Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Gambaran Kualitas Susu Kambing Sapera dengan Mastitis Subklinis pada Peternakan Zahrah Farm di Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Setyaputra, Muhammad Farkhan; Anggaeni, Trianing Tyas Kusuma; Windria, Sarasati
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i1.60651

Abstract

Kambing Sapera merupakan kambing perah hasil persilangan antara kambing saanen dan kambing PE. Kambing Sapera mampu menghasilkan 2 sampai 4 liter/ekor/hari. Kambing Sapera memiliki kualitas susu yang lebih baik dibandingkan dengan kambing PE. Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay menjadi salah satu tempat pengembangan usaha beternak kambing perah di Peternakan Zahrah Farm yang berada di Kabupaten Bandung. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas susu menurun adalah Mastitis Subklinis. Mastitis Subklinis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bebagai jenis patogen yang berada di lingkungan yang sering kali tidak menunjukan gejala klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kejadian Mastitis Subklinis serta bagaimana kualitas susu Kambing Sapera yang mengalami Mastitis Subklinis. Bedasarkan hasil pengujian California Mastitis Test jumlah kejadian sebanyak 30% dari total 20 ekor kambing masih terbilang rendah dan terdapat 8 sampel susu yang menunjukan hasil +3 mastitis subklinis. Dari hasil pengujian Lactoscan Milk Analyzer Mastitis Subklinis dapat mempengaruhi nilai Lemak, Bahan Kering Tanpa Lemak, Protein, Laktosa dan Berat Jenis pada kandungan susu. Pada uji Fisik hasil positif (+) ditunjukan pada uji Alkohol. Kejadian Mastitis Subklinis pada Kambing Sapera dipengaruhi adanya bakteri patogen yang mensintesis kandungan susu menjadi asam laktat dan asam organik
Profil hematologi pada seekor kucing Persia dengan osteosarkoma Prasaja, Aditya Gilang; Mutiara, Chika Khaerani; Wijaya, Stevanie Andrea; Lestari, Nurul Aeni Ayu; Santoso, Fransiskus Teguh; Windria, Sarasati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.87-88

Abstract

Seekor kucing Persia berusia tiga tahun datang ke Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat dengan pembengkakan di kaki depan kiri dan didiagnosis menderita osteosarkoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak osteosarkoma pada profil hematologi kucing. Amputasi humerus merupakan pengobatan standar. Penilaian hematologi terperinci dilakukan, termasuk jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, limfosit, monosit, sel yang belum matang, sel berukuran sedang, granulosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC, dan trombosit. Temuan tersebut mengungkapkan leukositosis, granulositosis, anemia makrositer hipokromik, dan trombositopenia, yang menunjukkan bahwa osteosarkoma dapat mengganggu produksi komponen darah normal.
A Case Report: Coccidiosis in Layer Farm, Sumedang Hartady, Tyagita; Darmesti, Daniswara Danindra; Hermawan, Firda Aisyah; Khairani, Shafia; Windria, Sarasati; Wismandanu, Okta; Rosdianto, Aziiz Mardanarian; Satryo, Faisal Amri
Media Kedokteran Hewan Vol. 35 No. 1 (2024): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v35i1.2024.36-44

Abstract

Coccidiosis is a parasitic disease that causes economic losses on chicken farms. A case was found on a farm in Rancaekek, Bandung Regency, where there was a one-year-old laying hen that stopped producing eggs, experienced decreased pectoral muscle mass, and had mild ataxia. The diagnosis was made by necropsy procedure and fecal examination. There were lesions in the small intestine, these lesions manifested as ballooning filled with orange mucus and the presence of petechial hemorrhages on the luminal wall and decreased pectoral muscle mass was found. A Fecal examination was performed using the floating method and the McMaster calculation. The results of the fecal examination revealed Eimeria sp. oocysts and Trichostongylus tenuis eggs. The diagnosis of this case is coccidiosis infection caused by two species of Eimeria sp., namely Eimeria maxima and Eimeria tenella. This infection has resulted in a nutritional deficiency, manifested by a decrease in pectoral muscle mass.    
Diagnosis and treatment of Malassezia dermatitis in a Persian cat Chairunnisa, Arvia; Nadya, Siti Faridha Amalia Ihsanu; Windria, Sarasati; Rifki, Prananda Eka; Wuri, Rahmitiana
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.2.25-26

