Claim Missing Document
Check
Articles

Teachers Perceptions of Microteaching and Its Conceptual Implications for Early Childhood Education: A Phenomenological Study Roby Naufal Arzaqi; Namira Tri Mareta; Najwa Azizah Ramadhani; Ghea Alza Jazilia; Aisah Karunia Rahayu; Esya Anesty Mashudi; Deri Hendriawan
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v5i1.16766

Abstract

Educational transformation requires enhancing the professionalism of early childhood education (PAUD) teachers, one approach being microteaching training to develop fundamental teaching skills. However, microteaching is often perceived primarily as a technical exercise, which does not fully align with early childhood learning practices that are relational and developmentally oriented. This study explores PAUD teachers’ understanding of microteaching skills and their conceptual implications for the quality of early childhood learning. A qualitative approach using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) was employed. Six PAUD teachers were purposefully selected as participants. Data were collected through semi-structured interviews and classroom observations, and thematic analysis was conducted systematically, including coding, pattern identification, and validation of themes across participants. Trustworthiness was ensured through triangulation, member checking, and peer debriefing. The findings revealed four main themes: microteaching as non-internalized knowledge, experiential learning and community of practice, the gap between microteaching simulations and the realities of early childhood learning, and relational pedagogy in practice. The results indicate that teachers often perceive microteaching as a primarily technical exercise, whereas early childhood education requires relational, reflective, and contextually grounded pedagogical competencies. This study contributes novel insights into how microteaching is interpreted in practice, highlighting both conceptual and pedagogical implications for teacher training and professional development in early childhood education.  
Pengembangan Buku Cerita Bergambar sebagai Media Edukasi Kesiapsiagaan Gempa Bumi bagi Anak Usia 5-6 Tahun Aulia Nurhasanah; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8482

Abstract

Anak usia dini merupakan kelompok rentan terhadap bencana gempa bumi, sehingga dibutuhkannya lebih banyak media edukasi mitigasi yang memadai. Secara spesifik, belum adanya media yang mengintegrasikan tiga siklus mitigasi secara menyeluruh dalam satu produk cetak yang dilengkapi komponen pedagogis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas serta praktikalitas buku cerita bergambar "Aku Siap Saat Gempa" sebagai media edukasi mitigasi gempa bumi untuk anak usia 5-6 tahun. Metode Design and Development (D&D) Tipe 1 diterapkan melalui model ADDIE yang dibatasi pada empat tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi formatif. Pengembangan buku didasarkan pada kebutuhan yang ditelaah melalui kajian literatur dan didukung oleh penggunaan sumber rujukan resmi dan tersistematis. Validitas media dinilai oleh satu orang ahli validator materi dan satu orang ahli validator media dengan menggunakan lembar instrumen validasi, serta lima orang guru di TK ABA 2 Kota Serang sebagai responden uji praktikalitas. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase 100% dan ahli media 93,7%, keduanya berkategori sangat valid. Uji respons guru memperoleh rata-rata 85% dengan kategori sangat praktis. Buku cerita bergambar "Aku Siap Saat Gempa" dinyatakan valid dan praktis sebagai media edukasi mitigasi gempa bumi yang kontekstual bagi anak usia 5–6 tahun. Produk ini berimplikasi pada pentingnya penyediaan media pembelajaran berbasis literasi bencana yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini sebagai upaya sistematis penguatan kesiapsiagaan sejak dini di satuan PAUD.
Hubungan Paparan Short-Form Video dengan Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia Dini: Studi Kasus di Keluarga Denissa Syairahma; Nenden Sundari; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2319

