Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PRAKTIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PENGEMUDI HEAD TRUCK DI TERMINAL PETIKEMAS BITUNG Rompas, Pujiati K.D.; Kolibu, Febi; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja meliputi manajemen keselamatan kerja, penerapan Health, Savety, Environment, Pengendalian Teknik, Pengendalian Administrasi yang mempengaruhi yaitu faktor lingkungan kerja, faktor manusia yang meliputi faktor fisik dan mental, faktor pengetahuan dan keterampilan, dan sikap. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan praktik keselamatan dan kesehatan kerja pada pengemudi head truck di Terminal Petikemas Bitung. Menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar populasi dalam penelitian ini berjumlah 44 responden. Instrumen penelitian menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square (p ≤ 0,05) pada SPSS. Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan (p= 0.011); dan sikap (p= 0.047) memiliki hubungan dengan praktik keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan demikian terdapat Hubungan Antara Pegetahuan dan Sikap Dengan Praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Pengemudi Head Truck Di Terminal Petikemas Bitung.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap , Praktik Keselamatan dan Kesehatan KerjaABSTRACT Occupational Safety and Health Practices include occupational safety management, implementation of Health, Savety, Environment, Engineering Control, Administrative Control that affects namely work environment factors, human factors which include physical and mental factors, knowledge and skills, and attitudes. This research was conducted to find out whether there was a relationship between knowledge and attitudes with occupational safety and health practices for the driver of the truck head at the Bitung Container Terminal. Using analytical survey method with cross sectional approach. The population size in this study amounted to 44 respondents. The research instrument used a questionnaire measuring instrument. Data analysis included univariate and bivariate analysis using the chi square test (p 5 0.05) in SPSS. These results indicate that knowledge (p = 0.011); and attitude (p = 0.047) has a relationship with occupational safety and health practices. Thus there is a Relationship Between Knowledge and Attitude with the Practice of Occupational Safety and Health at the Head Truck Driver at the Bitung Container Terminal.Keywords : knowledge, attitude, occupational health and safety practices
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PADA PESERTA DIDIK TENTANG BAHAYA MEROKOK DI SMA YBP BUNTONG MINAHASA Sudiyono, Tri Setiawati; Engkeng, Sulaemana; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok memang mengkhawatirkan, yang berarti bahwa meskipun merokok diketahui memiliki efek negatif, jumlah rokok masih tinggi. Dampak merokok merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencontohkan bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal dan menyebabkan sekitar 6 juta kematian setiap tahunnya. Dengan bantuan media leaflet dan metode penyuluhan pre-test dan post-test (yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa) untuk konsultasi kesehatan, interaksi dengan siswa selama proses konsultasi dapat menarik masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan penyuluhan tersebut. Penelitian yang dilakukan di SMA YBP Buntong Minahasa, khusus untuk siswa XI dan XII ini berjumlah 55 siswa, 27 siswa di XI dan 28 siswa di XII. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap pada Peserta Didik tentang bahaya merokok di SMA YBP Buntong Minahasa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posstest. Populasi yang diambil pada penelitian ini merupakan Peserta Didik SMA YBP Buntong Minahasa yang berjumlah 55 Peserta Didik. Analisis data menggunakan uji statistik t test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil pengujian di dapatkan nilai t hitung pengetahuan sebelum-sesudah penyuluhan di sekolah SMA YBP yaitu t hitung = -35,370 dengan p value = 0,000 yang artinya terdapat peningkatan yang signifikan anatara pengetahuan responden sebelum dan sesudah di laksanakanya penyuluhan. Kata Kunci : Peserta didik, Dampak Merokok,Penyuluhan Kesehatan.  