Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERBANDINGAN MAKRONUTRIEN DAUN Alstonia sp. DI DESA NYAMA PULAU MOA DAN DESA LATUHALAT PULAU AMBON Batlayeri, Sentia; Kaihena, Martha; Nindatu, Maria; Jotlely, Hery
Biofaal Journal Vol 3 No 1 (2022): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v3i1pp33-42

Abstract

Pada umumnya masyarakat Indonesia masih menggunakan obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Tumbuhan Alstonia sp. merupakan salah satu tumbuhan yang dapat diolah menjadi obat tradisional karena mempunyai banyak khasiat dan gizi yang terkandung di dalamnya. Dalam penelitian ini, bagian tumbuhan yang digunakan ialah daunnya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dari dua daerah yang berbeda yaitu di Desa Nyama Pulau Moa dan di Desa Latuhalat Pulau Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan makronotrien pada daun Alstonia sp. kedua daerah tersebut. Analisis proksimat meliputi analisa kadar protein (Kjeldahl), kadar lemak (Soxhlet), kadar abu (Dryashing), kadar air (Termogravimetri), dan kadar karbohidrat total (by different). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan makronutrien daun Alstonia sp. di Desa Nyama Pulau Moa dan Desa Latuhalat Pulau Ambon sebagai berikut : kadar protein (10.3% dan 9.32%), kadar lemak (7.07% dan 13.37), kadar abu (7.20% dan 4.80%), kadar air (3.86% dan 8.81%), dan karbohidrat (71.84% dan 63.70%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar protein dan kadar abu daun Alstonia sp. di Desa Nyama Pulau Moa dan Desa Latuhalat Pulau Ambon, sedangkan untuk kadar lemak dan kadar air tidak berbeda secara signifikan.
POTENSI REPELENT ESKTRAK ETANOL DAUN CENGKEH TERHADAP NYAMUK Anopheles sp. Noya, Leny; Nindatu, Maria; Unitly, Adrien Jems Akiles; Silahooy, Veince B.
Biofaal Journal Vol 3 No 2 (2022): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v3i2pp105-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya tolak ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap nyamuk Anopheles sp. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan Uji Duncan pada taraf nyata α=0,05 menggunakan perangkat lunak SAS. Sampel berjumlah 18 ekor tikus,yang dibagi menjadi 7 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan seduhan daun cengkeh dengan konsentrasi 0,50%, konsentrasi 1%, konsentrasi 2%, konsentrasi 4%, konsentrasi 8%, dan kelompok kontrol. Sampel diadaptasikan selama seminggu, kemudian diberi perlakuan selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek daya tolak ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) pada nyamuk Anopheles sp. yang diolesi pada badan tikus Rattus norvegicus, dimana konsentrasi yang efektif yaitu 1%, 2%, 4%, dan 8%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ekstrak etanol daun cengkeh memiliki potensi repellent terhadap nyamuk Anopheles sp. dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh yang diberikan maka semakin besar daya tolaknya terhadap nyamuk. Pemberian ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) memiliki kemampuan yang sama dengan autan yang berpengaruh sebagai daya tolak nyamuk Anopheles sp. dimana dosis efektif adalah konsentrasi 1%, sedangkan konsentrasi 8% merupakan dosis kuat dalam proteksi gangguan nyamuk Anopheles sp.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT (Mus musculus) TERINFEKSI Plasmodium berghei SETELAH DIBERI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG Alstonia scholaris Ukratalo, Abdul M.; Nindatu, Maria; Tuarita, Nasrul A.; Kaliky, Nunun A. P. S. B.
Biofaal Journal Vol 4 No 1 (2023): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v4i1pp49-57

