Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Keragaman Genetik Dalam Galur dan Heritabilitas Galur-Galur S4 Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Kondisi Normal di lahan Kering Rachman, Gina Juniarti; Sudika, I Wayan; Suliartini, Ni Wayan Sri
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 6 No. 4 (2025): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v6i4.4685

Abstract

This research aims to determine the genetic diversity of each S4 line for leaf angle characters, harvest age and dry kernel weight per planting (yield) of corn plants under normal conditions on dry land and to determine the heritability value in the broad sense of quantitative characters of the S4 line of corn plants on dry land. The experimental design used was a non-factorial Randomized Block Design (RAK), with treatment of 16 genotypes, namely 15 S4 lines and 1 NK212 hybrid line. Each treatment was repeated 2 times to obtain 32 experimental units. Characters observed included plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, leaf angle, harvest age, ear length, ear diameter, harvested dry ear weight, weight of 1,000 seeds, and dry shelled seed weight per plant (Yield). Uniformity of the three quantitative characters, namely leaf angle, harvest age and dry seed weight per planting (Yield) is the basis for determining a line as a pure line. The line that has a uniform category of genetic diversity was obtained in the S4.10 line. Heritability values with low criteria were found in the characters number of leaves, leaf angle, ear length, ear diameter and dry kernel weight (Yield). Characters with moderate heritability values were found in plant height, stem diameter, leaf area, harvest dry ear weight and 1000 seed weight.
PENGARUH PEMBERIAN ISOLAT BAKTERI BINTIL AKAR DAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) PUTRI MALU (Mimosa pudica) DARI LAHAN KERING PRINGGABAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata) Nufus, Novita Hidayatun; Wangiyana, Wayan; Suliartini, Ni Wayan Sri
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4522

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiate) adalah tanaman legume yang kaya protein dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Untuk mmenuhi kebutuhan kacang hijau dalam negeri di tengah fluktuasi produksi, diperlukan adanya suatu upaya, salah satunya rekayasa budidaya tanaman melalui pemupukan dengan pupuk hayati. Untuk itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan isolat bakteri bintil akar dan Plant Growth Promoting Rhizobacteri (PGPR) tanaman putri malu yang hidup di lahan kering Kecamatan Pringgabaya terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman kacang hijau. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK) dengan rancangan perlakuan Split Plot Design tiga faktor. Faktor pertama adalah isolat bakteri bintil akar (B), dengan 2 aras; B0 (tanpa isolat) dan B1 (pemberian isolat). Faktor kedua adalah aplikasi PGPR rizosfir Putri malu (P), dengan 2 aras; P0= tanpa PGPR, P1= pupuk dengan PGPR. Faktor ketiga adalah varietas kacang hijau yang terdiri atas 2 jenis; V2 (varietas Vima 2) dan V4 (varietas Vima 4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan pemberian PGPR putri malu (P) berpengaruh secara signifikan pada hampir seluruh parameter pengamatan. Interaksi antar ke-3 faktor perlakuan didapatkan pada parameter berat brangkasan basah dan jumlah polong tiap tanaman. Perlakuan B1P1V4 menghasilkan berat brangkasan basah tertinggi yaitu 13.493 gram. Adapun kombinasi perlakuan yang menghasilkan jumlah polong tertinggi tiap tanaman adalah perlakuan dengan kombinasi P1B1V2 dengan rata-rata 24.8 polong tiap tanaman.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN STROBERI MENJADI PRODUK SELAI STROBERI Suliartini, Ni Wayan Sri; Nangurman, Royanissa Julia Rahmadewi; Rahil, Arya Wardana; Nafiatun, Failman; Setiawan, Wawan
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4255