ABSTRACTSmoking is a phenomenal one, which means that despite the known negative impact of cigarettes, the number of cigarettes remains high. The impact of smoking is one of the biggest health problems in the world, the World Health Organization (WHO) states that cigarettes cause serious health problems and become the cause of death of approximately 6 million people per year. Health counseling assisted by leaflet media and pre-test and post-test counseling methods that are able to significantly increase student knowledge of the interactions conducted during counseling on Learners are able to attract interest to be active in the counseling activities.The research was conducted at SMA YBP Buntong Minahasa, especially conducted in grade XI and grade XII students with a total of 55 learners, 27 students and 28 students in class XII. This study aims to find out the effect of health counseling on knowledge and attitudes in learners about the dangers of smoking at SMA YBP Buntong Minahasa. This type of research is quantitative research and uses quasi experimental method with one group pretest posstest approach. The population taken in this study was YBP Buntong Minahasa High School Students who numbered 55 Students. Data analysis using statistical test t test with 95% confidence level. The test results obtained t value of knowledge count before-after counseling in high school YBP namely t count = -35,370 with p value = 0.000 which means there is a significant increase between the knowledge of respondents before and after the implementation of counseling. Keywords: Learners, The impact of smoking, Health Counseling.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN ASIN DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI KOTA MANADO Tarumingi, Tania Theresia Senni; Umboh, Jootje M.L.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formalin merupakan salah satu zat tambahan yang dilarang dalam makanan. Formalin sering ditemukan pada makanan sehari-hari yang dikonsumsi seperti mie basah, ikan asin, tahu, bakso, dan lain-lain. Penambahan formalin tidak dianjurkan dikarenakan dapat menyebabkan keracunan. Sebanyak 57 berita keracunan pangan salah satunya kasus keracunan akibat ikan asin terhadap 11 orang, Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi kandungan formalin pada ikan asin di beberapa pasar tradisional di Kota Manado. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplorasi, untuk menyelidiki masalah yang tidak didefinisikan dengan jelas dengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang ada, tetapi tidak akan memberikan hasil yang konklusif. Penelitian ini dilakukan di Pasar Paniki, Pasar Bersehati, dan Pasar Pinasungkulan pada September - Oktober 2020 dengan jenis sampel yang diambil yaitu ikan asin kakatua, ikan asin teri, ikan asin anthony, dan ikan asin masako yang di uji menggunakan uji khromotrofik. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari 14 sampel ikan asin dan dilakukan analisis di Laboratorium BARISTAND Manado dengan metode pengujian Uji Asam Khromotrofik menunjukkan 14 sampel ikan asin tersebut tidak mengandung formalin. Kesimpulan: Ikan asin yang dijual di beberapa pasar tradisional di Kota Manado dengan banyaknya sampel 14 sampel ikan asin didapati hasil negatif atau tidak adanya kandungan formalin.   Kata Kunci : Ikan Asin, Pasar Tradisional, Formalin ABSTRACT Formalin is an additive that is prohibited in food. Formalin is often found in daily consumed foods such as wet noodles, salted fish, tofu, meatballs, and others. The addition of formalin is not recommended because it can cause poisoning. There were 57 news about food poisoning, one of which was the case of poisoning due to salted fish to 11 people. Research Objectives: To identify the formalin content of salted fish in several traditional markets in Manado City. Research Methods: This research uses exploratory research type, to investigate problems that are not clearly defined in the presence of a better understanding of the problem at hand, but will not provide conclusive results. This research was conducted at Paniki Market, Bersehati Market, and Pinasungkulan Market in September - October 2020 with the types of samples taken, namely salted parrot fish, salted anchovies, salted anthony fish, and salted masako fish which were tested using the chromotrophic test. Results: Based on the results of research that was carried out from 14 samples of salted fish and analyzed at the BARISTAND Manado laboratory with the chromotrophic acid test method, it showed that 14 samples of salted fish did not contain formaldehyde. Conclusion: Salted fish sold in several traditional markets in Manado City with a large sample of 14 salted fish samples were found to be negative or without formalin content. Keywords: Salted Fish, Traditional Market, Formalin