Abstract

Alstonia scholaris merupakan salah satu tanaman yang mengandung antioksidan jenis flavonoid, saponin dan polifenol, yang diduga dapat bersifat sebagai antimalaria, menetralisir radikal bebas dan dapat memperbaiki kerusakan ginjal mencit (Mus musculus) terinfeksi Plasmodium berghei. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan histolopatologi ginjal mencit (Mus musculus) terinfeksi Plasmodium berghei ANKA setelah diberi ekstrak metanol kulit batang Alstonia scholaris. Mencit dengan berat badan 20 – 30 gram di infeksi Plasmodium berghei sebanyak 0,1 ml per ekor dan dibiarkan sampai persen parasitemia mencapai 1-5%. Kemudian mencit (Mus musculus) diberi ekstrak metanol kulit batang Alstonia scholaris dengan dosis 1, 10, 100 dan 200 mg/kg BB selama 4 hari berturut-turut. Setelah itu dilakukan pembedahan untuk mengambil darah untuk pengukuran kadar kreatenin dan organ ginjal mencit untuk dilakukan preparasi organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak metanol kulit batang Alstonia scholaris dosis 100 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB dapat meningkatkan kadar kreatenin serta memperbaiki kerusakan ginjal mencit terinfeksi Plasmodium berghei ANKA seperti endapan protein tubuli, nekrosis tubulus distal, atrofi glomerulus dan degenerasi hidrofis tubulus proksima
SKRINING FITOKIMIA DAN ANTIBAKTERI CANGKANG DAN DURI BULU BABI Diadema setosum Birahy, Deford Cristy; Siahaya, Griennasty Clawdya; Bustomi, Bustomi; Seumahu, Cecilia Anna; Nindatu, Maria; Mainassy, Meillisa C; Huwae, Laury Marcia Ch
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp044-052

Abstract

Bulu babi Diadema setosum relatif melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dan kemampuan antibakteri ekstrak etanol cangkang dan duri bulu babi Diadema setosum terhadap isolat bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp. Metode penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi cangkang dan duri bulu babi Diadema setosum dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrining fitokimia ekstrak cangkang bulu babi (Diadema setosum) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa yang ditemukan pada ekstrak duri bulu babi Diadema setosum antara lain alkaloid, flavonoid, dan tanin. Pengujian antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa kedua sampel (cangkang dan duri) menghasilkan zona hambat terhadap isolat bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp.
Hubungan Faktor Fisik Kimia Lingkungan Dengan Aktivitas Antioksidan Biji Lamun Enhalus acoroides Di Desa Jikumerasa Kabupaten Buru Provinsi Maluku Suriani, Sanita; -, Lukman; Nindatu, Maria
Kalwedo Sains (KASA) Vol 1 No 1 (2020): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2020
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav1i1p28-35

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan laut yang sedang dikembangkan sebagai bahan baku obat baru. Biji lamun Enhalus acoroidessangat baik bagi manusia karena memiliki kandungan karbohidrat, protein dan lemak. Antioksidan merupakan substansi nutrisi maupun non-nutrisiyang terkandung dalam bahan pangan yangmampu mencegahatau memperlambat terjadinya proses oksidasi. Perbedaan komposisi parameter fisik-kimia habitat lamun dapat mempengaruhi kandungan metabolit yang terdapat dalam biji lamun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik habitat lamun E.acoroides dan hubungannya dengan aktivitas antioksidan serta nilai IC50 aktivitas antioksidan biji lamun E.acoroides di perairan Desa Jikumarasa. Kabupaten Buru Provinsi Maluku. Parameter lingkungan berada pada nilai standar baku mutu bagi biota laut dengan suhu perairan berada pada 29,690C; salinitas 31,1ppt; derajat keasaman (pH) 8,38; oksigen terlarut (DO) 6,41ppm; kekeruhan 31,1g/l; fosfat permukaan 0.0140mg/l; fosfat air pori sedimen 0,027/l; nitrat permukaan 0,0114 mg/l; nitrat air pori sedimen 0,0405 mg/l dan substrat yang didominasi pasir sebesar 91,6%. Hasil korelasi yang positif menunjukan karakteristik habitat di perairan Desa Jikumerasa mempengaruhi aktivitas antioksidan biji lamun E.acoroides dengan nilai IC50 11,618 – 15,145 ppm yang tergolong sebagai antioksidan yang kuat.
Bioprospeksi Ekstrak Etanol Gagang Cengkeh (Syzogium aromatica) Sebagai Biolarvasida Nyamuk Aedes aegypti Ayal, Yonri; Nindatu, Maria; Ukratalo, Abdul Mahid
Kalwedo Sains (KASA) Vol 2 No 1 (2021): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2021
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav2i1p7-14

