Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IbM Pelatihan Pembuatan Nugget Kulit Pisang di SMPN 4 Bantimurung Kabupaten Maros Purnamasari, Andi Bida; E, Elpisah; Yeyeng, Andi Tenri; Hatidja, St.; Azis, Putri Athirah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 9 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10480161

Abstract

Pisang menjadi buah yang penting di masyarakat Indonesia, karena pisang merupakan buah yang sering dikonsumsi dibandingkan dengan buah lain, dan dikonsumsi tanpa memperhatikan tingkat sosial. Buah pisang juga banyak memberikan manfaat untuk berbagai kebutuhan hidup manusia. Selain buahnya, bagian tanaman lainpun bisa dimanfaatkan, mulai dari bonggol sampai daun bahkan kulit buah pisang. Limbah kulit pisang yang dapat menghasilkan keuntungan dalam menghasilkan suatu produk olahan rumah tangga yakni dapat dibuat nugget kulit pisang. Pengabdian ini dilaksanakan di SMPN 4 Bantimurung Kabupaten Maros. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan dalam bentuk praktek. Penyampaian materi pada pelatihan ini dilakukan secara klasikal, semua peserta mengikuti materi yang disampaikan dengan cara ceramah, diskusi dan tanya jawab. Setelah selesai kegiatan penyampaian materi, selanjutnya dilakukan praktek pembuatan nugget kulit pisang. Hasil dari pengabdian ini direspon dengan baik oleh peserta, minat dan motivasi yang tinggi dari peserta pelatihan sangat menunjang transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan dari dosen kepada peserta pelatihan, sehingga materi pelatihan yang diberikan dapat terserap semua serta produk pelatihan berupa nugget kulit pisang dapat dikonsumsi sehari-hari dan dapat dijadikan sebagai produk berwirausaha serta dapat memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Pelatihan Pembuatan Tempe Dari Beberapa Jenis Bahan Baku Kacang-Kacangan Kepada Mahasiswa Universitas Patompo Untuk Pengembangan Wirausaha H, Herlina; Purnamasari, Andi Bida; Agung, Eka Adnan; Nur, Sri Mukminati
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 5 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13307900

Abstract

Tempe adalah salah satu makanan khas tradisional Indonesia dan diproduksi secara turun temurun. Sampai saat ini, produksi tempe sudah menyebar ke seluruh dunia karena kandungan gizinya yang baik untuk kesehatan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang pembuatan tempe bukan hanya dari bahan baku kedelai saja akan tetapi bahan baku kacang-kacangan lain yang kaya nutrisi dan dapat menjadi sumber alternatif pengganti kedelai untuk pengembangan wirausaha mereka kedepannya. Metode pelatihan pembuatan tempe ini dilakukan dengan praktik. Kegiatan ini melibatkan dosen dengan berbagi tugas sebagai fasilitator, pembimbing praktik dan pelatihan serta kepanitiaan. Pelatihan pembuatan tempe dari bahan baku kacang-kacangan ini sebagai alternatif pengganti bahan baku kedelai, adapun bahan baku kacang-kacangan yang digunakan yakni kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah dan kacang merah yang dibungkus dengan menggunakan plastik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kapang sangat baik hal ini terlihat dari penampakan warna dari kacang-kacangan tersebut yakni putih kapas, memadat dan menghasilkan aroma khas seperti kacang. Adapun luaran yang diharapkan dapat dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam membuat tempe dari berbagai bahan kacang-kacangan serta publikasi artikel ilmiah pengabdian di jurnal nasional tidak terakreditasi.
Pelatihan Pembuatan Tempe Dari Beberapa Jenis Bahan Baku Kacang-Kacangan Kepada Mahasiswa Universitas Patompo Untuk Pengembangan Wirausaha H, Herlina; Purnamasari, Andi Bida; Agung, Eka Adnan; Nur, Sri Mukminati
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 5 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13307900

