Claim Missing Document
Check
Articles

Found 64 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Toliaso, Cynthia Sisilia; Mandagi, Chreisye K.F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaminan mutu layanan kesehatan dapat diartikan sebagai keseluruhan upaya yang bertujuan untuk memberikan suatu layanan kesehatan yang terbaik mutunya, yaitu layanan kesehatan yang sesuai dengan standart layanan kesehatan yang disepakati. Layanan kesehatan yang bermutu adalah layanan kesehatan yang selalu berupaya memenuhi harapan pasien, organisasi layanan kesehatan yang bermutu bukan saja menarik bagi pasien, tetapi juga menarik bagi profesi layanan kesehatan sehingga menjadi tempat bekerja profesi layanan kesehatan yang mempunyai kompetensi dan perilaku baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan juli 2018. Lokasi penelitian di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jumlah sampel adalah 258 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi penelitian. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan degan kepuasan pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado. Berdasarkan uji statistik didapatkan p value = 0,025 dengan nilai OR = 2,297.Kata Kunci : Mutu Pelayanan Kesehatan, Kepuasan PasienABSTRACTQuality assurance of health services can be interpreted as an overall effort that aims to provide a health service of the best quality, namely health services in accordance with the agreed standard of health services. Quality health services are health services that always strive to meet patient expectations, quality health care organizations are not only attractive to patients, but also attractive to the health care profession so that it becomes a place to work for health care professionals who have good competence and behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of health services and patient satisfaction at the Puskesmas Bahu Kota Manado. This type of research is quantitative research using a cross sectional approach conducted in July 2018. The location of the research is at the Puskesmas Bahu Kota Manado. The number of samples is 258 respondents who have fulfilled the research inclusion criteria. The research instrument used in this study is a questionnaire. Analysis in this study is univariate analysis and bivariate analysis using chi square test with a 95% confidence level with α = 0.05. The results of the study showed that there was a relationship between the quality of health services and patient satisfaction at the Puskesmas Bahu Kota Manado. Based on statistical tests obtained p value = 0.025 with an OR value = 2,297.Keywords: Health Service Quality, Patient Satisfaction
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING Punuh, Maureen Irinne; Mandagi, Chreisye K. F.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam pencapaian tumbuh kembang balita pada masa Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI dan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tuminting. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional (potong lintang) yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tuminting. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 balita usia 6-12 bulan. Data dianalisis mengunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 82% memiliki status gizi baik berdasarkan indeks BB/U dan 15% status gizi kurang. Status gizi berdasarkan indeks BB/PB didapati 76% balita memiliki status gizi normal dan 15% memiliki status gizi kurus. Pemberian MP-ASI menunjukkan hasil sebesar 52% balita diberikan MP-ASI pertama kali pada usia yang tidak tepat. Sebesar 47% balita mendapatkan MP-ASI pertama kali di usia yang tepat yaitu mulai 6 bulan. Jumlah MP-ASI menunjukkan 71% balita diberikan MP-ASI sesuai dengan umur dan jumlahnya, Sebesar 93% MP-ASI yang diberikan pada balita tidak bervariasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U, Tidak Terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI dengan status gizi indeks BB/PB, Tidak terdapat hubungan antara jumlah pemberian MP-ASI dengan status gizi indeks BB/U maupun status gizi indeks BB/PB, Tidak terdapat hubungan antara variasi pemberian MP-ASI dengan status gizi indeks BB/U, dan status gizi indeks BB/PB. Diharapkan Pengoptimalan program promosi terkait pemberian makanan pendamping ASI oleh petugas gizi maupun petugas promosi kesehatan.Kata Kunci: Pemberian MP-ASI, Status Gizi, BalitaABSTRACTComplementary feeding is one of the factor that plays an important role in the achievement of infant growth during the first thousand days of life. The purpose of this study is to analyze the relationship between complementary feeding and nutritional status of children in the area of Tuminting Public health care center. This study was a cross sectional research that design and conduct in work area of Tuminting health care center. The sample in this study was 100 children of 6-12 months. Data were analyzed using Spearman-rank test. The results on children is showed that 82% are good of nutritional status and 15% are deficient of nutritional status on weight-for-age index. Nutritional status on weight-for-height index that 76% are normal and 15% are wasting. While the complementary feeding showed 52% being given the first-time complementary food at an inappropriate age. There are 47% children get the first complementary feeding at the right age; starting from 6 months. In this study showed that 71% of children, according to the amount and their age were given complementary food. While complementary food, 93% that given to children was not vary. The conclusion is that there is a relationship between complementary feeding and the nutritional status of weight-for-age index, but there is no relationship between complementary feeding and the nutritional status of weight-for-height index. There is no relationship between the amount of complementary feeding and nutritional status of weight-for-age and weight-for-height index and there is no relationship between variation of complementary feeding with nutritional status of weight-for-age and weight-for-height index. Nutrition workers and health promotion officers are expected to optimize promotional programs that related to complementary feeding.Keywords: Complementary Feeding, Nutritional Status, Children.