GAMBARAN FAKTOR KESEHATAN LINGKUNGAN PADA BALITA 12 - 59 BULAN DENGAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMA TAHUN 2020 Lalu, Sweeta T.; Akili, Rahayu H.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISPA merupakan penyakit infeksi pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah yang merupakan salah satu penyebab utama kematian balita di dunia. Dari 10 penyakit menonjol yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kema tahun 2019, ISPA merupakan penyakit yang paling menonjol dan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA adalah kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran faktor kesehatan lingkungan pada balita 12 - 59 bulan dengan penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kema tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dengan pendekatan observasional yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kema pada Februari-September 2020 dengan populasi berjumlah 135 orang dan diambil 101 orang sebagai sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu langit-langit rumah, jenis lantai dan jenis dinding. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, kamera, aplikasi spss dan laptop. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan langit-langit rumah responden yang memenuhi syarat yaitu 47 (46,5%) dan yang tidak memenuhi syarat 54 (53,5%). Jenis lantai rumah responden yang memenuhi syarat 91 (90,1%) dan 10 (9,9%) tidak memenuhi syarat. Jenis dinding rumah responden yang memenuhi syarat yaitu 31 (30,7%) dan 70 (69,3%) tidak memenuhi syarat.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah, 90,15% responden memiliki jenis lantai yang memenuhi syarat, 52,5% responden memiliki langit-langit rumah yang tidak memenuhi syarat dan 69,3% responden juga memiliki jenis dinding yang tidak memenuhi syarat. Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan, ISPA, Balita ABSTRACTARI is an acute respiratory infection that attacks the upper and lower respiratory tract which is one of the main causes of toddlers mortality in the world. From the top10 diseases in the working area of  Kema Public Health Centre in 2019, ARI is the most prominent disease and a factor associated with the incidence of ARI is environmental health. The purpose of this study is to determine the description of environmental health factors in toddlers 12 - 59 months with ARI in the working area of  Kema Public Health Center in 2020. This research is a descriptive survey research with an observational approach conducted in the working area of the Kema Public Health Center, in February-September 2020 with 135 population and 101 sample using simple random sampling. The variables in this study are the ceiling, floor type and wall type. The instruments used were the observation sheet, camera, spss application and laptop. Data analysis was carried out by univariate. The results showed, the ceiling that eligible are 47 (46.5%) respondents and 54 (53.5%) respondents not eligible. Respondents house floor types showed 91 (90.1%) eligible and 10 (9.9%) not eligible. Respondents house wall types showed that 31 (30.7%) eligible and 70 (69.3%) not eligible. The conclusion of this study, 90,15% respondents have an eligible house floor type, 53,5% respondents have uneligible ceiling and 69,3% respondents also have uneligible house wall type. Keywords : Environmental Health, ARI, Toddler
