Articles
PELATIHAN PEMBUATAN MODUL SEJARAH LOKAL TERINTEGRASI MATERI PELAJARAN SEJARAH DI SMA BAGI GURU SEJARAH DI KECAMATAN RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Fikri, Asyrul;
Isjoni, Isjoni;
Barkara, Refli Surya;
Yuliantoro, Yuliantoro;
Negara, Chandra Perwira;
Warsani, Henki
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/unricsce.6.331-337
So far, history learning has only focused on the national events of a nation. In fact, local history is an integral part of national history. Local history is able to provide a sense of pride and a deep understanding of regional culture. For this reason, an integrated local history module is needed so that students' understanding is better. The creation of the module is carried out through 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation. The resulting product is in the form of a local history module integrated with history lessons. The content in the module can be filled with local history material of Riau Province and iconic events in the area. In addition, modules can be filled with local terms that are close to the student's environment. Local historical elements are very important, because they can understand the struggle of ancestors in navigating their times and there are local wisdom values of a region. This service was carried out in Indragiri Hulu Regency because it was in accordance with the analysis of needs and its strategic location in developing local welfare modules.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Sejarah Lokal di SMAN 11 Pekanbaru
Barkara, Refli Surya;
Prasetio, Dimas Agung
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4858
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk menentukan perkembangan bangsa. Cara kebudayaan manusia menggunakan, menghargai, dan memanfaatkan sumber daya manusia sangat berpengaruh pada kemajuan kebudayaan. Selain itu, kemajuan kebudayaan sangat terkait dengan tingkat pendidikan yang diberikan kepada masyarakat atau siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif deskriptif, kualitatif deskriptif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis maupun data lisan dari perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena yang dalami oleh subjek penelitian misalnya mengenai persepsi, perilaku, tindakan, motivasi, dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, didalam suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan mamanfaatkan metode yang alamiah. Dengan menggunakan metode ini penelitian dapat dideskripsikan dan diuraikan dengan apa adanya karena penerapan prinsip kualitatif. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di SMAN 11 Pekanbaru menyatakan bahwa belum adanya sumber bahan ajar yang memadai yang bisa digunakan dalam pembelajaran sejarah selama ini. Sejarah lokal yang tersebar di Provinsi Riau belum pernah diajarkan dalam pembelajaran sejarah, padahal Provinsi Riau memiliki deretan sejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar sejarah lokal yang dikembangkan dalam pembelajaran sejarah. Dari hasil penelitian yang didapatkan dari wawancara dan studi dokumen yang dilakukan di SMAN 11 Pekanbaru dapat disimpulkan beberapa hal yaitu 1) pembelajaran sejarah yang dilakukan di SMAN 11 Pekanbaru belum memaksimalkan materi sejarah lokal dalam pembelajarannya.
Sejarah Tenun Songket Riau
Barkara, Refli Surya;
Karsa, Andika Yudha
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4839
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah songket sebagai produk unggulan. Adapun melatar belakangi penelitian ini adalah bahwa kebijakan tersebut perkembangan songket tidak berjalan dengan baik. Perkembangan tenun songket belum mengarah pada hal tersebut upaya melestarikan dan mempopulerkan songket. Songket hanya dikenal di kalangan tertentu saja. Ini penelitian ini menggunakan teori peran institusi, sedangkan metode yang digunakan adalah metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan analisis data diurai untuk dijelaskan lebih lanjut dengan metode analisis deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kerajinan Tenun Songket buatan Kota Pekanbaru sudah tidak berjalan dengan baik,walaupun semua program pelatihan telah dilaksanakan namun membuahkan hasil "tidak maksimal". Memang program pelatihan dan pengembangan sudah dilakukan pada aspek penciptaan iklim usaha, pembiayaan, penjaminan, dan kemitraan tidak berjalan sesuai harapan baik oleh dunia usaha maupun pemerintah sendiri. Sementara di aspek pengembangan semangat kewirausahaan pemerintahan baru sebatas mengadakan seminar dan pelatihan yang hanya sekedar formalitas.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Motivasi Belajar Sejarah Siswa Kelas XI SMA Negeri 12 Pekanbaru
