Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Medium Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Karakter Morfologi dan Jumlah Tunas Protokorm Anggrek Vanda limbata Blume x Vanda tricolor Lindl. Yusuf, Yusnaeni; Indrianto, Ari
bionature Vol 17, No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.885 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v17i1.2589

Abstract

Kultur embrio anggrek secara in vitro pada media tumbuh yang sesuai akan menghasilkan tanaman anggrek dalam jumlah besar namun dalam waktu yang singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) yang efektif terhadap pertumbuhan dan perkembangan embrio anggrek Vanda limbata  Blume x Vanda tricolor Lindl. Percobaan dilakukan dengan menggunakan protokorm anggrek Vanda limbata  Blume x Vanda tricolor Lindl. yang berumur 4 minggu (fase 2) yang ditanam pada medium perlakuan. Medium perlakuan yang digunakan adalah medium POC yakni Fertile, Fish Emultion dan Nasa dengan beragam konsentrasi (1; 1; 2; 2,5; 3; 3,5 ml/L) yang ditambahkan air kelapa 150 ml/L, sedangkan medium VW sebagai kontrol positif dan medium agar sebagai kontrol negatif. Pengamatan pada medium perlakuan dilakukan selama 2 bulan. Pengamatan dilakukan untuk mengukur parameter morfologis (panjang daun, jumlah daun, panjang akar, dan jumlah akar) serta jumlah tunas yang dihasilkan hingga pengamatan minggu ke-8. Setelah 2 bulan, tanaman kemudian disubkultur ke medium VW yang ditambahkan air kelapa dan ekstrak pisang. Data kuantitatif yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair terhadap parameter yang diukur kemudian jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh medium POC terhadap pertumbuhan dan perkembangan embrio anggrek menunjukkan respon yang berbeda-beda pada setiap fase pertumbuhan. Pada protokorm anggrek Vanda limbata  Blume x Vanda tricolor Lindl. berumur 4 MSP, POC Fertile 1,5 memberikan hasil yang berbeda nyata dibandingkan dengan medium VW pada parameter jumlah daun dan jumlah tunas dengan nilai 4,67 dan 6,00.Kata kunci: Pupuk Organik Cair, Perkecambahan In Vitro, Embrio, dan Anggrek
Region of Nuclear Ribosomal DNA (ITS2) and Chloroplast DNA (rbcL and trnL-F) as A Suitable DNA Barcode for Identification of Zingiber loerzingii Valeton From North Sumatera, Indonesia Prasetya, Eko; Lazuardi, Lazuardi; Harahap, Fauziyah; Rachmawati, Yuanita; Yusuf, Yusnaeni; Al Idrus, Said Iskandar; Prastowo, Puji
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 8, No 3 (2023): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.76956

Abstract

Zingiber loerzingii Valeton is one of the species in the Zingiberaceae family found throughout Aceh and North Sumatra, Indonesia, with slimy flowers, yellowish white color, and dark orange stamens. Z. loerzingii is endemic in North Sumatra with a very limited distribution. The International Union for Conservation of Nature and Natural Resources classifies this plant into the vulnerable ones category. This study aims to examine the potential of DNA barcoding from nuclear DNA (ITS2) and DNA chloroplasts (rbcL and trnL-F) to identify Z. loerzingii plants. The research sample was obtained from two main distribution areas of Z. loerzingii in North Sumatra, Indonesia, namely Sibolangit Nature Reserve and Tangkahan Conservation Forest. The results showed that all the DNA barcode markers used were able to classify Z. loerzingii into the same group in the phylogenetic analysis. ITS marker is the most effective marker for classifying Zingiberaceae species compared to rbcL and trnL-F markers. The ITS2 marker has the lowest level of intraspecific and intraspecific genetic distance overlap compared to the rbcL and trnL-F markers. This research is expected to provide information related to the DNA barcode of Z. loerzingii in an effort to conserve this rare plant. 
Pembuatan Produk Fermentasi Yogurt Sebagai Pangan Sehat Bagi Guru MTs Arifah Gowa Muhtar, Rachmawaty; Suryani, A. Irma; Yusuf, Yusnaeni
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v2i1.3048

