Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Penjadwalan Dinas Perawat dengan Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Laila Rahmaniah; Ichsan Rizany; Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.554

Abstract

Kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penjadwalan layanan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di Rumah. Metode penelitian ini menggunakan non-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 91 pelaksana perawat di instalasi layanan rawat inap di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, yang didapatkan melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat  hubungan positif antara penjadwalan layanan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru (p-value = 0,008; r = 0,274). Jadwal layanan keperawatan dapat memengaruhi kepuasan kerja perawat. Nilai penjadwalan layanan keperawatan masih rendah, sedangkan kepuasan kerja perawat tidak mencapai standar minimum. Penjadwalan layanan keperawatan yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat.
Beban Kerja dengan Kualitas Pendokumentasian Asuhan Keperawatan sesuai SNARS Nadila Nadila; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i2.598

Abstract

Pendokumentasian merupakan suatu tindakan pencatatan untuk dapat digunakan sebagai bukti tertulis yang akurat dilakukan oleh perawat pada sebuah tindakan asuhan keperawatan. Beban kerja merupakan faktor yang mempengaruhi pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan sesuai SNARS di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Desain penelitian mengggunakan crosss sectional melibatkan 22 perawat penanggung jawab asuhan (PPJA) dengan teknik total sampling dan 84 perawat pelaksana dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Excat untuk PPJA dan uji Chi Square (Continuity Corretion) untuk perawat pelaksana. Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara beban kerja PPJA dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan PPJA sesuai SNARS (p-value = 0,02), dan tidak ada hubungan antara beban kerja perawat pelaksana dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat pelaksana sesuai SNARS (p-value = 1,00). Beban kerja PPJA yang berat dapat mempengaruhi kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan PPJA, sedangkan beban kerja berat dan ringan perawat pelaksana tidak mempengaruhi kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Adanya peran PPJA sebagai supervisi membuat kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat pelaksana baik. Beban kerja yang sesuai dapat berdampak baik terhadap kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Timbang Terima Shanisa Mairestika; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i1.602

Abstract

Timbang terima adalah proses penyampaian informasi pada saat pergantian shift perawat. Ketidakakuratan informasi yang disajikan selama proses timbang terima menyebabkan hampir 70% kejadian sentinel di rumah sakit. Faktor pengetahuan, motivasi, supervisi, fasilitas dan waktu pelaksanaan dapat mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Desain penelitian adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 39 perawat penanggung jawab perawat shift dan ketua tim yang diperoleh melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,721), motivasi (p= 0,369) dan fasilitas (p= 0,617) dengan pelaksanaan serah terima di RSD Idaman Kota Banjarbaru, dan ada hubungan antara supervisi dengan pelaksanaan dari serah terima (p= 0,023).
Fungsi Pengawasan Supervisor Dengan Pengetahuan Perawat Dalam Pencegahan Flebitis Fitria Noviana; Endang Pertiwiwati; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i1.730

Abstract

Flebitis adalah Healthcare Associated Infections yang dialami oleh pasien selama 3x24 jam dengan munculnya tanda gejala selama dirawat dirumah sakit. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pencegahan flebitis yaitu pengetahuan perawat dan pengawasan dari supervisor berhubungan erat terhadap keselamatan pasien di ruang rawat inapagar dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan fungsi pengawasan supervisor dengan pengetahuan perawat dalam pencegahan flebitis di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru. Metode penelitian non-eksperimen dengan cross sectional. Teknik yang digunakan yaitu probability sampling dengan stratified random sampling. Sampel penelitian 81 perawat pelaksana di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan 3 instrumen berupa kuesioner data demografi, fungsi pengawasan supervisor,dan pengetahuan perawat dalam pencegahan flebitis. Analisis data menggunakan korelasi spearman. Hasil penelitian menggambarkan fungsi pengawasan supervisor didapatkan nilai median  sebesar 32,00 (75% dari nilai tertinggi) dan nilai median pengetahuan perawat dalam pencegahan flebitis sebesar 13,00 (72,2 dari nilai tertinggi). Hasil analisis didapatkan adanya hubungan yang positif antara fungsi pengawasan supervisor dengan pengetahuan perawat dalam pencegahan flebitis di ruang rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru (p value=0,00002). Fungsi pengawasan supervisor yang baik dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dapat menghasilkan perawat dengan pengetahuan yang baik dan saling berkesinambungan dengan pencegahan terhadap flebitis.
Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 di Rawat Inap Muhammad Khairul Fikri; Ichsan Rizany; Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1362

Abstract

Tingkat kepuasan perawat bekerja di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru masih rendah pada masa pandemi COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain cross sectional. Teknik yang digunakan yaitu stratified random sampling. Sampel terdiri dari 112 perawat pelaksana di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 (p value = 0,0001 < 0,05; r = 570). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19. Nilai motivasi kerja dan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 masih perlu ditingkatkan, terutama kepuasan kerja yang masih dibawah standar minimum kepuasan kerja. Motivasi kerja yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19.
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Patient Safety di RSD Idaman Kota Banjarbaru Ajrina Nurwidya Sari; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1371