Abstract

Tempe adalah salah satu makanan khas tradisional Indonesia dan diproduksi secara turun temurun. Sampai saat ini, produksi tempe sudah menyebar ke seluruh dunia karena kandungan gizinya yang baik untuk kesehatan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang pembuatan tempe bukan hanya dari bahan baku kedelai saja akan tetapi bahan baku kacang-kacangan lain yang kaya nutrisi dan dapat menjadi sumber alternatif pengganti kedelai untuk pengembangan wirausaha mereka kedepannya. Metode pelatihan pembuatan tempe ini dilakukan dengan praktik. Kegiatan ini melibatkan dosen dengan berbagi tugas sebagai fasilitator, pembimbing praktik dan pelatihan serta kepanitiaan. Pelatihan pembuatan tempe dari bahan baku kacang-kacangan ini sebagai alternatif pengganti bahan baku kedelai, adapun bahan baku kacang-kacangan yang digunakan yakni kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah dan kacang merah yang dibungkus dengan menggunakan plastik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kapang sangat baik hal ini terlihat dari penampakan warna dari kacang-kacangan tersebut yakni putih kapas, memadat dan menghasilkan aroma khas seperti kacang. Adapun luaran yang diharapkan dapat dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam membuat tempe dari berbagai bahan kacang-kacangan serta publikasi artikel ilmiah pengabdian di jurnal nasional tidak terakreditasi.
Penyuluhan Tentang Penyakit Kusta di Puskesmas Dahlia Kota Makassar Idris, Irma Suryani; Taiyeb, Andi Mushawwir; Azis, Andi Asmawati; Hala, Yusminah; Purnamasari, Andi Bida
Jurnal Abdi Negeriku Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v3i2.68595

Abstract

AbstrakKusta merupakan penyakit menular yang bersifat akut dan kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang bersifat intraseluler obligat. Penyakit kusta menjadi masalah baik di dunia maupun di Indonesia. Kurangnya pengetahuan mengakibatkan minimnya informasi penyakit kusta. Ketidaktahuan masyarakat tentang pendeteksian dini dan pencegahan cacat kusta membuat jumlah penderita kusta meningkat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kusta dan memotivasi masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu puskesmas yang ada di Kota Makassar yaitu Puskesmas Dahlia yang pesertanya berasal dari pasien puskesmas sebanyak 20 orang. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah berupa kegiatan penyuluhan secara satu arah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan dilakukannya penyuluhan penyakit kusta memberikan dampak positif kepada pasien puskesmas dahlia. Penyampaian materi pada pelatihan ini dilakukan secara klasikal, semua peserta mengikuti materi yang disampaikan dengan cara ceramah dan kegiatan sesi tanya jawab. Kesimpulan yang didapat dari kegiatan ini yaitu peserta dapat merasakan manfaat dengan menambah pengetahuan mengenai penyakit kusta dan cara pencegahannya. Semua peserta penyuluhan sangat antusias dan penuh semangat mengikuti mulai awal pelatihan hingga akhir. Kata kunci: Penyuluhan, Kusta, Puskesmas Dahlia  Abstract Leprosy is an acute and chronic infectious disease caused by the obligate intracellular bacterium Mycobacterium leprae. Leprosy is a problem both in the world and in Indonesia. Lack of knowledge has resulted in a lack of information on leprosy. Public ignorance about early detection and prevention of leprosy defects has increased the number of leprosy sufferers. This community service aims to increase community knowledge about leprosy and motivate the community to maintain a clean and healthy lifestyle. This activity was carried out at one of the health centers in Makassar City, namely Puskesmas Dahlia, with 20 participants from the health center patients. The method used in the implementation of this service is in the form of one-way counseling activities. Community service activities with leprosy counseling have a positive impact on patients of the Dahlia Health Center. The delivery of material in this training was carried out classically, all participants followed the material presented by means of lectures and question and answer sessions. The conclusion obtained from this activity is that participants can benefit by increasing their knowledge about leprosy and how to prevent it. All counseling participants were very enthusiastic and eager to participate from the beginning of the training to the end. Keywords: Counseling, Leprosy, Dahlia Health Center
PELATIHAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TAMBAK IKAN BANDENG DAN UDANG DI KEL. BONTOMATE’NE, KEC. SEGERI, KAB. PANGKEP Junda, Muhammad; Taiyeb, Mushawwir; Hartono, Hartono; Hala, Yusminah; Purnamasari, Andi Bida
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i2.56934