Abstract

Vektor penyebab penyakit DBD adalah nyamuk Aedes aegypti yang dapat ditemukan hampir di seluruh provinsi di Indonesia karena nyamuk ini sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Cengkeh (Syzogium aromatica) merupakan tanaman rempah asli Kepulauan Maluku. Masyarakat Maluku sering menggunakan gagang cengkeh dalam upaya mengusir nyamuk. Penggunaan gagang cengkeh dalam mengusir nyamuk umumnya dengan cara dibakar. Asap hasil pembakaran gagang cengkeh tersebut efektif dalam membasmi nyamuk. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan ekstraketanol gagang cengkeh (Syzogium aromatica) dapat membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian menggunakan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Tiga ratus larva nyamuk instar III dimasukan pada tiap kelompok perlakuan. Tiap wadah diisi 20 larva. Pengamatan aktivitas larvasida dilakukan setiap 4 jam sekali selama 24 jam. Data hasil pengamaan dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol gagang cengkeh dapat membunuh larva nyamuk Aedes aegypti.Nilai LC50 ekstrak etanol gagang cengkeh sebesar 2,386 dengan batas bawah 0,319 dan batas atas 3,836.
Efek Terapi Sirup Cengkeh Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Rattus norvegicus Diabetes Melitus Nindatu, Maria; Unitly, Adrien Jems Akiles; Silahooy, Veince B.; Eddy, La; Huwae, Laury Marcia Chara; Sembiring, Firly H. R.; Reasoa, Jesmendy; Matakupan, Maya M.; Lesirolo, Medlin; Laratmase, Nia D.; Pattinama, Etty; Far Far, Thessa N.
Kalwedo Sains (KASA) Vol 2 No 1 (2021): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2021
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav2i1p41-47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi sirup cengkeh terhadap kadar glukosa darah tikus Rattus norvegicus diabetes melitus. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan Uji Duncan pada taraf nyata α = 0,05 menggunakan perangkat lunak SAS. Sampel berjumlah 12 ekor tikus, yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok tikus K (+), P1, P2 dibuat diabetes dengan injeksi streptozotocin 45 mg/kg BB. Kelompok P1 dan P2 diberikan sirup cengkeh dengan dosis berturut- turut 1,8 dan 3,6 ml/ekor/ hari. Tikus diaklimatisasikan selama 21 hari kemudian diberi perlakuan selama 14 hari, dan kadar glukosa darahnya diukur pada hari ke 7 dan hari ke 14. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek penurunan kadar glukosa darah, yang mana dosis efektif yaitu 1,8 ml/ekor/hari. Dapat disimpulkan bahwa sirup cengkeh memiliki potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikusRattus norvegicus diabetes melitus.
Efek Antioksidan Sirup Cengkeh Dalam Mencegah Kerusakan Paru-Paru Tikus Terpapar Asap Rokok Unitly, Adrien Jems Akiles; Killay, Amos; Nindatu, Maria; Silahooy, Veince Benjamin; Watuguly, Theopilus Wilhelmus; Lesirolo, Medlin
Kalwedo Sains (KASA) Vol 5 No 1 (2024): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2024
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav5i1p15-23