Abstract

Kehadiran jamur Malassezia pada kulit, baik dalam jumlah normal maupun berlebih, dapat mengaktifkan sistem kekebalan kulit pada kucing. Makalah ini melaporkan kasus seekor kucing Persia berusia tujuh tahun bernama Imo, yang mengalami nyeri mata dan gejala dermatitis selama pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang, termasuk penggunaan kit tes kombo dan sitologi, menghasilkan diagnosis dermatitis Malassezia. Terapi yang diberikan meliputi pembersihan dan kompres luka dengan larutan saline yang mengandung NaCl, pemberian itraconazole dan tambahan air oxyfresh secara oral, injeksi marbofloxacin secara subkutan, dan aplikasi vaseline secara topikal. Pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam penyembuhan luka dalam waktu 24 hari setelah perawatan.
Pancreatitis-induced prediabetes and hepatic lipidosis in a mixed breed cat Siti Faridha Amalia Ihsanu Nadya; Chairunnisa, Arvia; Windria, Sarasati; Eka Rifki, Prananda
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.2.33-34

Abstract

Pankreatitis dapat menyebabkan penurunan produksi insulin dan peningkatan kadar glukosa darah. Kadar insulin yang berkurang dapat menyebabkan lipolisis berlebihan, yang menyebabkan lipidosis hati. Laporan ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pankreatitis dapat menyebabkan pradiabetes dan lipidosis hati, memberikan wawasan tentang pemilihan terapi yang tepat dan kausal. Laporan kasus ini membahas seekor kucing ras campuran jantan berusia 5 tahun dengan berat 3,9 kg yang datang dengan anoreksia dan hipersalivasi. Meskipun pemeriksaan fisik rutin, tes darah mengungkapkan penurunan kadar kreatinin dan Ca2+ dan peningkatan kadar glukosa darah, SGPT, kolesterol, dan amilase. Temuan ini menunjukkan diagnosis pankreatitis disertai dengan pradiabetes dan lipidosis hati. Perawatan yang diberikan termasuk Ringer Laktat intravena, injeksi Ornipural® subkutan, sefalexin oral (Rilexine®) dan Samylin®, dan manajemen diet dengan makanan basah ginjal khusus.
Hematologic profile of tick paralysis in a domestic cat Wijaya, Stevanie Andrea; Prasaja, Aditya Gilang; Mutiara, Chika Khaerani; Bangkit, Azmi Firman; Santoso, Fransiskus Teguh; Windria, Sarasati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.43-44

Abstract

Tick paralysis adalah toksikosis pada hewan yang disebabkan oleh infestasi ektoparasit, seperti kutu atau caplak, yang mengeluarkan neurotoksin dan menyebabkan kelumpuhan otot. Artikel ini melaporkan temuan hematologi dari seekor kucing domestik jantan berusia 2 tahun yang didiagnosis dengan tick paralysis di Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat. Kucing yang baru saja diadopsi sebagai kucing liar ini, menunjukkan gejala inkoordinasi pada tungkai belakang, infestasi Ctenocephalides felis, penurunan nafsu makan, konstipasi, dan dehidrasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa kucing tersebut sangat kurus (BCS 1/5) dengan tanda-tanda vital abnormal, termasuk suhu rektal 37°C, laju pernapasan 10 bpm, dan laju denyut jantung 260 bpm. Analisis hematologi menunjukkan granulocytosis, anemia makrositik, dan trombositopenia. Kucing tersebut dirawat dengan doxycycline, cyproheptadine, suplemen vitamin dan mineral, iron dextran, NaCl 0,9%, dan penghilangan kutu. Kasus ini menegaskan pentingnya pemantauan hematologis dalam penanganan tick paralysis dan memastikan respons pengobatan yang memadai.
Cytological and complete blood count profile in a dog with suspected skin tumours Mutiara, Chika Khaerani; Wijaya, Stevanie Andrea; Prasaja, Aditya Gilang; Hanafiah, Septiani Purwanti; Santoso, Fransiskus Teguh; Windria, Sarasati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.55-56