Abstract

The training activity for making fermented yogurt products, conducted at MTS Arifah Gowa, aims to empower MTS teachers and enhance the knowledge of training participants regarding the production of fermented yogurt products as a healthy, convenient, and cost-effective food item with economic value. This activity was conducted in three stages: firstly, providing materials and facilitating discussions with participants; secondly, instructing them in the proper and correct yogurt-making practices; and finally, conducting an evaluation and administering a questionnaire to assess the participants' responses to the training activities provided. Based on the results of the questionnaire evaluation, all training participants expressed satisfaction with this activity, achieving a score of (3.64), indicating that the evaluation results fall within the "very good" category.
PKM Pelatihan Pembuatan Teh Kombucha Buah Sebagai Minuman Probiotik Hartono, Hartono; Taiyeb, Mushawwir; Yusuf, Yusnaeni; Faisal, Faisal; Saleh, Andi Rahmat
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kombucha adalah minuman fermentasi yang kaya akan manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan, membantu pencernaan, serta memiliki sifat antioksidan dan detoksifikasi. Namun, pengetahuan dan keterampilan guru SMP mengenai pembuatan kombucha, khususnya kombucha buah, masih terbatas. Padahal, pemahaman guru tentang kombucha dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa akan pentingnya mengonsumsi minuman sehat dan bergizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru MGMP Biologi SMP dalam pembuatan teh kombucha buah sebagai pangan sehat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan pembuatan kombucha buah. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 3 Takalar, pada tanggal 8 Agustus 2024. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru tentang manfaat kombucha hingga 96%. Kegiatan ini dilaksanakan melalui langkah berikut: Penyampaian materi, Penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Guru-guru antusias untuk mengintegrasikan pembuatan kombucha buah ke dalam pembelajaran IPA, kewirausahaan, dan keterampilan hidup di sekolah. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru SMP dalam membuat teh kombucha buah sebagai pangan sehat. Diharapkan pengetahuan dan pengalaman guru dapat mendorong siswa untuk lebih mengenal dan mengonsumsi minuman fermentasi yang baik bagi kesehatan.
PKM PELATIHAN TEKNIK VERTIKULTUR TANAMAN BAGI GURU DAN SISWA GUNA MENDUKUNG PROGRAM HIJAU SEKOLAH Hiola, St. Fatmah; Rachmawaty, Rachmawaty; Pagarra, Halifah; Syawaluddin, Ahmad; Yusuf, Yusnaeni
Jurnal Abdi Negeriku Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v3i2.68331

Abstract

Program Hijau Sekolah adalah salah satu upaya dalam mendukung tercapainya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Salah satu cara untuk mewujudkan program ini adalah dengan mengembangkan keterampilan bertani yang ramah lingkungan melalui teknik hidroponik vertikultur. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dan siswa dalam penerapan teknik vertikultur tanaman yang dilakasanakan di SMA Negeri 7 Takalar. Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan solusi praktis dalam pemanfaatan ruang terbatas di lingkungan sekolah untuk menanam tanaman produktif. Pelatihan ini mencakup teori dasar vertikultur, penerapan teknik menggunakan media sederhana, serta perawatan tanaman vertikultur yang dapat diterapkan langsung di lingkungan sekolah. Setelah pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan, wawasan dan skill dasar mitra tentang teknik budidaya tanaman secara hidroponik dan peningkatan antusiasme pemanfaatan stryofom bekas sebagai wadah media tanam vertikultur. Mitra memberikan respon yang positif berdasarkan hasil kuisioner dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Vertikultur, hidroponik, program hijau sekolah, keterampilan guru dan siswa.
PEMBERDAYAAN KWT SEJAHTERA DALAM PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL DI PEKARANGAN RUMAH UNTUK MENJAGA IMUN TUBUH KELUARGA GH, Muliana; Arsal, Andi Faridah; Yusuf, Yusnaeni; Khalidatunnisa, Besse; Ainun, Nur Aisyah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 03 Nomor 01 (April 2025)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v3i1.7670