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara paparan short-form video dengan kemampuan regulasi emosi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu anak perempuan berusia 5–6 tahun (inisial EN) beserta orang tuanya yang bertempat tinggal di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan kajian dokumentasi selama dua bulan (Maret–April 2026). Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menggunakan short-form video selama ±5 jam per hari dengan frekuensi 5–8 kali akses, jauh melebihi rekomendasi IDAI. Tingginya paparan berkaitan dengan rendahnya kemampuan regulasi emosi, ditandai oleh: (1) kesulitan kontrol impuls dalam mengekspresikan keinginan; (2) respons emosional berlebihan berupa melempar benda saat akses dihentikan; dan (3) ketergantungan pada co-regulation orang tua untuk menenangkan diri. Meskipun demikian, anak masih memiliki potensi regulasi emosi dengan dukungan lingkungan yang konsisten. Penelitian merekomendasikan pembatasan durasi screen time, pendampingan aktif orang tua, dan penerapan pola pengasuhan yang terstruktur dalam pengelolaan media digital anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4–5 Tahun melalui Penerapan Senam Irama Kelinci Berbasis Musik Artificial Intelligence Zahra Ulum Raisa; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi; Iik Nurulpaik
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan senam irama kelinci berbasis musik AI. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, yaitu Siklus I, Siklus II, dan Siklus III, dengan melibatkan 15 anak kelompok A di RA Nurul Amal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen penilaian kemampuan motorik kasar yang mencakup aspek kemampuan lokomotor dan nonlokomotor. Reliabilitas instrumen diuji menggunakan teknik Percentage of Agreement (PA) dan memperoleh koefisien reliabilitas sebesar 89,5%, yang menunjukkan tingkat konsistensi yang tinggi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase capaian perkembangan kemampuan motorik kasar anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak secara bertahap pada setiap siklus. Persentase capaian kemampuan motorik kasar pada Siklus I sebesar 44,08% dengan kategori Mulai Berkembang (MB), meningkat menjadi 68,32% pada Siklus II dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan mencapai 90,75% pada Siklus III dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan senam irama kelinci berbasis musik AI efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun.
Efektivitas Penggunaan Media Flashcard Puzzle dalam Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Huruf Alfabet pada Anak Usia Dini Madiyana Madiyana; Pepi Nuroniah; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2412

Abstract

Kemampuan mengenal huruf merupakan dasar penting dalam perkembangan literasi awal anak usia dini yang mendukung kemampuan membaca dan menulis pada jenjang pendidikan selanjutnya. Berdasarkan hasil observasi di PAUD Harapan Bunda, masih terdapat anak yang mengalami kesulitan mengenali dan membedakan huruf. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang kurang variatif serta penggunaan media pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media Flashcard Puzzle dalam meningkatkan kemampuan pengenalan huruf anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest terhadap 18 anak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes unjuk kerja, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengenalan huruf dengan rata-rata skor yang meningkat dari 9,94 menjadi 15,22. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, media Flashcard Puzzle efektif meningkatkan kemampuan pengenalan huruf pada anak usia dini.
Implementasi Teknik Read Aloud untuk Mengembangkan Sikap Tanggung Jawab Anak Usia 4-6 Tahun Annisa Nur Fa'izah; Pepi Nuroniah; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2418

Abstract

Sikap tanggung jawab merupakan salah satu karakter yang perlu dikembangkan secara terencana pada anak usia 4–6 tahun salah satunya dengan menggunakan teknik read aloud. Kegiatan bercerita menggunakan teknik read aloud telah diterapkan dalam pembelajaran anak usia 4–6 tahun di PAUD Pelangi. Namun, guru belum sepenuhnya menerapkan teknik read aloud untuk menanamkan nilai tanggung jawab kepada anak. Tujuan penelitian ini ialah guna mendeskripsikan implementasi teknik read aloud untuk mengembangkan tanggung jawab anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan memanfaatkan wawancara kepada guru, observasi kepada anak, serta dokumentasi kegiatan. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas dan anak usia 4–6 tahun yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Temuan observasi mengindikasikan bahwa mayoritas sikap tanggung jawab anak berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi pada aspek tanggung jawab pribadi, sosial, dan kontekstual. Hasil wawancara juga memperlihatkan bahwa anak menjadi lebih konsentrasi, antusias, dan aktif selama kegiatan pembelajaran menggunakan teknik read aloud berlangsung di kelas.
Pengembangan Aplikasi Game Edukatif CodeMey Land untuk Stimulasi Kemampuan Berpikir Komputasional Anak Usia 5-6 Tahun Berbasis Android Amanda Deswita Maharani; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2423