Rionaldi, Ridho;
Isjoni, Isjoni;
Barkara, Refli Surya
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6492
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada matapelajaran sejarah kelas XI di SMA Negeri 12 Pekanbaru melalui Model Pembelajaran Inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dan instrumen yang digunakan yaitu modul ajar sebagai perangkat pembelajaran dan lembar kuisioner/angket. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dimana data yang dikumpulkan berupa angka-angka dengan analisis data menggunakan statistik untuk mencari jawaban dari rumusan masalah suatu penelitian. Menurut Sugiyono metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa skor variabel peningkatan motivasi belajar siswa berada antara 30 sampai 50, Sub total variabel peningkatan motivasi belajar sejarah yang diperoleh siswa dari hasil penelitian adalah 1950, skor teoritik variabel ini setiap responden adalah 10 x 5 =50, karena jumlah responden 43 orang siswa maka skor kriterium adalah 50 x 43 =2.150. Sehingga peningkatan motivasi belajar pada matapelajaran sejarah adalah 1950 : 2.150 = 0,906 atau 87,6% dari kriteria yang diterapkan. Berdasarkan penelitian kategori dari skor motivasi belajar siswa dengan kriteria presentase 90,6% yang menunjukan kriteria yang telah ditentukan yaitu 90% - 99% termasuk kategori sangat tinggi.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Motivasi Belajar Sejarah Siswa Kelas XI SMA Negeri 12 Pekanbaru
Rionaldi, Ridho;
Isjoni, Isjoni;
Barkara, Refli Surya
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6492
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada matapelajaran sejarah kelas XI di SMA Negeri 12 Pekanbaru melalui Model Pembelajaran Inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dan instrumen yang digunakan yaitu modul ajar sebagai perangkat pembelajaran dan lembar kuisioner/angket. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dimana data yang dikumpulkan berupa angka-angka dengan analisis data menggunakan statistik untuk mencari jawaban dari rumusan masalah suatu penelitian. Menurut Sugiyono metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa skor variabel peningkatan motivasi belajar siswa berada antara 30 sampai 50, Sub total variabel peningkatan motivasi belajar sejarah yang diperoleh siswa dari hasil penelitian adalah 1950, skor teoritik variabel ini setiap responden adalah 10 x 5 =50, karena jumlah responden 43 orang siswa maka skor kriterium adalah 50 x 43 =2.150. Sehingga peningkatan motivasi belajar pada matapelajaran sejarah adalah 1950 : 2.150 = 0,906 atau 87,6% dari kriteria yang diterapkan. Berdasarkan penelitian kategori dari skor motivasi belajar siswa dengan kriteria presentase 90,6% yang menunjukan kriteria yang telah ditentukan yaitu 90% - 99% termasuk kategori sangat tinggi.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Sejarah Lokal di SMAN 11 Pekanbaru
Barkara, Refli Surya;
Prasetio, Dimas Agung
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4858
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk menentukan perkembangan bangsa. Cara kebudayaan manusia menggunakan, menghargai, dan memanfaatkan sumber daya manusia sangat berpengaruh pada kemajuan kebudayaan. Selain itu, kemajuan kebudayaan sangat terkait dengan tingkat pendidikan yang diberikan kepada masyarakat atau siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif deskriptif, kualitatif deskriptif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis maupun data lisan dari perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena yang dalami oleh subjek penelitian misalnya mengenai persepsi, perilaku, tindakan, motivasi, dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, didalam suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan mamanfaatkan metode yang alamiah. Dengan menggunakan metode ini penelitian dapat dideskripsikan dan diuraikan dengan apa adanya karena penerapan prinsip kualitatif. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di SMAN 11 Pekanbaru menyatakan bahwa belum adanya sumber bahan ajar yang memadai yang bisa digunakan dalam pembelajaran sejarah selama ini. Sejarah lokal yang tersebar di Provinsi Riau belum pernah diajarkan dalam pembelajaran sejarah, padahal Provinsi Riau memiliki deretan sejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar sejarah lokal yang dikembangkan dalam pembelajaran sejarah. Dari hasil penelitian yang didapatkan dari wawancara dan studi dokumen yang dilakukan di SMAN 11 Pekanbaru dapat disimpulkan beberapa hal yaitu 1) pembelajaran sejarah yang dilakukan di SMAN 11 Pekanbaru belum memaksimalkan materi sejarah lokal dalam pembelajarannya.