ANALISIS KANDUNGAN BAKTERI ESCHERIA COLI PADA AIR KOLAM RENANG UMUM DI KOTA MANADO TAHUN 2020 Diamanis, Celsya Tasya; Maddusa, Sri Seprianto; Joseph, Woodford B. S.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian: Mengetahui apakah terdapat kandungan bakteri Escherichia coli pada air kolam renang umum di Kota Manado Tahun 2020 dan menentukan apakah memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey deskriptif dengan uji laboratorium. Populasi dalam penelitian ini yaitu kolam renang umum di Kota Manado. Pengambilan sampel dilakukan sore hari setelah kolam renang digunakan oleh pengunjung dengan pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari 15 sampel yang dianalisis di Laboratorium BARISTAND Manado dengan metode pengujian Uji MPN (Most Probable Number) menunjukkan hasil 15 sampel air kolam renang jumlah kandungan Escherichia coli  yaitu <1 MPN/100ml. Kesimpulan: Kualitas bakteriologis Escherichia coli untuk air kolam renang umum di Kota Manado memenuhi syarat karena tidak terdapat kandungan bakteri Escherichia coli yang menunjukan air kolam renang umum Kota Manado memenuhi syarat yang di tetapkan oleh Permenkes No. 32 Tahun 2017.  Kata Kunci : air kolam renang umum, Bakteri Escherichia coli ABSTRACTSwimming pool water quality must be maintained and maintained continuously and regularly so that water can be avoided from microbiological pollution. Based on a research by the Centers for Disease Control (2013), it was found that 161 swimming pools were contaminated with bacteria. Escherichia coli is one of the bacteria as an indicator of the causes of microbiological contamination of swimming pool water quality. The content of Escherichia coli bacteria must comply with regulated requirements so as not to cause health problems. Research purposes find out whether there is a content of Escherichia Coli bacteria in public swimming pool water in Manado City in 2020 and determine whether it meets the requirements or not. Research methods this research is a descriptive survey research type with laboratory tests. The population in this study is a public swimming pool in the city of Manado. Sampling was carried out in the afternoon after the swimming pool was used by visitors with sampling carried out at 3 points. Research result based on the results of research that has been carried out from 15 samples analyzed at the BARISTAND Manado Laboratory with the MPN (Most Probable Number) test method, it shows that the results of 15 swimming pool water samples, the total content of Escherichia coli is <1 MPN / 100ml. Conclusion the bacteriological quality of Escherichia coli for public swimming pool water in Manado City is still safe because there is no Escherichia coli content which shows that Manado City public swimming pool water meets the requirements set by Permenkes No. 32 of 2017. Keywords: Swimming Pool Water Public, Bakteri Escherichia col
ANALISIS KANDUNGAN MERKURI PADA KOSMETIK PEMUTIH WAJAH DI PASAR KAROMBASAN KOTA MANADO Sulaiman, Rahma; Umboh, Jootje M. L.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Krim pemutih wajah bermanfaat untuk wajah yang memiliki berbagai masalah di wajah, karena mampu mengembalikan kecerahan kulit dan mengurangi warna hitam pada wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan merkuri pada kosmetik pemutih wajah atau tidak yang dijual di Pasar Karombasan Kota Manado Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional berbasis laboratorium. Penelitian dilakukan terhadap 8 merek kosmetik pemutih wajah antara lain 1 merek memiliki izin BPOM san 7 merek tidak tidak memiliki izin BPOM pada bulan Desember 2019 – Januari 2020. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM RI No. 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Menurut Permenkes RI No.445/Menkes/PER/VI/1998 Indonesia melarang penggunaan merkuri dalam sediaan kosmetik, namun penggunaan krim yang mengandung merkuri ini masih terus digunakan. Hasil penelitian dengan metode pengujian Atomic Absorption Spektrophotometry (AAS) menunjukkan dari 8 merek kosmetik yang diuji terdapat 3 merek  positif dan 5 merek negatif  mengandung merkuri pada kosmetik pemutih wajah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kosmetik pemutih wajah yang dijual di Pasar Karombasan Kota Manado masih banyak kosmetik pemutih wajah yang belum memiliki izin BPOM.. Kata kunci : Kosmetik Pemutih Wajah, Pasar Karombasan ABSTRACTCosmetics are ingredients or preparations that are used on the outside of the body or teeth and oral mucous membranes, especially to clean, scent, change appearance and or improve body odor or protect or maintain the body in good condition. Facial whitening creams are useful for faces with various facial problems, because they can restore skin brightness and reduce black color on the face. The purpose of this researchto find out whether