Claim Missing Document
Check
Articles

Found 64 Documents
Search
Journal : KESMAS

ANALISIS PROSES PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS TELING ATAS KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Khoirurrizza, Mohammad; Mandagi, Chreisye K.F; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui proses penyimpanan obat di Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado. Metode penelitian yang menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi langsung dan pemeriksaan dokumen dibantu dengan alat perekam suara yang memiliki tujuan untuk mengigatkan peneliti untuk menulis rangkaian wawancara. Data hasil wawancara diolah dengan mengorganisir informasi, membaca keseluruhan informasi dan membuat suatu uraian secara terperinci dan disajikan secara naratif. Pengecekan data dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini berdasarkan wawancara mendalam dan observasi langsung kondisi penyimpanan obat berdasarkan kelembapan, sinar matahari, temperatur panas, menghindari kerusakan fisik sudah sesuai pedoman sedangkan pengotoran dan kontaminasi bakteri belum sesuai pedoman.Tata cara menyimpan dan menyusun obat penerapan FEFO, pemindahan obat yang tidak pecah, penyimpanan golongan antibiotik, penyimpanan tablet salut sudah sesuai pedoman, sedangkan penearapan sistem FIFO, obat yang diterima, penyimpanan obat injeksi, penyimpanan obat yang mempunyai waktu kadaluwarsa belum sesuai pedoman. Pengamatan mutu obat sudah sesuai pedoman, karena petugas pengelola obat melakukan pengamatan mutu obat dan juga tidak pernah terdapat obat yang rusak. Saran meningkatakan kondisi penyimpanan obat, memperbaiki cara dan menyusun obat yang lebih baik, meningkatkan pengamatan mutu obat dan menambah sumber daya manusia dengan latar belakang pendidikan apoteker.Kata Kunci: Penyimpanan Obat, Pelayanan Obat, PuskesmasABSTRACTPharmaceutical services at Puskesmas is an integral part of the implementation of health efforts, which play an important role in improving the quality of health services for the community. The purpose of this research in general to know the process of drug storage in Puskesmas Teling Atas Sub Wanea Manado City. Research methods that use qualitative research. Data collection is done by in-depth interview, direct observation and document inspection assisted by voice recorder which has a purpose to mengigatkan researchers to write a series of interviews. Interview data is processed by organizing information, reading the entire information and making a detailed description and presented in narrative. Data checking was done by using triangulation method. The results of this study based on in-depth interviews and direct observation of drug storage conditions based on humidity, sunlight, heat temperature, avoidance of physical damage is in accordance with guidelines while the contamination of bacteria and contamination has not been appropriate guidelines.Sata how to store and arrange drug application of FEFO, , antibiotic preservation, saline tablet storage is in accordance with the guidelines, whereas the FIFO system, received drugs, injection drug storage, drug storage that has an expiry date is not yet in accordance with the guidelines. The observation of drug quality was in accordance with the guidelines, because the drug management officers did observe the quality of the drug and also there was never any medicine damaged. Suggestions improve drug storage conditions, improve ways and develop better drugs, improve drug quality observation and increase human resources with educational background of pharmacists.Keywords: Medicines storage, medicines service, primary health centre
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN LANJUT USIA DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Mamonto, Sutria; Mandagi, Chreisye K. F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan kesehatan yang bermutu adalah layanan kesehatan yang mengupayakan pemenuhan harapan dari pasien sehingga pasien akan memiliki perasaan berhutang budi dan sangat berterima kasih. Pasien juga akan bercerita kepada orang lain dan menyebarluaskan segala hal yang baik tentang layanan kesehatan tersebut, hal ini berarti pasien akan berperan menjadi penghubung masyarakat terkait informasi layanan kesehatan yang baik mutunya. Sebuah layanan kesehatan yang bermutu tidak saja menarik bagi pasien, tetapi juga menarik bagi profesi layanan kesehatan itu sendiri sehingga menjadi tempat kerja profesi yang mempunyai kompetensi serta perilaku baik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional yang di lakukan di Puskesmas Tuminting pada bulan Agustus-oktober 2019. Dalam penelitian digunakan populasi yaitu pasien yang berkunjung di Puskesmas pada bulan Maret-Mei 2019. Adapun jumlah sampel dalam penelitian yaitu 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan SPSS dengan perhitungan chi square pada tingkat kemaknaan 95% (α =0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mutu dengan kepuasan pasien yaitu 0,000 <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien lanjut usia di Puskesmas Tuminting kota Manado. Kata Kunci : Persepsi Mutu Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien ABSTRACTQuality health services are health services that strive to fulfill the expectations of patients so that patients will have a feeling of being indebted and very grateful. Patients will also tell other people and disseminate all the good things about the health service, this means the patient will play a role as a liaison community related to good quality health service information. A quality health service not only appeals to patients, but also appeals to the health care profession itself so that it becomes a professional workplace that has competence and good behavior. This study uses quantitative methods with analytics and uses a cross sectional approach that was conducted at the Tuminting Community Health Center in August-October 2019. In the study the population was used, namely patients who visited the Community Health Center in March-May 2019. The number of samples in the study were 100 respondents who meet the inclusion and exclusion criteria. This study used a questionnaire and was processed using SPSS with chi square calculations at a significance level of 95% (α = 0.05). The results showed that the perception of quality with patient satisfaction is 0,000 <0.05 so it can be concluded that there is a relationship between the perception of the quality of health care with the satisfaction of elderly patients at the Tuminting Health Center in Manado. Keywords: Perception Quality of  Health Services, Patient Satisfaction