Abstract

One of the most striking natural attractions in the Sembalun Lawang area is the strawberry garden which is a tourist attraction. The abundant agricultural produce of strawberries has not been utilized by local residents to become a processed product that adds economic value. Strawberry processing is also useful for increasing the shelf life of the product. Strawberries can be processed into strawberry jam and used in making mochi snacks. The aim of this community service activity is to increase the knowledge and skills of the Sembalun Lawang Village community in processing strawberries into strawberry jam. This activity is also an effort to increase the added value of strawberries and the selling price of strawberries during the main harvest and the high level of damage to strawberries due to the short shelf life. Socialization and training was carried out on January 24 2024 in Sembalun Lawang Village, East Lombok, involving PKK members, Karang Taruna, Strawberry Farmers, Micro, Small and Medium Enterprises. Socialization was carried out using lecture and discussion methods, while training was carried out by demonstration and making strawberry jam directly by participants. Community service activities are carried out by the Unram community service team from several faculties. The resource for socialization and training is a lecturer at the Faculty of Food Technology and Agroindustry, University of Mataram. Socialization and training activities went smoothly. Participants were very enthusiastic about taking part in the activity as shown by the many questions asked regarding techniques for making strawberry jam, shelf life, information that must be written on the label and so on. The large number of participants who attended also showed the public's high interest in knowing how to process strawberries into strawberries and making strawberry jam. The conclusion that can be drawn is that there has been an increase in the knowledge and skills of the Sembalun Lawang Village community regarding processing strawberries into strawberry jam.
Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Melalui Budidaya Pertanian Organik Suliartini, Ni Wayan Sri; Maisopa, Ira; Irmayani; Ramadhan, Devi Aulia; Ali, Kesan Oktavian
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6573

Abstract

Lahan pekarangan merupakan lahan yang berada pada sekitar perumahan yang dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai tempat budidaya tanaman untuk meningkatkan kebutuhan pangan. Desa Batu Kumbung khususnya Dusun Sidekarye merupakan desa yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani hal tersebut sesuai degan kondisi wilayahnya yang subur dan cocok sebagai lahan pertanian. Jumlah penduduk di Desa Batu Kumbung khususnya Dusun Sidekarye tidak terlalu padat hal tersebut dilihat dari masih banyaknya lahan-lahan kosong di sekitar perumahan warga setempat. Lahan pekarangan tersebut tidak dimanfaatkan dengan semestinya. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat masyarakat Dusun Sidekarye, Desa Batu Kumbung dalam pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih efisien dan maksimal melalui budidaya pertanian organik yang ramah lingkungan. Sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2023 bertempat di Aula Kantor Desa Batu Kumbung, Kecematan Lingsar. Metode sosialisai yang digunakan adalah penjelasan langsung dari narasumber kepada mitra sasaran yaitu klompok tani Dusun Sidekarye, ibu-ibu PKK, dan remaja masjid Dusun Sidekarye. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan efisien dilihat dari antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti dan mengisi soal pretest dan postest yang berkaitan dengan tema kegiatan sosisalisasi tersebut. Hasil peningkatan pengetahuan peserta kegiatan sebesar 6,8% dari rerata nilai pretest. Pengetahuan dan pemahaman peserta kegiatan meningkat tentang pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya pertanian organik.
Pemberdayaan Petani Kopi Sajang Melalui Edukasi Pembuatan Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Kopi Pada Perkebunan Koperasi Bumi Tani Lestari Indonesia Suliartini, Ni Wayan Sri; Egi Maulana Firdaus; Zurriatun Toyyibah; Micko Aliansyah; Andika Dhanan Jaya; Ayu Ainurrahmah; Musthofa Salafy; Nadia Dwi Septianti; Dini Sartika; Nabila Azkiya Rosyida Wijayanti; Alisa Daswita Wulandari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13296

Abstract

Desa Sajang di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur dikenal sebagai sentra penghasil kopi, namun tanaman kopi petani sering menghadapi serangan hama yang serius. Penggunaan pestisida sintetis dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, termasuk kontaminasi tanah dan air. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan di atas adalah penggunaan pestisida nabati (pesnab) yang terbuat dari bahan-bahan yang ada di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penegtahuan dan keterampilan petani kopi melalui edukasi pembuatan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dengan penyuluhan dan demontrasi dengan melibatkan anggota Koperasi Bumi Tani Lestari Indonesia. Narasumber kegiatan adalah fasilitator pertanian organik. Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang diberikan. Hal ini dapat dilihat dari keseriusan peserta mendengarkan materi yang diberikan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta selama kegiatan diskusi. Berdasarkan hasil pre test dan post test, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang pestisida nabati sebesar 40% setelah mengikuti sesi penyuluhan dan praktik pembuatan pestisida nabati. Selain itu, petani menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan teknik ini dalam praktik pertanian mereka, terlihat dari keterlibatan peserta dalam pembuatan pestisida nabati bersama narasumber. Peningkatan keterampilan dapat dilihat dari keterlibatan peserta dalam pembuatan pestisida nabati yang didemonstrasikan oleh narasumber. Peserta juga mulai memahami pentingnya beralih ke bahan alami yang lebih aman dan berkelanjutan dalam pengendalian hama. Melalui kegiatan ini, para petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan menerapkan praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan
Inbreeding Depression and Genetic Diversity of S1 Lines Corn Plants Under Drought Stress Conditionson Dry Land Sudika, I Wayan; Sutresna, I Wayan; Anugrahwati, Dwi Ratna; Suliartini, Ni Wayan Sri; Suana, I Wayan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.6206