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk menurunkan insiden keselamatan pasien yaitu dengan pelaksanaan patient safety. Salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan patient safety yaitu pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang diperoleh berdasarkan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety di Instalasi Rawat Inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 79 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho dengan nilai (p-value=0,00, r=0,655**). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety. Pihak rumah sakit diharapkan dapat mengevaluasi secara langsung pemahaman perawat mengenai patient safety untuk meningkatkan pelaksanaan patient safety sesuai kebijakan rumah sakit.
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Pencegahan Risiko Jatuh Prinandita Syafira; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i2.1372

Abstract

Risiko jatuh merupakan suatu kejadian yang rentan terjadi pada pasien di rumah sakit yang disebabkan karena faktor ekstrinsik seperti lingkungan dan faktor instrinsik seperti kondisi fisiologis pasien. Dampak dari jatuh yaitu cedera yang dialami 30% sampai 51% pada pasien di rumah sakit. Penerapan pencegahan risiko jatuh dalam situasi klinis didasarkan pada faktor personal yaitu pengetahuan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan pencegahan risiko jatuh. Desain penelitian adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling yang dilakukan pada 77 responden perawat pelaksana di ruang rawat inap. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan p-value = 0,000 dengan batas kemaknaan (α<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan perawat dengan pencegahan risiko jatuh. Perlu adanya sosialisasi maupun pelatihan yang dilakukan untuk perawat di ruang rawat inap terkait dengan keselamatan pasien khususnya risiko jatuh yang sesuai standar prosedur operasional rumah sakit agar perawat dapat mengakses informasi terbaru mengenai keselamatan pasien
Motivasi kerja perawat dengan penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat Firda Rosa Meliyani; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.1373

Abstract

Prinsip 6 benar merupakan standar prosedur operasional pemberian obat dengan menerapkan 6 benar, yaitu benar obat, benar dosis, benar pasien, benar cara pemberian, benar waktu pemberian dan benar dokumentasi. Motivasi kerja perawat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja perawat dengan penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat di instalasi rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jenis penelitian menggunakan cross sectional melibatkan 76 perawat pelaksana dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square (Continuity Correction). Hasil penelitian ini Terdapat hubungan antara motivasi kerja perawat dengan penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat (p-value= 0,020). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat. Peneliti menyarankan agar pihak rumah sakit dapat meningkatkan motivasi kerja perawat, agar perawat lebih bersemangat dalam menerapkan prinsip 6 benar dalam pemberian obat yang dapat mencegah kesalahan pemberian obat (medication error).
HUBUNGAN LAMA HARI RAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARDIAC CARE UNIT Nifa Viranda Amelia; Ifa Hafifah; Ichsan Rizany
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i2.212