HUBUNGAN MASA KERJA DAN KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MINAHASA SELATAN Walukow, Paskalino A.; Mandagi, Chreisye K.F.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil individu dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi, serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa kerja dan kepemimpinan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Minahasa Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Minahasa Selatan dari bulan April – Juli 2018. Populasi dan samepel dalam penelitian ini adalah perawat di ruang Rawat Inap RSUD Minahasa Selatan yang berjumlah 76 perawat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner.Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja memiliki nilai p = 0.012 (Pvalue ≤ 0,05). Perawat yang memiliki masa kerja lebih dari atau sama dengan 1 tahun sebanyak 58,8%.dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki nilai p = 0,038 (Pvalue≤0,05). Perawat yang memiliki kepemimpinan yang baik sebanyak 54,4 % dan Perawat yang memiliki kinerja yang baik sebanyak 42,6% Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara masa kerja dan kepemimpinan dengan kinerja pearawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Minahasa Selatan.Kata Kunci : Masa Kerja, Kepemimpinan, dan Kinerja PerawatABSTRACTPerformance is a condition that must be known and confirmed to certain parties to know the level of achievement of individual results related to the vision of an organization, and to know the positive and negative impact of an operational policy. This study aims to determine the relationship between work and leadership with the performance of nurses in the inpatient wards of Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) South Minahasa. This research is a quantitative research with analytic survey method with cross sectional study design. This research was conducted in Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) South Minahasa from April to July 2018. Population and samepel in this research are nurses in inpatient room of South Minahasa Hospital which amounts to 76 nurses. The instrument used in this study is a questionnaire. Data analysis in this research is univariate and bivariate analysis using Chi-square test. The results showed that the working period has a value of p = 0.012 (Pvalue ≤ 0.05). Nurses who have a working period of more than or equal to 1 year as much as 58.8%. and result of research indicate that leadership have value p = 0,038 (Pvalue ≤ 0,05). Nurses who have good leadership as much as 54.4% and Nurses who have a good performance as much as 42.6%. The conclusion is that there is a relationship between employment and leadership with nurse performance in Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) South Minahasa.Keywords: Working Period, Leadership, and Nurse Performance
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH PASIEN BPJS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Syarifain, Abdul; Rumayar, Adisti A.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sario Kota Manado oleh pasien BPJS mengalami penurunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan antara lain pandidikan dan pendapatan pasien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pendapatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh pasien BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Sario. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan Cross Sectional Study yang dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien peserta BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Kota Manado. Sampel diambil secara Quota Sampling dengan jumlah sampel 74 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dengan CI= 95% dan nilai α=0,05. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p= 0,000), tingkat pendapatan (p= 0,000), dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh pasien BPJS Di Puskesmas Sario Kota Manado. Kesimpulan dari penilitian ini, Pendidikan dan pendapatan merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Kota Manado.Kata Kunci: Pendidikan, Pendapatan, Pemanfaatan Pelayanan KesehatanABSTRACTUtilization of health services at Sario Primary Health Care Center by the patients member of BPJS has decreased. Factors affecting the utilization of health services include educational and patient earnings. The aim of this study was to determine the relationship between education and income with the utilization of health services by the patients member of BPJS at Sario Primary Health Care Center. This study is an analytical survey research with Cross Sectional Study concept which conducted from October to December 2017. All of the patients from BPJS participant at Sario Primary Health Care Center working area were taken as the population, and 74 respondents were selected as sample by Quota Sampling technique. Data collection in this study used interview method, with questionnaire as an instrument of data collection. Chi square test was done to analyze the relationship between variables with CI = 95% and α = 0.05. The result of this study found relationship between education (p = 0.000); income (p = 0,000), with health service utilization by patients from BPJS participant at Sario Primary Health Care Center Manado City. From this finding it can be conclude that education and income are factors related to the utilization of health services by the patients member of BPJS at Sario Primary Health Care Center working area. Suggestions for health service provider to provide socialization for community regarding the process of health services utilization, especially by BPJS patients.Keywords: Education, Income, Health Services Utilization
PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTOBANGON KOTAMOBAGU TIMUR KOTA KOTAMOBAGU Laisina, Florencia M.; Mandagi, Chreisye K. F.; Maramis, Franckie R. R.
KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang telah didefinisikan oleh World Health Organization (WHO) merupakan suatu sistem yang terintegrasi dari pengumpulan, pengolahan, pelaporan, serta menggunakan informasi dalam meningkatkan efektivitas serta efisiensi layanan kesehatan dari manajemen yang baik di semua jenjang kesehatan. Sistem informasi kesehatan saat ini yang ada belum bisah menghasilkan data akurat, lengkap serta tepat waktu (Barsasella, 2012). Pelaksanaan SIK di Puskesmas Kotobangon belum bisa dilakukan secara online masih secara manual sehingga data yang dihasilkan tidak tepat pada waktu yang ditentukan. Tujuannya dalam penelitian ini supaya dapat mengetahui proses sistem informasi kesehatan di puskesmas kotobangon kecamatan kotamobagu timur kota kotamobagu. Metode dalam penelitian: adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dan jumlah informan berjumlah 4 informan. Menggunakan tekhnik triangulasi data dan menggabungkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian: berjalannya sistem informasi kesehatan telah dikembangkan dipuskesmas yaitu sistem informasi manajemen puskesmas (SIMPUS) merupakan bagian dari SIKDA generik. Proses SIK di puskesmas kotobangon  masih manual, mulai dari pengumpulan, pengiriman, sampai dengan pengolahan data. Kesimpulannya: proses SIK di puskesmas kotobangon semuanya masih manual, mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, serta pengiriman data belum bisa dilakukan secara online. Program SIK di puskesmas sudah menggunakan komputer tetapi jaringannya yang belum dilakukan secara online. Kata Kunci: Sistem Informasi Kesehatan, Puskesmas.  ABSTRACTBackground:Health Information System (HIS) which has been defined by World Health Organization (WHO) is a system integrated from collection, processing, reporting and use information in increasing effectiveness and healthy service efficiency from better management at all levels of health current Health Information System there are no results accurate, complete, and timely data (Barsasella, 2012). Implementation of HIS in Clinics Kotobangon yet done online still manually so the data is generated not at the specified time. The purpose of this study so that we can know Health Information System Process in the Kotobangon City Public Health Center, Kotamobagu City, Kotamobagu District. The method in this study: is a qualitative descriptive study. And number of informants emount to 4 informants. Researchers using the technique of triangulation by combining the three data collection techniques of observation, interview and documentation. Research Result: The running of the Health Information System has been developed at the health center namely the management information system of the health center is part of the generic SIKDA. The process of kotobangon of clinics in SIK are still manual, from the collection, shipping, up to data processing. Conclusion: data collection is done by every holder of the program in the health Delivery data from public health to health services have not done online. Data processing at the clinics are already using the computer but its not done online.  Keywords: Health Information Systems, Health Centers.