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dihadapi oleh mitra pengabdian masyarakat ini adalah rendahnya produktivitas tambak baik ikan maupun udang. Sistem pengelolaan masih tradisional. Pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan sistem budidaya secara intensif masih kurang. Tujuan pelatihan ini adalah memberi pemahaman, pengetahuan dan keterampilan dalam sistem budidaya ikan dan udang secara intensif. Metode pelatihan yang diterapkan adalah memberikan ceramah, diskusi dan demostrasi terkait sistem budidaya secara intensif meliputi pemilihan sumber air, pemilihan bibit, pengelolaan dan pemeliharaan sistem budidaya, manajemen penggunaan pakan buatan, strategi pengelolaan air selama budidaya, pengukuran dan pengamatan kualitas air serta parameter pertumbuhan hewan budidaya, pengendalian penyakit. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh peserta pelatihan penuh antusiasme dan semangat mengikuti pelatihan mulai dari awal hingga akhir. Peserta pelatihan telah memahami dan mengerti serta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkait sistem budidaya ikan dan udang secara intensif dan segala kelebihan kekuangan. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Tim Dosen sebagai instruktur pelatihan dari Jurusan Biologi FMIPA,UNM. Mereka juga sudah memiliki pengatahuan dan teknik budidaya secara intensif berbasis teknologi bioflok dan gejala penyakit yang timbul akibat serangan bakteri dan virus pada hewan budidaya seperti ikan dan udangKata kunci: Sistem Budidaya Intensif, Teknologi Bioflok, Kualitas Air, FitoplanktonAbstractThe problem faced by this community service partner is the low productivity of both fish and shrimp ponds. The management system is still traditional. Knowledge and understanding and skills of intensive aquaculture systems are still lacking. The purpose of this training is to provide understanding, knowledge and skills in intensive fish and shrimp farming systems. The training method applied was to provide lectures, discussions and demonstrations related to intensive aquaculture systems including water source selection, seed selection, management and maintenance of aquaculture systems, management of artificial feed use, water management strategies during aquaculture, measurement and observation of water quality and growth parameters of cultured animals, disease control. The results of the service showed that all training participants were enthusiastic and eager to participate in the training from the beginning to the end. The trainees have understood and gained knowledge and skills related to intensive fish and shrimp farming systems and all the advantages and disadvantages. This can be seen from the questions given by the Lecturer Team as training instructors from the Department of Biology FMIPA, UNM. They also have knowledge and techniques of intensive cultivation based on biofloc technology and symptoms of diseases that arise due to bacterial and viral attacks on cultured animals such as fish and shrimp.Keywords: Intensive Cultivation System, Biofloc Technology, Water Quality, Phytoplankton    
Sekolah Sehat Berbasis Kesehatan dan Lingkungan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia Taiyeb, A. Mushawwir; Rauf, Bakhrani; Azizah, Laelah; Sudiadharma, Sudiadharma; Purnamasari, Andi Bida
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 4 Number 1 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v4i1.74309

Abstract

Healthy and clean lifestyle is a process that involves lifestyle changes to improve physical and mental health and maintain the environment around the school to remain clean and healthy. The implementation of health and environmental-based school activities uses a participatory method through interactive discussion activities between the service team and the management and teaching team and mentoring of clean and healthy lifestyles at the Indonesian School Kuala Lumpur continued by cleaning the school environment by involving students. The target of this community service program is the school environment including the Principal, teachers and other teaching teams and the secretary at the Indonesian School Kuala Lumpur Malaysia. After this activity ended, the physical environment of the school was seen to be cleaner and the school intensified the role of teachers and students to jointly maintain a clean lifestyle and order in the school environment.
BLOOD TYPE DETECTION AS AN EFFORT TO INCREASE STUDENTS' HEALTH AWARENESS AT SMPN 5 TINGGI MONCONG IN GOWA, SOUTH SULAWESI Liana, Alin; Herlina, Herlina; Samsi, Andi Nur; Andariana, Andi; Purnamasari, Andi Bida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jpmbio-sains.v4i1.4025

