Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sosialisasi Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks Pada Makanan Dengan Menggunakan Indikator Alami Ekstrak Kunyit dan Kulit Buah Naga di UPT SD Negeri 060883 Medan Rambe, Titin Rahmayanti; Parinduri, Wina Mariana; Lubis, Renni Ramadhani; Sakura Alwina; Diah Kesumawati; Yusda Novianti; Muhammad Fadli; Supriadi
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v4i2.480

Abstract

Boraks merupakan sebuah bahan tambahan umum dalam pengawet makanan, memiliki potensi bahaya bagi kesehatan manusia dan sekarang dilarang penggunaannya oleh pemerintah. Meskipun demikian, masih ada banyak produk makanan yang mengandung boraks yang beredar dan dikonsumsi. Formaldehida, juga dikenal sebagai formalin, adalah zat kimia berbahaya yang secara tegas dilarang untuk digunakan dalam bahan makanan. Meskipun demikian, formalin tetap digunakan dalam produksi kecap untuk memperpanjang umur simpan makanan dan mencegah kerusakan. Formalin adalah zat kimia berbahaya yang tidak boleh digunakan dalam produksi makanan, namun masih banyak produsen makanan seperti bakso, nugget, sosis, batagor, tempe, tahu putih, tahu kuning, mie basah, mie lidi, mie tiau, ikan asin, ikan teri, belacan, udang kecepe, kerupuk PF, kerupuk udang, dan kerupuk merah yang menggunakan zat ini. Penggunaan formalin dalam pembuatan makanan dimaksudkan untuk memperpanjang umur simpan dan mencegah kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 sampel positif mengandung formalin dan 5 sampel positif mengandung boraks. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih makanan berdasarkan kualitas gizi dan kebersihannya. Selain itu, masyarakat dapat menggunakan ekstrak kulit buah naga dan ekstrak kunyit sebagai alat pendeteksi informalin dan boraks dalam makanan sehari-hari Kata Kunci :Boraks; Formalin;Keamanan Pangan; Deteksi Alami; Edukasi Konsumen.
Development Of Digital Based Flash Card Media On Thematic Learning In Ibtidaiyah Madrasah Diah Kesumawati; Mustafa Habib; Renni Ramadhani Lubis; Yusda Novianti
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 5 No. 1 (2022): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v5i1.2583

Abstract

This research is research and development. This study uses the Four D development model. The stages in the Four D development model are definition, design, development, and dissemination. However, in this study, the stages used were only up to the development stage. The subjects of this study were students of class II MIN 15 Langkat, totaling 24 people with details of 13 males and 11 females. The object of research is digital-based flashcard media. This study aims to develop digital-based flashcard media. The data collection instruments were interviews, observations, questionnaire validation, and student responses. From the results of the validation carried out by media experts, material experts, and linguists it was declared feasible.
SOCIALIZATION OF DIAGNOSTIC E-ASSESSMENT DEVELOPMENT AS AN EFFORT TO IMPROVE TEACHER COMPETENCE IN ELEMENTARY SCHOOLS Titin Rahmayanti Rambe; Wina Mariana Parinduri; Renni Ramadhani Lubis; Yusda Novianti; Dini Puji Anggraini; Diah Kesumawati; Sakura Alwina; Sara Frimaulia
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v4i4.616

Abstract

The development of digital technology in education requires teachers to be competent in designing effective electronic-based assessments that meet student needs. One important form of initial assessment in the implementation of the Independent Curriculum is diagnostic e-assessment, which serves to identify students' initial abilities, knowledge gaps, and learning characteristics. This community service activity aims to improve teachers' competency in developing diagnostic e-assessments through outreach and training at Elementary School 064014 Medan. The implementation method included preparation, outreach, demonstrations of electronic-based diagnostic test preparation, and hands-on practical assistance. The results of the activity indicate an increase in teachers' understanding and skills in designing and implementing diagnostic e-assessments in their respective classrooms. This activity contributes to improving the quality of learning assessments and supports the optimal implementation of the Independent Curriculum in elementary schools.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS AUDIOVISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR KECAMATAN STABAT Yusda Novianti; Renni Ramadhani Lubis
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v14i1.65

Abstract

Pendidikan di Indonesia tentu memiliki maslah tersendiri, diantaranya ; (1) Guru kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran daring dikarenakan keterbatasan bahan ajar, (2) Guru hanya berbpegak kepada Buku manual yang di foto lalu di share melalui grup-grup Whatsapp, (3) Guru belum pernah membuat e-modul berbasis audiovisual, (4) Guru menyatakan setuju jika dikembangkan e-modul berbasis audivisual untuk di terapkan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian permasalahan yang terjadi peneliti perlu menghadirkan sebuah solusi yang efektif, inovatif, dan interaktif. Solusinya yang bisa di berikan ialah mengembangkan bahan ajar yang berdasarkan teknologi, yaitu e-modul berbasis Audiovisual . Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4D, yakni Define, Design Develope and Disseminate, Hasil dari penelitian ini adalah modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria Layak dimana media sudah valid dari aspek multimedia, sangat valid dari aspek bahasa, dan sangat valid dari aspek Materi. Serta dari hasil uji gain score, peningkatan hasil belajar tergolong tinggi. Dari hasil tersebut maka bahan ajar yang di kembangkan mampu memfasilitasi belajar peserta didik.