Abstract

Skin tumours are among the most prevalent neoplasms in older dogs, and often display diverse clinical signs. This case report outlines the clinical presentation, diagnosis, and treatment of a suspected skin tumour in a 10-year-old obese female Golden Retriever weighing 46 kg. The owner brought the dog to West Java Provincial Animal Hospital with mandibular swelling, decreased appetite, and tachypnoea. Physical examination revealed a rectal temperature of 40.1°C, painful mandibular swelling, respiratory rate of 236 breaths per minute, and heart rate of 88 beats per minute. Cytology revealed pleomorphism, coarse chromatin, and nuclear moulding, suggesting increased cellular activity. Haematological results showed leukocytosis, granulocytosis, and hyperchromic normocytic anaemia, likely due to the release of proinflammatory cytokines from the tumour and immune cells. Differential diagnosis included sialadenitis, apocrine gland tumours, and salivary gland adenocarcinoma. The final diagnosis was skin tumour with poor prognosis. The treatment involved iron dextran, supplements, dexamethasone, sulfadiazine-trimethoprim, cyproheptadine HCl, and tolfenamic acid
Effects of Achasin Protein on Snail (Achatina Fulica) Mucus on Healing Cuts (Vulnus Scissum) in Mice (Mus Musculus) Skin Triasmara, Wahyu; Berbudi, Afiat; Windria, Sarasati
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.asci1139

Abstract

Snail mucus Achasin protein is a protein that has important biological functions, besides being intended to prevent evaporation, and assist smooth movement, it is also needed to protect the body from mechanical injuries. This research is expected to increase knowledge about the effect of achasin protein on snail mucus on wound healing and can provide scientific information to the public about the use and benefits of snail mucus as a traditional medicine for healing cuts on the skin of mice ( Mus Musculus ). This type of research is a literature review study that aims to examine the effect of achasin protein on snail mucus ( Achatina Fulica ) on the healing of cuts on the skin of mice ( mus musculus ). Sources of data used in this study used a literature review with relevant sources such as books, official documents, publications, and relevant research results. The results of this study were the achasin protein in snail mucus (Achatina Fulica) can accelerate the healing of cuts (vulnus scissum) on the skin of mice (mus musculus). The content of achasin isolate is also useful as an antibacterial and painkiller. So that people can take advantage of snail slime as an alternative to traditional medicine derived from natural ingredients that have been clinically tested for their efficacy.
Informasi Dini Terhadap Penyakit Kanker Payudara berbasis Telepon Pintar Wiraswati, Hesti Lina; Ekawardhani, Savira; Windria, Sarasati; Khaq, Arina Al; Nurfitri, Fauzia; Wahyuni, Dini; Rachmawati, Nadya; Baasin, Rusdi Toriq; Arimdayu, Annissa Retno; Arimdayu, Annisa Retno
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 4: Agustus 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022933182