Abstract

Gaining knowledge of blood type is crucial for individual health, particularly when facing emergencies that require immediate transfusion or medical decisions. However, many adolescents, especially those in rural areas, lack awareness of their own blood types. This community service project aimed to increase blood type literacy and conduct actual blood type screening among students of SMPN 5 Tinggi Moncong in Gowa, South Sulawesi. A total of 26 students participated in a structured program consisting of health education sessions, demonstrations, and hands-on blood type screening using the slide agglutination method with anti-A, anti-B, anti-AB, and anti-Rh reagents. The results showed that blood type A was the most common (42%), followed by types B and AB (23% each), and type O (12%). Post-activity surveys indicated that students experienced increased awareness, reduced anxiety, and greater motivation to encourage family members to know their blood types. The activity not only served as a health awareness tool but also helped introduce practical biological knowledge in a rural educational context. This model can be replicated in other underserved schools to promote early health preparedness and reduce barriers to essential health information. Pengetahuan tentang golongan darah sangat penting bagi kesehatan individu, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan transfusi atau keputusan medis secara cepat. Namun, banyak remaja, khususnya di daerah pedesaan, yang belum mengetahui golongan darah mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi tentang golongan darah serta melakukan pemeriksaan langsung terhadap siswa SMPN 5 Tinggi Moncong di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sebanyak 26 siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri atas sesi edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pemeriksaan golongan darah menggunakan metode slide aglutinasi dengan reagen anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-Rh. Hasil menunjukkan bahwa golongan darah A paling banyak ditemukan (42%), diikuti oleh golongan B dan AB (masing-masing 23%), serta golongan O (12%). Survei pascakegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran siswa, penurunan rasa takut, dan motivasi yang lebih besar untuk mendorong anggota keluarga juga mengetahui golongan darah mereka. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi media pembelajaran biologi praktis di lingkungan sekolah pedesaan. Model ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah lainnya untuk mendorong kesiapsiagaan kesehatan sejak dini dan mengurangi kesenjangan akses terhadap informasi kesehatan dasar.
PENYULUHAN TENTANG KESADARAN KESEHATAN KULIT MELALUI EDUKASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI KALANGAN MASYARAKAT KOTA PALOPO Idris, Irma Suryani; Taiyeb, A. Mushawwir; Hala, Yusminah; Syamsiah, Syamsiah; Purnamasari, Andi Bida
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i1.73774

Abstract

Kulit merupakan organ tubuh manusia yang sangat penting karena terletak pada bagian luar tubuh yang berfungsi menerima rangsangan seperti sentuhan, rasa sakit dan pengaruh lainnya dari luar. Penyakit kulit merupakan penyakit yang menyerang permukaan tubuh disebabkan oleh jamur, virus, kuman dan parasit. Faktor pendukung yang memacu terjadinya penyakit kulit diantaranya keadaan lingkungan berupa suhu dan kelembaban, sosial ekonomi yang berhubungan dengan tempat tinggal dan kepadatan hunian yang tinggi, selain itu kebiasaan yang menyangkut prilaku hidup bersih dan sehat. Kejadian penyakit kulit di Indonesia masih tergolong tinggi dan menjadi permasalahan yang cukup berat. Hal tersebut karena kurangnya kesadaran dan ketidak pedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar yang menyebabkan penularan penyakit kulit sangat cepat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit, mencegah penyakit kulit, dan merawat kulit dengan benar. Penyuluhan ini bisa mencakup berbagai topik, seperti jenis-jenis penyakit kulit umum, penyebabnya, gejala, pencegahan, perawatan, dan penggunaan produk perawatan kulit yang aman. Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Palopo yang pesertanya berasal dari masyarakat Palopo Kota sebanyak 100 orang. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah berupa kegiatan penyuluhan secara satu arah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan dilakukannya penyuluhan kesehatan kulit  memberikan dampak positif kepada masyarakat kota Palopo. Penyampaian materi pada pelatihan ini dilakukan secara klasikal, semua peserta mengikuti materi yang disampaikan dengan cara ceramah dan kegiatan sesi tanya jawab. Kesimpulan yang didapat dari kegiatan ini yaitu peserta dapat merasakan manfaat dengan menambah pengetahuan mengenai pentingnya memelihara kesehatan kulit dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat di kalangan keluarga dan lingkungan sekitar. Semua peserta penyuluhan sangat antusias dan penuh semangat mengikuti mulai awal pelatihan hingga akhir. Kata kunci: Penyuluhan, Kesehatan Kulit, Pola Hidup Bersih dan Sehat Abstract Skin is a very important organ of the human body because it is located on the outside of the body which functions to receive stimuli such as touch, pain and other influences from outside. Skin diseases are diseases that attack the surface of the body caused by fungi, viruses, germs and parasites. Supporting factors that spur the occurrence of skin diseases include environmental conditions in the form of temperature and humidity, socio-economic conditions related to housing and high residential density, in addition to habits related to clean and healthy living behavior. The incidence of skin diseases in Indonesia is still relatively high and is a serious problem. This is due to the lack of awareness and indifference of the community to the surrounding environment which causes the transmission of skin diseases very quickly. This community service aims to increase people's understanding of the importance of maintaining healthy skin, preventing skin diseases, and taking proper care of the skin. This counseling can cover various topics, such as the types of common skin diseases, their causes, symptoms, prevention, treatment, and the use of safe skin care products. This activity was carried out in Palopo City with 100 participants from the Palopo City community. The method used in the implementation of this service is in the form of one-way counseling activities.Community service activities with skin health counseling have a positive impact on the people of Palopo city. The delivery of material in this training was carried out classically, all participants followed the material presented by lecturing and question and answer session activities. The conclusion obtained from this activity is that participants can benefit by increasing knowledge about the importance of maintaining skin health by implementing a clean and healthy lifestyle among families and the surrounding environment. All counseling participants were very enthusiastic and eager to follow from the beginning of the training to the end. Keywords: Counseling, Skin Health, Clean and Healthy Lifestyle
PEMBERDAYAAN KOLEKTIF : EDUKASI INTERAKTIF PENCEGAHAN STIGMA KUSTA DI LINGKUNGAN KERJA Idris, Irma Suryani; Rachmawaty, Rachmawaty; Yusuf, Yusnaeni; Hala, Yusminah; Purnamasari, Andi Bida
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i1.74103

