Claim Missing Document
Check
Articles

Found 64 Documents
Search
Journal : KESMAS

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI TINJAU DARI PERBEDAAN STATUS AKREDITASI PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS SARIO DAN PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO Mokobimbing, Vaykel Marshel; Mandagi, Chreisye K. F.; Korompis, Grace E. C.
KESMAS Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkatan perasaan oleh pasien yang muncul sebagai akibat dan konsekuensi dari setiap kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien melakukan pembandingan dengan apa yang diinginkannya. Akreditasi puskesmas merupakan sebuah pengakuan terhadap suatu puskesmas yang diberikan oleh lembaga independen pelaksana akreditasi yang ditetapkan oleh menteri setelah dilakukan penilaian bahwa puskesmas tersebut telah memenuhi persyaratan standar pelayanan kesehatan untuk puskesmas. Mutu jasa pelayanan adalah sesuatu yang kompleks terdiri atas lima dimensi utama yang dikenal sebagai service quality (ServQual), yaitu bukti fisik atau bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Tujuan Penelitian adalah untuk melakukan analisis tingkat kepuasan pada pasien yang di tinjau dari perbedaan status akreditasi pelayanan kesehatan pada Puskesmas Sario dan Puskesmas Ranotana Weru di Kota Manado. Metode dalam penelitian adalah survei analitik dengan mempergunakan desain penelitian yaitu cross sectional (potong lintang). Penelitian di lakukan di Kota Manado yaitu di Puskesmas Sario dan Puskesmas Ranotana Weru dan waktu pelaksanaanya bulan Juni sampai bulan Juli tahun 2019. Responden ialah yang berusia 17 tahun keatas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk penelitian adalah metode purposive sampling dengan jumlah sampel di masing-masing puskesmas adalah 100. Pengumpulan data menggunakan alat kuesioner yang telah divalidasi. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang digunakan uji Chi Square, untuk tingkatan kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan status akreditasi (p-value = 0,001). Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Sario (terakreditasi Dasar), 42% responden puas dan untuk Puskesmas Ranotana Weru (terakreditasi Madya), 65% responden puas. Kesimpulan yaitu adanya perbedaan tingkat kepuasan pasien antara Puskesmas Ranotana Weru (terakreditasi Madya) dengan Puskesmas Sario (terakreditasi Dasar). Saran bagi Puskesmas Sario dan Puskesmas Ranotana Weru perlu untuk melakukan survei kepuasan pasien yang sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan, sehingga dapat mengevaluasi kinerja serta dapat memantau mutu pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada pasien. Kata Kunci: Tingkat Kepuasan Pasien, Akreditasi Puskesmas, Mutu Pelayanan Kesehatan. ABSTRACTPatient’s satisfaction is a level of patient’s feeling that rises as an impact and consequence of any healthcare performance they got, after being compared with what they expected. The accreditation of community health center is a prove given by independent institute of accreditation organization which was set by the health  minister meaning that the it has fulfilled the health caring standard of the community health center. The service quality is a complex thing that consists of five main dimensions which known as service quality (ServQual); there are physical evidence or direct evidence, reliable, responsiveness, assurance, empathy. The purpose of this research is to analyze patient’s satisfaction level observed from health serving accreditation status difference of Sario and Ranotana Weru community health center in Manado city. This research method is an analytical survey by using cross sectional reasearch design. The study was conducted in Manado city, specifically in Sario and Ranotana Weru community health center and it was held from June to July in 2019. The respondents are 17s and older. Sampling technique in this research is by using purposive sampling technique with the total of each community health center is 100 respondents. The data was gathered by using questionaire that has been validated. This research uses  univariat analysis and bivariat analysis as data analyzation. Data processing is using Chi Square with 95% level of significance (α = 0,05). Research result shows that connection exists between the patient’s satisfaction with accreditation status (p-value = 0,001). The patient’s satisfaction in Sario community health center (base accreditate) is 42% feel satisfied and in Ranotana Weru community health center (madya acreditate) is 65%. The conclusion is, there is a difference between the patient’s satisfaction level in Ranotana Weru community (madya accreditate)  health care and Sario community health center (base accreditate). The suggestion for both community health center is that they need to do the patient’s satisfaction level survey continuously, so it would be able to evaluate the employee’s performance also able to increase the health serving quality that has been given to the patient. Keywords: Patient’s Satisfaction Level, Community Health Center Accreditation, Health Service Quality.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI SEKOLAH DASAR KATOLIK SANTA MARIA MANEMBO-NEMBO KOTA BITUNG Boway, Lucky J.; Mandagi, Chreisye K.F.; Rattu, A.J.M
