Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PANGAN HALAL BERBASIS MINUMAN HERBAL TEH KELOR KAYU MANIS PADA PENDERITA DIABETES DI PUSKESMAS PARANGLOE, KAB. GOWA Wahyuni Munir, Nur; Safruddin, Safruddin; Sididi, Mansur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4445-4449

Abstract

Daun kelor dan kayu manis merupakan salah satu contoh tanaman obat tradisional yang memiliki banyak manfaat dan kandungan nutrisi. Kedua tanaman tersebut memiliki antioksidan yang tinggi sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh dan dapat menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan tanaman obat daun kelor dan kayu manis melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan minuman herbal pada kelompok penderita diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Media yang digunakan adalah leaflet. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan glukosa darah, kemudian dilanjutkan dengan pretest, penyuluhan kesehatan terkait kandungan dan manfaat daun kelor serta kayu manis untuk kesehatan. Selanjutnya, dilakukan demonstrasi terkait cara pembuatan teh herbal daun kelor kayu manis, kemudian posttest. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan sebanyak 32% peserta memiliki glukosa darah tidak terkontrol, terjadi peningkatan pengetahuan kategori baik sebesar 42% sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan, dan terjadi peningkatan keterampilan peserta dalam pembuatan teh herbal kelor kayu manis. Disarankan untuk pengabdian berikutnya dapat membuat UMKM produksi teh herbal daun kelor kayu manis.
Hubungan Pola Pengasuhan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Umur 6-59 Bulan Di Kelurahan Mangasa Husnul Khaeriyah Sogalrey; Nurul Ulfah Mutthalib; Mansur Sididi
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/qjf1ac49

Abstract

Stunting, a nutritional issue in toddlers that has not been adequately addressed, is the focus of this study. A person is considered stunted if their Height-for-Age (H/U) Z-score is below -2SD (standard deviation). In accordance with the Sustainable Development Goals (SDGs), it is hoped that by 2030, all types of malnutrition will be overcome, including reducing stunting and wasting rates in toddlers, in line with the global targets set until 2025. The World Health Organization (WHO) estimates that the prevalence of stunting worldwide reached 22% in 2020, affecting approximately 149.2 million toddlers. This study, which employed a quantitative method with a cross-sectional study design, focused on 68 toddlers, of whom 47 were identified as stunted. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test to evaluate the relationship between existing variables. The research findings show that there is no significant relationship between dietary patterns and the incidence of stunting (p = 0.526) in toddlers aged 6-59 months in Mangasa Village, Makassar City. Similarly, there was no relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (p = 0.676) in toddlers of the same age range in Mangasa Village, Makassar City. Likewise, there is no relationship between maternal support in health service practices and the incidence of stunting (p = 0.630) in toddlers aged 6-59 months in Mangasa Village, Makassar City. This study revealed that among dietary patterns, exclusive breastfeeding, and maternal support in health services, there is no significant relationship related to stunting in children aged 6 to 59 months in Mangasa Village. These findings have the potential to shape future policies and interventions. The community is encouraged to continue providing exclusive breastfeeding and maintaining a balanced diet to support maternal and child health, increase family support in child care, and utilize health services such as integrated health posts (posyandu) and community health centers regularly.
PEMBERDAYAAN PENDIDIK SEBAYA MELALUI MANAJEMEN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA PUCAK KAB MAROS Hikmah Baharuddin, Nurul; Sani, Andi; Sididi, Mansur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3601-3606