Abstract

Selfing was carried out on the F2 population of corn plants and the S1 line was produced. Selfing is carried out to form pure lines in order to create hybrids. The aim of the research was to determine the magnitude of inbreeding depression, genetic diversity and heritability of leaf angle trait, yield and harvest age of the S1 line of corn plants under drought stress conditions in dry land. The experiment was carried out from March to June 2023 in Gumantar village, North Lombok district. The design used was a randomized block design, two replications. The number of treatments was 31, namely 30 S1 lines and an F2 population. Plantings are given heavy stress. Observed variables include flowering, growth, harvest age, yield components and yield. The level of inbreeding depression is based on the F2 population and is expressed as a percent. Genetic diversity is calculated based on the results of analysis of variance at a significance level of 5 percent. The results showed that inbreeding depression in leaf angle and harvest age of the S1 lines were relatively low; while the yield is classified as high. Broad categories of genetic diversity were obtained in the yield; while the leaf angle and harvest age are relatively narrow. Broad sense heritability was relatively high in the yield; while the leaf angle is classified as medium and the harvest age is relatively low. The selection of S1 lines should be based on yield, namely lines that have the same yield as the F2 population.
PENAMPILAN KARAKTER KUANTITATIF DAN KUALITATIF BEBERAPA VARIETAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI WILAYAH OKINAWA, JEPANG Majrurraziky, Majrurraziky; Sutresna, I Wayan; Dewi, Suprayanti Martia; Suliartini, Ni Wayan Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter kuantitatif dan kualitatif dan mengetahui hubungan kekerabatan 3 jenis ubi jalar yang terdapat di wilayah Okinawa, Jepang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari-Maret 2025 di lahan petani di wilayah Okinawa. Metode yang digunakan yaitu metode survei pada tanaman sampel. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis cluster dan ditampilkan dalam bentuk fenogram atau dendogram menggunakan program SPSS. Karakteristik Karakter kuantitatif Tanaman Ubi Jalar; Varietas Beniharuka memiliki panjang umbi dan panjang daun tertinggi, masing-masing sebesar 17,02 cm dan 11,86 cm. Namun demikian, varietas ini juga menunjukkan lebar daun paling sempit, yaitu 8,56 cm. Beniharuka menghasilkan 3–5 umbi per tanaman, mulai berbunga pada umur 110 hari setelah tanam (hst), dan dapat dipanen pada 150 hst. Varietas Churakoibeni menunjukkan panjang batang paling dominan, yakni 422,4 cm, dan lebar daun sebesar 11,66 cm. Jumlah umbi yang dihasilkan per tanaman berkisar antara 4–6 buah, dengan waktu berbunga pada 130 hst dan waktu panen pada 140 hst. Varietas Ougonimo memiliki bobot umbi rata-rata tertinggi, yaitu sebesar 262,2 gram, serta lebar daun terlebar yaitu 12,4 cm. Jumlah umbi per tanaman berkisar antara 4–7 buah, dengan waktu berbunga pada 120 hst dan waktu panen pada 160 hst. Karakteristik Karakter kualitatif Tanaman Ubi Jalar; Beniharuka memiliki warna kulit umbi ungu dengan daging umbi putih pucat, bentuk umbi lonjong, dan tekstur kulit halus. Batangnya berwarna hijau dengan daun berbentuk hati (cordate), serta bunga berbentuk terompet dengan bagian luar berwarna putih dan bagian dalam ungu. Churakoibeni memiliki warna kulit dan daging umbi ungu kemerahan, dengan tekstur kulit umbi kasar dan bentuk lonjong. Batangnya berwarna hijau, daun berbentuk hati, dan bunga berwarna putih keunguan di bagian luar serta ungu di bagian dalam. Ougonimo memiliki warna kulit umbi ungu pucat, daging umbi kuning hingga oranye, dan bentuk umbi bulat dengan tekstur kulit kasar. Batangnya berwarna hijau, daun berbentuk hati, dan bunga berwarna ungu baik di bagian luar maupun dalam. Hasil analisis indeks desimilaritas menggunakan jarak Euclidean menunjukkan bahwa varietas Beniharuka dan Churakoibeni memiliki tingkat kemiripan morfologi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Ougonimo. Hal ini diperkuat oleh hasil fenogram yang membagi ketiga varietas ke dalam dua klaster utama, di mana Beniharuka dan Churakoibeni tergabung dalam satu klaster, sedangkan Ougonimo membentuk klaster tersendiri.
Penampilan Karakter Kuantitatif dan Korelasi Karakter-karakter pada Galur Tanaman Jagung Hasil Selfing pada Kondisi Lahan Kering Suliartini, Ni Wayan Sri; Sutresna, I Wayan; Sudika, I Wayan; Nufus, Novita Hidayatun; Nuraida, Wa Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.12862