GAMBARAN PENGELOLAAN ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI DI BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2018 Kohar, Marisco; Mandagi, Chreisye K. F.; Korompis, Grace E. C.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana merupakan suatu kebijakan pemerintah Indonesia yang dipandangpaling efektif untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Alat dan obat kontrasepsi digunakan sebagai instrumen dalam pelayanan program keluarga berencana. Pengelolaan alat dan obat kontrasepsi menjadi faktor penting untuk   menentukan berjalannya program keluarga berencana, Dengan mengelola alat dan obat kontrasepsi, ketersediaan alat dan obat kontrasepsi dapat terjangkau sehingga pelaksanaannya bisa berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengelolaan alat dan obat kontrasepsi yang dilakukan di BKKBN Provinsi  Sulawesi  Utara.  metode  yang  digunakan  adalah  wawancara  dan  observasi  yang dilakukan kepada pegawai yang terlibat. Dari hasil penelitian menunjukan proses penyimpanan masih belum sesuai aturan penyimpanan dan proses distribusi masih mengalami keterlambatan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan, pengelolaan alat dan obat kontrasepsi di BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, masih belum efektif dan efisien. Kata Kunci : Pengelolaan obat, BKKBN, alat kontrasepsi ABSTRACTFamily Planning Program is a policy of the Indonesian government which is seen as the mosteffective way to control the rate of population growth. Contraception tools and drugs are used as instruments in the service of family planning programs. The management of contraceptive devices and drugs is an important factor to determine the running of the family planning program. By managing contraceptive devices and drugs, the availability of contraceptive devices and drugs can be affordable so that the implementation of the family planning program can run. The purpose of this study was to find out how the process of managing contraceptive drugs and drugs was carried out in the North Sulawesi Province BKKBN. the methods used are interviews and observations made to the employees involved. From the results of the study, the storage process is still not in accordance with the rules of storage and the distribution process is still experiencing delays. Based on the results of these studies it can be concluded, the management of contraceptive devices and drugs in the North Sulawesi Province BKKBN, is still not effective and efficient. Keywords: Drug management, BKKBN, contraception
HUBUNGAN KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MINAT PEMANFAATAN KEMBALI DI PUSKESMAS TELING ATAS Gobel, Sri Radhawati; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K.F.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh kebutuhan pengguna jasa pelayanan untuk mendapatkan kembali pelayanan kesehatan yang diberikan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sehingga para penggunanya ingin memanfaatkan kembali yaitu ada lima dimensi yang terdiri dari ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati dan bukti langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Teling Atas pada bulan Agustus-Oktober 2019. Sampel dalam penelitian ini yaitu 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan hasil analisis yang didapatkan nilai expected count kurang dari 5 sehingga dilanjutkan menggunakan uji fisher exact test dengan CI = 95% dan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara ketanggapan (p=0,000), kehandalan (p=0,023), jaminan (p=0,001), empati (p=0,040) dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas, dan tidak terdapat hubungan bukti langsung (p=0,501) dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas dan tidak terdapat hubungan antara bukti langsung dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Kesehatan, Minat Pemanfaatan Kembali ABSTRACTReutilization of health services influenced by the needs of service users to regain the health services provided. Factors that can affect the patients for they want to reutilization are five dimensions of health services include, responsiveness, reliability, assurance, empathy and tangible. This research aims to determine the relation between the quality of health services with the interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center. This research is a quantitative research with analytic survey method using cross sectional design. This research was conducting at the Teling Atas Community Health Center in August-October 2019. The sample in this research is 100 respondents. The research instrument used a questionnaire with bivariate analysis using the chi-square test with the results of the analysis obtained an expected count value of less also using the fisher exact test with a CI = 95% and α = 0.05. The results showed that there is a relation between responsiveness (p = 0,000), reliability (p = 0.023), assurance (p = 0.001), empathy (p = 0.040) with interest in reutilization in the Teling Atas community health center, and there is no relation on tangible ( p = 0.501) with interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center. The conclusion is that there is a relation between responsiveness, reliability, assurance, empathy with interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center and there is no relation between tangible and interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center. Keywords: Health Service Quality, Reutilization Interest