Abstract

Stigma kusta yang bertentangan dengan fakta medis (penyakit sulit menular dan dapat disembuhkan) masih merugikan penyintas di lingkungan kerja, termasuk di FMIPA UNM, melalui pengucilan dan kehilangan peluang karir. Lingkungan kerja hierarkis seperti kampus berpotensi ganda: memupuk stigma atau menjadi wadah perubahan efektif. Kegiatan "Pemberdayaan Kolektif" ini dirancang mengatasi hal ini dengan dua pendekatan interaktif: Pemaparan Fakta Medis Akurat: Penjelasan ilmiah penyebab, penularan, pengobatan (MDT gratis), dan literasi eliminasi stigma Kusta. Kombinasi ini bertujuan membangun empati dan tanggung jawab bersama, memberdayakan staf kebersihan sebagai peserta pengabdian menjadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan kerja FMIPA UNM yang inklusif dan bebas stigma melalui tindakan nyata.  Kata kunci: Pemberdayaan,Sstigma, Kusta, Edukasi, Interaktif  Abstract The stigma of leprosy that contradicts medical facts (the disease is difficult to transmit and can be cured) still harms survivors in the work environment, including at FMIPA UNM, through ostracism and loss of career opportunities. Hierarchical work environments such as campuses have a double potential: fostering stigma or becoming a place for effective change. This “Collective Empowerment” activity is designed to address this with two interactive approaches: Exposure of Accurate Medical Facts: Scientific explanation of causes, transmission, treatment (free MDT), and Leprosy stigma elimination literacy. This combination aims to build empathy and shared responsibility, empowering cleaning staff as service participants to become agents of change to create an inclusive and stigma-free FMIPA UNM work environment through real action.  Keywords: Empowerment, stigma, leprosy, Education, interactive
PELATIHAN TEKNIK DASAR KULTUR JARINGAN TUMBUHAN BAGI GURU BIOLOGI SMA: MENUJU KOMPETENSI LABORATORIUM YANG APLIKATIF Yusuf, Yusnaeni; Rachmawaty, Rachmawaty; Hartono, Hartono; Muis, Abd; Purnamasari, Andi Bida
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2025): Volume 02 Nomor 02 (Mei 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan konsep kultur jaringan tumbuhan melalui pelatihan praktis. Kultur jaringan tumbuhan adalah teknik bioteknologi yang sangat penting dalam bidang pertanian dan biologi, namun banyak guru yang belum menguasai teknik ini dengan baik. Melalui pelatihan praktis, diharapkan guru dapat lebih memahami dan mengajarkan materi ini dengan cara yang lebih menarik dan efektif. Pelatihan ini mencakup teori dasar, teknik praktis, serta penyusunan materi ajar yang relevan untuk siswa. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam mengajarkan kultur jaringan tumbuhan, yang berdampak positif pada kualitas pembelajaran di sekolah.