Abstract

Latar Belakang: Deteksi dini kanker payudara akan memberikan tingkat kesembuhan lebih tinggi bagi penderita jika penderita datang lebih dini ketika terdapat gejala adanya kanker payudara. Namun, masyarakat Indonesia cenderung datang ke pusat kesehatan dalam kondisi kanker stadium lanjut sehingga sulit diobati. Ketersediaan layanan informasi tentang kanker payudara, dan pemeriksaan mandiri berbasis telepon pintar menjadi kebutuhan saat ini.  Oleh karena itu diperlukan sosialisasi yang benar tentang kanker. Salah satu alat sosialisasi yang dianggap efektif adalah media digital. Di Indonesia, aplikasi berbasis telepon pintar sudah dibuat untuk kanker serviks, tetapi untuk kanker payudara hanya tersedia dalam bentuk hologram berisi simulasi gerakan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Aplikasi hologram ini belum menyertakan informasi tentang kanker payudara secara komprehensif. Tujuan: Menyediakan layanan informasi tentang kanker payudara, dan penjelasan serta simulasi bagaimana memeriksa secara mandiri yang berbasis menggunakan aplikasi berbasis telepon pintar. Metode: Metode penelitian terdiri atas desain aplikasi, pengumpulan asset sebagai sumber database, validasi aplikasi, dan uji coba aplikasi kepada 100 responden menggunakan teknik purposive sampling. Evaluasi kelayakan aplikasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil: Aplikasi berhasil dibuat dan dapat diunduh melalui google play store. Aplikasi ini membantu meningkatkan pengetahuan responden tentang kanker dari rata-rata 43,38% menjadi 77,72%. Sebesar 34.6% responden setuju dan  61.8% sangat setuju bahwa aplikasi ‘Be Care’ berguna dan bermanfaat. Kesimpulan: Aplikasi “Be Care” dinilai layak untuk digunakan dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan terkait deteksi dini kanker payudara. Aplikasi berbahasa Indonesia dengan status ‘free access’ ini diharapkan menjadi salah satu media efektif yang berkontribusi dalam menurunkan jumlah kasus baru dan kematian akibat kanker. AbstractBackground: An early breast cancer detection will provide a higher cure rate for sufferers if the patient arrives early when there are symptoms of breast cancer. However, Indonesians tend to come to the health centres with an advance condition, which it makes difficult to be treated. The availability of information about breast cancer and smartphone-based self-examination is a necessity at this time. Therefore, we need the correct socialization. One of the socialization tools that are considered effective is digital media. In Indonesia, smartphone-based application has been made for servical cancer, but it is only available in hologram containing of Breast Self-Examination (BSE) for breast cancer. This does not include comprehensive information about breast cancer. Objective: To provide information service about breast cancer, and an explanation also simulation of how to do BSE based on a smartphone-based app. Methods: The research consists of application design, collection of assets as a database source, application validation, and testing to 100 respondents using purposive technique sampling. The evaluation for feasibility of the app was carried out using pre-test and post-test questionnaire.  Results: The app was successfully created and can be downloaded via Google Playstore. This app helps increase knowledge of the respondents about cancer from an average 43.38% to 77.22%. As much as 34.6% of respondents agree and 61.8% strongly agree that the app “Be Care” is useful. Conclusion: "Be Care" app is considered feasible to be used in increasing knowledge, awareness, and skills related to early detection of breast cancer. This Indonesian language app with “free access” is expected to be one of the effective media contributing to reducing the number of new cases and death due to cancer.
Bacterial zoonotic diseases awareness for poultry traders at Sukahaji Bird Market as an one health implementation [Penyadartahuan penyakit zoonotik bakterial pada pedagang unggas di Pasar Burung Sukahaji sebagai upaya penerapan one health] Satrio, Faisal Amri; Chen, Vincentius Owen; Rahma, Hana Nayla; Putri, Alysa Gema Fatiah; Hilmi, Haitsam Muhammad; Syamila, Nafira Hylma; Prianti, Nadiyah Dwi; Nadila, Nasywa; Windria, Sarasati; Prameswari, Wendi; Ghassani, Yumni Khairina
Buletin Pengabdian Vol 5, No 3 (2025): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v5i3.46580

Abstract

Zoonotic bacterial diseases such as colibacillosis and salmonellosis in poultry affect animal health and productivity and pose a risk to human health. Sukahaji Bird Market in Bandung City is a high-traffic site for live poultry trading and close human-animal interaction, making it a potential hotspot for zoonotic disease transmission. This work aimed to improve poultry traders' knowledge on the bacterial zoonotic diseases and promote the application of basic biosecurity measures as a preventive effort. In this work, implementing methods involved three main stages namely pre-activity, main activity, and post-activity. The pre-activity stage involved coordinating with the market managers and institution partners, developing simple surveys, and preparing the educational materials (pamphlets and posters). The main activity was conducted through an interactive education approach, distribution of printed materials, survey completion, and the provision of hand sanitizer to support the hygiene practices. In the post-activity stage, the evaluation process was carried out throughout surviving 30 poultry traders to assess their knowledge, attitudes, and practices related to biosecurity. Results showed that 96.67% of traders were not aware of bacterial zoonotic diseases in poultry, while 93.3% were able to recognize clinical signs of sick birds. Furthermore, although most traders had implemented basic hygienic practices, their understanding of zoonotic diseases remained limited. Both printed educational media and the personalized approach have an effectiveness in enhancing awareness. Moreover, applying the community engagement activities could support the One Health strategy through integrating animal, human, and environmental approaches to control the zoonotic disease transmission in the traditional markets.