Claim Missing Document
Check
Articles

Improving Early Childhood Health Literacy through a Smart Apps Creator Based PHBS Game Aisah Karunia Rahayu; Roby Naufal Arzaqi; Aprida P; Iis Tianah; Tasya Umar
Child Kingdom : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2026): May
Publisher : LP3M STAI MA'ARIF MAGETAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53961/childom.v4i1.477

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Smart Apps Creator-based Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) educational games in improving early childhood health literacy as a continuation of previous research that focused on media development and feasibility (Rahayu & Arzaqi, 2025). The research method used was a quasi-experiment with a one group pretest posttest design that was complemented by observation during implementation. The research subjects consisted of three children aged 57 years who were accompanied by students, with a five day implementation time which included one day of pretest, three days of game implementation, and one day of posttest. The aspects of health literacy studied include personal and environmental hygiene, healthy food, and physical activity. The research instruments were in the form of pretest, posttest, and observation sheets per PHBS game level, then analyzed descriptively, quantitatively and qualitatively. The results of the study showed that there was an increase in children's health literacy in all aspects of PHBS studied. The improvement was seen gradually through the results of daily observation which showed the development of independence, consistency, and accuracy of children's responses in completing each level of the game, and was strengthened by better posttest results than pretests. These findings show that PHBS educational games based on Smart Apps Creator are effectively used as an applicative and contextual health learning media for early childhood.
Pengembangan Puzzle Geometri sebagai Media Dukung Pengalaman Eksploratif pada Anak Usia 5-6 Tahun Eliana Mutiarasari; Yulianti Fitriani; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7476

Abstract

Terbatasnya media pembelajaran alternatif di PAUD yang mampu mengintegrasikan pengenalan bentuk geometri dengan pengembangan kreativitas, kemampuan kognitif, dan motorik halus anak menjadi dasar penelitian ini. Tujuan penelitian adalah mengembangkan media Puzzle Geometri sebagai alat pembelajaran inovatif bagi anak usia 5–6 tahun untuk mendukung pengalaman belajar yang eksploratif dan menyenangkan. Penelitian menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang meliputi enam tahap: analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi, dan uji coba luas. Subjek penelitian adalah 16 anak kelompok B di TKN Cipocok Jaya Kota Serang. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta angket validasi dari ahli bahasa, materi, dan media. Hasil validasi menunjukkan bahwa media Puzzle Geometri memenuhi kriteria sangat layak, dan hasil uji coba lapangan memperlihatkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan, kreativitas, koordinasi tangan, serta pemahaman anak terhadap bentuk geometri. Temuan ini mengindikasikan bahwa media Puzzle Geometri efektif sebagai sarana pembelajaran berbasis bermain yang mampu mengoptimalkan perkembangan kognitif dan motorik halus anak usia dini.
Collaborative Guidance Practices in Ece: Parents and Teachers as Partners Deri Hendriawan; Esya Anesty Mashudi; Nenden Sundari; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7733

Abstract

Parents’ and teachers’ collaboration is increasingly recognized as a cornerstone of effective early childhood education (ECE), particularly in the implementation of guidance practices that foster children’s holistic development. Guidance in ECE emphasizes understanding and supportive teaching rather than punitive discipline, positioning both teachers and parents as key facilitators of children’s growth. This study investigates how partnerships between parents and teachers are built and sustained within collaborative guidance programs in kindergartens using Epstein’s Framework of parental involvement. This qualitative study involved semi-structured interviews with teachers, parents, and principals from three kindergartens in Serang, Indonesia, and data were analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis. Findings reveal three key themes: (1) partnerships are grounded in mutual trust, structured communication, and shared responsibility; (2) collaborative guidance practices reflect several dimensions of parental involvement, with parenting and communicating emerging as the most dominant forms, particularly within personal-social guidance activities; and (3) challenges such as limited parental time, unequal participation, minimum training, and sociocultural hierarchy hinder sustained collaboration. The study contributes novel insight into how guidance services can be co-constructed by families and educators in ECE settings. Practically, the findings highlight the need for structured communication systems, capacity-building programs, and institutional support to strengthen parent–teacher partnerships in implementing guidance practices.
Pengembangan Media Mora Game untuk Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia 5-6 Tahun M Rezki Said; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7763