there is a mercury content in facial whitening cosmetics that is sold in Karombasan Market, Manado City in 2020. This research is a laboratory-based observational descriptive study. The research was conducted on 8 brands of facial whitening cosmetics, including 1 brand that had a BPOM license and 7 brands did not have a BPOM permit in December 2019 - January 2020. Based on the Regulation of the Head of the POM RI No. 18 of 2015 concerning Technical Requirements for Cosmetic Materials. According to Permenkes RI No.445 / Menkes / PER / VI / 1998 Indonesia prohibits the use of mercury in cosmetic preparations, however the use of creams containing mercury is still being used. The results of the research using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) test method showed that of the 8 cosmetic brands tested there were 3 positive brands and 5 negative brands containing mercury in facial whitening cosmetics. The conclusion in this study is that facial whitening cosmetics sold in the Karombasan Market, Manado City, are still a lot of whitening cosmetics that do not have a BPOM permit. Keywords: Whitening Cosmetics, Karombasan Market
PELAKSANAAN PROGRAM 3M PLUS DALAM MENANGGULANGI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAESAAN KECAMATAN MAESAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Lontaan, Evangeline A.; Pinontoan, Odi R.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti dan menyebabkan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB). Kasus DBD di Sulawesi Utara pada tahun 2016 mencapai 2.217 penderita ini merupakan kasus tertinggi pada 5 tahun terakhir, pada tahun 2017 jumlah penderita menurun hingga mencapai 587 penderita dan pada tahun 2018 jumlah meningkat hingga 1.713. Di Kabupaten Minahasa Selatan, penyakit ini merupakan salah satu penyakit dari 10 kasus tertinggi. Salah satu upaya untuk memutus siklus penularan yaitu melalui kegiatan 3M Plus. Kegiatan ini merupakan salah program pemerintah dalam mencegah penyakit DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan program 3M Plus dalam menanggulangi kejadian DBD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam (indepth interview) dan metode analisis data menggunakan analysis content. Subjek penelitian ini yaitu petugas puskesmas yang menangani DBD, Pemerintah dan Masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan program ini belum maksimal seperti melakukan fogging, turun langsung dan penyuluhan pada masyarakat mengenai 3M Plus pada masyarakat belum merata. Sebaiknya Puskesmas Maesaan lebih meningkatkan pelaksanaan penyuluhan mengenai cara pencegahan penyakit DBD secara rutin di setiap desa. Kata Kunci : 3M Plus, Deman Berdarah Dengue ABSTRACTDengue hemorrhagic fever (DHF) is a transmitted or infectious disease caused by the bites of a aedes mosquito and causing extraordinary condition (EC). DHF cases in North Sulawesi in 2016 has reached 2.217 patients and this is the highest case in the past five years. In 2017 the amount of the patient has decreased to 587 and in 2018 has increased up to 1.713. In the South of Minahasa regency this disease is one of the top 10 cases. One of the efforts to break the cycle is through the 3M plus activity. This activity is one of the government programs in preventing DHF disease. The purpose of this research is to analyze the implementation of the 3M plus program in tackling DHF incidents. This research uses a qualitative method with in-depth interview and data analysis method uses analysis content. The subject of this research is the health center officer who handled the DHF, government and society. The results of the research show that in promotive and preventive efforts to realize this program have not been maximized, such as conducting fogging and outreach the society regarding 3M plus is not prevail yet. It is better if Health Center of Maesaan Village improve the implementation of counseling on how to prevent the DHF disease regularly in every villages. Keywords: 3M plus, Dengue hemorrhagic fencer