Abstract

This study investigates the quantitative characteristics of several generations of self-pollinated lines and the F2 population, as well as the correlation between these characteristics and leaf angle, harvest age, and yield in corn plants. The experiment was carried out in Gumantar village, North Lombok, from May to September 2024, and was designed using a Complete Randomized Block Design with treatments including the F2 population, 15 S1 lines, 15 S2 lines, 15 S3 lines, and 15 S4 lines. The study examined 14 quantitative characteristics. The experimental data were analyzed using analysis of variance. Further testing was conducted using the DMRT test at a 5% level. Correlations between traits were calculated using the Pearson correlation test. The research results demonstrate that the quantitative characteristics of several generations of selfing lines and the F2 population differ, except for ASI and cob diameter. The selfing from the first through fourth generations exhibit lower values compared to the F2 population, with the exceptions of anthesis-tasseling age, silk emergence, and harvest age. Most traits are associated with the medium harvest age category. The yield is correlated with most quantitative characters in the medium to strong category. The selection of plants to be selfed to form the S5 lines and increase yields should use plant height as a selection criterion.
Co-Authors A'yun, Amilia Qurota A. Farid .Hemon AA Sudharmawan, AA Alfionita, Usi Alhadawiah, Sabila Ali, Kesan Oktavian Alisa Daswita Wulandari Alvin, Zen Ambarwati, Zaskia Putri Andika Dhanan Jaya Anjar Pranggawan Azhari Anugrawati, Dwi Ratna AP, Julizar Auladia Arafah, Putri Nurul Ardini, Auliza Nesty Putri Aryana, I Gusti Putu Muiarta Aulia, Jumratul Ayu Ainurrahmah Azharuddin, Lalu Muhammad Buludin, Buludin Chandraningsih, Ria Ayu Dini Sartika DIRVAMENA BOER, DIRVAMENA Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Susilawati Egi Maulana Firdaus Fakhira, Nirma Laila Haeruman Haeruman I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit, I Ketut I WAYAN SUANA I Wayan Sudika I Wayan Sutresna Irmayani Ismayanti, Jumratul Khairina Khairina, Khairina La Ode Safuan Lestari Ujianto, Lestari Lestari, Dian Fathita Dwi M. Taufik Fauzi, M. Taufik Maisopa, Ira Majrurraziky, Majrurraziky Micko Aliansyah MUHAMMAD TAUFIK Musthofa Salafy Nabila Azkiya Rosyida Wijayanti Nadia Dwi Septianti Nafiatun, Failman Nangurman, Royanissa Julia Rahmadewi Nihla Farida Noval, Ahmad Novita Hidayatun Nufus Nuraida, Wa Ode Putra, Muhammad Rizky Anugrah Putri, Dwi Noorma Rachman, Gina Juniarti Rahil, Arya Wardana Rahman, M. Tata Aulia Raihanun, Siti Ramadhan, Devi Aulia Rizki, Rama Sari, Firda Widya Saskia, Tia Savitri, Diana Ayu Sintanu, Muh. Andi Wirya Sudhanta, I Made Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sudharmawan, Anak Agung Ketut Sudhramawan, Anak Agung Ketut Sukartono Sukartono Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Syahadatina, Rifkah Hashifah Teguh Wijayanto Utama, Dio Alif Wawan Setiawan Wayan Wangiyana Wideratih, Anggun Angling Yakop, Uyek Malik Yani, Irmayani Zamroni Alpian Muhtarom Zurriatun Toyyibah