Abstract

Dibutuhkan media pembelajaran yang tidak hanya selaras dengan karakteristik anak, tetapi juga mampu menarik perhatian anak sehingga minat baca dapat tumbuh secara alami. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran bernama Mora Game yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan minat baca anak usia 5-6 tahun, sebagai respons terhadap keterbatasan bentuk media membaca yang belum mampu menyediakan ruang interaksi yang memadai bagi anak. Penelitian ini memanfaatkan penggunaan metode (R&D) Research and Development dengan bentuk ADDIE sebagai model pengembangannya. Kelayakan media dievaluasi melalui penilaian ahli materi dan media, dengan hasil persentase sebesar 79,5% dan 88,3%, yang mengarah pada kategori layak digunakan. Hasil uji efektivitas Mora Game menggunakan analisis N-Gain yang diolah dalam program SPSS, menghasilkan nilai rata-rata sebesar 0,7335 atau 73,35% (kategori tinggi). Secara praktis, Mora Game dapat digunakan oleh pendidik PAUD sebagai media pelengkap pembelajaran membaca anak usia dini berdasarkan hasil uji kelayakan dan efektivitas yang telah diperoleh.
Perancangan Media Digital Interaktif “PiKa” sebagai Stimulasi Bahasa pada Anak Usia 4-5 Tahun Shafa Aninda Widyadhana; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7806

Abstract

Perkembangan kemampuan berbahasa pada anak usia 4-5 tahun memerlukan stimulasi konsisten yang disesuaikan dengan tahap pertumbuhan mereka. Namun, di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), upaya stimulasi bahasa, terutama kosakata, belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media digital interaktif bernama PiKa yang valid, mudah digunakan, dan efektif sebagai alat stimulasi perkembangan bahasa anak tersebut. Metode yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi anak usia 4-5 tahun, pendidik PAUD, serta ahli media dan pendidikan anak usia dini. Hasil penilaian ahli menunjukkan media PiKa sangat layak, dengan skor rata-rata kelayakan 92% dalam aspek desain, konten, dan bahasa. Uji efektivitas mengungkap peningkatan signifikan kemampuan kosakata anak, dengan normalized gain (N-gain) 0,81 (kategori tinggi). Temuan ini menegaskan bahwa PiKa merupakan sarana efektif untuk merangsang perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun.
Implementasi Media Coding pada Computational Thinking Anak Usia Dini: Sebuah Literatur Review Sabrina Rahma Talitha; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7821

Abstract

Integrasi coding dalam pendidikan anak usia dini semakin diakui sebagai pendekatan strategis untuk menstimulasi perkembangan computational thinking (CT) sebagai keterampilan berpikir abad ke-21. Meskipun demikian, variasi efektivitas media coding serta kesesuaiannya dengan karakteristik perkembangan anak dan konteks implementasi PAUD di Indonesia masih belum dipetakan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengevaluasi efektivitas berbagai media coding meliputi unplugged coding, digital block-based coding, dan robotik tangible dalam mengembangkan komponen CT pada anak usia dini. Metode penelitian menggunakan literature review terhadap sebelas artikel penelitian empiris bereputasi serta dua buku teoretis utama yang relevan dengan pendidikan CT anak usia dini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa seluruh jenis media coding memberikan dampak positif terhadap pengembangan CT, namun dengan pola efektivitas yang berbeda. Temuan ini memperkuat kerangka Positive Technological Development secara teoretis serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pedoman implementasi coding PAUD yang sesuai perkembangan, kontekstual, dan berkelanjutan di Indonesia.
Kemampuan Regulasi Emosi Anak dengan Latar Belakang Yatim Piatu Elok Lisdania; Pepi Nuroniah; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8308