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare dapat terjadi di semua kalangan usia, salah satunya pada anak usia sekolah dasar. Anak usia sekolah dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sering mengalami masalah kesehatan seperti penyakit diare. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara peran keluarga, peran petugas kesehatan, sarana dan prasarana media promosi kesehatan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh orang tua atau wali anak di sekolah dasar katolik santa maria manembo-nembo kota bitung. Sampel merupakan total populasi yang berjumlah 120. Instrumen penelitian yaitu, kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ada hubungan antara peran keluarga dan kejadian diare  p-value = 0.000 (α <0.05). Ada hubungan antara peran petugas dan kejadin diare p-value = 0.000 (α <0.05). Ada hubungan antara sarana dan prasarana media promosi kesehatan dan diare p value = 0.002 (α <0.05). Kesimpulan terdapat hubungan antara peran keluarga, peran petugas kesehatan dan sarana dan prasarana media promosi kesehatan dengan kejadian diare.. Kata Kunci: Diare, Keluarga, Petugas Kesehatan dan Media Promosi Kesehatan   ABSTRACTDiarrhea can occur in all ages, one of them is in elementary school children. School-age children in their infancy and development often experience health problems such as diarrhea. The purpose of the study was to analyze the relationship between the role of the family, the role of health workers, facilities and infrastructure of health promotion media. This type of quantitative research with cross sectional design. The population of all parents or guardians of children in the Catholic primary school Santa Maria Manembo-Nembo Bitung City. The sample is a total population of 120. The research instrument is the questionnaire. Data analysis using Chi-Square test. The results of the study there is a relationship between the role of family and the incidence of diarrhea p-value = 0.000 (α <0.05). There is a relationship between the role of officers and the prevalence of diarrhea p-value = 0.000 (α <0.05). There is a relationship between health promotion media facilities and infrastructure and diarrhea p value = 0.002 (α <0.05). Conclusion there is a relationship between the role of the family, the role of health workers and the facilities and infrastructure of health promotion media with the incidence of diarrhea. Keyword: Smoking Behavior, Knowledge, Attitude, and Cigarette Advertising Media
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PESERTA MANDIRI DALAM MEMBAYAR IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO Mokolomban, Citra; Mandagi, Chreisye K. F.; Korompis, Grace E. C.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peserta mandiri adalah mereka yang mendapatkan penghasilan dari usaha sendiri sehingga ketika mereka menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus membayarkan iuran setiap bulannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta mandiri JKN di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru dengan sampel sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh dari menjalankan kuesioner kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan splikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan membayar iuran JKN Mandiri di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru (p value= 0,011) dan ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan membayar iuran JKN Mandiri di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado(p value= 0,023). Pihak BPJS Kesehatan diharapkan dapat melakukan sosialisasi yang lebih banyak lagi informasi tentang JKN dan pentingnya masyarakat membayar iuran JKN.Kata Kunci: Kepatuhan, Peserta Mandiri, Iuran JKN, Pendidikan, Pendapatan, PengetahuanABSTRACTIndependent participants are those who earn income from their own business so that when they become JKN participants must pay monthly fees. The purpose of this study was to determine the factors related to the compliance of independent participants in paying the National Health Insurance contribution in the work area of the Ranotana Weru Health Center. This