Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Analisa Balok dengan Perkuatan Penambahan Tulangan Memakai Perekat Sikadur dan Anchor Fix-2 Secara Experimental Sitohang, Andar; Tarigan, Johannes; Surbakti, Medis
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.36 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.2235

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan beban secara analitis dan experimental dengan penambahan perkuatan besi ulir d10 mm dan membandingkan daya rekat epoxsi (sikadur 31 CF normal dan anchor fix 2 normal). Pengujian dilakukan terhadap 3 (tiga) buah benda uji balok beton bertulang ukuran 10 x 15 x 150 cm yang dibagi kedalam 3 (tiga) kelompok yaitu balok beton bertulang normal dan balok beton bertulang dengan perkuatan besi ulir D10 mm yang dilapisi Sikadur 31 CF normal dan achor fix 2 normal. Selanjutnya benda uji diberikan beban terpusat sampai balok beton bertulang runtuh sehingga diketahui beban maxsimum dan lendutannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan besi ulir D10 mm dengan perekat Sikadur 31 CF normal mampu meningkatkan kuat lentur sebesar 37,78 % dari kekuatan awalnya sedangan memakai perekat anchor fix 2 mampu meningkatkan kuat lentur sebesar 30% dari kekuatan awalnya. Berdasarkan analisa secara teoritis maupun hasil pengujian terbukti bahwa penambahan perkuatan eksternal besi ulir D10 mm memakai perekat mampu meningkatkan kemampuan balok dalam memikul lentur jauh lebih baik dari kondisi normalnya.
Analisis dan Experimen Perkuatan Plat Lantai dengan Menggunakan FRP Liberti Silitonga; Johannes Tarigan; A. Perwira Mulia Tarigan; Andar Sitohang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.745 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i2.6230

Abstract

Pelat adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam suatu bangunan. Pada beberapan bangunan pasti ditemukan pelat, baik pelat lantai maupun pelat atap yang mengalami keretakan. Keretakan ini dapat disebabkan oleh bebrapa faktor, baik dari kualitas materialnya maupun teknik dalam pengerjaannya serta akibat bencana alam. Metode pengujian dilakukan terhadap 4 (empat) buah benda uji pelat beton bertulang ukuran 2250 x 100 x 150 cm dalam memikul beban yang menghasilkan lentur murni dan ke 4 (empat) kelompok benda uji yaitu pelat beton bertulang normal dan balok beton bertulang dengan perkuatan CFRP dengan metode dilapisi Plat dengan 1 Lapis CFRP satu arah (Unidirectional), Plat dengan 1 Lapis CFRPdua arah (Bidirectional) dan Plat dengan 1 Lapis CFRP tiga arah (Pseudoisotropic) Selanjutnya benda uji diberikan beban terpusat sampai pelat beton bertulang runtuh sehingga diketahui beban maxsimum dan lendutannya. Hasil experimen menunjukkan bahwa penambahan dilapisi Plat dengan 1 Lapis CFRP satu arah (Unidirectional) mampu meningkatkan kuat lentur sebesar 72,22 % dari kekuatan awalnya dan Plat dengan 1 Lapis CFRPdua arah (Bidirectional) mampu meningkatkan kuat lentur sebesar 77,78 % dari kekuatan awalnya serta Plat dengan 1 Lapis CFRP tiga arah (Pseudoisotropic)mampu meningkatkan kuat lentur sebesar 94,44 %. Dari kekuatan awalnya.
Pengaruh Lapisan Material Uhpfrc Sebagai Material Perkuatan Kolom Beton Bertulang Bakara, Ricky; Tarigan, Johannes; Bakar, Badarol Hisham Abu; Nursyamsi, Nursyamsi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14249