Abstract

Selama pasien dirawat di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), keluarga pasien mengalami kesulitan dan ketidakberdayaan. Bagi keluarga pasien, ruang rawat intensif merupakan tempat yang tidak menyenangkan.  Keluarga masuk dalam kondisi yang tidak terduga dan dibutuhkan ketepatan keluarga dalam mengambil keputusan guna keberlangsungan hidup terkait kondisi pasien yang membutuhkan penanganan.Lama perawatan pasien di ruang ICCU sangat beragam.  Lama rawat pasien ICCU berdampak langsung terhadap kualitas hidup pasien dan keluarga, risiko terjadinya di masa depan, dan besarnya pembiayaan dampak dari perawatan. Selama keluarga mendampingi perawatan pasien di ruang ICCU, keluarga akan mengalami berbagai reaksi emosional seperti kecemasan. Tujuan: Mengetahui hubungan lama hari rawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICCU. Metode: Korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 42 responden di ruang ICCU, yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner HARS.  Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Lama hari rawat pasien rata-rata 3,14 hari.  Kecemasan keluarga pasien ICCU paling banyak berada pada tingkat kecemasan berat (33,3%). Terdapat hubungan yang bermakna antara lama hari rawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien (p=0,0003) dengan keeratan hubungan yang sedang (r=0,532) di ruang ICCU. Diskusi: Semakin lama pasien dirawat di ruang ICCU maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dirasakan keluarga pasien karena kondisi pasien yang tidak stabil ataupun semakin parah. Kesimpulan: Keluarga pasien perlu diberikan informasi dan edukasi yang jelas terkait kondisi pasien dalam sehari atau saat ada perburukan kondisi.Kata kunci: kecemasan, keluarga, lama hari rawat, perawatan intensif, perawatan kritis.Correlation Between Length of Stay and Anxiety Levels of Patients’ Family in Intensive Cardiac Care Unit RoomABSTRACTWhile a patient is being treated in the Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), the patient's family experiences difficulties and helplessness. For the patient's family, the intensive care unit is an unpleasant place. The family enters into unexpected conditions and is required to make proper decisions for survival related to patient conditions. The patient's length of stay in the ICCU room is very diverse. The length of stay of ICCU patients directly impacts patients' quality of life and their families, the risk of future incidence, and the extent of the treatment cost. While the family accompanies the patient treated in the ICCU room, the family will experience various emotional reactions such as anxiety. Objective: To reveal the correlation between length of stay and the anxiety levels of the patient’s family in the ICCU room. Methods: Correlation with cross-sectional approach with a sample of 42 respondents in the ICCU room, who were selected using a purposive sampling method. The research instrument used the HARS questionnaire. Data were analyzed using the Spearman correlation test. Results: The average length of the patient's stay was 3.14 days. Family anxiety of ICCU patients was mostly at the level of severe anxiety (33.3%). There was a significant correlation between length of stay and anxiety levels of the patient’s family (p=0.0003) with a moderate correlation coefficient (r=0.532) in the ICCU room. Discussion: The longer the patient is treated in the ICCU room, the higher the anxiety level felt by the patient’s family due to the patient's unstable or worsened condition. Conclusion: Clear information and education should be given to the patient's family regarding the patient's condition within one day or when the condition worsens.Keywords: anxiety, family, length of stay, intensive care, critical care
Upaya Peningkatan Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit : Literature Review Nur Akbar Adi Saputro; Endang Pertiwiwati; Ichsan Rizany
Nerspedia Vol. 5 No. 5 (2023): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitals are obliged to fulfill the right of patients to obtain safety and security while in hospital care to avoid NearMiss (Near-injury Events /KNC) and Adversert Events (Unexpected Events / KTD). The high incidence of patientsafety incidents in this hospital is a concern, because it can injure patients so that it can cause death in patients.Efforts that can improve patient safety. This study was conducted with literature review. ten literatures were identifiedfrom four databases: 
Co-Authors Abdurahman Wahid Afiyanti, Efi Agianto Agnina, Fitria Agung Waluyo Ahnaf Ma'ruf Mahendra Ajrina Nurwidya Sari Allenidekania Allenidekania Ansyary, Muhamad Raghib Ariany Dhesi Puspitasari Ariyati, Fitria Aulia Ulfah Aulia Ayu Wardalina Azhar Azhar Azhar Chairunnisa Mei Yuni Cicilia Ika Wulandari Dadan Erwandi Dedi Iswari Dewi Gayatri Dhian Ririn Lestari Diantha Soemantri Dina Anggrainy Efi Afiyanti Eko Suhartono Ellysia Yulanda Ellysia Yulanda Endang Pertiwiwati Endang Pertiwiwati Endang Pertiwiwati Endang Pertiwiwati Endang Pertiwiwati Endang Pertiwiwati, Endang Enie Novieastari Fajar Tri Waluyanti Fazrinnor Fazrinnor Fikri, M.Khairul Firda Rosa Meliyani Fitri Susilowati Fitria Noviana Fredinan Yulianda Hanny Handiyani Hening Pujasari Heriansyah1 Herma Fathun Ainida Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Hidayati Fitri Husnul Khatimah Ifa Hafifah Ifa Hafifah Iswari, Dedi Jumbri, Muhammad Kapriana Tanty Natalia Krisna Yetty Laila Noor Fitriana Laila Rahmaniah Laila Rahmaniah lestari, winda Manshur Awalludin MIFTAKHUL JANNAH Muhamad Adam Muhamad Yuli Irdiansyah Muhammad Jumbri Muhammad Khairul Fikri Muhammad Khairul Fikri Muhammad Rijali Rahman Muhammad Rijali Rahman Musafaah Musafaah Musafaah Musafaah Nadila Nadila Nifa Viranda Amelia Noor Diani Nopita Putri Nor jannah Novi Mustahdiati Nasri Nunung Nurhayati Nur Akbar Adi Saputro Nur Fatimah Nurati, Okti Eko Peggy Passya Prinandita Syafira Puspitasari, Ariany Dhesi Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiah Rahimul Yakin Rahman, Muhammad Rijali Rahmaniah, Laila Rahmatun Ni'mah Rahmini, Juwi Athia Riri Maria Rismia Agustina Robiatul Adawiyah Robiatul Adawiyah Rr Tutik Sri Hariyati Sayeeda, Adinda Septiana Shanisa Mairestika Shanisa Mairestika Siska Rahmawati Dewi Siska Siti Aisyah Damanik Siti Reny Asnani Soliyanti Sri Jumaiyah Taufikurrahman Taufikurrahman Tina Handayani Nasution Vinalisa Ditha Yakin, Rahimul Yeni Mulyani Yeni Mulyani YULIANI Yuliani Yuliani Yuni, Chairunnisa Mei Yusrida Elisabeth Sihombing