type of research is an analytical survey with a cross-sectional design. The population in this study were all JKN independent participants in the Ranotana Weru Health Center Work Area with a sample of 100 respondents. Sampling was done by using purposive sampling method. The data in this study were obtained from running the questionnaire and then analyzed by univariate and bivariate using SPSS splices. The results showed that there was a relationship between education and compliance paying JKN Mandiri contributions in the Ranotana Weru Community Health Center Work Area (p value = 0.011) and there was a relationship between knowledge and compliance with JKN Mandiri contributions in the Ranotana Weru Community Health Center in Manado City (p value = 0.023. BPJS Health is expected to be able to conduct more information about JKN and the importance of the community to pay JKN contributions.Keywords: Compliance, Independent Participants, JKN Contribution, Education, Revenue, Knowledge
ANALISIS PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA PEKERJA APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DI PT ANGKASA PURA I (PERSERO) BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Windy, Najoan Marcella; Suoth, Lery F.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan suatu suara yang tidak dikehendaki untuk didengar. Kebisingan dapat terjadi saat mesin melakukan produksi. Pada alat transportasi udara yaitu pesawat juga menghasilkan suara bising dengan frekuensi tinggi dan dapat menganggu pendengaran. Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukan penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas, 2,6% mengalami gangguan pendengaran. Pekerja Apron Movement Control (AMC) yang bertugas menentukan tempat parkir pesawat setelah menerima arahan dari Aerodrome Control (ADC) Tower. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis program pengendalian kebisingan pada pekerja AMC di PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada 6 orang informan yang terdiri dari  2 Section Head, SMS & OSH,  Airlines Service Team Leader,  SMS & OSH officer, dan 2  AMC officer. Dari hasil wawancara yang didapatkan program pengendalian sebagai berikut, penggunaan APD ear muff dan ear plug, safety shoes,kacamata, rompi, pengukuran kebisingan, pemeriksaan audiometri, pelaksanaan sosialisasi, adanya kebijakan dan sanksi, standar operasional prosedur (SOP), adanya pengawasan, dilakukan evaluasi. Faktor yang menghambat, ketidakpatuhan penggunaan APD, kurangnya komunikasi, ketersedian APD pada pekerja groundhandling, pengawasan yang kurang. Faktor pendukung ketersediaan APD, sosialisasi, SOP, pengukuran kebisingan, pemeriksaan audiometri, kebijakan dan sanksi. Program yang ada sudah berjalan dengan baik namun perlunya kesadaran dari pekerja agar program yang sudah ada dapat berjalan dengan baik. Kata kunci : Pekerja Apron Movemenet Control (AMC) Bandar Udara, Program Kebisingan ABSTRACT Noise is an unwanted sound to be heard. Noise can occur when the machine are doing producing. In the air transportation means aircraft also produce noise with high frequency and can disturb hearing. The results of Basic Health Research in 2013 showed that Indonesian population aged 5 years , 2.6% had hearing loss. Apron Movement Control (AMC) workers are tasked with determining the aircraft's parking place after receiving directions from the Aerodrome Control (ADC) Tower. The purpose of this research is to analyze the noise control program in workers for Apron Movement Control (AMC) workers at PT Angkasa Pura I (Persero) Sam Ratulangi International Airport, Manado. This research used a qualitative method with in-depth interviews with 6 informants consisting of 2 Section Heads, 1 Airlines Service Team Leader, 1 Safety Management System and Occupational Safety Health (SMS and OSH) officer and 2 Apron Movement Control (AMC) officers. From the interview results obtained by the control program as follows, the use of Hearing Protecting Device (HPD) ear muffs and ear plugs, safety shoes, glasses, vests, noise measurements, audiometry examinations, implementation of socialization, the presence of policies and sanctions, standard operating procedures (SOP), the existence of supervision, carried out evaluation. Inhibiting factors, non-compliance with Hearing Protecting Devive (HPD), lack of communication, availability of HDP to groundhandling workers, lack of supervision. Supporting factors for HDP availability, socialization, SOP, noise measurement, audiometry inspection, policy and sanctions. The existing program is running well but the need for awareness of workers so that existing programs can run well. Keywords : Apron Movement Control (AMC) Worker Airport, Noise Program