Abstract

Kemampuan berpikir komputasional merupakan sebuah keterampilan abad ke-21 yang perlu dikenalkan sejak usia dini karena dapat membantu anak dalam berpikir logis, mengenali pola, memecahkan masalah, dan menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah secara sistematis. Namun, ketersediaan media belajar yang dapat memfasilitasi pengembangan kemampuan tersebut pada anak usia dini masih terbatas. Maka, dibutuhkan suatu media yang menarik dan relevan terhadap kriteria belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan aplikasi CodeMey Land sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan berpikir komputasional pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development (D&D) melalui model ADDIE yang mencakup analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Evaluasi produk mengacu pada teori Nieveen. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, dan 10 anak pada uji coba kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game edukasi CodeMey Land memperoleh persentase validasi ahli materi yakni 98,33% dan validasi ahli media 98,21% yang ada di kategori sangat valid. Temuan uji coba kelompok kecil mendapat persentase 87,92% yang termasuk kategori sangat layak. Maka, game edukasi CodeMey Land dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam mengenalkan kemampuan berpikir komputasional pada anak usia dini.
Pengembangan Aplikasi Game Edukatif “Public Priority” untuk Stimulasi Berpikir Simbolik dan Empati Anak Usia 5-6 Tahun Berbasis Android Salsabila Zahra Ayesha; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2429

Abstract

Pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir simbolik dan empati, yang merupakan aspek penting dalam perkembangan anak. Namun, pada kenyataannya di Tk Negeri Kramatwatu ditemukan bahwa 2 dari 12 anak belum memahami makna simbol-simbol prioritas ditempat umum dengan baik, sehingga diperlukan upaya yang dapat membantu guru dalam memahamkan simbol-simbol tersebut kepada anak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Public Priority. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development (D&D) dengan model pengembangan ADDIE. Dengan subjek penelitian sebanyak 10 anak Kelompok B1 pada periode Maret–Juni 2026. Teknik analisis data yang digunakan meliputi kuantitatif deskriptif dan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa aplikasi Public Priority memperoleh persentase kelayakan sebesar 92,05% dari ahli materi dan 89,29% dari ahli media. Selain itu, hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase kelayakan sebesar 86,11%, yang termasuk dalam kategori layak digunakan. Pengembangan aplikasi game edukasi Public Priority berbasis Android yang secara khusus dirancang untuk menstimulasi kemampuan berpikir simbolik dan empati anak usia 5–6 tahun.
The Role of an Inclusive Environment in Improving Early Childhood Executive Function Skills Roby Naufal Arzaqi; Aisah Karunia Rahayu; Deri Hendriawan
Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijeces.v13i2.15535

Abstract

This study aims to explore the role of an inclusive environment in supporting the development of Executive Function (EF) skills in early childhood. EF is needed to face modern challenges that require critical thinking, problem-solving, and emotional regulation. However, challenges such as the lack of teacher training and adaptive educational resources hinder EF's optimal development. This study uses a qualitative method with a case study design. Through in-depth interviews with three ECCE teachers then analysed using thematic analysis, the study found that although an inclusive environment provides a great opportunity to develop EF, there is an urgent need for further support, both in teacher training and educational facilities. An inclusively designed environment not only supports social development, but also creates ideal conditions for the development of EF skills in early childhood, especially children with special needs. The results of this study are expected to contribute to improving EF skills and encouraging the application of inclusion principles more effectively in early childhood education.
Integrasi Artificial Intelligence dalam Asesmen dan Pembelajaran Anak Usia Dini: A Systematic Literature Review Najwa Azizah Ramadhani; Roby Naufal Arzaqi; Namira Tri Mareta; Ghea Alza Jazilia
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 12 No. 1 (2026): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v12i1.18916

Abstract

This study aims to analyse and synthesise the use of Artificial Intelligence (AI) in learning, assessment, and social-emotional development in early childhood education. The method employed was a Systematic Literature Review (SLR) in accordance with the PRISMA guidelines. Data were obtained from the Scopus AI/Scopus database, covering publications from 2015 to 2025. Following a selection and quality assessment process, 10 articles suitable for analysis were identified. The findings indicate that AI plays a role in three main aspects: as an adaptive learning medium that supports children’s engagement, motivation, literacy, and skills; as a data-driven assessment tool for analysing development and personalising learning; and as a medium for early stimulation in children’s social-emotional development. The implementation of AI is also linked to teachers’ competence readiness, infrastructure support, data security, and child-friendly technology design. These findings emphasise that AI needs to be integrated within a pedagogical framework aligned with child development principles. AI has the potential to be an effective tool for supporting learning and assessment, yet it still requires careful management to ensure it does not replace direct interaction in early childhood education.