Abstract

Remaja menjadi bentuk pendewasaan dimana peralihan dari masa anak-anak ke dewasa. Oleh karena itu, anak yang beranjak remaja dianggap berisiko untuk terkena berbagai masalah termasuk salah satunya mengenai kesehatan reproduksinya. salah satu permasalahan remaja adalah pernikahan dini yang banyak dilakukan oleh remaja. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja di desa dengan memberikan edukasi mengenai manajemen kesehatan reproduksi remaja dan membentuk remaja sebagai konselator yang nantinya dapat memberikan ruang interaktif untuk remaja saling berbagi seputar masalah kesehatan yang dihadapi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros melalu tiga tahapan yaitu mengukur pemahaman pengetahuan melalui pre test kuesioner, intervensi berupa edukasi dan evaluasi peningkatan pengetahuan melalui post test kuesioner. Peserta yang hadir dalam program pengabdian masyarakat berjumlah 22 remaja. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi terjadi peningkatan setelah intervensi dilakukan dengan rata-rata tingkat pengetahuan di atas 90%. Informasi yang telah disampaikan dan direspon baik oleh remaja mendukung pengetahuan remaja dalam peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan hal ini juga turut berkontribusi terhadap terbentuknya pendidik sebaya sebagai konselator yang dapat saling berbagi pengetahuan terhadap teman sebayanya.
Co-Authors Abd. Gafur Adinda Pitaloka Ahyar AS Amaliyah, Rizka Amelinda Amir Amir, Amelinda Amiruddin, Andi Rezky Aulia Anas, Hiejrah Rahmat Andi Nurlinda Andi Sani Anggraini Fitri Wijayanti Arini, Sri Arman Ayu Andini, Andi Ayu Puspitasari Ayu Puspitasari, Ayu Batara Lipu, Andi Varil Brajakson Siokal Chaeruddin Hasan Christa Gumanti Manik Deitra Qharizah Ananda Een Kurnaesih Ella Andayanie Fachrin, Suharni a. Farihah Muhsanah Fatmah Afrianty Gobel Fauzia Irmayani Firka Wafiq Nurul Haq Fitriani Kasim Fitriani, Aisyah Al Fitryana, Nur Gurandi, Dhiya Fathi Ghassani Hamzah, Wardiah Haq, Firka Wafiq Nurul Harmitha Harpiana Rahman Hasan, Chaeruddin Hasri Hidayati Nurhasana Hikmah Baharuddin, Nurul Husnul Khaeriyah Sogalrey Husnul Khatimah Idhar Darlis Idris, Fairus Prihatin Ikhram Hardi S Inda Mujisari Iring Tri Amalia Janna, Miftahul Jatmika, Linda Juwita Syafri Umar Mappanganro, Andi Masriadi Masse, S. Nur Fauziyah Muh. Khidri Alwi Muhammad Ikhtiar Muhammad Khidri Alwi Muhammad Nadjib Bustan Musdalivah, Musdalivah Nasruddin Syam Nur Asia, Nur Nur Fitryana S Nur Hikmah Nur Mutiara Husnah Hidayatullah BW Nur Ulmy Mahmud Nur Wahyuni Munir Nur ‘Azah Nurchalisah Basri Nurfadhillah Ridho Sulistyaningsih Nurgahayu Nurgahayu Nurhaliza Amalya Ananda Ichwan Nurhasana, Hidayati Nurmiati Muchlis Nurul Hikmah Nurul Hikmah Baharuddin Nurul Ulfah Mutthalib Nurwijayanti Oktaviana, Helmi Paputungan, Ainun Puteri, Maya Astika Rahman Rahman Rahman Rahman Ramdhani, Salsabila Nuru Rasmiaji Rasmiaji Reza Aril Ahri Rezki Maghfirah, Alfiyyah Rezky Aulia Yusuf Rida Amelia Rifai, Didit Fachri S, Syiar Cakke. S. Nur Fauziyah Masse Safruddin, Safruddin Sahrani, Sahrani Sainul, Salmila Salsabila, Andi Batari Saputra, Iswandy Rani Sartika Sartika, Sartika Satriani Septiyanti Sitti Patimah Sriwahyuni, Riska Sumiaty Syahrani, Vadiah Syiar Cakke. S Tias Nugraha, Ninik Wa Ode Nurfalah Wafiq Azizah Wahyuni Munir, Nur Yakub, Rihhadatul Adzroo Yuliaty Yusriani, Yusriani Yusrif, Aishwara Puput Andini