Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Education Curiosity

Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dan Wali Kelas dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada Siswa SMA Negeri 6 Banjarmasin Khadijah, Siti; Heiriyah, Ainun; Auliah, Nurul
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1437

Abstract

Salah satu masalah besar yang dihadapi Indonesia adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Remaja, terutama siswa sekolah menengah atas (SMA), berada dalam fase pertumbuhan psikologis dan sosial yang sangat sensitif terhadap berbagai pengaruh eksternal, termasuk narkoba. Guru BK dan wali kelas sangat penting dalam mendidik siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Guru BK bertanggung jawab untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa dan menumbuhkan pola pikir yang sehat. Wali kelas bertanggung jawab untuk melacak perilaku, sikap, dan interaksi siswa di kelas. Penelitian adalah kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru BK untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di SMAN 6 Banjarmasin adalah dengan memberikan layanan preventif berupa layanan bimbingan klasikal serta bekerjasama dengan wali kelas, dimana wali kelas bertugas untuk mengawasi siswa ketika berada di dalam kelas dan memberikan informasi terkait permasalahan siswa kepada guru BK. Sedangkan strategi wali kelas dalam upaya pencegahan narkoba yaitu dengan mengajak siswa untuk hidup sehat dan melakukan senam sehat bersama setiap hari senin.
Hubungan Antara Body Shaming dan Self-Compassion dengan Interaksi Teman Sebaya di SMA Negeri 12 Banjarmasin Awalia; Heiriyah, Ainun; Sanjaya
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1444

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada analisis mengenai keterkaitan antara body shaming dan self-compassion dengan interaksi teman sebaya pada peserta didik SMA Negeri 12 Banjarmasin. Metodeonal korelasi dalam pendekatan kuantitatif menjadi dasar analisis pada penelitian ini. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh, yang melibatkan 60 siswa sebagai partisipan. Proses pengambilan data dilakukan dengan tiga jenis instrumen, yaitu skala body shaming , skala self-compassion , dan skala interaksi teman sebaya. Analisis korelasi Pearson dan korelasi berganda diterapkan sebagai metode untuk menguji hipotesis. Temuan penelitian ini mengindikasikan adanya hubungan antara body shaming dengan interaksi teman sebaya yang terbukti dari hasil analisis koefisien korelasi yang ditemukan dalam penelitian ini adalah -0,280 Dengan nilai signifikansi sebesar 0,031 < 0,05. Selain itu, ditemukan korelasi yang signifikan antara self-compassion dengan interaksi teman sebaya yang terbukti dari hasil analisis perolehan koefisien korelasi sebesar 0,661 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Selanjutnya dilihat dari analisis gabungan body shaming dan self-compassion memiliki hubungan yang signifikan terhadap interaksi teman sebaya yang berdasarkan hasil analisis ditemukan nilai korelasi sebesar 0,690 pada tingkat probabilitas (sig. F Change) sebesar 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman body shaming cenderung menurunkan kualitas interaksi sosial siswa, sedangkan tingkat self-compassion yang tinggi berkontribusi positif terhadap kemampuan siswa dalam menjalin hubungan dengan teman sebaya.
Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Minat Belajar dengan Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin Puteri, Nur Ananda; Heiriyah, Ainun; Hayati, Sri Ayatina
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1445

Abstract

Hubungan antara interaksi teman sebaya dan minat belajar sangat mempengaruhi tingkat prokrastinasi akademik siswa. Dukungan positif dari teman sebaya berperan sebagai pendorong yang membangkitkan motivasi serta minat belajar siswa, sehingga membantu siswa menghindari perilaku bertahan nunda dalam memenuhi tanggung jawab akademik dengan menyelesaikan tugas. Riset ini dimaksudkan guna memahami dan menganalisis bentuk sekaligus kekuatan hubungan antara interaksi teman sebaya dan minat belajar dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin. Metode korelasional kuantitatif digunakan dengan instrumen kuesioner Likert dan analisis SPSS 27 (uji normalitas, linearitas, korelasi pearson, dan regresi ganda). Hasil menunjukkan adanya korelasi sedang, keterkaitan yang terbukti signifikan antara interaksi teman sebaya dan tingkat prokrastinasi akademik (r ≈ 0,44; p < 0,01), serta antara minat belajar dan prokrastinasi (r ≈ 0,50; p < 0,01). Analisis regresi ganda menggambarkan bahwa kedua variabel secara bersamaan menjelaskan sekitar 29 % variansi prokrastinasi (R = 0,538; F < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan interaksi sosial dan motivasi internal saling melengkapi dalam mengurangi perilaku penundaan tugas siswa.
Hubungan Antara Social Support dan Self Efficacy dengan Stres Akademik Siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin Futri, Elisa; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1446