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT GMIM SILOAM SONDER Ruus, Andreas Aprilio Staygers; Tucunan, Ardiansa A. T.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam bentuk tindakan medis, diaknostik serta upaya rehabilitasi. Untuk itu, perluh adanya berbagai sumber daya yang harus diatur dengan manajemen yang baik guna dapat memeberikan pelayanan yang berdaya guna dan berhasil guna kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tentang adanya hubungan antara persepsi mutu jasa pelayanan dengan tingkat kepuasan pada pasien rawat jalan di rumah sakit GMIM siloam sonder. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan juli-oktober 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa  responde dengan mutu pelayanan kesehatan lebih banyak memilih kategori baik dengan persentase 53,1% dan untuk kategori kepuasan pasien lebih banyak responden memilih puas dengan persentase 75,3%, didapatkan juga  p value dengan nilai 0,004 dan odd ratio 4,975. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di rumah sakit  GMIM siloam. Kata Kunci : Kepuasan, Mutu, Persepsi  ABSTRACTThe hospital was established to provide health services to the community in the form of medical actions, deacors and rehabilitation efforts. Therefore, there is a variety of resources that must be arranged with good management in order to provide a reliable and successful service to the community.  This study aims to know about the relationship between the perception of the quality of services with level of satisfaction on an outpatient basis in GMIM Siloam Hospital Sonder. This type of research is quantitative with a cross sectional approach method conducted in July-October 2019 with a sample number of 81 respondents. The results of the study came that the Responde with the quality of health services prefer a good category with a percentage of 53.1% and for the category of satisfaction patients more respondents choose satisfied with the percentage of 75.3%, also obtained p value with a value of 0.004 and odds ratio 4.975. So, it can be concluded that there is a significant relationship between the perception of quality of healthcare services with the level of satisfaction of an outpatient in GMIM Siloam Hospital Sonder. Keywords: satisfaction, quality, perception
GAMBARAN PERILAKU CUCI TANGAN, TEMPAT BUANG AIR BESAR (BAB) DAN PEMAKAIAN ALAS KAKI SISWA YANG TERINFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA SISWA KELAS 1 DAN 2 SD NEGERI 58 MANADO Manurung, Pebrina; Kalesaran, Angela F. C.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) adalah salah satu masalah kesehatan global yang menjadi ancaman masyarakat dunia yang penularannya melalui tanah. Perilaku cuci tangan, tempat buang air besar dan pemakaian alas kaki merupakan beberapa faktor risiko terjadinya infeksi soil transmitted helminths. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi dan penyebab infeksi soil transmitted helminths (STH) inpada siswa kelas 1 dan 2 SD Negeri 58 Manado. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif-kualitatif (Mixed Methods) dan desain penelitian Sequential Explonatory. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan menggunakan teknik total sampling untuk analisis kuantitatif dan sebanyak 4 narasumber untuk analisis kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, pedoman wawancara dan alat perekam suara. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 58 Manado dan pemeriksaan feses dilakukan di laboratorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei-September 2017. Analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa 4 siswa terinfeksi soil transmitted helminths. Berdasarkan analisis data kualitatif, didapat bahwa siswa jarang mencuci tangan sebelum makan dan jarang memakai alas kaki di rumah, serta siswa telah memakai jamban untuk buang air besar. Sarannya yaitu selalu menyediakan sabun cuci tangan di sekolah dan orangtua terus mengingatkan anaknya untuk selalu memakai alas kaki, mencuci tangan pakai sabun sebelum makan, setelah BAB dan setelah melakukan kegiatan.Kata Kunci: Infeksi Soil Transmitted Helminths, Perilaku Cuci Tangan, Tempat Buang Air Besar, Pemakaian Alas KakiABSTRACTSoil Transmitted Helminths (STH) infection is one of the global health