GAMBARAN PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN PADA PUSKESMAS TONSEALAMA KECAMATAN TONDANO UTARA KABUPATEN MINAHASA Moniung, Flariana Rinjani; Mandagi, Chreisye K. F.; Rumajar, Adisty
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga Kesehatan yang merupakan salah satu unsur dalam proses pembangunan kesehatan yang tentunya adalah orang yang memiliki keterampilan atau latar belakang pendidikan kesehatan, dalam jenis tertentu diperlukan untuk melakukan upaya kesehatan sebagai seorang yang mengabdikan diri di bidang kesehatan dan yang sesuai dengan kebutuhan, kualifikasi pendidikan dan kemudian dilakukan pengaturan, pembinaan, pengawasan dan perlindungan serta peningkatan mutu tenaga kesehatan merupakan tugas tanggung jawab dan wewenang dari  pemerintah daerah.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dokumen. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari Staf Puskesmas Tonsealama, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Minahasa.Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan tenaga kesehatan yang dibuat setiap tahun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa dan Puskesmas Tonsealama berdasarkan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas yaitu standar untuk ketenagaan di setiap puskesmas. Kebutuhan akan tenaga kesehatan untuk Puskesmas Tonsealama yaitu 18 orang.Kesimpulan Proses perencanaan tenaga kesehatan yang dibuat oleh Puskesmas Tonsealama sudah baik yaitu dilaksanakan setiap tahun dan perencanaan yang dibuat untuk menjadi usulan dalam penerimaan tenaga kesehatan melalui Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Minahasa.  Kata Kunci, Perencanaan Tenaga Kesehatan, Puskesmas  ABSTRACTHealth worker who is one of the elements in the process of health development which is certainly a person who has the skills or background of health education, in a certain type is necessary to conduct health efforts as A person who is devoted in health and who according to the needs, qualifications education and then conducted arrangement, coaching, supervision and protection as well as improving the quality of health workers is a duty of responsibility and Authority of the local government.This research method is qualitative research. Data collection were collected through in-depth interviews and observations documents. Informants in this study consists of 3  people that is Tonsealama Puskesmas staff, head of Human Resources section of Health Care Office of Minahasa District, head of Human resources development Agency and development personnel Minahasa Regency.Result.The research results is Demonstrate that the health worker planning is conducted annually by the Minahasa District Health Office and the Public Health Centre of Tonsealama based on the number Permenkes 75 year 2014 about the PHC is a standard for labor in each Puskesmas. The need for health workers for PHC Tonsealama for 2019 year is 18 personnel.Conclusion. The process of planning the health workers created by Public Health Centre Tonsealama is already good which implemented annually and the planning is made to be a proposal in the acceptance of health workers through agency personnel and development resources people of Minahasa Regency. The need to always update the health workforce planning annually. Keywords Planning,
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI DESA GANGGA SATU KABUPATEN MINAHASA UTARA Waworundeng, Cendy B.; Rattu, A. J.M; Mandagi, Chreisye K.F.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada remaja sangat merugikan kesehatan remaja. Dampak dari rokokpun bukan hanya merugikan kesehatan remaja yang merokok akan tetapi kesehatan remaja yang tidak merokok atau disebut perokok aktif dan perokok pasif. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, media iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja di desa Gangga Satu Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh remaja berusia 15-18 tahun di desa Gangga Satu Kabupaten Minahasa Utara. Sampel 90 remaja yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian yaitu, kuesioner,alat tulis menulis dan komputer. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku merokok  p-value = 0.000 (α <0.05). Ada hubungan antara sikap dan perilaku merokok p-value = 0.000 (α <0.05). Ada hubungan antara  media iklan rokok dan perilaku merokok p value = 0.002 (α <0.05). Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, media iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja. Kata Kunci : Perilaku Merokok, Pengetahuan, Sikap dan Media Iklan Rokok ABSTRACTSmoking behavior in adolescents is very detrimental to adolescent health. The impact of smoking is not only detrimental to the health of adolescents who smoke, but the health of adolescents who do not smoke, or are called active smokers and passive smokers. The purpose of the study was to analyze the relationship between knowledge, attitudes, media advertising cigarettes with smoking behavior adolescents in the village of Gangga Satu, North Minahasa Regency. This type of quantitative research with cross sectional design. The population of all adolescents aged 15-18 years in the village of Gangga Satu, North Minahasa Regency. A sample of 90 adolescents was taken with a total sampling technique. Research instruments, namely, questionnaires, writing instruments and computers. Data analysis using Chi-Square test. The significat results of the study there is a significat  relationship between knowledge and smoking behavior p-value = 0.000 (α <0.05). There is a significat relationship between attitude and smoking behavior p-value = 0.000 (α <0.05). There is a significat relationship between cigarette advertising media and smoking behavior p value = 0.002 (α <0.05). Conclusion there is a relationship between knowledge, attitudes, media advertising cigarettes with smoking behavior in adolescents. Keywords : Smoking Behavior, Knowledge, Attitude, and Cigarette Advertising Media
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK PADA AKSEPTOR KB DI DESA HUMBIA KECAMATAN TAGULANDANG SELATAN KABUPATEN SITARO Jacobus, Regina Mitha; Maramis, Franckie R. R.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Di Indonesia metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah metode suntik yaitu 47,96%. Di Desa Humbia Kecamatan Tagulandang Selatan Kabupaten SITARO, terdapat 41 orang yang menggunakan kontrasepsi suntik dari 78 akseptor KB. Kontrasepsi suntik merupakan yang paling banyak digunakan oleh para akseptor KB karena aman, sederhana, efektif dan dapat dipakai pasca persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat kontrasepsi suntik pada akseptor KB di Desa Humbia Kecamatan Tagulandang Selatan Kabupaten SITARO. Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan rancangan studi potong lintang. Teknik pengambilan sampel yaitu total populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita pasangan usia subur yang memakai alat kontrasepsi di Desa Humbia Kecamatan Tagulandang Selatan Kabupaten SITARO. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan variabel yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi suntik yaitu umur (p-value = 0,044) dan pengetahuan (p-value = 0,002). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi suntik adalah sikap (p-value = 0,517).Kata Kunci: Umur, Pengetahuan, Sikap, Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik.ABSTRACTFamily Planning Program is an effort to increase community awareness and participation through maturation of marriage age, birth arrangement, family resilience development, improvement of small family welfare, happy and prosperous. In Indonesia the most widely used method of contraception is the injection method that is 47,96%. In Humbia Village, South Tagulandang District of SITARO Regency, there were 41 people who used injectable contraceptives from 78 Family Planning acceptors. Injectable contraception is the most widely used by Family Planning acceptors because it’s safe, simple, effective and can be used postpartum. This study aims to determine the relationship between age, knowledge and attitude with the use of injectable contraceptives on family planning acceptors in Humbia Village, South Tagulandang District of SITARO Regency. This research is an analytic survey research with cross sectional study design. The sampling technique is total population. The population in this study were all women of fertile couples who used contraceptives in Humbia Village, South Tagulandang District of SITARO Regency. Data analysis was done by using Chi-Square test with 95% confidence level (α = 0,05). The result of statistical test shows that variables related to the use of injectable contraceptives are age (p-value = 0,044) and knowledge (p-value = 0,002). While variable that has not related to the use of injectable contraceptives is attitude (p-value = 0,517).Keywords: Age, Knowledge, Attitude, Use of Injectable Contraceptives.
HUBUNGAN ANTARA PERANAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT UMUM GMIM PANCARAN KASIH MANADO Prastowo, Prully Diana; Mandagi, Chreisye K. F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan manajemen dalam suatu organisasi adalah mengatur atau mengurus struktur organisasi manajemen sesuai dengan kehendak yang organisasi inginkan, membantu pimpinan dalam menentukan orang-orang yang dibutuhkan dalam organisasi tsb dan melakukan pengawasan,, akan mendapatkan pengambilan keputusan yang cepat dan baik dalam organisasi dan akan tersusun dengan baik. Pada umumnya orang-orang yang berkecimpung dalam MSDM sependapa atau berpendapatt bahwa penilaian prestasi kerja & promosi jabatan merupakan bagian yang sangat penting dari keseluruhan proses kinerja pegawai yang bersangkutan & berperan sebagai umpan balik tentang berbagai hal-hal seperti potensi yang bermanfaat dan kemampuan bagi rencana karirnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peranan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dengan kinerja pegawai di rumah sakit umum GMIM Pancaran Kasih Manado.  Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Waktu penelitian yang telah dilakukan dari Juni sampai September tahun 2019. Sampel dalam penelitian ini yaitu staf administrasi di RS umum GMIM Pancaran Kasih Manado dengan jumlah responden 87. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji statistik yaitu  uji Chi- square. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji statistik maka diperoleh nilai p value untuk hubungan penilaian prestasi kerja dengan kinerja pegawai adalah 0,000, dan nilai p value untuk hubungan promosi jabatan dengan kinerja pegawai adalah 0,002. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara penilaian prestasi kerja dengan kinerja pegawai, dan terdapat hubungan antara promosi jabatan dengan kinerja pegawai. Kata Kunci: Penilaian Prestasi Kerja, Promosi Jabatab, Kinerja Pegawai ABSTRACTThe role of management in organization is to manage the organizational structure of management according of what the organization wants, assist the leadership to carrying out supervision and assigning the people needed in the organization, will get a quick decision making in the organization and will be structured well. In general, people who involved in human resource management, agree that performance appraisal and job promotion are important part of the entire process of performance employee concered and serves as feedback on various matters such as abbilities and potential that are useful for a career plan. The purpos of this researc is to determine a relarionship between the role of human resource management and employee performance in general hospital of GMIM Pancaran Kasih Manado. The type of this research is quanitative research with analytic survey design with a Cross Sectional approac. Time of this research was conducted from June to September 2019. The sample in this research is administrative staff at general hospital GMIM Pancaran Kasih Manado with 87 respondents. The research instrument used a questionnaire and data analysis are univariate and bivariate analysis, using statistical test is Chi-square test. The result showed based on statistical tests the p value obtained for the relationship between work performance appraisal and employee performance was 0.000, and the p value for the relationship between promotion and employee performance was 0.002. Based on this research, the conclusion is there’s a relationship between work and performance appraisal and employee performance, and there’s a relationship between job promotion and employee performance. Key word: Work Performance Appraisal, Promotion Of Position, Employee Performance
HUBUNGAN ANTARA LAMA KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PENGENDARA OJEK ONLINE KOMUNITAS MANGUNI RIDER ONLINE SARIO Datu, Meri Meilani Dorothy; Kawatu, Paul A.T.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh supaya terhidar dari kerusakan yang lebih parah atau lebih lanjut yang kemudian terjadi pemulihan setelah beristirahat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja adalah lama kerja, monotonitas, iklim kerja, kebisingan, penerangan, umur, masa kerja, dan jenis kelamin. Jam kerja yang berlebihan akan menyebabkan kelelahan yang dapat mengakibatkan penurunan efesiensi kerja fisik dan penurunan ketahanan kerja dan juga mempengaruhi seluruh bagian tubuh. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama kerja dengan kelelahan kerja pada pengendara ojek online Komunitas Manguni Rider Online Sario. Penelitian ini dilakukan di Komunitas Rider Online sario. Populasi  penelitian ini berjumlah 40 orang.. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh total populasi pengendara ojek online Komunitas Manguni Rider Online Sario. Instrumen penelitiann ini menggunakan Kuesioner Kelelahan Subjektif dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dengan mengunakan uji statistik Fisher’s Exact Test. Hasil dari penelitian ini adalah dari 12  pengendara ojek online yang bekerja kurang dari sama dengan 8 jam yang memiliki kelelahan kerja rendah sebanyak 4 orang (33,3%), yang memiliki kelelahan kerja sedang sebanyak 7 orang (58,3%), sedangkan  yang memiliki kelelahan berat sebanyak 1 orang(8,3%) dan dari 29 pengendara ojek online yang bekerja lebih dari 8 jam yang memiliki kelelahan kerja rendah sebanyak 6 orang (20,7%), yang memiliki kelelahan kerja sedang sebanyak 8 orang (27,6%) dan yang memiliki kelelahan kerja berat sebanyak 15 orang (51,7%).Hasil analisis dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,023 dimana p< α = 0,05 yang berarti ada hubungan antara lama kerja dengan kelelahan kerja pada pengendara ojek online komunitas manguni rider online