Abstract

Pada penelitian ini yang melatar belakangi masalah yaitu kurangnya social support yang didapatkan dan kurangnnya self efficacy yang dimiliki oleh siswa kelas X, hal inilah yang bisa menyebabkan siswa merasakan stres akademik. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis dan memahami apakah ada atau tidak hubungan antara social support dengan stres akademik, untuk menganalisis dan memahami apakah ada atau tidak hubungan antara self efficacy dengan stres akademik, dan untuk menganalisis dan memahami apakah ada atau tidak hubungan antara social support dan self efficacy dengan stres akademik yang dialami siswa di SMA Negeri 12 Banjarmasin. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif, dengan koefisien korelasi. Penelitian ini melibatkan 33 siswa kelas X-3 dan 31 siswa kelas X-4, sehingga totalnya 64 orang. Penelitian melibatkan 60 siswa. Metode sampling jenuh diterapkan untuk menetapkan jumlah sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi antara social support (X1) variabel bebas dengan stres akademik (Y) variabel terikat dengan didapat nilai sig 0,001<0,05 juga adanya korelasi antara self efficacy (X2) variabel bebas dengan stres akademik (Y) variabel terikat dengan didapat nilai sig 0,000<0,05 dan hasil ketika social support (X1) dan self efficacy (X2) diuji secara bersamaan, ada korelasi antara keduanya dengan stres akademik (Y) dengan nilai sig 0,000<0,05.
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pembinaan Karakter Disiplin Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Murung Raya latifah, Siti Umi; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1449

Abstract

Pembinaan karakter disiplin siswa merupakan hal penting dalam menunjang keberhasilan dan pembentukan kepribadian positif, karakter disiplin harus ditanamkan sejak awal kepada siswa supaya mereka bisa kedepannya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang digunakan guru bimbingan dan konseling untuk membina karakter disiplin siswa Madrasah Aliayah Negeri 1 Murung Raya serta faktor penghambatnya. Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru BK menggunakan strategi bimbingan kelompok satu kali dalam dua minggu yang membantu membangun karakter positif dan edukatif. Selain itu, ada konseling khusus yang membantu siswa mengembangkan karakter positif dan menangani masalah pribadi. 2) Ada beberapa kendala yang jadi penghambat guru BK seperti beberapa siswa tidak memberikan dukungan dari orang tua dan keluarga, dan beberapa kurang terbuka dengan guru BK.
Peranan dan Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Membantu Siswa Menemukan Identitas Diri di SMA Negeri 1 Muara Teweh Muaminah, Resa Rizki Riskah; Heiriyah, Ainun; Aminah
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1450

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar dapat mendeskripsikan peran dan strategi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam membantu remaja menemukan identitas diri di SMAN 1 Muara Teweh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap guru BK dan siswa kelas X. Dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki lima peran utama dalam proses pembentukan identitas diri siswa, yaitu sebagai konselor, fasilitator, motivator, mediator, dan advokat. Masing-masing peran dijalankan untuk membimbing siswa dalam mengenali potensi diri, menerima kelebihan dan kekurangan, serta membentuk kepercayaan diri. Strategi yang digunakan guru BK meliputi pendekatan preventif, kuratif, dan pengembangan. Strategi preventif dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan informasi, strategi kuratif melalui layanan konseling individu dan kelompok, sedangkan strategi pengembangan dilaksanakan dengan kegiatan refleksi diri dan pelatihan keterampilan sosial. Guru BK bertanggung jawab menciptakan lingkungan  aman dan nyaman agar siswa merasa didukung dalam proses pencarian jati diri. Selain itu, keberhasilan pendampingan juga didukung oleh kolaborasi antara guru BK, siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Kolaborasi ini memperkuat pendekatan yang dilakukan dan meningkatkan efektivitas layanan. Temuan penelitian ini sesuai dengan teori perkembangan identitas Erikson, yang menekankan pentingnya dukungan sosial dalam pembentukan identitas remaja. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan layanan BK yang lebih responsif terhadap kebutuhan psikologis dan sosial siswa.
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Keterampilan Sosial dengan Adaptasi Sosial Siswa Kelas XI Desain Komunikasi Visual SMK Negeri 1 Banjarbaru Shyfa, Anida Nor; Heiriyah, Ainun; Hayati, Sri Ayatina
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1452