issues which pose a threat to the societies, due to its transmission through the soil. Hand washing behavior, place to defecate and footwear usage are several contributing factors of soil transmitted helminths infection. This research was conducted to describe handwashing behavior, place to defecate and footwear usage of students infected soil transmitted helminths (STH) infection in grade 1 and 2 students of SD Negeri 58 Manado. This was descriptive study with quantitative-qualitative method s(Mixed Methods) and Sequential Explonatory research design. The number of respondents in this research were 32 respondents with the use of total sampling technique for quantitative analysis and 4 informants for qualitative analysis. The instruments used were questionnaires, interview guides and voice recorder. This research was conducted at SD Negeri 58 Manado and stool examination was conducted in Faculty of Public Health Laboratory, Sam Ratulangi University, in May-September 2017. Quantitative data analysis indicated that 4 students were infected with soil transmitted helminths. Based on qualitative data analysis, it was found that students rarely wash their hands before eating and rarely wear footwear at home, and students have been using toilet to defecate. Several recommendation for this case was to provide handwashing soap at school and parents must keep reminding their children to always wear their footwear, washing their hands with soap before meals, after defecation and after doing the activities.Keywords : Soil Transmitted Helminths Infection, Handwashing Behavior, Place to Defecate, Footwear Usage
ANALISIS PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS DANOWUDU KOTA BITUNG Mailoor, Rinda Jeyssi; Maramis, Franckie R.R.; Mandagi, Chreisye K.F.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Obat merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian yang mencakup perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, pengendalian, serta pencatatan dan pelaporan. Tujuannya adalah untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkaun obat yang efisien, efektif dan rasional, meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian, mewujudkan sistem informasi manajemen, dan melaksanakan pengendalian mutu pelayanan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan obat di Puskesmas Danowudu Kecamatan Ranowulu Kota Bitung. Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif. Informasi dikumpulkan dari 4 orang informan yang terlibat dalam pengelolaan obat di Puskesmas dengan menggunakan metode Triangulasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat di Puskesmas Danowudu belum terlaksana dengan baik sesuai dengan Permenkes nomor 74 tahun 2016 tentang Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Kurangnya perhatian dari pihak-pihak terkait menyebabkan beberapa kegiatan yang seharusnya dilaksanakan tidak dapat terlaksana, serta pengelolaan obat di puskesmas belum terlaksana dengan baik karena kekurangan sumber daya manusia menyebabkan system manajemen pengelolaan obat di puskesmas tidak berjalan optimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan obat di Puskesmas Danowudu harus menjadi perhatian demi terlaksananya Permenkes tentang Standar pelayanan Kefarmasian di Puskesmas demi kelancaran pelayanan kesehatan di Puskesmas Danowudu, serta dapat meningkatkan manajemen pengelolaan obat di Puskesmas agar dapat tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal di Puskesmas Danowudu. Puskesmas perlu mempertahankan manajemen pengelolaan obat yang sudah tepat dan mengevaluasi yang kurang.Kata kunci: Pengelolaan, Obat, PuskesmasABSTRACTDrug Management is one of the pharmaceutical services activities which include planning, demand, acceptance, storage, distribution, destruction and withdrawal, control, recording and reporting. The goal is to ensure the continuity of availability and efficiency, effectiveness and rational drugs, to improve the competence or ability of pharmaceutical program practitioners, to understand the management information system, and to implement quality control of service. The purpose of this study is to find out how the management of drugs in Danowodu Public Health Center Ranowulu at Bitung City. The type of research used is qualitative research design. Information was collected from 4 informants who involved in drug management at Puskesmas using Triangulation method. The research instruments are in-depth interview guidelines and voice recorder. The results showed that the management of drugs in Danowudu Public Health Center has not been implemented properly and still unaccordance with the national Ministry of Health regulation regarding the standard of pharmaceutical services at the Puskesmas. Lack of attention from related parties causes some activities that should be implemented can not be done, and lack of the human resources lead to the placement of health workers be unaccordance with educational background. Based on the result of the research, it can be concluded that the management of drugs in Danowudu Public Health Center needs to be implement according to the regulation of pharmaceutical service standards in Public Health Centre, and the placement should be more appropriate with the educational background. It is suggested to the drug management department at Danowudu Public Health Center to maintain the proper management of medicines and evaluate for what is still lacking.Keywords: Management, Medicine, Public Health Center