Abstract

Penggunaan beton sebagai bahan konstruksi telah menjadi lazim di era saat ini. Meskipun begitu, kerusakan pada struktur beton bertulang, terutama pada struktur kolom, tidak dapat dihindari. Hal ini seringkali disebabkan oleh gempa bumi dan beban yang melebihi daya dukung bangunan. Indonesia, sebagai negara yang terletak di wilayah rawan gempa, membutuhkan struktur bangunan yang kuat dan tahan gempa. Oleh karena itu, perbaikan struktur beton bertulang yang rusak menjadi suatu kebutuhan mendesak dalam industri konstruksi di Indonesia. Salah satu inovasi untuk meningkatkan kekuatan dan masa pakai struktur beton bertulang adalah penggunaan Ultra-High Performance Fiber-Reinforced Concrete (UHPFRC). Meskipun telah diakui sebagai bahan konstruksi yang berkembang, implementasi UHPFRC dalam struktur bangunan masih memerlukan konsep desain baru dan penerapan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas UHPFRC dalam memperkuat kolom beton bertulang yang rusak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lapisan UHPFRC pada kolom beton bertulang meningkatkan beban maksimum yang dapat ditanggung oleh struktur. Dengan variasi ketebalan lapisan UHPFRC, terlihat bahwa peningkatan kekuatan mencapai 57,05%, 11,62mm pada CC-0; 114,58%, 14,58mm pada RCS-1; dan 269,54%, 20,59mm pada RCS-2 dibandingkan dengan kolom kontrol. Hasil ini memberikan indikasi bahwa perbaikan struktur beton bertulang dengan menggunakan UHPFRC merupakan solusi yang potensial dalam memperkuat kolom di daerah rawan gempa.
Studi Komparatif Sifat Mekanik dan Mikrostruktur Bata di Wilayah Sumatera Utara Bagian Timur Fahreza, Devi; Nursyamsi, Nursyamsi; Tarigan, Johannes
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60689

Abstract

Bata merah merupakan salah satu material bangunan tradisional yang masih banyak digunakan di wilayah Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi komparatif terhadap sifat mekanik dan mikrostruktur bata merah yang diproduksi di tiga kabupaten, yakni Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Langkat. Analisis dilakukan untuk mengetahui sejauh mana variasi lokasi geografis dan proses produksi memengaruhi kualitas fisik dan struktur internal bata. Metodologi penelitian meliputi pengambilan sampel dari 15 produsen lokal, uji kuat tekan menggunakan Universal Testing Machine (UTM), serta karakterisasi mikrostruktur dengan Scanning Electron Microscope (SEM) dan Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS). Hasil pengujian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada nilai kuat tekan dan karakteristik mikrostruktur antar daerah. Bata dari Deli Serdang umumnya menunjukkan kekuatan tekan lebih tinggi dengan mikrostruktur lebih homogen dan porositas rendah, dibandingkan dengan Serdang Bedagai dan Langkat. Variasi komposisi mineral, teknik pembakaran, dan kualitas bahan baku lokal menjadi faktor utama penyebab perbedaan tersebut. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan proses produksi dan standardisasi kualitas bata lokal berdasarkan parameter mekanik dan mikrostruktur, guna mendukung pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan di wilayah Sumatera Utara.
HDPE Plastic Waste as a Fine Aggregate Substitute in the Production of CLC Lightweight Bricks: An Experimental Study Mg, Taufiqurrahman; Nursyamsi, Nursyamsi; Tarigan, Johannes; Bakara, Ricky
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.61290

Abstract

This study aims to examine the utilization of High-Density Polyethylene (HDPE) plastic waste as a partial substitute for fine aggregate in the manufacture of Cellular Lightweight Concrete (CLC) lightweight bricks. The method used is a laboratory experiment with variations in the addition of HDPE of 0%, 5%, 10%, and 15% to the CLC mixture. Each variation was tested to determine the compressive strength, dry unit weight, and water absorption capacity after curing for 28 days. The results showed that the addition of HDPE affected the mechanical characteristics of lightweight bricks. The compressive strength decreased with increasing HDPE percentage, where the highest value was recorded at the 0% HDPE variation of 1.16 MPa and the lowest at the 15% variation of 0.92 MPa, below the SNI 8640-2018 standard. The highest dry unit weight was achieved at a composition of 5% HDPE of 3.32 kg/m³, indicating optimal density. However, the addition of HDPE also increased water absorption, with the highest average of 25.08% at the 15% variation. Thus, the use of HDPE waste as a substitute material shows environmentally friendly potential, but needs to be optimized so as not to reduce the structural quality of CLC lightweight bricks.