GAMBARAN PERILAKU TIM GUGUS TUGAS TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 KOTA MANADO Tikulembang, Waraney A.; Pinontoan, Odi R.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan salah satu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Gugus tugas Covid-19, harus intens menerapkan perilaku pencegahan. Tidak hanya pada saat menjalankan tugasnya, namun ketika pun selesai bertugas harus secara konsisten menerapkan tindakan pencegahan ini terutama dimasa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran perilaku yang meliputi pengetahuan dan tindakan tim satuan tugas Covid-19 tentang pencegahan Covid-19 di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam diambil dari 5 informan Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Manado. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan dan Tindakan dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Manado. dari tingkat pengetahuan tim gugus tugas sendiri sudah mengetahui terkait cara-cara dalam menerapkan setiap protokol Kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19, juga dalam segi Tindakan dapat dilihat  bahwa Tim Gugus Tugas telah berupaya semaksimal mungkin untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara  dalam hal terkait pengetahuan dan tindakan pencegahan Covid-19 tim gugus tugas telah memiliki pengetahuan dan Tindakan yang baik sesuai dengan tugas dan peran-nya sebagai gugus tugas yang di dalamnya mengacu pada surat edaran pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan tentunya menjadi suatu tolak ukur masyarakat Kota Manado terkait pencegahan covid-19 . Saran bagi tim gugus kota Manado Agar kiranya selalu tetap melakukan sosialisasi serta edukasi pada masyarakat kota Manado terkait perilaku masyarakat dalam mencegah penyebaran covid-19 di kota Manado, Saran sebaiknya masyarakat lebih lagi menaati peraturan pemerintah yang telah dibuat terkait protokol kesehatan agar derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat dan secepatnya negara kita kembali normal. Kata Kunci : Covid-19, Gugus Tugas Penanganan covid 19 Kota Manado, Pengetahuan, Tindakan ABSTRACTCoronavirus disease (Covid-19) is a group of viruses that can cause disease in animals and humans. The Covid-19 Task Force must intensively implement preventive behavior. Not only in carrying out their duties, but when it is finished, they must consistently carry out these preventive measures, especially during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to analyze the description of behavior which includes the knowledge and actions of the Covid-19 task force team regarding the prevention of Covid-19 in Manado City. This study used a qualitative method with in-depth interviews taken from 5 informants from the Manado City Covid-19 Task Force. The results of the study obtained a level of knowledge and action from the Covid-19 Handling Task Force Team in Manado City. From the level of knowledge that the task force team has, they already know ways to implement each health protocol to prevent the spread of Covid-19, also from an action perspective, it can be seen that the Task Force Team has made every effort to break the chain. from the spread of Covid-19. The conclusion of this study is that the Covid-19 Handling Task Force Team in Manado City, North Sulawesi Province in terms of knowledge and prevention measures for Covid-19, the task force team has good knowledge and action in accordance with their duties and roles as a task force in in it refers to a circular by the North Sulawesi Provincial government and of course becomes a benchmark for the people of Manado City regarding the prevention of Covid-19. Suggestions for the Manado city cluster team In order to always continue to socialize and educate the people of Manado city regarding people's behavior in preventing the spread of covid-19 in the city of Manado, Suggestions are that the community should comply more with government regulations that have been made regarding health protocols so that the degree of public health is getting better increase and as soon as possible our country returns to normal. Keywords: Covid-19, Task Force for Handling Covid 19 in Manado City, Knowledge, Action