KAJIAN PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP NARAPIDANA DI KLINIK KESEHATAN RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KOTA KOTAMOBAGU Sumenda, Cristi N.; Mandagi, Chreisye K. F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pelayanan kesehatan merupakan suatu upaya dalam memenuhi hak-hak setiap orang yang dijamin dalam undang-undang 1945 untuk melakukan peningkatan derajat kesehatan baik perseorangan, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. Rumah Tahanan Negara (rutan) Klas IIB Kota Kotamobagu menyediakan klinik kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada narapidana. Namun pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diberikan belum berjalan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelayanan kesehatan terhadap narapidana di klinik kesehatan rutan klas IIB Kota Kotamobagu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Rutan Klas IIB Kota Kotamobagu pada bulan Juni-Agustus 2017. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dokumen. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari Pengelolah Klinik Kesehatan, Kepala Rutan Klas IIB Kota Kotamobagu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Penanggungjawab Klinik Kesehatan dan narapidana. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang ada di rutan hanya terdiri dari 1 orang bidan yang merupakan pegawai rutan dan 1 orang perawat yang diperbantukan dari dinas kesehatan. Sarana dan prasarana yang ada terdiri dari 1 ruangan pemeriksaan yang juga merangkap ruang kantor dan ruang pengambilan obat dengan 1 buah tempat tidur, obat-obatan, alat kesehatan dan 1 buah tabung oksigen. Pelayanan kesehatan di klinik kesehatan rutan belum memiliki aturan tertulis untuk seluruh proses kegiatan pelayanan kesehatan. Pelaksanaan pelayanan kesehatan di rutan belum berjalan maksimal dilihat dari pelayanan yang diberikan kepada narapidana karena berbagai faktor seperti kurangnya tenaga kesehatan serta keterbatasan alat-alat kesehatan dan obat-obatan.Kata Kunci : Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan, Narapidana, Rumah Tahanan NegaraABSTRACTImplementation of health care is an attempt to fulfill the rights of every person are guaranteed by law in 1945 to improve health status either individuals, groups and society as a whole. State Prison (Prison) Class IIB Kotamobagu provides a health clinic to provide health services to inmates. However, the implementation of the health services provided has not been run in accordance with minimum service standards that have been set. The purpose of this study was to determine how the implementation of health care to inmates at the prison medical clinic class IIB Kotamobagu. This type of research is qualitative research. The research was conducted in State Prison Class IIB Kotamobagu in June-August 2017. The data was collected through interviews and observation documents. Informants in this study amounted to 5 comprising Business’s Health Clinic, Head of the State Prison Class IIB Kotamobagu City, Head of Custody Services, Responsible Health Clinic and prisoners. Data obtained from the primary data and secondary data. The results of this research are health workers in the crease only consists of one midwife who are employees of the crease and 1 nurse seconded from the health department. Existing facilities and infrastructure that consists of one room which also doubles examination office space and space taking the drug with 1 piece of bed, pharmaceuticals, medical devices and 1 tube of oxygen. Health care in prison health clinics do not yet have a written rule for the whole process of health service activities. Implementation of health care in prison not running optimally viewed from services provided to inmates due to various factors such as the lack of health workers as well as the limitations of medical equipment and medicines.Keywords : Implementation of Health Services, Inmates, the State Prison
