Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF A WEB-BASED REAL-TIME MONITORING SYSTEM FOR VIBRATION, TEMPERATURE, AND NOISE OF REFRIGERATION MACHINES WITH MICROCONTROL Abrori, M. Zaki Latif; Demeianto, Bobby; Idrus, Muhamad Amril; Marsono, Marsono; Arafat, Yasser; Hermawan, Ade; Nurita, Yani
Aurelia Journal Vol 7, No 2 (2025): October
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v7i2.18186

Abstract

Real-time monitoring of vibration, temperature, and noise in refrigeration machines using microcontrollers is still rarely discussed, although it plays a crucial role in maintaining machine performance and supporting decision-making for predictive maintenance. This research aims to design and implement a microcontroller-based monitoring system capable of measuring and recording machine operational parameters in real-time with adequate accuracy. The system uses an accelerometer sensor for vibration detection, an infrared thermometer for temperature measurement, and an electret microphone for noise monitoring. The data is processed by a microcontroller equipped with an SD card module for storage and a WiFi connection for remote access via the web. The test results show that this device can detect changes in vibration with an Mean Absolute Error value of 0.34 m/s², temperature with a Mean Absolute Percentage Error value of 1.35%, and provides real-time data that can be accessed wirelessly through other devices connected to the WiFi network. The contribution of this research lies in providing a monitoring solution that improves operational efficiency, minimizes the risk of downtime, and supports the optimal management and maintenance of refrigeration machines. 
Design and Implementation of Real-Time Diesel Engine Operational Monitoring Devices Based on Microcontrollers M. Zaki Latif Abrori; J. Preston Siahaan; Rizqi Ilmal yaqin; Bobby Demeianto; Mula Tumpu; Darmawan Darmawan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.9739

Abstract

Monitoring of diesel engine operational performance on fishing vessels recorded in real time based on microcontrollers is still rarely used. Monitoring of diesel engine operations is important to ensure the engine is in optimal performance as well as a consideration for predictive maintenance actions. This study aims to design and implement a real-time monitoring device based on microcontrollers. This device can measure and record RPM, temperature, and pressure data on diesel engines with good accuracy. Hall effect sensors for RPM, DS18B20 for temperature, and piezoresistive sensors for pressure are used, to maintain the right time it is equipped with RTC, SD card module for data storage, and Wi-Fi module for data access via the web. The test results show that this device is able to measure with good accuracy on each parameter with an average error of below 2%. When the operational parameters exceed the predetermined threshold, the device successfully gives an alarm as a critical sign. This study makes a significant contribution to the management and maintenance of diesel engines with real-time data and wireless access that increases efficiency and minimizes downtime due to operational failures
The ANALISIS HUMAN ERROR PADA PENGOPERASIAN MESIN PENGGERAK KAPAL PENANGKAP IKAN DI BITUNG SULAWESI UTARA Demeianto, Bobby; Siahaan, Juniawan Preston; Priharanto, Yuniar E.; Yaqin, Rizqi Ilmal; Tumpu, Mula; Faqih, M. Bil; Pujianto, Andreas; Nurfauzi, Akhmad; Abrori, Muhammad Zaki Latif
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 7 No 2 (2023): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v7i2.50284

Abstract

Pengoperasian mesin penggerak kapal cukup kompleks, memerlukan keahlian dan keterampilan yang layak untuk dapat mengoperasikan mesin. banyaknya kesalahan dalam mengoperasikan mesin merupakan hal yang mungkin terjadi. Tujuan penelitian ini menganalisis terjadinya kesalahan mengoperasikan mesin penggerak kapal yang disebabkan oleh human eror. Untuk mendapatkan hasil yang valid, pengamatan kru ketika mengoperasikan mesin dilakukan, setiap pekerjaan di breakdown untuk mendapatkan pekerjaan spesifik secara detail dengan Hierarkikal task analisis. Data yang dihasilkan dengan Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach (SHERPA) dianalisis secara komprehensif. Hasilnya di dapatkan 21 pekerjaan spesifik dengan kriteria pemeriksaan, aksi dan komunikasi. Human error yang terjadi pada profil risiko rendah dan sedang. Rekomendasi diberikan untuk memperbaiki profil risiko. Hasil penelitian ini memberikan dampak yang signifikan untuk mengatasi permasalahan pengoperasian mesin yang disebabkan kesalahan manusia.
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA AKTIVITAS OPERASIONAL KAPAL PERIKANAN Yasmin Humaira Rahmad; Suci Asrina Ikhsan; Alek Topani Lubis; Tata Irfadinata; Juniawan Preston Siahaan; M. Zaki Latif Abrori; Bobby Demeianto; Mula Tumpu
Jurnal Salamata Vol 8, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v8i1.18197