Sejarah Tenun Songket Riau
Barkara, Refli Surya;
Karsa, Andika Yudha
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4839
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah songket sebagai produk unggulan. Adapun melatar belakangi penelitian ini adalah bahwa kebijakan tersebut perkembangan songket tidak berjalan dengan baik. Perkembangan tenun songket belum mengarah pada hal tersebut upaya melestarikan dan mempopulerkan songket. Songket hanya dikenal di kalangan tertentu saja. Ini penelitian ini menggunakan teori peran institusi, sedangkan metode yang digunakan adalah metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan analisis data diurai untuk dijelaskan lebih lanjut dengan metode analisis deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kerajinan Tenun Songket buatan Kota Pekanbaru sudah tidak berjalan dengan baik,walaupun semua program pelatihan telah dilaksanakan namun membuahkan hasil "tidak maksimal". Memang program pelatihan dan pengembangan sudah dilakukan pada aspek penciptaan iklim usaha, pembiayaan, penjaminan, dan kemitraan tidak berjalan sesuai harapan baik oleh dunia usaha maupun pemerintah sendiri. Sementara di aspek pengembangan semangat kewirausahaan pemerintahan baru sebatas mengadakan seminar dan pelatihan yang hanya sekedar formalitas.
Implementasi Pembiasaan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler pada Siswa Kelas Rendah Sekolah Dasar
Efendi, Nofriza;
Barkara, Refli Surya;
Kelana, Ardian Hangga
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v5i2.2179
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi pembiasaan karakter peduli lingkungan melalui kegiatan ekstrakurikuler pada kelas rendah sekolah dasar. Karakter peduli lingkungan merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa, terutama di tingkat pendidikan dasar. Kegiatan ekstrakurikuler dianggap sebagai salah satu sarana efektif untuk mendorong pembentukan karakter peduli lingkungan. Metode penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian melibatkan guru, siswa, dan orang tua di beberapa sekolah dasar yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler terkait lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembiasaan karakter peduli lingkungan melalui kegiatan ekstrakurikuler pada kelas rendah sekolah dasar dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Guru berfungsi sebagai fasilitator dalam mengarahkan kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Peran orang tua juga memiliki signifikansi dalam mendukung penerapan ini dengan melibatkan diri dalam kegiatan sekolah dan memberikan dukungan kepada anak-anak mereka. Tindakan tersebut perlu dimulai dari tingkat dasar untuk membentuk dan menanamkan nilai-nilai kepada peserta didik di lingkungan sekolah.
Integrasi Materi Sejarah Lokal Pada Pelajaran Sejarah Sebagai Sumber Belajar Di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Indragiri Hulu
Fikri, Asyrul;
Isjoni, Isjoni;
Surya Barkara, Refli;
Yuliantoro, Yuliantoro;
Warsani, Henki;
Perwira Negara, Chandra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4340
Belajar sejarah adalah belajar mengingat peristiwa masa lalu. Ditingkat persekolahan,pembelajaran sejarah selama ini lebih dominan pada peristiwa yang bersifat nasional maupuninternasional saja. Perlu adanya integrasi materi sejarah lokal pada pelajaran sejarah sebagaisumber belajar, karena sejarah lokal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarahnasional. Tujuan penulisan artikel adalah untuk menganalisis integrasi modul sejarah lokalpada materi pelajaran sejarah sebagai sumber belajar. Teknik pengumpulan datamenggunakan kajian kepustakaan dengan mengumpulkan banyak artikel dan temuanpenelitian yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwaintegrasi materi sejarah lokal pada pelajaran sejarah sebagai sumber belajar mampumemberikan pengalaman kepada peserta didik dalam mengenang masa lalu wilayahnya danmemproyeksikan peluang serta tantangan dimasa yang akan datang. Pengalaman danpemahaman tersebut diyakini akan mampu menciptakan rasa bangga, memupuk rasakebangsaan dan kepedulian peserta didik terhadap wilayahnya serta dapat menumbuhkansemangat belajar terutama belajar sejarah.