Abstract

This community service activity aimed to empower the Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera in Kabba Village, Minasate’ne Sub-district, Pangkep Regency, in utilizing herbal plants grown in their home yards as a means to strengthen family immunity. The implementation method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage involved observation and interviews to identify suitable herbal plant potentials. The implementation stage included outreach, training, and demonstrations on cultivating and processing herbal plants into immunity-boosting remedies. Evaluation was conducted through pre- and post-training questionnaires. The results showed a significant increase in participants' knowledge and awareness of the benefits of herbal plants, with 75% of KWT members starting to plant and use herbal plants independently. This activity successfully promoted a healthy lifestyle based on local resources and supported efforts to enhance family resilience in a sustainable manner. The program is expected to serve as an environmentally friendly community empowerment model that contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in the areas of health and well-being.
PEMBERDAYAAN KOLEKTIF : EDUKASI INTERAKTIF PENCEGAHAN STIGMA KUSTA DI LINGKUNGAN KERJA Idris, Irma Suryani; Rachmawaty, Rachmawaty; Yusuf, Yusnaeni; Hala, Yusminah; Purnamasari, Andi Bida
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i1.74103

Abstract

Stigma kusta yang bertentangan dengan fakta medis (penyakit sulit menular dan dapat disembuhkan) masih merugikan penyintas di lingkungan kerja, termasuk di FMIPA UNM, melalui pengucilan dan kehilangan peluang karir. Lingkungan kerja hierarkis seperti kampus berpotensi ganda: memupuk stigma atau menjadi wadah perubahan efektif. Kegiatan "Pemberdayaan Kolektif" ini dirancang mengatasi hal ini dengan dua pendekatan interaktif: Pemaparan Fakta Medis Akurat: Penjelasan ilmiah penyebab, penularan, pengobatan (MDT gratis), dan literasi eliminasi stigma Kusta. Kombinasi ini bertujuan membangun empati dan tanggung jawab bersama, memberdayakan staf kebersihan sebagai peserta pengabdian menjadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan kerja FMIPA UNM yang inklusif dan bebas stigma melalui tindakan nyata.  Kata kunci: Pemberdayaan,Sstigma, Kusta, Edukasi, Interaktif  Abstract The stigma of leprosy that contradicts medical facts (the disease is difficult to transmit and can be cured) still harms survivors in the work environment, including at FMIPA UNM, through ostracism and loss of career opportunities. Hierarchical work environments such as campuses have a double potential: fostering stigma or becoming a place for effective change. This “Collective Empowerment” activity is designed to address this with two interactive approaches: Exposure of Accurate Medical Facts: Scientific explanation of causes, transmission, treatment (free MDT), and Leprosy stigma elimination literacy. This combination aims to build empathy and shared responsibility, empowering cleaning staff as service participants to become agents of change to create an inclusive and stigma-free FMIPA UNM work environment through real action.  Keywords: Empowerment, stigma, leprosy, Education, interactive
PELATIHAN TEKNIK DASAR KULTUR JARINGAN TUMBUHAN BAGI GURU BIOLOGI SMA: MENUJU KOMPETENSI LABORATORIUM YANG APLIKATIF Yusuf, Yusnaeni; Rachmawaty, Rachmawaty; Hartono, Hartono; Muis, Abd; Purnamasari, Andi Bida
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2025): Volume 02 Nomor 02 (Mei 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan konsep kultur jaringan tumbuhan melalui pelatihan praktis. Kultur jaringan tumbuhan adalah teknik bioteknologi yang sangat penting dalam bidang pertanian dan biologi, namun banyak guru yang belum menguasai teknik ini dengan baik. Melalui pelatihan praktis, diharapkan guru dapat lebih memahami dan mengajarkan materi ini dengan cara yang lebih menarik dan efektif. Pelatihan ini mencakup teori dasar, teknik praktis, serta penyusunan materi ajar yang relevan untuk siswa. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam mengajarkan kultur jaringan tumbuhan, yang berdampak positif pada kualitas pembelajaran di sekolah.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BIOLOGI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN PADA MATERI BIOTEKNOLOGI MELALUI PELATIHAN ISOLASI DNA Ali, Alimuddin; Hiola, St. Fatmah; Karim, Hilda; Rante, Herlina; Yusuf, Yusnaeni; Syahdan, Ulil Ardi; St. Satiah, St. Satiah
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i2.53741