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN KOHESI SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI DESA TAMBUN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Kodoatie, Beatrix Y.; Sekeon, Sekplin A. S.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk lansia merupakan penduduk yang berisiko terhadap berbagai penyakit, dimana proses penuaan membuat terjadinya penurunan fungsi tubuh pada lansia. Untuk menilai kesehatan suatu penduduk tidak hanya atas dasar menyelamatkan nyawa, tetapi juga dalam hal meningkatkan kualitas hidup, terutama pada penduduk lansia. Kualitas hidup adalah konsep multidimensi yang luas yang mencakup evaluasi subyektif baik aspek positif maupun negatif dalam kehidupan. Indeks kualitas hidup Negara Indonesia berada di urutan 48 dari 60 negara, yaitu dengan angka 112,89. Terdapat dua faktor sosial yang ikut berperan dalam menentukan kualitas hidup lansia, yaitu dukungan sosial dan kohesi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kohesi sosial dengan kualitas hidup pada lansia di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. penelitian ini dilaksanakan di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara pada bulan Mei-Juli 2018. Penelitian ini mengambil total populasi lansia di Desa Tambun sebagai sampel. Sampel yang didapat sebanyak 76 lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji chi square antara variabel dukungan sosial dengan kualitas hidup didapatkan nilai p=0,045 (p<0,05). Hasil uji chi square antara variabel kohesi sosial dengan kualitas hidup didapatkan nilai p=0,266 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia, dan tidak terdapat hubungan antara kohesi sosial dengan kualitas hidup lansia di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kohesi Sosial, Kualitas Hidup, LansiaABSTRACTElderly population is a population that is at risk of various diseases, which the aging process makes a decreasing of elderly’s body function. To assess the health of a population is not only on the basis of saving lives, but also in terms of improving the quality of life, especially for elderly population. Quality of life is a broad multidimensional concept that includes a subjective evaluation of both positive and negative aspects of life. The Indonesian quality of life index is ranked 48th out of 60 countries, with the number 112.89. There are two social factors that determine the quality of life of elderly, i.e. social support and social cohesion. The purpose of this study was to determine the association between social support and social cohesion with the quality of life of the elderly in Tambun Village, Likupang Barat District, North Minahasa. This research was a quantitative study with a cross sectional study approach. This research was conducted in Tambun Village, West Likupang District, North Minahasa from May until July 2018. This study took the total elderly population in Tambun Village as the sample. The samples obtained were 76 elderly. The results of this study shows that the chi square test between variables of social support with quality of life obtained p value = 0.045 (p <0.05). The chi square test results between the variables of social cohesion and quality of life obtained p value = 0.266 (p> 0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that there is a correlation between social support and the quality of life of the elderly, and there is no correlation between social cohesion and the quality of life of the elderly in Tambun Village, West Likupang District, North Minahasa.Key Words: Social Support, Social Cohesion, Quality of Life, Elderly
ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Nibong, Clara Rosalia; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan tahap yang penting dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan di suatu pelayanan kesehatan. Dari jenis permintaan obat yang dibutuhkan di bulan Juli dari 66 jenis obat yang diminta hanya terdapat 11 jenis obat dan alkes yang diterima sesuai permintaan, sisanya sebanyak 52 jenis obat yang tidak terpenuhi sesuai yang diminta dan sebanyak 3 jenis obat yang diberi berlebih jumlahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi mendalam mengenai perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Sario Kota Manado.Jenis penelitian ini menggunakan metode Kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang proses pengadaan obat di Puskesmas Sario. Metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam dengan Informan penelitian yang dipilih menurut tanggung jawab yang bersangkutan dengan penelitian. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 4 (Empat) informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas Sario, Penanggung Jawab Gudang Obat di Puskesmas Sario, Kepala Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Manado, dan Staff Apotik di Puskesmas Sario. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode untuk perencanaan dan pengadaan obat yang digunakan oleh Dinas Kesehatan Kota Manado dan Puskesmas Sario berbeda, perencanaan kebutuhan obat di Puskesmas Sario menggunakan metode Konsumsi. Sedangkan metode perencanaan dan pengadaan obat di Dinas Kesehatan Kota Manado berbeda-beda sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsinya masing-masing. Masalah kekosongan obat di Puskesmas Sario disebabkan pendanaan yang tidak mencukupi dari pemerintah dan kurangnya respon dari PBF (Pedagang Besar Farmasi). Pengadaan obat JKN melalui e-katalog tidak dapat menyediakan sesuai dengan jumlah yang diminta, jadi ketika didistribusi ke Puskesmas mengalami kekurangan.Kata Kunci: Perencanaan, PengadaanABSTRACTMedicine planning and procurement are two important steps in fulfilling the need of medicines in a certain unit of health service. Looking at the drug demand in July,out of the 66 types of drug demanded, only 11 types of drug and medical devices met the demand. 52 types did not meet the demand while the other 3 excess the demanded amount. The objective of this research is to obtain a deeper information regarding the drug planning and procurement in Puskesmas Sario Manado. This research uses the qualitative method in order to obtain a deeper information regarding the process of drug procurement in Puskesmas Sario. The data collected by doing an interview with informants whose tasks are related to this research. The informants were chosen based on their resposibilities. There are 4 (four) informants, namely The Head of Puskesmas Sario, Penanggung Jawab Gudang Obat Puskesmas Sario, The Head of The Pharmacy Installation of Manado Health Department and a Staff of Puskesmas Ssrio Drugstore. The result of this research shows that the methods of drug planning and procurement used by both Manado Health Department and Puskesmas Sario are different to each other. The drug planning in Puskesmas Sario uses the Comsumptionmethod while the Manado Health Department uses various methods according to each officer's tasks and functions. The problem in drug supply in Puskesmas Sario is caused by the insufficient funding from the government and the lack of response from the PBF (Pedagang Besar Farmasi). The drug procurement via e-catalog is not able to provide the sufficient amount of drug demanded, causing the lack of drug distributed to the Puskesmas.Keywords: Planning, Procurement
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO TAHUN 2015 Terok, Gerry V.A; Maramis, Franckie R.R; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan dalam pemimpin sangat berpengaruh terhadap kinerja bawahannya dan juga motivasi dari pimpinan mempengaruhi juga kinerja dari bawahannya. Di  Puskesmas Tuminting sejak di pimpin oleh Kepala Puskesmas yang sekarang sudah mendapatkan 3 penghargaan nasional, regional dan lokal dan kinerja dari tenaga kesehatan dan tenaga administrasi menjadi baik. Penelitian ini  bertjuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan dan motivasi dengan kinerja tenaga kesehata di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah seluruh pegawai Puskesmas Tuminting yang berjumlah 44.  Pengambilan sampel adalah total populasi dimana  hanya tenaga kesehatan yang berjumlah 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan dari 40 responden yang menilai kepemimpinan baik 82,5% dan tidak baik 17,5%, terdapat juga 75,0% motivasi tinggi dan 25,0% motivasi rendah sementara kinerja 77,5% memiliki kinerja baik dan 22,5% memiliki kinerja tidak baik. Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara kepemimpinan dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Tuminting dengan nilai p=0.001 atau (p<0.05) dan terdapat juga hubungan antara motivasi dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Tuminting dengan p=0.001 atau (p<0.05). Dari hasil tersebut menyimpulakan bahwa ada Hubungan Kepemimpinan dan Motivasi dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Kata Kunci : Kepemimpinan, Kinerja, Motivasi ABSTRACT In leadership, the leaders have a big influence on the performance of their subordinates and also motivation of the leader are very influential to their subordinates. In Tuminting health centre since it has been led by the recent leader, has already won 3 national award, regional and local and the performance of medical and administrative personnel have become better. This research is aim to determine whether there is a relationship between leadership and motivation with performance of the medical personnel