Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI INTRUSI AIR LAUT DI PANTAI SAMUDRA INDAH MENGGUNAKAN METODE POTENSIAL DIRI DAN GEOLISTRIK RESISTIVITAS Wahyunugroho, Ageng Fajar; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
PRISMA FISIKA Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi intrusi air laut denganmenggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Metode Self Potential konfigurasi Leap Frogdi Pantai Samudra Indah, Kabupaten Bengkayang. Dalampenelitian ini, digunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger sebanyak 4 lintasan untuk mengukur resistivitasbawah permukaan. Panjang setiap lintasan adalah 140 m dan jarak setiap elektroda sejauh 10 m. Dengan melakukan analisisdata menggunakan perangkat lunak res2dinv dan surfer 13. Diperoleh penampang resistivitas dua dimensi (2D). Berdasarkanhasil penampang resistivitas dengan total iterasi sebanyak 10 kali maka dapat diperoleh bahwa kedalaman intrusi air laut di daerahtersebut adalah sekitar 31.3 m. Nilai resistivitas intrusi air lautberkisar antara 0.2 hingga 50 Ωm. Nilai resistivitas yang lebihrendah biasanya menandakan adanya air asin. Selain itu, metodeSelf Potential (SP) konfigurasi Leap Frog digunakan untukmendeteksi variasi waktu self potential terkoreksi baseline. Hasil data maping isopential sebaran self potential menunjukkan poladistribusi self potential yang dapat digunakan sebagai indikasikemungkinan adanya intrusi air laut. Pada penelitian ini, terlihatbahwa intrusi air laut terjadi dengan sangat jelas pada lintasan 3 dan 4.
Pola Anomali Gravitasi Regional dan Residual Menggunakan Metode Kontinuasi ke Atas di Kabupaten Mandailing Natal Lutfiahani, Rana; Putra, Yoga Satria; Perdhana, Radhitya
PRISMA FISIKA Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, merupakan salah satu wilayah dengan potensi panas bumi yang tinggi, tetapi kajian geofisika di daerah ini umumnya masih terbatas pada skala lokal di sekitar manifestasi permukaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur bawah permukaan daerah panas bumi Mandailing Natal melalui pemisahan anomali gravitasi regional dan residual. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan data gravitasi satelit Topex yang berkesinambungan secara spasial pada cakupan wilayah 44,5 km × 29,4 km, dipadukan dengan reduksi bidang datar dan kontinuasi ke atas, sehingga interpretasi dapat dipisahkan menurut kedalaman sumber anomali. Data free air anomaly dikoreksi Bouguer dan medan, kemudian densitas rata-rata batuan diestimasi dengan metode Parasnis dan diperoleh nilai sebesar 2,26 g/cm3. Anomali Bouguer lengkap direduksi ke bidang datar dengan metode Dampney, lalu dipisahkan menggunakan kontinuasi ke atas pada ketinggian 100–600 m, dengan ketinggian 400 m dipilih sebagai anomali regional. Peta anomali regional memperlihatkan anomali tinggi 31–65 mGal yang diduga berasosiasi dengan batuan beku intrusi Batolit Manunggal dan Batolit Panyabungan sebagai batuan sumber panas, serta anomali rendah −15 hingga 20 mGal yang ditafsirkan sebagai batuan sedimen teralterasi dengan kelurusan berarah barat laut–tenggara mengikuti Sistem Sesar Sumatra. Peta anomali residual menunjukkan anomali tinggi 0–7 mGal yang mencerminkan batuan vulkanik dan intrusi dangkal, serta anomali rendah −11 hingga −4 mGal berupa batuan sedimen terubahkan. Hasil ini bersesuaian dengan temuan penelitian geolistrik dan geokimia fluida terdahulu di lokasi yang sama.
Subsurface Structure Modeling Based on Gravity Anomaly in Kutai Kartanegara Regency Utama, Ahmad Muhadjir; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
BERKALA SAINSTEK Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v14i2.60007

Abstract

This study aims to model the subsurface structure in Kutai Kartanegara Regency based on Free Air Anomaly (FAA) gravity data from the TOPEX satellite. Bouguer and terrain corrections were applied to obtain the Complete Bouguer Anomaly. Regional and residual anomalies were separated using the upward continuation method. Modeling was performed on the regional anomalies to identify the subsurface structure at the study location. The modeling results show that there are six rock formations: the Kampung Baru Formation (Tpkb) has a density of 2.31-2.35 g/cm3, the Balikpapan Formation (Tmbp) has a density of 2.44-2.5 g/cm3, the Pulau Balang Formation (Tmpb) has a density of 2.538 g/cm3, the Bebuluh Formation (Tmb) has a density of 2.21 g/cm3, the Pamaluan Formation (Tomp) has a density of 2.36-2.39 g/cm3, and the Alluvial Deposit (Qa) has a density of 2.2 g/cm3. The 2D modeling also shows subsurface geological structures in the form of anticlines, synclines, and thrust faults.