Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN PALLIASA (Kleinhovia hospita L) TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR AYAM KONSUMSI Imran, Al; Qurniawan, Anas; Ananda, Suci; Irmawaty, Irmawaty
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18345

Abstract

Telur merupakan salah satu produk peternakan yang mudah rusak. Telur memiliki masa simpan yang relatif singkat sehingga perlu dilakukan pengawetan. Metode pengawetan yang dilakukan yaitu melakukan perendaman menggunakan bahan penyamak nabati seperti tanin. Tanin yang terkandung pada daun palliasa memungkinkan dapat digunakan pada pengawetan telur ayam konsumsi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perendaman pada ekstrak daun palliasa (Kleinhovia Hospita L.) terhadap kualitas fisik telur serta memperpanjang masa simpan telur ayam konsumsi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor A yaitu konsentrasi ekstrak daun palliasa (15, 25, 35%) dan faktor B adalah lama perendaman (8, 12, 24) dengan 4 ulangan. Analisis data menggunakan Analisis of Variances (ANOVA) dan Uji Duncan’s Range Test (DMRT). Parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu eksternal (kebersihan telur, penyusutan berat telur, berat kerabang, tebal kerabang, indeks telur, kedalaman rongga udara) dan internal (berat albumin, pH albumin, indeks albumin, berat yolk, pH yolk, indeks yolk, Yolk Score, Haugh Unit). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun palliasa terhadap kualitas fisik telur ayam konsumsi tidak memberikan pengaruh dan tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi ekstrak daun palliasa dengan lama perendaman. 
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Level Berbeda terhadap Kualitas Fisik Bakso Daging Ayam Broiler Yulisriani, Rina; Qurniawan, Anas; lestari, Ayu; Irmawaty, Irmawaty; Nurul Afiyah, Dyah
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v9i2.6145

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of moringa leaf flour (Moringa oleifera) with different levels on the physical quality of broiler meatballs. The study was experimental, using a Complete Random Design, with 4 treatments and 3 replicates. Each test uses 3 meatballs with the given treatment (P0): 0% moringa leaf flour (Moringa oleifera), P1 (2.5%) moringa leaf flour (Moringa oleifera), P2 (30%) moringa leaf flour (Moringa oleifera), P3 (35%) moringa leaf flour (Moringa oleifera). The parameters tested are pH, Cooking Shrinkage, Lentility. Organoleptok test (hedonic test) and hedonic quality or the level of the panelists' preference for the product. The results obtained were that the physical quality test did not have a significant effect (P>0.05) on pH, sour shrinkage and elasticity. The results of the hedonic test had a significant effect (P<0.05) on taste, aroma, color and texture. The results obtained on hedonic quality are to have a significant influence (P>0.05) on pH, sour shrinkage and elasticity. The results of the hedonic test had a significant effect (P<0.05) on taste, aroma, color and texture. The results obtained on hedonic quality are to have a real influence (P<0.05) on taste, aroma, color, texture and chewiness.
Sustainability of Packaged UHT Cow’s Milk Products Using the Multidimensional Scaling (MDS) Method Astati, Astati; Hifizah, Amriana; Qurniawan, Anas
Buletin Peternakan Vol 49, No 2 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (2) MAY 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i2.100199

Abstract

Product positioning is how a product is defined by consumers in terms of the attributes of competitors or the place where the product is distinguished in the minds of consumers compared to other products. This study aims to analyze the sustainability of packaged UHT cow's milk products in the market using the Multidimensional Scaling (MDS) non-metrik method. This research was conducted in Makassar City, South Sulawesi, specifically at shopping centers frequently visited by consumers, namely Lotte Mart and Satu Sama, from May to July 2024. The sampling technique used was accidental sampling, where anyone who happened to meet the researcher while purchasing UHT cow's milk and was deemed suitable as a data source was selected. The total number of respondents obtained during the study was 65. The analysis results show that Indomilk UHT and Frisian Flag UHT have superior positions in terms of storage temperature, packaging design, ease of use, and ease of storage, located in quadrant I. Meanwhile, Ultra Milk UHT and Diamond Milk UHT compete closely in terms of product innovation and discounts, located in quadrant III. These findings indicate that each brand has certain competitive advantages that can be leveraged for product development and more effective marketing strategies. To achieve product sustainability, the development of packaged UHT cow's milk products needs to focus on attributes valued by consumers, thus allowing for increased competitive advantage
Stakeholders’ Perspectives on Developing a Zero-Waste Integration System for Horticulture and Beef Cattle in Barru Regency: A Qualitatif Analysis Astati, Astati; Hifizah, Amriana; Qurniawan, Anas
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 01 (2025): VOLUME 05, NOMOR 01, JUNI 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i01.940