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan regulasi emosi anak yatim piatu yang mengalami kehilangan kedua orang tua serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi regulasi emosi di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak, dengan informan pendukung yaitu guru kelas dan wali anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu mengenali dan mengekspresikan emosi secara tepat, khususnya dalam situasi bermain. Namun, kemampuan memahami penyebab munculnya emosi masih terbatas. Anak cenderung menggunakan strategi regulasi emosi berupa menarik diri dan menenangkan diri yang menunjukkan bentuk koping adaptif. Dukungan guru dan wali berperan penting dalam membantu anak mengelola emosi dan beradaptasi dengan pengalaman kehilangan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan pendidikan yang responsif dalam memperkuat kemampuan regulasi emosi anak yatim piatu pada pendidikan anak usia dini.
Upaya Guru dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun melalui Pembiasaan Syahla Arnia; Yulianti Fitriani; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengambangkan kemandirian pada anak usia dini melalui strategi pembiasaan di lingkungan sekolah. Teori perkembangan psikososial Erik Erikson menjadi dasar teoritik penelitian ini, khususnya pada tahap inisiatif versus rasa bersalah yang relevan dengan perkembangan anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan pengamatan awal di TK Al Ikhlas Japos 09, tingkat kemandirian anak tampak beragam, dari yang sudah cukup mandiri hingga yang masih bergantung pada bantuan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seorang guru kelas B. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru sebagai informan utama, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru melakukan berbagai upaya strategis untuk menumbuhkan kemandirian anak,antara lain dengan memberikan pilihan aktivitas, membimbing rutinitas harian secara bertahap, serta memberikan dukungan emosional dan afirmasi positif saat anak mencoba melakukan sesuatu secara mandiri. Upaya-upaya tersebut berdampak pada peningkatan kemampuan anak dalam mengambil inisiatif,membangun kepercayaan diri, dan membuat keputusan secara mandiri. Temuan ini mengimplikasikan bahwa keterlibatan aktif guru melalui strategu pembiasaan yang konsisten dan kontekstual dapat menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan kemandirian pada anak usia dini.
Modul Stimulasi Bahasa Ekspresif Berbasis Bermain untuk Anak Usia Dini dengan Keterlambatan Bicara Putri Nur Aliya; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul stimulasi bahasa ekspresif berbasis bermain bagi anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara, serta menguji kelayakan dan kepraktisan produk yang dihasilkan. Pengembangan modul dilatarbelakangi oleh temuan studi pendahuluan di tiga lembaga PAUD di Jakarta pada bulan Mei 2026, yang mengungkapkan bahwa 80% dari 40 guru belum memiliki pendekatan khusus dalam menstimulasi bahasa ekspresif, 75% dari 20 anak usia 4-5 tahun masih mengandalkan gestur dalam berkomunikasi, dan belum adanya modul praktis yang dapat dijadikan pegangan oleh guru. Metode yang digunakan adalah Design and Development (D&D) Tipe 1 dengan mengacu pada model ADDIE yang dibatasi pada empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan melalui observasi dan kuesioner, perancangan struktur modul dan instrumen penelitian, pengembangan produk serta validasi oleh ahli materi dan ahli media, dan evaluasi melalui uji kepraktisan oleh 10 mahasiswa calon guru PAUD. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner, lembar validasi ahli berskala Likert 1-4, dan angket kepraktisan, sementara data kuantitatif dianalisis menggunakan rumus persentase dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memperoleh skor 92% dari ahli materi dan 89% dari ahli media dengan kategori sangat valid, serta skor kepraktisan sebesar 89,7% dari calon guru PAUD dengan kategori sangat praktis.
Picky Eating sebagai Tantangan Implementasi di PAUD Penyelanggara Program Makan Bergizi: Scoping Review 2016-2025 Ledia Rizkika Ardila; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2507

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai bagaimana program makan bergizi di PAUD dapat dirancang sebagai praktik pedagogis yang mendukung penerimaan makanan sehat pada anak usia dini dengan mempertimbangkan perilaku picky eating sebagai faktor implementasi. Penelitian menggunakan desain scoping review mengacu pada PRISMA-ScR. Artikel ditelusuri melalui basis data Scopus pada rentang publikasi 2016–2025. Dari 61 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa picky eating dipengaruhi oleh faktor biologis, pengalaman makan awal, praktik pemberian makan, sensitivitas sensori, dan lingkungan makan anak. Keberhasilan program makan bergizi tidak hanya ditentukan oleh kualitas menu, tetapi juga oleh kegiatan makan yang dirancang sebagai pengalaman belajar untuk mengembangkan regulasi diri, kemandirian, interaksi sosial, dan pembiasaan perilaku hidup sehat. Oleh karena itu, program makan bergizi di PAUD perlu diposisikan sebagai bagian dari everyday pedagogy. Penelitian ini merekomendasikan agar guru, pengelola satuan PAUD, dan orang tua mengintegrasikan strategi responsive feeding, repeated exposure, serta kolaborasi yang berkesinambungan guna meningkatkan penerimaan makanan sehat dan membentuk kebiasaan makan sehat pada anak usia dini.