Abstract

Sirup cengkeh mengandung senyawa fitokimia flavonoid, alkaloid, terpenoid, fenol, saponin, tannin dan vitamin C. Kandungan fitokimia ini diyakini dapat berperan sebagai antioksidan eksogen yang mampu mencegah dan menetralisir radikal bebas akibat asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek antioksidan sirup cengkeh dalam mencegah kerusakan paru-paru tikus terpapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diteliti adalah perbedaan dosis sirup cengkeh yang diberikan pada tikus model, terdiri dari: K(-) yaitu kelompok tikus yang terpapar asap rokok 10 batang/ekor/hari selama 14 hari, K(+) yaitu kelompok tikus yang diberi vitamin C 3,21 mg kemudian 1 jam setelahnya dipapar asap rokok 10 batang/ekor/hari, yang dilakukan selama 14 hari, P1 yaitu kelompok tikus yang diberikan sirup cengkeh 1,28 ml/ekor/hari kemudian 1 jam setelahnya dipapar asap rokok 10 batang/ekor/hari, yang dilakukan selama 14 hari, P2 yaitu kelompok tikus yang diberikan sirup cengkeh 2,56 ml/ekor/hari kemudian 1 jam setelahnya dipapar asap rokok 10 batang/ekor/hari, yang dilakukan selama 14 hari dan P3 yaitu kelompok tikus yang diberikan sirup cengkeh 3,84 ml/ekor/hari kemudian 1 jam setelahnya dipapar asap rokok 10 batang/ekor/hari, yang dilakukan selama 14 hari. Setelah perlakuan tikus dibedah untuk dilakukan histologi organ paru-paru. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode desktiptif kualitatif dengan mengamati histopatologi pada fotomikrograf paru-paru tikus dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Hasil penelitian menunjukan bahwa Efek antioksidan sirup cengkeh dalam mencegah kerusakan paru-paru tikus terpapar asap rokok yang terbaik pada dosis 3.84 ml.
Identifikasi, Prevalensi, Dan Intensitas Endoparasit Pada Kerbau Moa Di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya Tetrapoik, Jenromp Ana Putri Moto; Kaihena, Martha; Nindatu, Maria; Sairudy, Albertus; Ratulewen, Desi Ellida
Kalwedo Sains (KASA) Vol 4 No 2 (2023): Kalwedo Sains (KASA), September 2023
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav4i2p93-101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis endoparasit pada kerbau Moa di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya. Sampel feses yang digunakan sebanyak 15 ekor kerbau Moa yang ada di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya dan diperiksa di Laboratorium SMK Negeri 6, Maluku Barat Daya, identifikasi endoparasit dilakukan dengan metode natif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari 15 sampel yang diperiksa, 4 sampel (26,67 %) positif terinfeksi endoparasit. Sebanyak 1 sampel (6,67%) terinfeksi Trichinellidae, 1 sampel (6,67%) terinfeksi Taenidae, 1 sampel terinfeksi Ancylostomatoidea, 1 sampel (6,67%) terinfeksi Trichuridae. Derajat infeksi endoparasit pada kerbau Moa di Desa Tounwawan Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya termasuk dalam kategori infeksi jarang. Data tingkat intensitas, pada penelitian ini tersaji sebagai berikut: Trichinellidae 0,4, Taenidae 0,6, Ancylostomatoidea 1,4 dan Trichuridae adalah 0,2. Tingkat Infeksi endoparasit pada kerbau Moa di Desa Tounwawan Kecamatan Moa, kabupaten Maluku Barat Daya termasuk dalam kategori rendah.
Methanol Extract Alstonia scholaris L. R. Br as Hepatoprotective Mice (Mus musculus) Infected with Plasmodium berghei ANKA Strains Kaihena, Martha; Nindatu, Maria; Ukratalo, Abdul Mahid
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4834

Abstract

Alstonia scholaris L. R. Br is one of the traditional plants that contain natural antioxidant compounds which are thought to be able to repair damage to the liver cells of mice (Mus musculus) infected with Plasmodium berghei strain ANKA. This study aimed to determine the effect of methanol extract of Alstonia scholaris L. R. Br stem bark on levels of SGPT enzymes and liver cells of mice (Mus musculus) infected with Plasmodium berghei strain ANKA. Mice with a body weight of 20-30 g were infected with Plasmodium berghei as much as 0.1 ml per head and left until the percentage of parasitemia reached 1-5%. Then mice (Mus musculus) were given methanol extract of Alstonia scholaris L. R. Br stem bark at doses of 1, 10, 100, and 200 mg/kg BW for 4 consecutive days. After that, surgery was performed to take blood to observe SGPT enzyme levels and mice liver cells to be prepared with Hematoxylin Eosin (HE) staining. The results of ANOVA showed that the methanol extract of Alstonia scholaris L. R. Br stems bark doses of 1 mg/kg BW, 10 mg/kg BW, 100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW could reduce SGPT enzyme levels and repair damage to the liver cells of mice infected with Plasmodium berghei ANKA strains