Abstract

Keselamatan kerja awak kapal penangkap ikan menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan usaha perikanan tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dan menyusun prosedur kerja aman dengan mengintegrasikan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) dan JSA (Job Safety Analysis) pada kapal penangkap ikan. Pendekatan deskriptif-kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen keselamatan terhadap tiga area utama kapal: dek penangkapan (deck area), kamar mesin (engine room), dan ruang penyimpanan hasil tangkap (fish hold). Analisis HIRADC mengidentifikasi 15 aktivitas utama dengan risiko bervariasi dari rendah hingga tinggi. Lima kegiatan dengan tingkat risiko tertinggi yaitu menarik jaring, mengoperasikan winch, pemeriksaan oli dan filter, pengisian bahan bakar, dan pengambilan hasil tangkapan di palka. Selanjutnya dilakukan dianalisis menggunakan metode JSA untuk menentukan langkah pengendalian spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kontrol teknis, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri mampu menurunkan tingkat risiko kerja hingga dua kategori dalam matriks penilaian. Integrasi metode HIRADC dan JSA menghasilkan sistem pengendalian risiko yang komprehensif dan aplikatif, meningkatkan kesadaran keselamatan (safety awareness), memperkuat budaya keselamatan di kapal serta mendukung penerapan standar internasional.Occupational safety for fishing vessel crews is a crucial aspect in ensuring the sustainability of capture fisheries operations. This study aims to analyze occupational risks and develop safe working procedures by integrating HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) and JSA (Job Safety Analysis) methods on fishing vessels. A descriptive qualitative approach was employed through observation, interviews, and document review focusing on three main vessel areas: the deck area, engine room, and fish hold. The HIRADC analysis identified 15 major activities with varying levels of risk, ranging from low to high. Five high-risk activities hauling nets, operating winches, checking oil and filters, refueling, and unloading fish in the hold were further analyzed using the JSA method to determine specific control measures. The results indicate that implementing engineering, administrative, and personal protective equipment controls effectively reduced work risks by up to two categories in the risk matrix. The integration of HIRADC and JSA provides a comprehensive and practical risk control system, enhances safety awareness, strengthens the onboard safety culture, and supports compliance with international standards.
PELATIHAN BASIC SAFETY TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KESELAMATAN BAGI NELAYAN DI KOTA DUMAI Muhammad Zaki Latif Abrori; Juniawan Preston Siahaan; Yuniar Endri Priharanto; Rizqi Ilmal Yaqin; Bobby Demeianto; Rangga B. K Haris; Ratu Sari Mardiyah; Muhammad Habib Ey; Suci Asrina Ikhsan
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i2.18685

Abstract

AbstrakKecelakaan diatas kapal merupakan hal yang sangat dihindari karena menyangkut keselamatan jiwa manusia, kapal hingga muatan kapal yang apabila di nilai kerugiannya sangat mahal. Kecelakaan umumnya terjadi karena kelalaian manusia karena tidak terampil dalam bekerja maupun ketika terjadi keadaan darurat. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan maka setiap awak kapal wajib memiliki sertifikat keterampilan bidang keselamatan salah satunya adalah Basic safety training (BST). Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai sebagai lembaga pendidikan kelautan dan perikanan bekerja sama dengan lembaga pelatihan menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu pelatihan BST kepada pelaku usaha perikanan khususnya perikanan tangkap di Kota Dumai. Tujuan dari pelatihan ini adalah terselenggaranya pelatihan dan tersertifikasinya peserta pelatihan BST. Metode pelatihan yang digunakan adalah service learning berupa teori dikelas (ceramah) dan praktik latihan secara langsung dikapal (demonstrasi). Hasil dari pelatihan ini seluruh peserta dinyatakan terampil pada bidang keselamatan diatas kapal yang dinyatakan dengan terbitnya sertifikat BST atas nama peserta. Sertifikat tersebut diakui dan mendapat pengesahan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku Administrasi  AbstractAccidents on ships are avoided because they involve the safety of human life, ships and shiploads, which if the value of the loss is costly. Ship accidents generally occur due to human negligence who are not skilled at work or when an emergency occurs. To prevent accidents, every crew must have a certificate of safety skills, one of which is Basic safety training certificate (BST). Dumai Marine and Fisheries Polytechnic, as a marine and fisheries educational institution in collaboration with marine training institutions organizes BST training activities as a form of community service for fisheries business actors, especially capture fisheries in Dumai City. The purpose of this training is to implement training and certification of BST training participants. The training method used is a theory in class (lectures) and practical training onboard (demonstration). As a result of this training, all participants were declared skilled in the field of safety on board, which was started by issuing a BST certificate on behalf of the participants. The certificate is recognized and approved by the Directorate General of Sea Transportation as the Administration.Â