Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum terhadap konsumen dari peredaran rokok ilegal di Kota Makassar serta untuk mengetahui dan menganalisis upaya pemerintah dalam hal pencegahan peredaran rokok ilegal di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris, yang dimaksud dengan penelitian empiris adalah yakni suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk melihat hukum dalam artian nyata dan meneliti bagaimana kerjanya hukum di lingkungan Masyarakat. Dengan penelitian tersebut, maka penulis dalam penyusunan penelitian ini lebih mengarahkan pada pengkajian fakta-fakta yang terdapat di lapangan terkait Perlindungan hukum konsumen terhadap konsumen peredaran rokok ilegal di Kota Makassar.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Perlindungan hukum terhadap konsumen rokok ilegal di Kota Makassar belum efektif karena rendahnya kesadaran konsumen, keterbatasan informasi dimana konsumen disini kurang mengetahui tentang apa itu cukai dan bagaimana akibat mengomsumsi rokok yang tanpa cukai atau illegal, dan lemahnya implementasi Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Konsumen memilih rokok ilegal karena harga murah tanpa memperhatikan risiko kesehatan, Upaya pemerintah melalui Bea Cukai telah dilakukan melalui penindakan dan edukasi, namun terkendala sumber daya, koordinasi, dan teknologi pengawasan.Rekomendasi penelitian Pemerintah dalam hal Bea Cukai Kota Makassar disarankan meningkatkan edukasi publik tentang risiko rokok ilegal, memperkuat pengawasan berbasis partisipasi masyarakat, serta meningkatkan koordinasi, sumber daya, dan pemanfaatan teknologi pengawasan untuk mendorong pencegahan peredaran rokok ilegal yang lebih efektif dan melindungi kesehatan masyarakat serta perekonomian negara. Abstract: This study aims to identify and analyze the legal protection of consumers against the circulation of illegal cigarettes in Makassar City and to examine government efforts in preventing the distribution of illegal cigarettes in Makassar City. This research employs an empirical legal research method, which examines law in its real context and analyzes how law operates within society. Accordingly, this study focuses on field facts related to consumer legal protection against the circulation of illegal cigarettes in Makassar City. The results of this study indicate that legal protection for consumers of illegal cigarettes in Makassar City has not been effective due to low consumer awareness, limited access to information—where consumers lack understanding of excise and the risks of consuming illegal cigarettes—and weak implementation of Consumer Protection Law. Consumers tend to choose illegal cigarettes because of their lower prices without considering the health risks; government efforts through the Customs and Excise Office have been carried out through enforcement and educational programs, but these efforts face obstacles in terms of limited resources, coordination, and surveillance technology. This study recommends that the Makassar Customs and Excise Office enhance public education regarding the risks of illegal cigarettes and strengthen community-based monitoring, and improve coordination, resources, and the use of surveillance technology to promote more effective prevention of illegal cigarette circulation and to protect public health and the national economy.