in Tuminting health centre. The design of this research is quantitative with cross sectional study approach. There are 44 respondents which are employees of the Tuminting health centre. Sampling is the total population of which only by 40 medical works as respondents. Data collection was done by questionnaires. This research is using chi square test. The result of this research was showed that from 40 respondents, there are 82, 5% said Tuminting health centre has a good leadership whereas 17, 5% said not well. There are also 75% said they had good motivation whereas 25% said not well and there are 77, 5% showed good performances whereas 22, 5% showed bad performances. This research showed that there is a relationship between leadership with medical personnel performance in Tuminting health centre with p value = 0,001 or p<0.05 and there is also a relationship between motivation with medical worker in Tuminting health centre with p value = 0,001 or p<0, 05. From this result conclude that there is a relationship between leadership and motivation with medical personnel performance in Tuminting health centre in Manado. Keywords : Leadership, Performance, Motivation
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA MANADO Fauziah, Tria; Kawatu, Paul; Mandagie, Chreisye
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja merupakan kemampuan tubuh seorang petugas pemadam dalam menerima tanggung jawab untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Kinerja adalah prestasi yang dicapai dari kemampuan kerja yang dilakukan. Apabila beban kerja yang harus ditanggung oleh petugas pemadam melebihi dari kapasitasnya, sehingga terjadi penurunan kinerja dan sering di kaitkan dengan masa kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara masa kerja dan beban kerja dengan kinerja pada petugas pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado.Penelitian ini merupakan observasi analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.. Sampel dalam penelitian ditentukan secara random sampling dengan sampel berjumlah 90 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan metode wawancara.Uji dengan menggunakan uji chi square p=0,00. Hasil uji hubungan antara masa kerja dengan kinerja didapatkan p value = 0,107. Sedangkan hasil dari hubungan antara beban kerja dengan kinerja didapatkan p value = 0,000. Tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kinerja. Dan Terdapat hubungan antara beban kerja dengan kinerja petugas pemadam kebaran.  Kata Kunci: Masa Kerja, Beban Kerja, Kinerja ABSTRACTWorkload is the ability of the body of a firefighter to accept responsibility for working on a job. Performance is an achievement achieved from the ability of work performed, If the workload that must be borne by the firefighter exceeds its capacity, so there is a decrease in performance and is often associated with years of service. This study aims to determine whether there is a relationship between working period and workload with the performance of firefighters at the Manado City Fire Department. This research is an analytic observation using a cross sectional approach. The sample in the study was determined by random sampling with a sample of 90 respondent. Data collection was conducted using a questionnaire with interview methods. Test using the chi square test p = 0.00. The results of the test of the relationship between working period and performance obtained p value = 0.107. While the result of the relationship between workload and performance was obtained p value = 0,000. There is no relationship between working period and performance. And there is a relationship between workload and firefighters' performance. Keywords : Future of Work, Workload, Performance 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI JAJANAN PADA PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 52 MANADO Ghufron, Deisy Trihandayana; Engkeng, Sulaemana; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak adalah harapan bangsa maka dari itu kualitas hidup mereka harus diperhatikan. Salah satu penunjung kualitas hidup anak dalam tubuh kembangnya yakni pemenuhan gizi anak, dengan makan makanan yang beragam dan terjamin kadar gizinya dan kebersihannya. Saat ini telah banyak makanan jajan anak yang dapat dijumpai baik itu di lingkungan sekolah atau di luar sekolah seperti makanan yang manis, asin, memiliki warna yang menarik, bentuk yang unik serta murah. Karena situasi tersebut perilaku jajan anak tidak dapat di hindari. Peran orang tua, guru serta teman sebaya sangat memengaruhi perilaku seseorang. Jika perilaku jajan anak tidak di perhatikan maka dapat meningkatkan risiko peyakit infeksi, keracunan bahkan masalah gizi berupa kekurangan gizi bahkan obesitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi jajanan pada peserta didik di SD Negeri 52 Manado. Penelitian ini menggunakan metode Observational study dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini  menjadi sampel penelitian yaitu seluruh peserta didik yang ada di kelas IV, V, dan VI yang berjumlah 74 peserta didik, yang dilakukan pada bulan Januari-April 2020, hasil penelitian kemudia di uji menggunakan uji chi square. Hasil uji sampel yakni pengetahuan gizi orang tua (p=0,864), kebiasaan sarapan pagi (p=0,022), kebiasaan membawa bekal (p=0,006), besaran uang jajan peserta didik (p=0,012) dengan perilaku konsumsi jajanan pada peserta didik. Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi orang tua dengan perilaku konsumsi jajanan. Terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, kebiasaan membawa bekal, besaran uang jajan dengan perilaku konsumsi jajanan pada peserta didik di SD Negeri 52 Manado. Kata Kunci: Sarapan pagi, Membawah bekal, Uang Jajan, Perilaku Konsumsi Jajan ABSTRACTChildren are the hope of the nation and therefore their quality of life must be considered. One of the observers of the quality of life of children in their developmental body is the fulfillment of children's nutrition, by eating a variety of foods and guaranteed nutritional levels and cleanliness. Nowadays there are many children's snacks that can be found either in the school environment or outside the school such as sweet, salty, interesting colors, unique shapes and inexpensive. Because of this situation, children's snack behavior cannot be avoided. The role of parents, teachers and peers greatly influences a person's behavior. If the child's snack behavior is not noticed it can increase the risk of infection, poisoning and even nutritional problems such as malnutrition and even obesity. The purpose of this study is to analyze the factors associated with the behavior of consumption of snacks in students at SD Negeri 52 Manado. This research uses observational study method with cross sectional design. The population in this study became the study sample of all students in classes IV, V, and VI, amounting to 74 students, conducted in January-April 2020, the results of the research were then tested using the chi square test. The results of the sample test are the parents' nutritional knowledge (p = 0.864), breakfast habits (p = 0.022), the habit of carrying provisions (p = 0.006), the amount of student pocket money (p = 0.012) with the behavior of consumption of snacks on students. There is no relationship between parents' nutritional knowledge with food consumption behavior. There is a relationship between the habit of breakfast, the habit of carrying lunch, the amount of pocket money with the behavior of consumption of snacks for students at SD Negeri 52 Manado.Keywords: Breakfast, Bringing lunch, pocket money, Snack consumption behavior
HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LIUN KENDAGE TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Salensehe, Zardvita Octavia; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang tidak mudah disembuhkan apabila pasien tersebut tidak patuh minum obat. Kepatuhan minum obat adalah tingkah laku penderita atau pasien dalam memberikan suatu tindakan dan upaya secara terautur dalam menjalani pengobatan yang diberikan oleh profesional kesehatan atau tenaga kesehatan. Peran keluarga adalah hak dan kewajiban yang dilakukan oleh anggota keluarga sesuai dengan status atau kedudukan dari anggota keluarga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Desain penelitian bersifat survei analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Umum Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe pada bulan November. Penelitian ini menggunakan total populasi pasien tuberkulois yang memeriksakan diri di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sampel yang didapat sebanyak 46 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian yaitu kuesioner dari peneliti Yoisangadji untuk menggukur hubungan antara peran kelurga dan kepatuhan minum obat. Analisis yang digunakan merupakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji fisher’s exact. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable peran keluarga dengan kepatuhan minum obat didapatkan nilai p=0,012 menggunakan uji statistik Fisher’s Exact test sehingga p ≤ α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis di Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Saran yang dapat diberikan kepada pasien harus patuh dalam meminum obat sampai masa pengobatan selesai.Kata kunci: Peran keluarga, kepatuhan minum obat ABSTRACTTuberculosis is a disease that is not easily cured as patients who are not fit to take medication. Compliance with taking medication is the behavior of the patient or patient in providing assistance and treatment linked to in the treatment given by a health professional or health worker. The role of the family is the rights and obligations carried out by family members in accordance with the status or position of the family member. This study was conducted to determine the relationship between family and taking medicine in tuberculosis patients at the Liun Kendage Tahuna District General Hospital, Sangihe Islands Regency. Design of analytic survey research using cross sectional study design. The research was carried out at the disease clinic in Liun Kendage Tahuna General Hospital, Sangihe Islands Regency in November. This study used a total population of tuberculosis patients who examined themselves in the disease clinic at the Liun Kendage Tahuna District General Hospital, Sangihe Islands Regency. Samples obtained were 46 patients who met the inclusion and exclusion criteria. The research instrument was a questionnaire from researcher Yoisangadji to explore the relationship between the role of family and participation in taking medicine. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis using fisher's exact test. The results of this study indicate that the family role variable by drinking and drinking obtained p value = 0.012 using Fisher's exact test statistic so that p ≤ α = 0.05, it can be concluded that it is related to the family relationship with drugs related to tuberculosis treatment at the General Hospital Kendun Tahunage Liun District, Sangihe Islands Regency. Advice that can be given to patients must be obedient in taking medication until the treatment period is over.Keywords: Role of family, participation in taking medicine
Co-Authors A. J.M Rattu, A. J.M Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Adisti Rumayar Afnal Asrifuddin Angela Fitriani Clementine Kalesaran Ardhana, Reynandi Rifky Ardiansa A.T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Ardiansa A.T. Tucunan Ardiansa Tucunan Asep Rahman Asrifudin, Afnal Asti Octavia Yoseph ATIKA RAHMAWATI Bambuta, Rivana M. Barnabas H. R. Kairupan Bellinda B. I. Kawatu Boway, Lucky J. Budi T. Ratag Datu, Meri Meilani Dorothy Dela Panambunan Desi Egeten, Esri Andrew Koresa Eman, Shearent D. P. Fauziah, Tria Febi Kornela Kolibu Febrita Duminggu, Febrita Finna Novi Anantya Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gerry V.A Terok, Gerry V.A Ghufron, Deisy Trihandayana Gloria J. Rumondor Gobel, Sri Radhawati Grace Esther Caroline Korompis Grace Korompis Graciella Moses Gregorius R. Sumual Guit, Eka Gloria Haezer, Sepang Megel Eben Jacobus, Regina Mitha Kacaribu, Nadya Juliaty Kacaribu Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kawatu, Paul A.T Kawulur, Arvionita Khoirurrizza, Mohammad Kodoatie, Beatrix Y. Kohar, Marisco Korompis , Grace E.C. Lailatul Misbah Mohamad Laisina, Florencia M. Lamongi, Dhea Pricilya Lomboan, Mourine V. Lotulung, Cindy Celine Lumanaw, Harianto K.J Lumbu, Angeli Rahel Audrey Maddusa, Sri Seprianto Mailoor, Rinda Jeyssi Maino, Irny E. Makahanap, Johana Chrissty Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manampiring F. Marker Manurung, Pebrina Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R.R. Maramis, Julio Victor Fredrik Marshella Maameah Melisa M. Nelwan Melissa, Wenur T Mendila, Chasandra Mokalu, Gloria Mokobimbing, Vaykel Marshel Mokolomban, Citra Molenaar, Emmanuela Ranita Monica Sangkay Moniung, Flariana Rinjani Nelwan, Melisa M. Nibong, Clara Rosalia Niha, Munawir Rizal Pajow, Regina V. M. Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.K Kawatu, Paul A.K Paul A.T. Kawatu Paul Kawatu Pingkan Mamboh Potabuga, Murdini Prastowo, Prully Diana Pratiwi, Cilvia Debi Punuh, Maureen I Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rattu, A.J.M Rattu, Joy. A.M. Ratu Angeli Keacya Raule, Jean H. Ribka L. Wowor, Ribka L. Ricky C. Sondakh Rivaldy Ringkuangan Rumajar, Adisty Rumayar, Adisti Ruus, Andreas Aprilio Staygers Sahala, Indra Salensehe, Zardvita Octavia Sampel, Olvin L. Sekarini, Retno D. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Setligt, Celine C. Soeprodjo, Raden R. O. K. Sondakh, Inricka Cristy Sondakh, Ricky Constantyn Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumangkut, Vena Isabela Sumangkut, Vena Isabela Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Syarifain, Abdul Toliaso, Cynthia Sisilia Walukow, Paskalino A. Warouw, Claudya Nathasya Wattimena, Cevin J.L. Waworundeng, Cendy B. Windy, Najoan Marcella Woodford B. S. Joseph WORANG, Regina M. T wowor, syalomita Tesalonika Yolanda Anastasia Sihombing Yoseph, Asti Octavia Yulianty Sanggelorang