Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (LKEPD) Berbasis Liveworksheets Dalam Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik Kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 10 Makassar (Studi pada Materi Pokok Laju Reaksi) Amalia, Nur; Husain, Halimah; Sudding, Sudding
ChemEdu Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v6i3.64211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas LKEPD berbasis liveworksheets terhadap literasi sains pada aspek pengetahuan peserta didik kelas XI MIPA 6 SMAN 10 Makassar pada materi pokok laju reaksi. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sehingga diperoleh kelas XI IPA 6. Instrumennya adalah tes literasi sains yang terdiri atas soal pretest dan posttest dalam bentuk soal pilihan ganda sebanyak 15 nomor. Hasil yang diperoleh rata-rata pada aspek pengetahuan sebelum perlakuan dan setelah perlakuan mengalami peningkatan, rata-rata gain ternormalisasi 0,56 termasuk dengan kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media LKEPD berbasis liveworksheets pada model pembelajaran inkuiri efektif meningkatkan literasi sains pada aspek konten, aspek prosedural dan aspek epistemik peserta didik XI MIPA 6 SMAN 10 Makassar materi pokok laju reaksi.
Pengembangan Instrumen Penilaian Kinerja pada Praktikum Kimia Anorganik Jurusan Kimia Chairul, Moh; Sudding, Sudding; Jusniar, Jusniar
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.80821

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan instrumen penilaian kinerja pada praktikum kimia anorganik berdasarkan model pengembangan ADDIE.  Untuk menguji validitas instrumen penilaian kinerja digunakan validasi isi (content validity) terhadap tiga ahli sebagai validator. Sedangkan untuk uji kepraktisannya digunakan angket yang diberikan kepada enam asisten laboratorium yang bertugas pada praktikum kimia anorganik. Hasil uji validasi isi untuk instrumen penilaian kinerja diperoleh indeks validitas sebesar 0,88, sehingga instrumen penilaian kinerja dinyatakan valid karena indeks validitasnya lebih besar dari 0,60. Rata-rata persentase uji kepraktisan yang ditinjau dari persepsi respon positif asisten sebesar 95,45%. Berdasarkan kriteria kepraktisan yakni 70% responden memberikan respon positif untuk setiap aspek. Maka dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian kinerja yang telah dikembangkan praktis untuk digunakan. Kata Kunci : Instrumen Penilaian Kinerja, Model Pengembangan ADDIE dan  Praktikum  Kimia Anorganik.ABSTRACTThe purpose of this development research is to develop a performance assessment instrument in inorganic chemistry practicum based on the ADDIE development model.  To test the validity of the performance assessment instrument, content validity was used against three experts as validators. As for the practicality test, a questionnaire was given to six laboratory assistants in charge of inorganic chemistry practicum. The results of the content validation test for the performance assessment instrument obtained a validity index of 0.88, so that the performance assessment instrument was declared valid because the validity index was greater than 0.60. The average percentage of the practicality test in terms of the perception of the assistant's positive response was 95.45%. Based on the criteria of practicality, 70% of respondents gave a positive response to each aspect. So it can be concluded that the performance assessment instrument that has been developed is practical to use..Keywords : Performance Assessment Instrument, ADDIE Development Model and Inorganic Chemistry Practicum..
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Kulit Buah Srikaya (Annona squamosa L) Menggunakan Metode DPPH Titi, Titi; Faika, Sitti; Sudding, Sudding
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijfs.v11i2.81264

Abstract

Abstrak. Beragam jenis tanaman memiliki potensi sebagai obat herbal karena mengandung senyawa metabolit sekunder. Srikaya adalah tanaman yang sering digunakan sebagai makanan dan obat. Bagian Srikaya yang diteliti adalah kulit buah srikaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fenolik dan flavonoid dalam ekstrak etil asetat kulit buah srikaya, menentukan kadar total senyawa fenolik dan flavonoid, serta mengukur aktivitas antioksidan dari ekstrak berdasarkan nilai IC50 menggunakan metode DPPH. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental yang mencakup tahap penyiapan sampel, preparasi, ekstraksi, uji pendahuluan, uji gologan senyawa, analisis kadar fenolik total dan flavonoid, serta pengujian aktivitas antioksidan. Ekstrak etil asetat kulit buah srikaya diketahui mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan terpenoid yang ditandai dengan perubahan warna yang terjadi. Ekstrak etil asetat mengandung fenolik total dengan rata-rata sebesar 52.5074 ± 1.69 mg GAE/g ekstrak sedangkan flavonoid total sebesar 47.5170 ± 0.29 QE/g ekstrak. Nilai aktivitas antioksidan IC50 ekstrak etil asetat diperoleh 49.88509 ± 0.464 ug/mL dengan kategori antioksidan kuat. Kata Kunci: Kulit buah srikaya, antioksidan, DPPH
Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Parepare antara yang Diajar dengan Model Pembelajaran Problem Posing dan Problem Solving (Studi pada Materi Pokok Laju Reksi) Sukmiati, Sukmiati; Sudding, Sudding; Masri, Melati
ChemEdu Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v7i1.84179

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa model pembelajaran Problem Posing lebih baik dari pada model pembelajaran Problem Solving ditinjau dari hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 2 Parepare pada materi pokok laju reaksi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Two Group Pretest Postest Design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Posing dan pembelajaran Problem Solving, sedangkan variable terikat yakni hasil belajar peserta didik. Populasi penelitian adalah semua kelas XI IPA SMA Negeri 2 Parepare yang terdiri dari 6 kelas. Adapun sampel penelitian yang terpilih adalah kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas eksperimen 2. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah memberikan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen 1 untuk prerest dan posttest berturut-turut 7.66 dan 78.50 dengan rata-rata N-Gain 0.7658 dan kelas eksperimen 2 berturut-turut 7.74 dan 70.00 dengan rata-rata N-Gain 0.6892. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t diperoleh nilai thitung = 3.1523, pada taraf signifikansi α= 0.05 dengan dk 74 diperoleh ttabel = 1.9925. Oleh karena thitung > ttabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Posing lebih baik dibandingkan model pembelajaran Problem Solving ditinjau dari hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 2 Parepare pada materi pokok laju reaksi. ABSTRACT This study aims to determine whether the learning model of Problem Posing better than the Problem Solving learning model in terms of learning outcames of students in XI IPA SMAN 2 Parepare on the subject matter of the rate of reaction. This research is a quasi-experimental design with Two Group Pretest Postest Design. The independent variable in this study is a learning model of Problem Posing and the Problem Solving, while the dependent variable which is the learning outcomes of students. The study of population was all of the class XI IPA SMAN 2 Parepare which consists of 6 classes. The selected sample is a class XI IPA 3 as an experimental class 1 and class XI IPA 5 as an experimental class 2. Data collection techniques are providing a pretest and posttest. The data obtained and analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result showed that the average of Learning Outcames of students experimental class I for pretest and posttest respectively 7.66 and 78.50 with an average N-Gain 0.7658 and the experimental class 2 respectively 7.74 and 70.00 with an average N-Gain 0.6892. The results of hypothesis testing using t test obtained by value t = 3.1523, the level of significance of α= 0.05 with 74 dk obtained ttable = 1.9925. Therefore tcalculate > ttable, then H0 rejected and H1 accepted. This suggests it that the learning model of Problem Posing better than the Problem Solving learning model in terms of learning outcomes of students in class XI IPA SMAN 2 Parepare on the subject matter of the rate of reaction.