Abstract

AbstrakPengajaran Bioteknologi modern pada Kurikulum di sekolah menengah atas menuntut kompetensi guru dalam memvisualisasi DNA sebagai materi genetik. Untuk itu diperlukan keterampilan dan peralatan yang memudahkan siswa mengamati materi genetik melalui proses isolasi DNA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru melalui pelatihan isolasi DNA. Peserta kegiatan ini adalah guru SMA, MA dan MTs dalam wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tahapan kegiatan antara lain pemaparan teori, peragaan, latihan isolasi DNA, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa para peserta pelatihan mampu meningkatkan pemahaman terkait dengan konsep atau teori DNA. Selain itu peserta terampil melakukan praktek isolasi DNA menggunakan bahan dan peralatan sederhana dengan biaya murah. Melalui pelatihan ini, diharapkan keterampilan dan pengalaman guru dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan ini diharapkan berdampak pada upaya meningkatkan minat siswa belajar Bioteknologi serta kecakapan guru terkait cara mengisolasi DNA makhluk hidup.Kata kunci: Bioteknologi, isolasi DNA, guru Biologi, kithcen kiAbstractTeaching modern biotechnology in the high school curriculum requires teacher competence in visualizing DNA as genetic material. This requires skills and equipment that make it easier for students to observe genetic material through the DNA isolation process. This community service activity aims to improve the competence of teachers through DNA isolation training. Participants in this activity are SMA, MA and MTs teachers in the Gowa Regency area, South Sulawesi. The activity stages include theoretical presentations, demonstrations, DNA isolation exercises, discussions and questions and answers. The results of this service activity show that the training participants were able to increase their understanding of DNA concepts or theories. Apart from that, participants are skilled at practicing DNA isolation using simple materials and equipment at low cost. Through this training, it is hoped that teachers' skills and experience can be implemented in the teaching and learning process in schools. This activity is expected to have an impact on efforts to increase students' interest in learning Biotechnology as well as teachers' skills regarding how to isolate the DNA of living things.Key words: Biotechnology, DNA isolation, Biology teacher, kithcen ki,
PELATIHAN PEMBUATAN TEH HERBAL INSTAN DAN SEHAT DI LINGKUNGAN SAMBOANG DESA TRITIRO KABUPATEN BULUKUMBA Syamsu, Andi Mu'nisa; Rachmawaty, Rachmawaty; Kurnia, Nani; Muflihunna, Andi; Yusuf, Yusnaeni
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i1.46787

Abstract

Pelatihan  Pembuatan Teh  Herbal Instan dan Sehat di Lingkungan Samboang Desa Tritiro Kabupaten Bulukumba merupakan  salah  satu  kegiatan Pengabdian yang dilakukan oleh Tim Dosen Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar secara mandiri. Pengolahan jahe dan sereh dilakukan secara tradisional yang bertujuan menjaga orisinalitas rasa dari jahe dan sereh serta  memberikan  manfaat  pada  peningkatan  imunitas  tubuh khususnya bagi warga nelayan. Aktifitas nelayan kebanyakan menyita waktu dan tenaga yang besar, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf  kesehatan dan peningkatan imun bagi masyarakat dan menjadi salah satu aspek penunjang ekonomi masyarakat pesisir pantai. Bahan Jahe  dan  Sereh pada pelatihan ini akan dikemas dan diberikan label “Teh Herbal’. Pengemasan dan proses pengeringan pada bahan yang digunakan sebagai upaya untuk menjaga kualitas dan orisinalitas produk. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dalam menggunakan bahan herbal dan bahan  tanaman obat kelurga yang berada di lingkungan sekitar. Pelaksanaan  kegiatan  meliputi  penyampaian  materi,  Proses pembersihan  jahe dan sereh, praktik pengemasan  teh dalam dalam botol,  diskusi  dan  tanya  jawab seputar manfaat teh harbal.  Antusiasme  peserta  sangat  tinggi selama pelatihan yang tercermin dalam keaktifan saat praktek pengemasan dan suasana diskusi yang interaktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi peluang untuk mengembangkan kewirausahaan bagi masyarakat daerah pesisir. Kata Kunci: Teh Herbal, Jahe, Sereh, Teh Instan, Imun