Abstract

Studi ini dilaksanakan gunamencari tahu apakah kecerdasan emosional dan keterampilan sosial ada kaitannya dengan kemampuan siswa kelas XI Desain Komunikasi Visual SMK Negeri 1 Banjarbaru dalam menyesuaikan diri secara sosial. Kecerdasan emosional membantu siswa mengelola emosi dan memahami perasaan orang lain, sedangkan keterampilan sosial mendukung siswa dalam berinteraksi dengan baik di sekolah. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi, melibatkan 57 siswa yang dipilih menggunakan teknik non-probality sampling. Data dikumpulkan lewat angket yang sudah diuji validitasnya, llau ditelaah dengan uji korelasi pearson serta analisis regresi ganda. Temuan studimemperlihatkan bahwasanya kecerdasan emosional (X1) mempunyai hubungan yang signifikan dengan adaptasi sosial siswa, dengan nilai korelasi 0,568 dan sig 0,000 < 0,05. Variabel keterampilan sosial (X2) juga berhubungan signifikan dengan adaptasi sosial siswa, dengan nilai korelasi 0,619 dan sig 0,000 < 0,05. Kecerdasan emosional (X1) dan Keterampilan sosial (X2) secara bersama-sama memberikan pengaruh nyata terhadap kemampuan adaptasi sosial siswa, dengan nilai R 0,672 dan R kuadrat 0,452 dengan sig 0,000< 0,05.
Hubungan Antara Efikasi Diri dan Dukungan Orang Tua dengan Kematangan Karier Kelas X Desain dan Produksi Kriya SMK Negeri 1 Banjarbaru Hayaturrahmah; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1455

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap: (1) apakah efikasi diri memiliki hubungan yang signifikan dengan kematangan karier, (2) apakah dukungan orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap kematangan karier, dan (3) apakah efikasi diri bersama dukungan orang tua secara simultan berhubungan signifikan dengan kematangan karier siswa di SMK Negeri 1 Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Melibatkan 61 orang yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang dirancang dengan skala Likert untuk mengukur efikasi diri, dukungan orang tua, dan kematangan karier. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) efikasi diri memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kematangan karier (Sig. = 0,000; r = 0,481), (2) dukungan orang tua berhubungan positif dengan kematangan karier, namun tidak signifikan secara statistik (Sig. = 0,608; r = 0,067), dan (3) efikasi diri serta dukungan orang tua secara simultan berhubungan positif dan signifikan dengan kematangan karier (Sig. F Change = 0,000; R = 0,552). Sumbangan kedua variabel bebas terhadap kematangan karier sebesar 30,5%.
Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meminimalisir Bullying Verbal di SMPN 1 Rantau Nafisha , Nabila Putri; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1469

Abstract

Peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) sangat krusial dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying verbal, termasuk di SMPN 1 Rantau. Bullying verbal merupakan bentuk kekerasan non-fisik yang melibatkan penghinaan, ejekan, atau kata-kata kasar yang dapat merusak harga diri serta kondisi emosional korban. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan peran guru BK dalam meminimalisir bullying verbal di SMPN 1 Rantau, dan 2) mengetahui kendala yang dihadapi guru BK dalam menangani kasus bullying verbal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK di SMPN 1 Rantau berperan strategis dan aktif dalam berbagai fungsi, seperti sebagai informator, organisator, motivator, director, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, dan evaluator. Peran-peran ini dijalankan secara proaktif untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif bullying verbal, sehingga turut berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan perilaku bullying di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan konseling yang adaptif dan strategi kreatif, guru BK dapat membantu mengubah perilaku siswa, meningkatkan kesadaran akan dampak bullying, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.