Elephant feces are a source of organic material that has the potential to support soil ecosystem sustainability. Elephant feces serve as a microhabitat, providing nutrients and a place to live for soil macrofauna that plays an important role in soil decomposition. However, the understanding of the community structure and ecological contribution of macrofauna in elephant feces is still limited, especially in the Bengkulu Elephant Training Center area. The objective of this study was to analyze the community structure and ecological roles of soil macrofauna in Sumatran elephant feces at the Seblat Elephant Conservation Area. Soil macrofauna in elephant feces is divided into two groups, namely Macroarthropods and Oligochaeta (Megadrilli earthworms). Macroarthropod samples were collected using the handsorting method on each bolus of feces, while earthworms were collected using the square method and the handsorting method on feces that had undergone further decomposition. The community structure of soil macrofauna in elephant feces consists of 18 species. Arthropoda comprises 15 species belonging to the classes Hexapoda, Arachnida, Crustacea, and Diplopoda. Trigoniulus corallinus is a dominant macroarthropod species with an absolute category (very frequently found) and a wide distribution in elephant feces.  Oligochaeta consists of three species of megadrilli earthworms, namely Pontoscolex corethrurus, Drawida sp., and Pheretima  Javanica.  Drawida sp. have the highest density and were classified as constant (frequently found) in elephant feces. The Shannon-Wiener and Simpson’s diversity indices for soil macroarthropods are relatively high, whereas those for Oligochaeta are low. Based on ecological roles, soil macroarthropods consist of detritivores, omnivores, predators, and herbivores. Detritivores are dominant in elephant feces. Among the Oligochaeta, epigeic earthworms are more dominant than endogeic earthworms. The presence of elephant dung in the central area of the Elephant Training Center is a means of conserving soil biodiversity, thereby contributing to improving soil quality and fertility.