Sario. Kata kunci : Lama Kerja, Kelelahan Kerja, Ojek Online ABSTRACT Fatigue is a mechanism of protection of the body to spared which is more severe damage or further which then occur recovery after resting. Factors affecting work fatigue are length of work, monotonous, work climate, noise, lighting, age, years of service, and gender. Excessive work hours will cause fatigue which can result in decreased physical work efficiency and decreased endurance and also affects all parts of the body. The research method used is quantitative research with analytic observational methods using a cross sectional approach. The purpose of this research was to determine the relationship between work duration and work fatigue in the online motorcycle taxi drivers of the Manguni Rider Online Sario Community. This research was conducted at the Sario Online Rider Community. The population of this research is 40 people. The sample of this research is the total population of Online Motorcycle Taxi Riders in Sario. This research instrument uses the Subjective Fatigue Questionnaire from the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) using the Chi-Square statistical test. The results of this research are of 12 online motorcycle riders who work less than the same as 8 hours who have low work fatigue as many as 4 people (33.3%), who have moderate work fatigue as many as 7 people (58.3%), while those who work 1 person (8.3%) had severe fatigue and from 29 online motorbike riders who worked more than 8 hours who had low work fatigue of 6 people (20.7%), who had moderate work fatigue of 8 people (27, 6%) and those who have heavy work fatigue are 15 people (51.7%). The results of the analysis using the Chi-Square test obtained the value of p = 0.033 where p <α = 0.05, which means there is a relationship between the length of work with work fatigue in the online motorcycle taxi driver community building Sario online riders. Keywords: Length of Work, Work Fatigue, Ojek Online
Co-Authors A. J.M Rattu, A. J.M Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Adisti Rumayar Afnal Asrifuddin Angela Fitriani Clementine Kalesaran Ardhana, Reynandi Rifky Ardiansa A.T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Ardiansa A.T. Tucunan Ardiansa Tucunan Asep Rahman Asrifudin, Afnal Asti Octavia Yoseph ATIKA RAHMAWATI Bambuta, Rivana M. Barnabas H. R. Kairupan Bellinda B. I. Kawatu Boway, Lucky J. Budi T. Ratag Datu, Meri Meilani Dorothy Dela Panambunan Desi Egeten, Esri Andrew Koresa Eman, Shearent D. P. Fauziah, Tria Febi Kornela Kolibu Febrita Duminggu, Febrita Finna Novi Anantya Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gerry V.A Terok, Gerry V.A Ghufron, Deisy Trihandayana Gloria J. Rumondor Gobel, Sri Radhawati Grace Esther Caroline Korompis Grace Korompis Graciella Moses Gregorius R. Sumual Guit, Eka Gloria Haezer, Sepang Megel Eben Jacobus, Regina Mitha Kacaribu, Nadya Juliaty Kacaribu Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kawatu, Paul A.T Kawulur, Arvionita Khoirurrizza, Mohammad Kodoatie, Beatrix Y. Kohar, Marisco Korompis , Grace E.C. Lailatul Misbah Mohamad Laisina, Florencia M. Lamongi, Dhea Pricilya Lomboan, Mourine V. Lotulung, Cindy Celine Lumanaw, Harianto K.J Lumbu, Angeli Rahel Audrey Maddusa, Sri Seprianto Mailoor, Rinda Jeyssi Maino, Irny E. Makahanap, Johana Chrissty Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manampiring F. Marker Manurung, Pebrina Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R.R. Maramis, Julio Victor Fredrik Marshella Maameah Melisa M. Nelwan Melissa, Wenur T Mendila, Chasandra Mokalu, Gloria Mokobimbing, Vaykel Marshel Mokolomban, Citra Molenaar, Emmanuela Ranita Monica Sangkay Moniung, Flariana Rinjani Nelwan, Melisa M. Nibong, Clara Rosalia Niha, Munawir Rizal Pajow, Regina V. M. Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.K Kawatu, Paul A.K Paul A.T. Kawatu Paul Kawatu Pingkan Mamboh Potabuga, Murdini Prastowo, Prully Diana Pratiwi, Cilvia Debi Punuh, Maureen I Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rattu, A.J.M Rattu, Joy. A.M. Ratu Angeli Keacya Raule, Jean H. Ribka L. Wowor, Ribka L. Ricky C. Sondakh Rivaldy Ringkuangan Rumajar, Adisty Rumayar, Adisti Ruus, Andreas Aprilio Staygers Sahala, Indra Salensehe, Zardvita Octavia Sampel, Olvin L. Sekarini, Retno D. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Setligt, Celine C. Soeprodjo, Raden R. O. K. Sondakh, Inricka Cristy Sondakh, Ricky Constantyn Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumangkut, Vena Isabela Sumangkut, Vena Isabela Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Syarifain, Abdul Toliaso, Cynthia Sisilia Walukow, Paskalino A. Warouw, Claudya Nathasya Wattimena, Cevin J.L. Waworundeng, Cendy B. Windy, Najoan Marcella Woodford B. S. Joseph WORANG, Regina M. T wowor, syalomita Tesalonika Yolanda Anastasia Sihombing Yoseph, Asti Octavia Yulianty Sanggelorang