GAMBARAN KANDUNGAN COLIFORM DAN ESCHERICHIA COLI PADA SUMUR WARGA DI SEPANJANG SUNGAI BAILANG KOTA MANADO Paparang, Andreas; Sondakh, Ricky C.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan hak dan kewajiban bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka secara layak dan aman, Penggunaan sumur untuk pemanfaatan air tanah dalam merupakan cara yang paling banyak di gunakan masyarakat di pedesaan maupun perkotaan di Kota Manado untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Warga di sepanjang sungai bailang pada umumnya menggunakan sumur sebagai sumber air. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan Coliform dan Escherichia coli pada sumur warga di sepanjang Sungai Bailang Kota Manado, khususnya kandungan bakteri berdasarkan jenis sumur. Jenis penilitian yang digunakan yaitu penelitian observasional dengan desain deskriptif berbasis laboratorium. pengambilan data melalui observasi dan pengukuran menggunakan instrument penelitian berupa meteran dan lembar check-list. Jumlah sampel yang di teliti 19 Sumur yakni 12 sumur gali dan 7 sumur bor. Variabel dalam penelitian ini adalah kandungan bakteriologis dengan parameter Total Coliform dan Escherichia coli melalui pemeriksaan laboratorium di UPTD Balai Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Hasil penelitian menunjukan sumur 1, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 18, 19 tercemar bakteri Coliform namun sumur 18 masih memenuhi standar baku mutu dan juga sumur 1, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16 tercemar bakteri Escherichia coli terdapat 3 sumber pencemar yang dapat mempengaruhi kandungan bakteri dalam air sumur yakni sungai, septik tank dan bencana banjir dan juga kandungan bakteri dalam air sumur dapat di pengaruhi oleh kondisi fisik sumur dan kedalaman sumur. Dapat di simpulkan bahwa 79% sumur mengandung bakteri Coliform dan 68% sumur mengandung bakteri Escherichia coli. berdasarkan jenis sumur, 100% sumur gali mengandung Bakteri Coliform, 92% sumur gali mengandung Bakteri Escherchia coli, dan 43% Sumur bor mengandung Bakteri Coliform, 29% sumur bor mengandung Bakteri Escherichia coli.Kata kunci : Air bersih, Sumur, Coliform dan Escherichia coliABSTRACTClean water is a right and obligation for the community to meet the needs of their lives in a decent and safe manner, the use of wells for the use of groundwater in is the most widely used way for rural and urban communities in Manado to meet their water needs. Residents along the bailang river generally use wells as a source of water. This study aims to determine the content of Coliform and Escherichia coli bacteria in wells along the Bailang River in Manado, especially the content of bacteria based on the type of well. The type of research used is observational research with descriptive design based on laboratory. data retrieval through observation and measurement using research instruments in the form of meters and check-list sheets. The number of samples examined 19 Wells namely 12 wells dug and 7 wells deep. The variables in this study are bacteriological content with total coliform and Escherichia coli parameters through laboratory examination at UPTD Laboratory Hall of North Sulawesi Provincial Health Office. The results showed wells 1, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 18, 19 are contaminated with Coliform bacteria but well 18 still meets quality standards and also wells 1, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16 are contaminated with Escherichia coli bacteria there are 3 sources of pollutants that can affect the content of bacteria in the well water namely river , septic tanks and flood disasters and also the content of bacteria in the well water can be affected by the physical condition of the well and the depth of the well. It can be concluded that 79% of wells contain Coliform bacteria and 68% of wells contain Escherichia coli bacteria. based on the type of well, 100% of dug wells contain Coliform Bacteria, 92% of dug wells contain Escherchia coli Bacteria, and 43% of deep wells contain Coliform Bacteria, 29% of deep wells contain Escherichia coli Bacteria.Key words: Clean Water, Wells, Coliform and Escherichia coli
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAKASKASEN KECAMATAN TOMOHON UTARA KOTA TOMOHON TAHUN 2021 Paendong, Winner Hiskia George; Maddusa, Sri Seprianto; Warouw, Finny