Abstract

An integrated farming system that combines the horticulture and beef cattle subsectors based on the zero-waste principle is one of the innovative solutions to reduce negative environmental impacts while increasing production efficiency. Barru Regency, with its potential in horticulture and livestock, is a strategic area for the implementation of this system. However, the success of its implementation highly depends on the active involvement of various stakeholders. This study aims to examine stakeholders' perspectives on the development of a zero waste integration system of horticultural crops and cattle in Barru Regency. A qualitative approach was used to explore the perceptions, interests, roles, and challenges faced by stakeholders in the implementation of this system. Data were collected through in depth interviews, including Focus Group Discussions (FGD), participatory observations, and document studies. The informant sources identified in this study consist of 15 cattle farmers, 10 horticulture farmers, 2 field extension officers, 1 government official, and 1 academics. The data were analyzed using thematic analysis methods. The research findings show that 80% of farmers perceive waste reuse as economically beneficial, and 40% lack access to composting and biogas technology. Based on these findings, synergy among actors, regulatory strengthening, and inclusive policy support are needed to realize a sustainable zero-waste farming system.
Pengaruh Perendaman Ekstrak Daun Palliasa (Kleinhovia Hospita L) Terhadap Kualitas Fisik Telur Ayam Konsumsi Imran, Al; Qurniawan, Anas; Ananda, Suci; Irmawaty, Irmawaty
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18345

Abstract

Telur merupakan salah satu produk peternakan yang mudah rusak. Telur memiliki masa simpan yang relatif singkat sehingga perlu dilakukan pengawetan. Metode pengawetan yang dilakukan yaitu melakukan perendaman menggunakan bahan penyamak nabati seperti tanin. Tanin yang terkandung pada daun palliasa memungkinkan dapat digunakan pada pengawetan telur ayam konsumsi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perendaman pada ekstrak daun palliasa (Kleinhovia Hospita L.) terhadap kualitas fisik telur serta memperpanjang masa simpan telur ayam konsumsi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor A yaitu konsentrasi ekstrak daun palliasa (15, 25, 35%) dan faktor B adalah lama perendaman (8, 12, 24) dengan 4 ulangan. Analisis data menggunakan Analisis of Variances (ANOVA) dan Uji Duncan’s Range Test (DMRT). Parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu eksternal (kebersihan telur, penyusutan berat telur, berat kerabang, tebal kerabang, indeks telur, kedalaman rongga udara) dan internal (berat albumin, pH albumin, indeks albumin, berat yolk, pH yolk, indeks yolk, Yolk Score, Haugh Unit). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun palliasa terhadap kualitas fisik telur ayam konsumsi tidak memberikan pengaruh dan tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi ekstrak daun palliasa dengan lama perendaman. 
The Effect of Patikala Fruit Extract (Etlingera elatior) on Protein Content, Fat Content and Water Holding Capacyty of Culled Laying Hens Meat: Pengaruh Ekstrak Buah Patikala (Etlingera elatior) terhadap Kadar Protein, Kadar Lemak dan Daya Ikat Air Daging Ayam Petelur Afkir Nurshafa, Alifiyah; Irmawaty, Irmawaty; Qurniawan, Anas; Rusny, Rusny
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v25i2.2024.89-107

Abstract

Buah dari tanaman patikala (Etlingera elatior) memiliki kandungan asam sitrat dan asam askorbat yang berpotensi digunakan sebagai bahan marinasi sebelum daging diolah lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein, kadar lemak dan daya ikat air daging ayam petelur afkir yang dimarinasi menggunakan ekstrak buah patikala dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan 4 ulangan. P0 (Tanpa perlakuan), P1 (Ekstrak buah patikala konsentrasi 25%), P2 (Ekstrak buah patikala konsentrasi 50%), P3 (Ekstrak buah patikala konsentrasi 75%), P4 (Ekstrak buah patikala konsentrasi 100%). Analisis data yang digunakan adalah Analysis of varians (ANOVA) dan Uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Parameter yang ukur dalam penelitian ini adalah Kadar protein, kadar lemak dan daya ikat air daging ayam petelur afkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marinasi daging ayam petelur afkir menggunakan ekstrak buah patikala memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar protein, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lemak dan daya ikat air daging ayam petelur afkir.
Pemanfaatan Buah Patikala (Etlingera elatior) dalam Pengolahan Tunu Manuk sebagai Food Heritage Masyarakat Enrekang Irmawaty, Irmawaty; Saleh, Ahmad; Qurniawan, Anas
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i3.21177

Abstract

Tunu manuk merupakan salah satu tradisi kuliner khas Enrekang, Sulawesi Selatan yang memanfaatkan beragam bumbu lokal untuk menghasilkan cita rasa yang unik dan khas. Sementara itu, buah patikala (Etlingera elatior) dikenal memiliki potensi sebagai rempah alami untuk memberikan aroma dan rasa khas dalam berbagai olahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan masyarakat terhadap pengolahan Tunu manuk dengan penambahan buah patikala. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan ekstrak buah patikala dalam konsentrasi 0.7%, 2.1%, dan 3.6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah patikala signifikan (P<0.05) pada aspek warna, sementara aroma, rasa dan tekstur tidak menunjukkan perbedaan signifikan (P>0.05).