ANALISIS PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS MINANGA KOTA MANADO Eman, Shearent D. P.; Mandagi, Chreisye K. F.; Tucunan, Ardiansa A. T.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas adalah upaya pemulihan kesehatan dan pelayanan pengobatan. Dalam melakukan pengobatan dan pemulihan kesehatan, memerlukan ketersediaan obat yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan dari Penelitian adalah untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai proses pelayanan kefarmasian di Puskesmas Minanga, dilihat dari aspek perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, pengendalian, pencatatan dan pelaporan obat. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu rancangan penelitian kualitatif. Informan yang diperoleh dalam penelitian berjumlah 5 orang dengan menggunakan triangulasi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari pedoman wawancara, alat tulis-menulis, dan alat perekam suara. Hasil penelitian menunjukkan Pelayanan kefarmasian di Puskesmas Minanga dilihat dari aspek penyimpanan, pencatatan dan pelaporan obat telah memenuhi standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas, sementara untuk perencanaan, permintaan, penerimaan, pendistribusian, pemusnahan, pengendalian obat belum sesuai standar pelayanan kefarmasian. Untuk penerimaan obat tidak sesuai dengan permintaan dari Puskesmas. Sehingga dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Puskesmas Minanga harus lebih ditingkatkan dan menjadi perhatian supaya dapat terlaksana sesuai dengan Permenkes mengenai Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas untuk kelancaran pelayanan kesehatan. Disarankan kepada pihak Puskesmas, agar dapat mempertahankan pelayanan kefarmasian yang sudah sesuai standar dan melakukan perbaikan bagi yang masih kurang. Kata kunci: Kefarmasian, Pelayanan, Puskesmas ABSTRACTOne of the services provided by Puskesmas is health recovery efforts and treatment services. In treatment services and health recovery, requires the availability of drugs that are in accordance with existing service needs. Pharmaceutical Services is a direct and responsible service to patients related to Pharmaceutical Preparations with the aim of achieving definite results to improve the quality of life of patients. The purpose of this research is to obtain more in-depth information out the pharmaceutical service process in Puskesmas Minanga, which is seen from the aspects of planning, demand, receipt, storage, distribution, destruction, control, recording and reporting of drugs. This type of research is a qualitative research design with a descriptive approach. Informants obtained in this study amounted to 5 people using triangulation. Data collection was conducted through interviews and direct observation. The research instrument used consisted of interview guidelines, stationery, and voice recording devices. The results showed that pharmaceutical services in Puskesmas Minanga are seen from the aspect of storage and recording and reporting of drugs that have met the pharmaceutical service standards at the Puskesmas, As for planning, demand, acceptance, distribution, destruction, control of drugs are not in accordance with pharmaceutical service standards. The receipt of the drug is not in accordance with the request from the Puskesmas. So from the results of the study, it can be concluded that pharmaceutical services in Puskesmas Minanga must be further improved and be considered so that they can be carried out in accordance with Permenkes regarding Pharmaceutical service standards at the Health Center for the smooth running of health services. It is recommended to the Puskesmas, in order to be able to maintain pharmaceutical services that are in accordance with the standards and make improvements for those who are still lacking. Keywords: Pharmaceutical, Services, Puskesmas
ANALISIS PENCAPAIAN INDIKATOR KAPITASI BERBASIS KOMITMEN (KBK) TERHADAP PEMBAYARAN DANA KAPITASI DI PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO Maramis, Julio Victor Fredrik; Mandagi, Chreisye K.F.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor yang mempengaruhi didalam terselenggaranya Jaminan Kesehatan Nasional adalah pembiayaan. Dalam pemenuhan pembayaran kapitasi yang maksimal, yakni 100% Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama harus memenuhi indikator yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan tentang Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen (KBK). Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Wawonasa Kota Manado. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wawonasa Kota Manado pada bulan Mei-Juni 2018. Informan penelitian didapatkan dengan teknik non-probabilitas dengan prinsip kesesuaian berdasarkan pengetahuan atau pengalaman informan terkait objek yang ingin diteliti. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Instumen penelitian digunakan yaitu berupa pedoman wawancara, alat perekam suara, kamera digital alat tulis-menulis. Hasil Penelitian: indikator mempengaruhi pencairan dana kapitasi di puskesmas yaitu kapitasis berbasis pemenuhan komitmen, yang terbagi dari angka kontak, rasio rujukan non spesialistik, serta rasio peserta prolanis rutin berkunjung. Kesimpulan: Capaian angka kontak belum tercapai sesuai target dan masih berada dalam batasan zona tidak aman, untuk rasio rujukan kasus non spesialistik berada dalam batasan zona aman, serta untuk indikator peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP berada dalam batasan zona amanKata Kunci: Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen, Dana KapitasiABSTRACT Background : One of the factors that influence the implementation of national health insurance is the financing. In fulfillment of the capitation payments to the maximum is 100 %, first level health facilities should meet the indicators issued by the health BPJS about capitation-based actor commitment (CBC). The research was conducted in the health center at Wawonasa the city of Manado Methods: This is a qualitative research. This research was conducted at the Puskesmas Wawonasa Manado city in may – june of 2018. The research informants obtained with non-probability technique with the principle of suitability based on knowledge or experience of the informants related the object to be observed. The information in this study consist of 6 people. The research instrument used in the form of interview guidelines, voice recorder, digital camera, and stationery.Results: Indicators affect the disbursement of funds kapitasis in puskesmas, namely the capitation-based fulfillment of commitments, which divided from the contact numbers, the ratio of reference non-specialist, as well as rasido participants prolanis routine visit. Conclusion : The achievements of the contact numbers has not been achieved on target and still within the boundaries of the zone is not safe, for rasido the referral of cases of non specialist is in a reply to a safe zone, as well as for indicators of a participants prolanis routine visit to the FKTP be in a reply to a safe.Keywords : Indicators of capitation-based commitment, the fund capitation
Co-Authors A. J.M Rattu, A. J.M Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Adisti Rumayar Afnal Asrifuddin Angela Fitriani Clementine Kalesaran Ardhana, Reynandi Rifky Ardiansa A.T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Ardiansa A.T. Tucunan Ardiansa Tucunan Asep Rahman Asrifudin, Afnal Asti Octavia Yoseph ATIKA RAHMAWATI Bambuta, Rivana M. Barnabas H. R. Kairupan Bellinda B. I. Kawatu Boway, Lucky J. Budi T. Ratag Datu, Meri Meilani Dorothy Dela Panambunan Desi Egeten, Esri Andrew Koresa Eman, Shearent D. P. Fauziah, Tria Febi Kornela Kolibu Febrita Duminggu, Febrita Finna Novi Anantya Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gerry V.A Terok, Gerry V.A Ghufron, Deisy Trihandayana Gloria J. Rumondor Gobel, Sri Radhawati Grace Esther Caroline Korompis Grace Korompis Graciella Moses Gregorius R. Sumual Guit, Eka Gloria Haezer, Sepang Megel Eben Jacobus, Regina Mitha Kacaribu, Nadya Juliaty Kacaribu Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kawatu, Paul A.T Kawulur, Arvionita Khoirurrizza, Mohammad Kodoatie, Beatrix Y. Kohar, Marisco Korompis , Grace E.C. Lailatul Misbah Mohamad Laisina, Florencia M. Lamongi, Dhea Pricilya Lomboan, Mourine V. Lotulung, Cindy Celine Lumanaw, Harianto K.J Lumbu, Angeli Rahel Audrey Maddusa, Sri Seprianto Mailoor, Rinda Jeyssi Maino, Irny E. Makahanap, Johana Chrissty Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manampiring F. Marker Manurung, Pebrina Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R.R. Maramis, Julio Victor Fredrik Marshella Maameah Melisa M. Nelwan Melissa, Wenur T Mendila, Chasandra Mokalu, Gloria Mokobimbing, Vaykel Marshel Mokolomban, Citra Molenaar, Emmanuela Ranita Monica Sangkay Moniung, Flariana Rinjani Nelwan, Melisa M. Nibong, Clara Rosalia Niha, Munawir Rizal Pajow, Regina V. M. Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.K Kawatu, Paul A.K Paul A.T. Kawatu Paul Kawatu Pingkan Mamboh Potabuga, Murdini Prastowo, Prully Diana Pratiwi, Cilvia Debi Punuh, Maureen I Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rattu, A.J.M Rattu, Joy. A.M. Ratu Angeli Keacya Raule, Jean H. Ribka L. Wowor, Ribka L. Ricky C. Sondakh Rivaldy Ringkuangan Rumajar, Adisty Rumayar, Adisti Ruus, Andreas Aprilio Staygers Sahala, Indra Salensehe, Zardvita Octavia Sampel, Olvin L. Sekarini, Retno D. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Setligt, Celine C. Soeprodjo, Raden R. O. K. Sondakh, Inricka Cristy Sondakh, Ricky Constantyn Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumangkut, Vena Isabela Sumangkut, Vena Isabela Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Syarifain, Abdul Toliaso, Cynthia Sisilia Walukow, Paskalino A. Warouw, Claudya Nathasya Wattimena, Cevin J.L. Waworundeng, Cendy B. Windy, Najoan Marcella Woodford B. S. Joseph WORANG, Regina M. T wowor, syalomita Tesalonika Yolanda Anastasia Sihombing Yoseph, Asti Octavia Yulianty Sanggelorang