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan kondisi terwujudnya kondisi yang sempurna dari seuruh faktor yang terdapat pada lingkungan fisik manusia, dengan demikian kesehatan seseorang bisa terpelihara. Sanitasi bisa dilihat dari pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, serta penggunaan jamban. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan Sanitasi Lingkungan di Wilayah Kerja Puskesmas Kakaskasen Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada 6 Kelurahan Wilayah Kerja Puskesmas Kakaskasen di bulan Maret - April 2021 dengan responden berjumlah 98 keluarga. Variabel pada penelitian ini yaitu pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, serta pemanfaatan jamban. Instrumen yang dipergunakan ialah kamera, kuesioner, dan alat tulis menulis. Analisis data secara individual. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagian besar masyarakat di 6 kelurahan Wilayah Kerja Puskesmas Kakaskasen memenuhi syarat sanitasi lingkungan dilihat dari segi ketersediaan air bersih dan pengelolaan sampah. Dari segi pemanfaatan jamban di kelurahan kayawu masih ada masyarakat yang menggunakan jamban umum yang disiapkan pemerintah. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi menjaga sanitasi lingkungan dari Dinas Kesehatan Kota Tomohon Kata kunci: Sanitasi, Lingkungan, Air Bersih, Sampah, Jamban ABSTRACTEnvironmental sanitation is a condition of realizing perfect conditions from all the factors contained in the human physical environment, thus one's health can be maintained. Sanitation can be seen from waste management, availability of clean water, and the use of latrines. The purpose of this study is to describe environmental sanitation in the working area of the Kakaskasen Public Health Center, North Tomohon Subdistrict, Tomohon City in 2021. This research is a descriptive study conducted in 6 Kelurahan Kakaskasen Health Center Work Areas in March - April 2021 with 98 families as respondents. The variables in this study are waste management, clean water supply, and the use of latrines. The instruments used are cameras, questionnaires, and writing instruments. Analyze data individually. The conclusion of this study is that most of the people in the 6 sub-districts of the Kakaskasen Health Center work area meet the environmental sanitation requirements in terms of the availability of clean water and waste management. In terms of the use of latrines in Kayawu village, there are still people who use public latrines prepared by the government. Therefore, it is necessary to carry out socialization of maintaining environmental sanitation from the Tomohon City Health Office Keywords: Sanitation, Environment, Clean Water, Garbage, Latrine
Co-Authors Adam, Kevin Akili, Rahayu H Alik, Octarens Angelia, Gabriele Christy Angkouw, Chyntia Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asep Rahman Awali, Nurbaitillah Basri B H. R. Kairupan Bahrain, Nur Evira Anggrainy Blesstinov, Alla Gabriel Diamanis, Celsya Tasya Engka, Ovilia Natalia Farikah, Tetris Febi Kolibu, Febi Fiorela, Laura Girikallo, Grace Glory Hangkemona, Angelita C. Harvani Boky, Harvani Jootje M. L. Umboh Jootje M.L Umboh, Jootje M.L Jootje M.L. Umboh Joseph, Woodford Baren S. Kapugu, Avinia Kawatu, Paul A. T Lalu, Sweeta T. Lantho, Graselin Lendo, Ceren Lintong, Kheren Liono, Viona Velia Lontaan, Evangeline A. Lukito, Royke M Fadhel Nurmidin Mabuat, John Christian Malonda, Nancy S H Mandagi, Chreisye K.F. Mantjoro, Eva M. Mendila, Meysye Nasira, Azmi Nelwan, Ester Jeini Nusu, Servitia Nusu, Servitia Oddi R Pinontoan Paendong, Winner Hiskia George Pamangin, Elsa Mangambe Paparang, Andreas Paputungan, Siti S. Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Pinontoan, Odi Pinontoan, Odie R. Polii, Okan Pomantow, Shalom Messy Thessalonika Pujo Hari Saputro Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rattu, A .J.M. Rawung, Teresia Wulan Maria Rembet, Karla Adelin Rendy Syahputra Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Rompas, Clara Lourenza Rompas, Pujiati K.D. Rontos, Arsita Apicillya P. Rumengan, Adeleide Rumerung, Malfin Saba, Risti Iriani Sabanari, Gita Leoni Sabandar, Fridela Sasiang, Evani Sekeon, Sekplin Simatupang, Yessie Angelika Sinaga, Patricia Sudiyono, Tri Setiawati Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sulaiman, Rahma Sumolang, Olfana D Sumolang, Olfana D Suoth, Visi Supit, Grevinda Regita Syaefudin, Tesa L. M. Syarifudin, Andi R. Tamon, Cecilya Tarumingi, Tania Theresia Senni Tikulembang, Waraney A. Triyono, Trisha Chatlea Louisa Walintukan, Putri Priscila Maria Warouw, Finny Watugigir, Angle T.G Wawointana, Ivana Putri Youlma Wello, Novita L. L. Woodford B. S. Joseph Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S.